<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729</id><updated>2011-12-17T12:24:26.160-08:00</updated><category term='SI BEDUL'/><category term='MENJADI PENGUSAHA'/><category term='MANAJEMEN RITEL'/><category term='ALL ABOUT TDA'/><title type='text'>Menuju Kehidupan Penuh Berkah</title><subtitle type='html'>apa yang kita bawa nanti bukanlah apa yang kita kumpulkan, tetapi apa yang kita sebarkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-500181523917428207</id><published>2009-07-26T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T20:52:26.498-07:00</updated><title type='text'>Entrepeneurship itu JADUL !</title><content type='html'>Suatu siang dikantor SAQINA.COM, saya kedatangan tamu kawan dari TDA. Hari ini, kawan ini berniat bersilaturrahmi, dan mengabarkan, bahwa hari ini adalah hari pertama dia menuju TDA. Alias sudah sudah resign kemarin. Saya ucapkan dengan tulus, Selamat Berjuang. Suasana penuh semangat, ingin segera action atas segala rencana untuk menjadi entrepreneur. Asik yaa, saya selalu terharu dengan suasana semangat itu. Semua rencana dikabarkan. Semua proses yang akan dilalui dicoba dikonsultasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa menjadi karyawan, kawan kita ini ternyata kompetensinya luar biasa. Pengalaman kerja 6 tahun di industri consumer goods, karir dimulai dari bawah, merangkak sampai level management. Ia paham produksi, manajerial juga marketing. Ia pernah punya tanggung jawab membangun outlet-outlet ritel perusahaan. Ia sudah terbiasa dengan semua model perencanaan, kalkulasi bisnis, setting target, strategi pelaksanaan, pembangunan outlet, penyiapan karyawan, membuat dan men-training SOP, promosi bahkan sampai monitoring oulet sampai running well dan juga pelaporan. Suatu pengalaman kerja yang terintegrasi yang tidak semua bekas karyawan pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kita mulai membicarakan rencana wirausaha yang akan dijalaninya. Saya terkaget-kaget. Dia seperti mau berjalan tanpa pengetahuan. Ingin mencoba dulu beberapa bentuk usaha. Katanya takut gagal diawal. Tanpa business plan, tanpa berani menentukan target awal. Padahal dia tahu betul, untuk masuk dengan produk baru, harus riset market, harus menentukan STP (Segmentasi, Targeting &amp;amp; Positioning) dulu. Untuk memulai langkah, dia harus menentukan semua target cost-nya, juga berapa target laba-nya. Setiap langkah operasional harus ada target-nya. Setiap target yang harus dicapai, harus disiapkan semua perangkat pendukungnya, infrastruktur bisnisnya, SDM-nya, strateginya, dll-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha kenapa jadi entrepreneur malah jadi berpikir terbalik ? kenapa jadi gagap business plan ? kenapa jadi takut menentukan target ? kenapa jadi bingung ketika harus mem-break-down infrastruktur bisnis apa saja yang harus disiapkan ? kenapa tidak berani menentukan target laba ? kenapa jadi gagap strategi pemasaran ? Kenapa kalau ditanya soal hasil jawabnya selalu “ya kita lihat saja nanti, namanya baru mulai, baru mencoba” ? Kenapa jadi takut bergerak bebas terencana dan terstruktur ketika Anda bisnis menggunakan Uang Anda Sendiri ??? Hayooo ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus segala pengetahuanmu selama jadi karyawan kamu kemanain ??? kamu jangan tiba-tiba merasa memasuki dunia baru. Menjadi entrepeneur itu baru bagimu, tapi soal ilmu, Entreprenership itu Jadul !!! ilmu itu sudah ada sejak dulu. Bukan lahir kemarin sore. Semua ilmu yang kamu pahami di bekas perusahaan-mu itu sudah hampir 90% ilmu entrepreneurship untuk membesarkan bisnis perusahaan. Harusnya kamu bisa menentukan target dulu, baru secara mundur kamu mengisi semua hal infrastruktur yang diperlukan dalam mencapai target itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini memang ilmu entrepreneurship terkurung di perusahaan-2, terperangkap di sekolah-2 manajemen. Jadi ketika euforia entrepeneurship lagi hot, seakan-akan buku-buku2 entrepreneurship yang ada sekarang ini mengusung ilmu baru. Padahal muara menjadi entrepreneur itu ya punya perusahaan, menjadi konglomerat, lalu cukup menjadi Investor. Bicara evolusi bisnis, dari bisnis mikro dimulai menjadi bisnis kecil, menengah lalu besar menjadi Korporasi ! Setelah menjadi korporasi, ya berkutat di masalah-2 korporasi. Dan itu semua sudah puluhan tahun lalu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri dan Pemilik bekas perusahaan-mu bekerja, itu sudah hampir menyelesaikan semua perjalanan menjadi entrepreneur ! namun tetap ingin terus tumbuh ! karena tidak ingin perusahaannya mati. Makanya mereka semua ingin karyawan level manajemen mempunyai jiwa INTRA-preneurship ! supaya perusahaan terus tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ke-1 s.d ke-3 mungkin kamu coba-coba usaha. Tahun ke-3 kamu sudah yakin ada salah satu bisnismu yang yakin bisa kamu besarkan. Tahun ke-4 dan 5 bisnis-mu berkembang. Tahun ke-6 s.d 8 kamu sibuk menata manajemen, mulai merekrut karyawan-2 kunci, tanpa sadar bisnismu menjelma menjadi korporasi. Tahun ke-9 dan 10 kamu sudah sibuk mengembangkan kompetensi Manajemen Perusahaan-mu untuk terus berkembang. Makin banyak karyawan yang kamu rekrut dan kamu kirim ke Lembaga Training Manajemen. Dan seterusnya. Semua itu siklus itu sudah dilakukan oleh semua pendiri, pemilik dan diteruskan oleh karyawan manajemen-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayo … jadi entrepreneur jangan pura-2 goblok. Entrepreurship itu sudah terstruktur ilmunya. Kamu sudah tahu semua, dan sudah terlalu pintar untuk menjadi entrepreneur …….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-500181523917428207?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/500181523917428207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=500181523917428207' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/500181523917428207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/500181523917428207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/07/entrepeneurship-itu-jadul.html' title='Entrepeneurship itu JADUL !'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4627839888127737056</id><published>2009-07-24T06:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T06:12:34.935-07:00</updated><title type='text'>2009 Tahun yang Dag Dig Dug</title><content type='html'>Tahun 2009 tahun yang mendebarkan. Periode akhir oktober telah mengabarkan krisis global. Awal 2009 Indonesia punya agenda panas, PilLeg danPilPres. Hari ini, Juli semua yang panas telah berakhir. PilpPres memang cukup 1 putaran. Bangsa sudah capek untuk demokrasi yang kebablasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakabar bisnis ? apakabar dunia entrepeneurship? 2009 tinggal tersisa separohnya. Saatnya bekerja lebih pasti walau masih dalam ketidakpastian. Ketika euforia politik usai, Juli dikagetkan oleh 2 bom teroris yang menyerang simbol Amerika. Semoga ini bisa segera kita lupakan dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencatat perkembangan diakhir Juli, dolar sempat melunak menuju dibawah 10ribu. IHSG terus meroket jika dibanding 6 bulan lalu. Kabarnya, ekonomi global sudah menuju jalan pemulihan. Tapi bagi Indonesia, bulan Agustus s.d Desember adalah bulan yang ditunggu. Karena hanya cukup dalam 6 bulan ini, Indonesia akan mencairkan kurang lebih s.d 70% anggaran APBN-nya. Jadi, 6 bulan kedepan saya sangat optimis. Akan banyak uang beredar yang akan menggerakkan sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakabar lebaran 2009 ? momen yang sangat saya tunggu, tinggal 2 bulan lagi. Seharusnya bulan-bulan ini perdagangan terkain produk-2 lebaran sudah ramai. Tapi ternyata masih adem ayem. Ini pertanda keramaian akan menumpuk di 1 bulan terakhir, tepatnya akhir Agustus s.d pertengan September. Jadi, strategi apa yang tepat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4627839888127737056?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4627839888127737056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4627839888127737056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4627839888127737056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4627839888127737056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/07/2009-tahun-yang-dag-dig-dug.html' title='2009 Tahun yang Dag Dig Dug'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-5131876939908598855</id><published>2009-04-06T19:09:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T19:10:46.957-07:00</updated><title type='text'>Entrepreneur Tanpa Pengetahuan Bisnis</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/Sdq2F1K7tfI/AAAAAAAAAHI/l3UF_FyfIZQ/s1600-h/introduction+to+business.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321766120980198898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/Sdq2F1K7tfI/AAAAAAAAAHI/l3UF_FyfIZQ/s400/introduction+to+business.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam satu perbincangan dengan member senior TDA, saya diingatkan kembali tentang betapa euforia kewirausahaan saat ini adalah kopong (fundamentalnya tidak ada). Saya terkejut, apa itu Pak ? ya, karena sebagian besar baru level motivasi, baru ribut-ribut diurusan pindah kuadran. Ada kesenjangan yang luar biasa antara mereka yang baru memulai dengan yang sudah dicitrakan sukses bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang baru memulai, terlalu banyak kekenyangan jargon-jargon motivasi, terlalu sering ikut acara fantastis penuh cerita sukses, gairah kewirausahaannya meluap-luap saat hadir diacara. Tetapi kebingungan ketika sampai dirumah. Sementara yang sudah sukses sibuk menebar pesona cerita sukses, tanpa disadari sebenarnya mereka sangat jarang menceritakan apa kunci sukses mereka. Semua yang tampak adalah kulit luar yang indah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya makin bertanya, jadi fundamentalnya sebenarnya apa Pak ? fundamentalnya adalah pengetahuan teknis soal bisnis, secara lebih khusus soal manajemen. Saya ditanya coba terangkan secara berurutan, bagaimana caranya meluncurkan produk baru, dari A sampai Z ! Saya jelas kelagapan, karena saya memang tidak tahu teknis ilmu bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ditegur, harusnya Anda lebih dalam mempelajari teknis bisnis, karena setelah sukses memulai, Anda harus sukses mengelola dan membesarkan. Lalu sukses konglomerasi ! Waks ?? Saya diingatkan kembali untuk kembalilah menjadi mahasiswa jurusan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, saya rasa bagi yang ingin memulai, coba berhentilah ber-motivasi ria … saatnya belajar dari buku yang basic, yang mendasar. Jangan melulu membaca buku “Cara Edan Jadi Pengusaha” atau “Cara Cepat Kaya Raya” atau “Sukses Bisnis Modal Lutut” … itu semua adalah bunga-bunga euforia kewirausahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan teknis bisnis sangat mudah didapat. Bagi yang pernah kuliah di fakultas ekonomi, buku terjemahan “Pengantar Bisnis (Introduction to Business) – buku 1 &amp;amp; 2” pasti pernah dibahas. Juga buku “Kewirausahaan – buku 1 &amp;amp; 2”, pasti juga pernah dibahas. Semua buku-buku ini membahas secara detil aspek-aspek bisnis. Banyak sekali pertanyaan para pemula bisnis yang sudah ada jawabannya di buku ini. Banyak yang bilang, buku-buku seperti ini sangat tidak menraik, karena tidak INSTANT !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya, tapi Pak, itu khan buku mahasiswa ? teoritis, bertele-tele ? jawabannya jelas tidak. Saya ditanya, kamu khan kuliah teknik, pernah bekerja di perusahaan, punya wawasan kerja dan sedikit manajemen. Kamu pasti berbeda dengan mahasiswa. Mahasiswa baca buku untuk lulus ujian, jelas berbeda kalau kita yang baca. Kita baca buku teori itu dengan pisau pemikiran yang lebih tajam, karena kita sudah menjadi pelaku bisnis, bukan mahasiswa bisnis. Sangat berbeda perspektifnya. Saya dianjurkan terus membaca buku-2 manajemen dan marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan lagi, tapi Pak apa betul kalau jadi pengusaha harus tahu detil soal bisnis ? apakah nantinya malah kita “in business (didalam bisnis)” ??? saya khan cita-cita punya bisnis tanpa kehadiran kita ??? …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gundulmu !!! kamu itu keblinger sama definisi Brad Sugars ! yang kamu masukkan dalam pikiranmu cuman “ongkang-ongkang setelah bisnis jalan sendiri tanpa kehadiran kita” cuman itu khan ? jelas sekali kamu ngga memasukkan dalam pikiran-mu, bahwa syarat utama kamu bisa “meninggalkan bisnis”, adalah bisnismu harus sudah bisa berjalan sendiri dan sudah menghasilkan keuntungan !!! lha kamu ? mempelajari dan bikin sistem-nya aja belum, untung layak aja belum, sudah mikir ongkang-ongkang-nya duluan ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-5131876939908598855?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/5131876939908598855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=5131876939908598855' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5131876939908598855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5131876939908598855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/04/entrepreneur-tanpa-pengetahuan-bisnis.html' title='Entrepreneur Tanpa Pengetahuan Bisnis'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/Sdq2F1K7tfI/AAAAAAAAAHI/l3UF_FyfIZQ/s72-c/introduction+to+business.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-688535314164068829</id><published>2009-03-05T09:13:00.001-08:00</published><updated>2009-03-05T09:18:32.025-08:00</updated><title type='text'>Dapur Lansia</title><content type='html'>Sejak kami bisnis sendiri, kami menyalurkan sebagian jatah wajib sisa hasil usaha ke saluran-saluran yang kami kelola sendiri. Kami sendiri tidak merasa perlu mengkategorikan ini zakat, amal jariyah, CSR atau apa namanya. Bagi kami, yang terpenting adalah wujud dari action ini nyata, diterima langsung oleh yang kita inginkan, dan berdampak sangat mengena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309753200861457122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 349px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SbAIZ2ZXKuI/AAAAAAAAAG4/TkczJBjC6IU/s400/manula1.jpg" border="0" /&gt;Dapur Lansia, kegiatan yang kami gagas sejak kenaikan harga BBM yang terus melambung. Sebagian rakyat didesa-desa tertinggal (IDT) secara langsung merasakan tertatih-tatih dalam mengikuti kenaikan harga-harga bahan pokok. Mereka sudah angkat tangan, yang penting bisa makan seadanya, sekedar untuk melanjutkan sisa hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda pernah “wisata” ke desa-desa miskin, problem-problem kemiskinan sepertinya abadi untuk tidak mendapat penyelesaian. Dapur Lansia kami dirikan karena kondisi lansia-lansia di desa yang tidak jauh dari tempat kelahiran kami, sudah sangat menderita. Struktur keluarga, kondisi sosial masyarakat, lokasi geografis, kondisi alam, semuanya seakan kompak mendukung kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lansia (khususnya perempuan) adalah korban yang kami temukan sangat berat kondisinya. Mereka sebagian besar “janda” yang ditinggal pergi atau meninggal oleh suaminya. Mereka yang juga ditinggal oleh anak-anaknya yang telah merantau entah dimana dan bagaimana kondisinya. Mereka yang sudah terlupakan oleh saudara-saudara kandungnya, karena sama-sama miskin. Kemiskinan melahirkan kemiskinan. Kebodohan melahirkan kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309753457911818322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 377px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SbAIoz-8aFI/AAAAAAAAAHA/ZqIrN6TdIks/s400/manula2.jpg" border="0" /&gt;Alhamdulillah, Gusti Alloh masih menitipkan rejeki 20 Lansia kepada kami, untuk kami salurkan dalam bentuk Dapur Lansia, yang memberikan ransum 2 kali makan setiap hari kepada mereka secara gratis, insyaAlloh sampai mereka meninggal dunia. Hanya ini yang bisa kami lakukan, memberikan makanan ala kadarnya sebagai penyambung hidup. Kami belum bisa memperhatikan kesehatan mereka, apalagi kesejahteraan mereka. Terima kasih untuk Saudara, Teman, yang telah menitipkan dana-dana untuk bersama membantu mereka. Amal Anda pasti dicatat-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan para Lansia, diantara rumah gubug reot, diantara ember bak mandi mereka yang kotor, saya membisikkan dengan keras ke anak pertama saya. “Lihatlah didepan matamu Nak, ini wujud nyata kemiskinan Indonesia. Kamu harus sekolah setinggi-tinggi-nya, kamu harus sukses, kamu harus kaya. Ada 5 hal nyata yang harus kamu bangun kelak, (1) Sekolah untuk Orang Miskin, (2) Pusat Perdagangan &amp;amp; Pabrik (untuk membuka lapangan kerja), (3) Rumah Sakit untuk Orang Miskin, (4) Panti Asuhan (5) Panti Jompo.” Salam sukses Nak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-688535314164068829?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/688535314164068829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=688535314164068829' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/688535314164068829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/688535314164068829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/03/dapur-lansia.html' title='Dapur Lansia'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SbAIZ2ZXKuI/AAAAAAAAAG4/TkczJBjC6IU/s72-c/manula1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-8652324091785264586</id><published>2009-02-16T07:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:13:48.627-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Surga Wirausaha (3) Seri Market Tak Terbatas</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ngga percaya kalo’ Indonesia itu surga wirausaha ? … dijamin nyesel seumur hidup. Saya coba tunjukkan ya lewat cerita-cerita kecil, kalau di Indonesia itu, potensi market tak terbatas, segmen-nya luas, dan mudah cari pelanggan ! ngga percaya ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau bisnis apa aja, SELALU ADA SEGMEN-NYA !!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga percaya ?? seorang disainer bikin baju, cuman 1, eksklusif, harganya 10 juta. Laku, yang beli istri pejabat. Kenapa laku, soalnya dibuat cuman 1. Kalau beli yang kodian, istri pejabat ini takut disamain sama istri-istri anak buah suaminya yang pejabat itu. Banyak juga yang suka beli barang impor, hanya karena mahal, tidak ada saingan ! Sampai-sampai minggu lalu, para pejabat mem-promosikan sepatu buatan dalam negeri !!&lt;br /&gt;Lalu, coba bikin baju harga 5000, pasti laku. Yang beli rakyat jelata dipinggir jalan pasar becek. Puluhan karung (celana dalam bekas – impor) saja laku dijual 2000-an per pcs. Ngga percaya ? coba lihat di pasar Senen Jakarta !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau jualan apa aja di Indonesia ini selalu ada Segmennya ? kenapa, karena setiap sudut kota menyimpan KESENJANGAN YANG LUAR BIASA !!! Dibelakang rumah mewah, terselip gang sempit dengan rumah puluhan rumah petak. Mau jualan jajanan sehat dan tidak sehat pun ada market-nya. Bahkan jualan bangkai ayam saja ada market-nya ! Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, tata ruang sudah rapi. Orang kaya kumpul sama orang kaya, yang miskin kumpul di flat miskin. Mau jualan di daerah tertentu, segmennya sudah jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ragam Budaya – Lahirkan Multipel Market&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragam budaya nusantara, adat istiadat, ragam pakaian, selera warna, ragam jenis makanan, ragam bahasa, budaya komunal, bangga atas suku-nya, secara tidak langsung melahirkan peluang usaha dengan peluang market yang tersebar. Temen saya yang Jawa Asli buka restoran padang, resto makanan manado dan resto sop konro. Kokinya tidak harus orang Padang, Manado dan Makassar. Semua bisa dibisniskan ! Mau jual songket Bukitinggi tidak harus orang Padang, mau jualan patung Asmat, tidak harus orang Asmat. ! Di Jakarta, Warung Nasi Soto &amp;amp; Rawon marketnya orang Jawa Timur. Saung Sunda, market-nya orang Sunda. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, ragam budaya tidak sekaya Indonesia. Kebanyakan budaya kontemporer, budaya yang diciptakan dan digerakkan oleh industri. Jadi pebisnis budaya, kebanyakan korporasi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Status Sosial &amp;amp; Gengsi – Market Menggiurkan !&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia tidak sedikit yang gila Status Sosial, lengkap dengan Jaga Gengsi-nya ! Ini adalah potensi market yang menggiurkan ! Baru kerja formal setahun, pengin punya mobil, so kredit solusinya. Gaya tongkrongannya sudah café terus, gadget-nya selalu seri terbaru. Telinga dengerin iPod, tanggannya ngetik Blackberry, nge-browse-nya FB, kalo’ ngga nge-FB terus, NGGA GAUL !!! Ngga peduli beli yang asli atau black market, yang penting Gaya !! Kartu Kreditnya berjajar di dompet, kalo’ pas buka dompet, bangga klo kartu kreditnya berjejer warna-warni … Kata guru saya, banyak orang Indonesia yang “mencuri simbol kesuksesan”, mereka sudah merasa pantas menikmati simbol itu. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kalau Ada Tren, Mudah Cari Korban Mode !!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu salah satu yang lagi tren saat ini ? Kewirausahaan, Industri Kaya, Industri Sukses. Seminar pengin cepat kaya, alamaaakk..pesertanya membludak !!! Yang lebih gila lagi, puluhan Ebook Cara Kaya Semalam, dijual laris manis !!! Lebih super gila lagi, Arisan Berantai banyak peminatnya !! So ? sangat mudah jadi kaya mendadak di Indonesia !!!  Mau jualan produk ? promo aja di Sinetron. Banyak pelanggan yang model pakaiannya, produk yang dipakainya, berkaca dari Sinetron dan Iklan. Kalau si Bintang Sinetron di-dandanin pakaian merek R, makan pakaian model R langsung meledak, laris manisss. Maka ratusan produsen pun membajak produk R, tiru persis, dijual murah, dan ternyata laris masi walau aspal. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingin menambahkan ???&lt;/p&gt;&lt;p&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-8652324091785264586?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/8652324091785264586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=8652324091785264586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8652324091785264586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8652324091785264586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/02/indonesia-surga-wirausaha-3-seri-market.html' title='Indonesia Surga Wirausaha (3) Seri Market Tak Terbatas'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2468936509303006239</id><published>2009-02-16T07:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:12:55.209-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Surga Wirausaha (2) Seri SDM</title><content type='html'>Ngga percaya kalo’ Indonesia itu surga wirausaha ? … dijamin nyesel seumur hidup. Saya coba tunjukkan ya lewat cerita-cerita kecil, kalau negara yang SDM-nya berlimpah, baik yang berpendidikan maupun tidak ! adalah modal ber-wirausaha yang luar biasa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Banyak Pengangguran, SDM Berlimpah Ruah …&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba iseng bikin iklan di koran, cari saja Tenaga Sales/Marketing (minim D3), dijamin anda akan mendapatkan tiga karung surat lamaran. Ngga tanggung-tanggung, yang ngelamar pasti mulai dari D3 sampai S2. Biasanya yang ngelamar dari semua jurusan. Anda tinggal pilih yang paling ok. Bisa langsung wawancara, masa percobaan 3 bulan, dan kerja kontrak setahun. Kalau ngga ok, bisa dipecat, karena yang antri banyak. Mau karyawannya kontrak semua juga bisa, outsourcing juga bisa. Banyak karyawan yang siap mau bekerja apa aja ! Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan dinegara maju, cari karyawan rumit, kalau ngga ada benefit yang ok dari perusahaan, jarang yang mau jadi karyawan. Belum lagi soal perjanjian kerja, jaminan tenaga kerja, dll, seabrek urusannya !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kerja Sistem Kontrak Atau Outsourcing ? Sama “Enaknya”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangga saya jadi Satpam. Masa kontrak kerjanya sudah diperpanjang 2 kali. Akhirnya menganggur. Kenapa ? perusahaan sudah tidak mau mempekerjakan lagi, karena harus mengangkat jadi karyawan tetap. Mendingan cari satpam baru, dan seterusnya. Ribuan lulusan SMU kerja kontrak. Banyak perusahaan outsourcing tenaga kerjanya ke “Yayasan Antah Berantah”. Bekerja tidak sesuai kontrak ? Pecat. Tidak ada masa depan. Jaman krisis, mereka adalah korban PHK pertama, dan jelas ngga ada pesangon. Banyak “pengusaha nakal” menikmatinya. Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinegara maju ? aturan pekerja jelas dan kuat. Apalagi kalau pemerintahnya dipegang Partai Buruh, wah, posisi buruh tidak main-2 …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pekerja Sektor Informal – Nrimo Apa Adanya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat terkejut ketika tau gaji penjaga toko itu 400 ribu sebulan, dengan sedikit komisi penjualan. Artinya 13-an ribu perhari, sudah termasuk transport PP, makan dan kontrak rumah petak rame-2 ! Tidak ada yang bisa menabung setiap bulannya. Jadi, sekedar untuk menyambung hidup, tidak merepotkan orang tua lagi. Kenapa mau jadi penjaga toko dengan gaji segitu ? klo ngga mau, YANG LAIN BANYAK YANG MAU !!! ngantri lagi !!! Banyak “pengusaha raja tega” menikmati kondisi ini. Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, kalau mau nyari tenaga kerja murah, harus cari “imigran gelap”, atau mahasiswa yang mau kerja jam-jam-an. Dan ini harus kucing-kucingan sama aparat dan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berlomba-lomba Sekolah ! Supaya Dapat Pekerjaan Keren&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau dapat pekerjaan keren mentereng ? mau naik jabatan eselon III ? Anda harus MM, MBA ! makanya gampang banget dulu bikin lembaga pencetak MBA gadungan ! Peminatnya banyak ! ngga peduli isi pendidikannya. Tahun 90-an, Sarjana S1 cari kerja bersaing dengan S1, sekarang S2, MM, MBA membludak sama-sama cari kerja. Sudah S1, S2, masih saja cari kursus profesi, kursus bahasa, wualah … lomba sekolah melulu ! Makanya bikin bisnis sekolah, kursus ngga ada habisnya …. Enak-khan ? Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinegara maju, banyak pekerjaan di-isi oleh SDM yang memang background pendidikannya terkait, punya kompetensi (knowledge, experiences, idea &amp;amp; skill), dan aturan HRD-nya memang gitu ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau Jadi Pakar ? alamak ..Mudah !!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau jadi pakar di Indoensia ? tidak perlu jadi Doktor ! apalagi Professor ! di Indonesia paling gampang jadi pakar ! mau jadi pakar parenting/edukasi anak, ngga perlu nunggu jadi lulusan psikologi, pedagogi, atau ahli pendidikan. Kalau anda bisa ngomong soal parenting, personal branding ok, apalagi jadi narasumber radio, pasti langsung dianggap pakar. Orang Indonesia itu paling tidak kritis terhadap kompetensi “pakar”, jarang sekali merunut background pendidikan formalnya apa ? apa setiap yang di-omongkan ada dasar pengetahuan formalnya ? tidak perlu. Mau jadi pakar marketing, branding, internet, property, saham, forex, perencanaan keuangan, dll … gampang di Indonesia..!!! Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, kalau mau jadi pakar, harus ada riwayat pendidikan formal yang terkait, punya kompetensi yang masif, itu baru di-dengar. Kalau pakar gadungan, ngga bakalan laku !!!&lt;br /&gt;So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingin menambahkan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2468936509303006239?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2468936509303006239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2468936509303006239' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2468936509303006239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2468936509303006239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/02/indonesia-surga-wirausaha-2-seri-sdm.html' title='Indonesia Surga Wirausaha (2) Seri SDM'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-335872920649742633</id><published>2009-02-16T07:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:11:09.534-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Surga Wirausaha (1) Seri Birokrasi</title><content type='html'>Ngga percaya kalo’ Indonesia itu surga wirausaha ? … dijamin nyesel seumur hidup. Saya coba tunjukkan ya lewat cerita-cerita kecil, kalau negara yang birokrasinya carut marut ini sumbernya peluang usaha yang ngga adaaaa habisnya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Birokrasi ala Indonesia = Ribuan Peluang Usaha&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu buktinya ? cari saja penyedia jasa pengurusan SIM, STNK, Balik Nama Kendaraan, Sertifikat Tanah, IMB, Pajak, Pencairan Jamsostek, Sertifikasi, Akte, Paspor dan seabrek urusan lainnya yang bersentuhan dengan Birokrasi Ala Indonesia, pasti ada CALO-nya. Sang calo pasti menawarkan 2 alternatif, mau jalur cepat atau jalur lambat ? mau jalur selamat atau jalur sengsara ? Jangan tanya, tidak sedikit mereka yang berwirausaha di sektor ini tahan banting! Tidak kenal krisis, dan sudah bertahun-tahun bermain-main disana. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, susah mem-bisniskan birokrasi ! Birokrasi negara maju malah yang pro-aktif, meng-edukasi, melayani, dan mendukung ! Birokrasinya simpel, slim, efektif, aturannya jelas, juga tarif dan prosesnya jelas sekali dan tidak ingin ada bisnis disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau Usaha, Harus Ijin ???&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kagak perlu ! kita bisa mulai usaha apa aja ngga perlu ijin, apalagi boro-2 bikin SIUP-lah, CV-lah, apalagi PT. Negara ini menyebut mereka-2 para pedagang, penjahit konveksi, sub-kontraktor adalah pekerja sektor informal (walau sebenarnya wirausaha). Tanya aja pedagang di sentra-sentra grosir, apa mereka sebagian besar punya SIUP, CV atau PT ? walaupun kalau anda tahu, omset mereka ratusan juta broo… Kalaupun mereka punya SIUP, itu hanya formalitas buat ngutang ke bank ! jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kata temen di salah satu negara di Eropa, mau jadi penjahit aja harus punya sertifikat tukang jahit resmi, kalau mau buka usaha jahitan, harus ada ijin formal dlll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau Usaha Harus Bayar Pajak ???&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya terjadi di negara tertib bro ! saat ini aja, negara baru mengejar-ngejar warganya supaya punya NPWP. Juga diadakan sunset policy, supaya sadar pajak. Banyak pengusaha sektor informal belum tersentuh pajak. Tanya juragan bakso, pengusaha bubur ayam, steak kaki lima, pengusaha server pulsa dll … omsetnya gila tapi bebas pajak … asik khan ? jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan negara maju, pajak bisa sampai 30%, apalagi buat pekerja formal, pajaknya besar bangeet …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingin menambahkan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-335872920649742633?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/335872920649742633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=335872920649742633' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/335872920649742633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/335872920649742633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/02/indonesia-surga-wirausaha-1-seri.html' title='Indonesia Surga Wirausaha (1) Seri Birokrasi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-5792251417856567791</id><published>2009-01-20T07:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T07:40:27.622-08:00</updated><title type='text'>"Tidak Ada Krisis", Yang Ada Hanya Perlu Mengubah Sudut Pandang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SXXu2y1OwkI/AAAAAAAAAGw/XaTbgO2__ho/s1600-h/crisis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293399562169270850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 180px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SXXu2y1OwkI/AAAAAAAAAGw/XaTbgO2__ho/s320/crisis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa betul saat ini tidak ada krisis ? jangan ngawur yaa ! ada, jelas didepan mata kita. Semua media memberitakan krisis ini. Ekonomi global sedang redup, mulai banyak PHK, mesin produksi mulai terhenti, ekonomi jelas melambat, konsumsi menurun, daya beli drop banget.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi kalau kita mendengarkan wejangan pakar bisnis, pakar marketing, ternyata apapun kondisinya, mau ekonomi normal, bomming atau krisis, &lt;strong&gt;jawabannya sama&lt;/strong&gt;. Apa itu ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Saat Ekonomi Normal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya tetap lakukan aktivitas bisnis/marketing. Kondisi ekonomi yang normal ini akan makin tumbuh segera. Lakukan dengan dahsyat, jangan lakukan secara normal. Tunjukkan diferensiasi Anda dintara kompetitor Anda yang saat ini normal-normal saja. Jika saat normal saja Anda bisa menguasai pasar, nanti saat booming Anda tinggal memetik keuntungannya yang dahsyat...dst&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saat Ekonomi Booming&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya lakukan aktivitas marketing lebih dahsyat. Ambil dan kuasai momen booming ini, raih pencapaian penjualan dengan segera. Momen ekonomi booming kadang tidak lama. Perkuat tim marketing, perluas jaringan, raih pelanggan sebanyak-banyaknya, tingkatkan layanan pelanggan, dst ...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saat Ekonomi Lesuuu/krisis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya lakukan aktivitas marketing lebih dahsyat. Ketika kompetitor Anda mulai mengurangi budget iklan, mengurangi aktivitas penetrasi pasar, saatnya Anda terus invest, terus melakukan aktivitas marketing yang dahsyat. Karena ketika ekonomi recovery, Anda sudah siap. Lihat siapa-siapa saja mereka yang unggul saat ini, adalah mereka yang pada saat krisis 1998 tetap melakukan investasi, melakukan aktivitas marketing, sehingga brand-nya sangat kuat saat ini, produknya sangat dikenal, karena semua kompetitornya saat itu (1998) sedang tiarap.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi APA YANG BERBEDA ? TIDAK ADA !!! Para pakar bisnis/marketing, anjurannya &lt;strong&gt;SAMA&lt;/strong&gt; !! TETAPLAH INVESTASI dan LAKUKAN AKTIVITAS MARKETING YANG DAHSYAT !!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ternyata kita hanya diminta untuk mengubah SUDUT PANDANG aja .... Apa semudah itu ? IYA ! lalu setelah sudut pandang berubah ? PIKIRAN kita juga pasti berubah, lalu goal berubah, strategi berubah, action berubah dan tentunya, hasil bisa jadi berubah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;So... tunggu apa lagi ...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;salam &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;rosihan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/" target="_blank"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-5792251417856567791?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/5792251417856567791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=5792251417856567791' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5792251417856567791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5792251417856567791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/01/tidak-ada-krisis-yang-ada-hanya-perlu.html' title='&quot;Tidak Ada Krisis&quot;, Yang Ada Hanya Perlu Mengubah Sudut Pandang'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SXXu2y1OwkI/AAAAAAAAAGw/XaTbgO2__ho/s72-c/crisis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1611583838339635117</id><published>2009-01-05T07:26:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T07:32:09.981-08:00</updated><title type='text'>Kategori Industri Baru : Industri Sukses, Industri Kaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SWIm8OSArqI/AAAAAAAAAGo/LClEahzKamY/s1600-h/industri_sukses.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287831728554028706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 211px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SWIm8OSArqI/AAAAAAAAAGo/LClEahzKamY/s320/industri_sukses.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;Saya tertawa sendiri membaca ulasan pakar marketing, yang saya nilai sebagai “sentilan” tentang lahirnya kategori baru dalam industri, yaitu Industri Sukses, atau kalau tidak mau disebut secara vulgar sebagai Industri (Membuat Orang) Cepat Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jika ada yang melakukan penelitian di Google, keyword “rahasia sukses” dan “rahasia kaya”, saya yakin akan terus meningkat 2 kata-kata itu digunakan dalam website, blog, atau jualan internet marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya sering menemukan di website seperti itu dilahirkan oleh murid-murid hasil dari perguruan “internet marketing”. Ribuan website yang sering kali “hanya 1 halaman” panjang scroll ke bawah, dengan gaya bahasa dan provokasi yang nyaris sama, untuk jualan yang berbeda. Ada yang jualan produk, jasa, namun sebagian besar jualan e-book. Ada testimoni, bukti cetak mutasi rekening, ada mobil baru sebagai perwujudan bukti sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan makin meriahnya dunia kewirausahaan, Industri Sukses makin meluas, dengan hadirnya lembaga, perorangan dan komunitas yang masuk ke industri ini, dan tentunya bisa meraup kekayaan, karena memang ada demand yang lagi hot. Bahkan wilayahnya makin melebar tidak hanya untuk urusan cepat kaya, tapi urusan cara cepat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hebatnya, SEMUA ITU MASIH RAHASIA …. Jadi Anda harus bayar jika ingin tahu isi rahasia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita cermati secara iseng saja, Industri Sukses ini sudah merambah ke topik-topik mana saja, cara gampangnya via paman Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Internet Marketing, Wah, ini paling banyak. Rahasia sukses melalui internet ini tawarannya sangat menarik, menjanjikan cara cepat dan mudah, bahkan dengan penghasilan dolar… menggiurkan bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Dunia Bisnis, Ini cukup banyak juga yang menawarkan sukses bisnis dalam sekejap, artinya cukup baca e-book, mungkin Anda bisa sukses. Rahasianya cukup beragam, rahasia sukses bisnis online, rahasia sukses bisnis tanpa modal, rahasia sukses bisnis MLM, dan banyak banget rahasia-rahasia lainnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Cara Membangun Kekayaan, ini juga cukup banyak cara dan formula cepat kaya. Yang semuanya mengusung jargon menarik, kalau diringkas kira-kira bunyinya seperti ini ”cara cepat kaya raya dengan mudah dan murah tanpa perlu menunggu tua” … Mau kaya lewat internet, saham, forex, option, property, bisnis, franchise, dan ratusan cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik makin melebar ke Rahasia Sukses Rahasia Sukses Karir, Sukses Pendidikan, Sukses Perkawinan, bahkan sampai Rahasia Sukses Urusan Sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa bilang sukses hanya urusan dunia, ternyata Industri Sukses juga masuk ke topik-topik akhirat, buktinya ada Rahasia Sukses Masuk Surga, tapi ini bukan e-book, tapi dakwah gratis, soalnya kalau dijual dalam e-book, takut kualat (cilaka duabelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi intinya semua sama, ADA UANG, RAHASIA TERBUANG, artinya, jika Anda sudah bayar, sudah tidak lagi rahasia. Anda sudah bisa membacanya, mempraktekannya dan menikmati hasilnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Anda mau gabung di Industri Sukses/Kaya ini ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;salam sukses&lt;/div&gt;&lt;div&gt;rosihan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1611583838339635117?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1611583838339635117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1611583838339635117' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1611583838339635117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1611583838339635117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/01/kategori-industri-baru-industri-sukses.html' title='Kategori Industri Baru : Industri Sukses, Industri Kaya'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SWIm8OSArqI/AAAAAAAAAGo/LClEahzKamY/s72-c/industri_sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-8475599513388394841</id><published>2008-12-19T19:43:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T05:03:29.109-08:00</updated><title type='text'>NALO : No Action Learn Only</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUxq7Q4Bp2I/AAAAAAAAAGY/YCSSa3pQPRk/s1600-h/nato.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281714029373532002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 398px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUxq7Q4Bp2I/AAAAAAAAAGY/YCSSa3pQPRk/s400/nato.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya tertawa membaca judul diatas, yang saya dapatkan dari salah satu komentar di blog saya. Selama ini saya taunya cuman NATO, No Action Talk Only.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kalau kita kumpulin semua singkatan lucu yang berawal dari No Action itu banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NANO : No Action &lt;strong&gt;Networking&lt;/strong&gt; Only.&lt;br /&gt;yang penting kenalan banyak broo .. khan silaturrahmi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMO : No Action &lt;strong&gt;Milis&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;aku ini udah ikutan milis sejak 2006 loh … sering posting lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAFO : No Action &lt;strong&gt;Facebook&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;lihat nih, temenku banyak khan ? beken-2 dan milyader loh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAAO : No Action &lt;strong&gt;Attend&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;gue sih yang penting setor muka !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAWO : No Action &lt;strong&gt;Watch&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;Asik juga ya lihat temen-2 pada sukses …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NATO : No Action &lt;strong&gt;Talk&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;yang penting sih ngobrol .. curhat apa nggosip ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NALO : No Action &lt;strong&gt;Learn&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;yang penting aku udah belajar loh … sampai kapan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASO : No Action &lt;strong&gt;Seminars&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;aku sih mau ngumpulin sertifikat dulu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAWO : No Action &lt;strong&gt;Workshop&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;Aku harus ikut workshop apa lagi yaa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NADO : No Action &lt;strong&gt;Dream&lt;/strong&gt; Only :&lt;br /&gt;aku udah nulis di 100 Dream book loh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAIO : No Action &lt;strong&gt;Ideas&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;wah, aku udah punya ide besar, orisinil, totally new !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAPO : No Action &lt;strong&gt;Plan&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;Siip …aku udah bikin business plan 30 halaman !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAEO : No Action &lt;strong&gt;Excuse&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;wah, ternyata jadi pengusaha susah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mau menambahkan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari Pak Hadi Kuntoro :&lt;br /&gt;NABO : No Action &lt;strong&gt;Blog&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;Action-nya entar2an deh..yang penting sudah ada lompatan sangat besar...membuat Blog, ujung2nya bingung mau nulis apa..hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NABO : No Action &lt;strong&gt;Believe&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;NABO : No Action &lt;strong&gt;Businessconference&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;NAPO : No Action &lt;strong&gt;Pray&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;NAFO : No Action &lt;strong&gt;Jum'atforum&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari Pak Abduh&lt;br /&gt;NAPAS : No Action &lt;strong&gt;PAS-pasan&lt;/strong&gt; Only.&lt;br /&gt;NAKAL : No Action &lt;strong&gt;KALah&lt;/strong&gt; only.&lt;br /&gt;NAMPAR : No Action &lt;strong&gt;terlemPAR&lt;/strong&gt; only.&lt;br /&gt;NANGIS : No Action ya &lt;strong&gt;naNGIS&lt;/strong&gt; beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari ylabdo@yahoo.com&lt;br /&gt;NANA = No Action No Action&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari sumarketer@yahoo.com&lt;br /&gt;NANO = No Action &lt;strong&gt;Nanya&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari Pak Satrio&lt;br /&gt;NANA : No Action No Affirmation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari Pak Adzan Wahyu&lt;br /&gt;NALO : No Action &lt;strong&gt;LOA&lt;/strong&gt; Only&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tambahan dari teh Iis (Media Indonesia)&lt;br /&gt;NANO : No Action &lt;strong&gt;Nulis&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 sudah hampir tutup buku. Saatnya REFLEKSI. Adakah diantara kita yang sudah terlalu sering No Action …. Only ? Apakah akan kita ulang di tahun 2009 mendatang … ayo broo … cuman Action yang bisa membuat kita berubah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Action&lt;br /&gt;rosihan&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-8475599513388394841?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/8475599513388394841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=8475599513388394841' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8475599513388394841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8475599513388394841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/12/nalo-no-action-learn-only.html' title='NALO : No Action Learn Only'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUxq7Q4Bp2I/AAAAAAAAAGY/YCSSa3pQPRk/s72-c/nato.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-8886085866646005068</id><published>2008-12-15T08:10:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T04:57:52.050-08:00</updated><title type='text'>Mendulang Rupiah Toko Fesyen Daring</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Daring = Online&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTAxMjE="&gt;Di-copy dari Koran Media Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280050480582155586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 390px; CURSOR: hand; HEIGHT: 264px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUaB7-s63UI/AAAAAAAAAGQ/RmcrqoxwECE/s400/daring9.jpg" border="0" /&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Toko Online : Belanja lewat internet ternyata memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. (ilustrasi toko online &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.saqina.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; dan salah satu produk busana).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Internet kini menjadi tulang punggung pemasaran produk, tidak terkecuali untuk bisnis fesyen. Peluang bisnis ini ditangkap para pengusaha fesyen. MEMBACA berita di media dotcom, itu sih sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Membeli buku lewat toko daring, itu juga jamak. Sesudah pilih judul dan cocokkan harga, bisa langsung transfer uang dan menunggu buku pesanan dikirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana dengan beli baju di toko maya? Bukankah membeli baju identik dengan kegiatan rekreasi. Sembari jalan-jalan ke mal dan mesti diawali dengan pandangan, sentuhan, dan diakhiri dengan acara mengepas di fitting room, baru kemudian membayarnya di meja kasir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan itu pada Agustav Alvi, pemilik Dromedary Collection ini. Ia mengaku menggunakan toko online-nya sebagai tulang punggung pemasaran pakaian anak muslim yang diproduksinya. Kendati ia juga masih menggunakan sistem keagenan, kontribusi penjualan via toko daringnya tak bisa dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Total produksi kita 3.000 pieces setiap bulannya. Kita pakai sistem penjualan keagenan dan online. Jadi, orang tinggal lihat di website, pilih produk, pesan via online, transfer lalu kita kirim barangnya. Mereka bisa belanja sebagai agen atau juga ritel," kata Agustaf yang mengaku berkat toko daringnya ia punya pembeli dari Malaysia hingga Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang bisnis ini ditangkap oleh sebagian pengusaha yang menurut pakar marketing Hermawan Kertajaya menggunakan gaya new wave marketing, gelombang pemasaran baru di dunia pemasaran yang memasukkan teknologi informasi sebagai tulang punggung penjualan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;Muhammad Rosihan&lt;/a&gt;, pemilik &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;Saqina.com &lt;/a&gt;yang juga mantan profesional di bidang teknologi informasi, telah membuktikannya. Toko online memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. Hasil survei saat ini, 44% dari 32 juta pengguna internet mengakses internet setiap hari. Sebanyak 70%-nya mengakses rata-rata 2 jam per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mendekati kebiasaan menonton TV. Sedangkan sisanya mengakses internet dua hingga tiga kali seminggu, selama 1 hingga 2 jam," kata Rosihan meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya ada sekumpulan calon pelanggan potensial di internet yang bisa ditarget. Dan kabar baiknya lagi, pengguna internet ini daya belinya cukup baik. Pola belanja masyarakat sekarang pun sudah berubah. Berbeda dengan cara belanja masyarakat dulu yang belum bisa yakin dengan produk yang dibelinya sebelum ia datang dan melihat barang dengan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alasan mereka, waktu dan praktis. Cukup dengan duduk di depan komputer, bayar dan pesanan mereka pun datang. Kan semua model ada keterangan bahan, ukuran yang detail, warna dan keterangan yang jelas, juga jaminan pengembalian," jelas Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar potensial&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Agustav memadukan bisnis toko daringnya dengan usaha konveksi dan merek fesyen yang dirintisnya, Rosihan menggabungkan saqina.com dengan toko darat yang didirikannya di beberapa kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beda dengan &lt;a href="http://www.saqina.com/jaringan.php"&gt;toko offline Saqina&lt;/a&gt; yang market-nya terbatas, hanya di kabupaten atau kota tertentu, &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;Saqina.com&lt;/a&gt; bisa diakses oleh konsumen dari belahan dunia mana pun. Potensi market size-nya adalah 32 juta pengguna internet di Indonesia," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbisnis online juga efektif buat mereka yang belum mampu atau memang tak berminat mengalokasikan modalnya buat sewa kios yang konon kerap menjerat leher para pedagang. Jadi, kuncinya jeli memilih penyuplai buat toko, carilah pemasok yang memberikan diskon yang memadai buat memutar roda bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek busana muslim &lt;a href="http://www.manetvision.com/"&gt;Manet&lt;/a&gt; yang didirikan &lt;a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/"&gt;Badroni Yuzirman&lt;/a&gt;, misalnya, bahkan memberlakukan aturan tukar barang dan uang kembali pada agennya. Kendati kelenturan ini disertai syarat tertentu, ini jelas membuat para agennya lebih nyaman. Ini yang membuat Manet kini punya ratusan agen yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pebisnis toko daring, kata Agustaf, mestinya juga tak berhenti dengan hanya memajang barang dagangan di situsnya. Agustaf mengaku ia juga mengoptimalkan internet buat melakukan ekspansi buat bisnis fesyennya sekaligus mendiversifikasi usahanya. Anda tertarik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusvarice/Zat/M-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-8886085866646005068?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/8886085866646005068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=8886085866646005068' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8886085866646005068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8886085866646005068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/12/mendulang-rupiah-toko-fesyen-daring.html' title='Mendulang Rupiah Toko Fesyen Daring'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUaB7-s63UI/AAAAAAAAAGQ/RmcrqoxwECE/s72-c/daring9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4250265126277549825</id><published>2008-12-15T08:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T08:09:32.273-08:00</updated><title type='text'>Tips : Agar Bisnis Fesyen Daring Laris Manis</title><content type='html'>&lt;a href="http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTAxMjA="&gt;Di-copy dari Media Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pilih fasilitas toko daring sesuai kemampuan dan kemauan Anda. Bisa gratisan, seperti di blogger.com, multiply.com, atau wordpress.com yang bisa direnovasi jadi toko online. Lebih murah, sederhana, dan cocok untuk pemula. Alternatif lain, fasilitas berbayar dengan modal Rp250 ribu per tahun, Anda sudah punya sebuah toko. Dana itu digunakan untuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tumbuhkan kepercayaan konsumen dengan menunjukkan identitas Anda dengan jelas. Sebaiknya mencantumkan nama, alamat lengkap, bahkan foto Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gaul di internet, aktif dalam mills dan blog sehingga makin dikenal para penggila internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Coba berikan tips dan trik unik yang berhubungan dengan barang yang Anda tawarkan. Seperti, newsletter yang terkait dengan produk Anda. Jangan hanya mengisi toko dengan pajangan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bergaul akrab dengan Google, sering meng-up date data dalam toko online Anda untuk menaikkan peringkat google Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membangun kredibilitas. Jangan hanya menjadi penjual, Anda harus menjadi ahli dari produk yang Anda tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anda bisa menampilkan testimoni dari pembeli, dengan begitu akan memberikan gambaran bahwa banyak yang menyukai toko online Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Buatlah pengunjung dan pembeli toko online kita nyaman dengan menyediakan informasi penting yang harus diketahui pengunjung tentang toko dan baju yang Anda jual. Seperti, keterangan detil tentang tiap-tiap produk yang Anda tawarkan, ukuran, bahan, dan warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tingkatkan jumlah pengunjung dengan promosi online melalui media-media iklan baris, baik yang gratis maupun berbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Manjakan pembeli dengan penawaran-penawaran yang fantastik, seperti potongan harga dan hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bertukar link banner dengan sesama toko online dan relasi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Promosi offline, memanfaatkan kendaraan Anda atau teman, seragam kerja karyawan, kop surat, amplop, nota, kartu nama, hadiah, atau suvenir dengan memasang nama toko online Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4250265126277549825?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4250265126277549825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4250265126277549825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4250265126277549825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4250265126277549825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/12/tips-agar-bisnis-fesyen-daring-laris.html' title='Tips : Agar Bisnis Fesyen Daring Laris Manis'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3498834954206404059</id><published>2008-11-30T23:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T23:51:17.092-08:00</updated><title type='text'>Maaf, Saya bukan Orang Gajian Lagi</title><content type='html'>Di-copy dari &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDczMjY="&gt;Koran Media Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Edisi Cetak : Minggu, 30 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/STOVk_IKR-I/AAAAAAAAAGI/xo4SPXgTBr0/s1600-h/the_way_of_the_entrepreneur_large_pic.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274724051234473954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 167px; CURSOR: hand; HEIGHT: 147px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/STOVk_IKR-I/AAAAAAAAAGI/xo4SPXgTBr0/s320/the_way_of_the_entrepreneur_large_pic.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERPINDAH status dari orang gajian menjadi pengusaha membutuhkan &lt;strong&gt;persiapan mental&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;strategi yang matang&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Keterbatasan modal bukan halangan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisinya sebagai project manager membuat &lt;strong&gt;Mohamad Rosihan&lt;/strong&gt;, 36, tahu betul jika dengan hanya dua proyek besar, perusahaan tempatnya bekerja bisa menutup biaya operasi selama setahun penuh. Tak puas hanya menikmati cipratan proyek itu saat gajian, Rosihan pun segera memutuskan untuk pindah kuadran. Namun, ia mengaku cukup hati-hati untuk berpindah status, dari seorang pekerja jadi pebisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumnus Institut Teknologi Bandung ini terlebih dahulu menguji kemampuannya sebagai seorang &lt;em&gt;self employee&lt;/em&gt; pada bisnis konsultan teknologi informasi yang dikelolanya sejak 2002. "Modalnya, sebuah proyek senilai Rp30 juta, saya pikir cara ini bisa membuat saya memperoleh seluruh nilai proyek, tak seperti pekerja yang cuma dapat gaji," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun ia mencicipi pengalaman repotnya mempekerjakan diri sendiri pada bisnis yang dikelolanya. "Namanya berbisnis di sektor jasa yang &lt;em&gt;knowledge based&lt;/em&gt; itu memang akan melelahkan. Semuanya bergantung pada kita, proses pendelegasian berjalan lamban dan sulit," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sadar bahwa keleluasaan mengatur waktu dan melakukan inovasi, dua hal yang selama ini diimpikannya saat mulai berbisnis, nyaris mustahil terwujud jika ia tetap bertahan di kuadran self employee. Ia pun segera banting setir. Sejak 2004, ia menggeluti &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;bisnis ritel fesyen muslimah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. "Memang harus ada &lt;strong&gt;shortcut&lt;/strong&gt;, untuk beralih dari self employee menjadi seorang business owner. Orang sering heran, kok seorang dengan latar belakang teknologi informasi seperti saya bisa bisnis baju, padahal ini shortcut saya," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis barunya itu ternyata jauh lebih dahsyat daripada perkiraannya. Pendapatan 10 kali lebih besar daripada gaji berhasil dibukukannya hanya dalam waktu enam bulan. Kini di saat sepi, toko-tokonya bisa membukukan omzet Rp30 juta hingga Rp60 juta. Di saat panen Lebaran, bisa mengalirkan perputaran uang hingga Rp150 juta sampai Rp450 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur aman Menjalankan bisnis berbasis self employee, seperti yang dilakukan Rosihan di awal perjalanannya sebagai pengusaha, kata Aidil Akbar, Chairman International Association of Registered Financial Consultant (IRAFC), adalah langkah pindah kuadran yang paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lakukan dari yang mudah dulu, beli franchise atau jadi self employee bisa jadi pilihan. Begitu pula saat akan berpindah dari tahap pekerja yang juga pebisnis sampai total fokus usaha. Buat yang biasa jadi orang gajian, semuanya harus dipersiapkan secara terencana dan bertahap, baik itu dari segi manajemen maupun keuangan," kata Indonesia Senior Partner Pavilion Wealth Management itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan Yanti Isa, 41, pendiri PT Magfood Inovasi Pangan. Ia baru memutuskan untuk total jenderal di bisnis bahan pangan dan makanan cepat saji setelah tujuh tahun menjalankan bisnisnya. "Padahal, setelah dua-tiga tahun, saya sudah balik modal. Karena saya ingin benar-benar menjadi business owner dulu sepenuhnya, baru saya melepas pekerjaan di tahun ketujuh," kata Yanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah tujuh tahun berbisnis, Yanti mengaku pendapatannya sebagai pebisnis belum menyamai gaji dan keuntungan yang ia terima sebagai direksi di sebuah pabrikan bahan pangan ternama. "Karena, saya memilih untuk tidak mengambil semua penerimaan dari hasil bisnis. Saya memilih untuk menginvestasikannya kembali, misalnya untuk beli properti," kata Yanti yang mengaku kini mesin bisnisnya bisa membukukan omzet Rp500 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Yanti menjadikan indikator statusnya sebagai business owner sebagai pertanda kapan ia melepas status pekerjanya, &lt;strong&gt;&lt;a href="http://ryadkusuma.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ryad Kusuma&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, pebisnis fesyen dan saham, menjadikan ukuran omzet sebagai indikator kapan ia bisa melepas status pekerjanya. Ia memutuskan mengucapkan selamat tinggal pada kantornya setelah toko-tokonya membukukan omzet Rp200 juta per bulan. Ryad yang tergabung dalam komunitas pebisnis Tangan di Atas (TDA) kini resmi menyandang status TDA. Sebelumnya, Ryad masih tergolong amfibi, alias pekerja yang juga pebisnis. Usaha sudah di tangan, tapi kemampuan dan nyali belum mumpuni sehingga belum cukup percaya diri untuk menanggalkan status orang gajian. Sebagian anggota TDA lainnya bahkan masih berstatus 'tangan di bawah' alias (TDB), mengandalkan gaji semata buat penghidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelum mantap membuat surat pengunduran diri, seorang pebisnis pemula minimal mesti memahami &lt;strong&gt;dasar manajemen bisnis&lt;/strong&gt;nya dengan tekanan pada &lt;strong&gt;tata kelola pemasaran&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;komunikasi bisnis&lt;/strong&gt;. Ilmu dasar itu wajib dipelajari jika memang ingin usahanya berkembang dan jadi penopang utama kehidupan mereka. Namun, tidak harus punya pengetahuan dulu baru jadi pengusaha karena pelaku usaha biasanya belajar sambil praktik di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua harus &lt;strong&gt;dipelajari dengan cepat&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;mengaplikasikannya dengan cepat pula&lt;/strong&gt;," kata Rosihan. Singkirkan pula mental blocking, yang menurut Yanti Isa, adalah kendala paling besar, bahkan melampaui keterbatasan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kapan Anda kirim surat resign?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gusvarice, Zat/M-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3498834954206404059?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3498834954206404059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3498834954206404059' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3498834954206404059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3498834954206404059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/11/maaf-saya-bukan-orang-gajian-lagi.html' title='Maaf, Saya bukan Orang Gajian Lagi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/STOVk_IKR-I/AAAAAAAAAGI/xo4SPXgTBr0/s72-c/the_way_of_the_entrepreneur_large_pic.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4670065816714117327</id><published>2008-11-16T01:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T01:18:51.760-08:00</updated><title type='text'>SAQINA.COM di Topik Siang AN TV</title><content type='html'>Setelah pengambilan gambar pada tanggal 8 November 2008, akhirnya &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt; jadi ditayangkan pada Minggu 16 November 2008 jam di liputan Topik Siang di AN TV 11.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan dalam segmen Yang Muda Yang Punya Usaha ini, &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt; diliput dalam konteks bisnis online. Liputan yang cukup lengkap, fokus pada proses bisnis online, mulai dari pengadaan barang, pemotretan, dan tampil di webstore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269181376906165922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 371px; CURSOR: hand; HEIGHT: 278px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SR_ki4OYfqI/AAAAAAAAAF4/nl42i_skaig/s400/saqina_antv.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269181670676140626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 373px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SR_kz-mmklI/AAAAAAAAAGA/1BasjH9GoRc/s400/saqina_antv2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi pelanggan, ditampilkan mulai dari belanja, pilih barang di webstore, sampai barang di-packing dan dikirim via jasa pengiriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayangan sekitar 5 menit ini terasa cukup panjang. Tampilan gambar toko online diekspos sedemikian baiknya. Juga wawancara dengan &lt;a href="http://ineshan.blogspot.com/"&gt;Ines&lt;/a&gt; ditampilkan dengan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah dari liputan ini, sama seperti Liputan TPI pada &lt;a href="http://www.muslimdistro.com/"&gt;http://www.muslimdistro.com/&lt;/a&gt; , adalah order yang cukup banyak. Hanya 15 menit setelah tayang. Tapi karena di AN TV tidak menayangkan No.Telepon dan HP, maka kebanyakan order via Shopping Cart. Namun beberapa yang mengetahui data contact di webstore, beberapa Call dan SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu order yang cukup surprise adalah dari Brunei Darussalam. AN TV ternyata sampai Brunei. Ordernya juga langsung grosir kodian. Order ritel terbanyak dari Makassar, Medan, Bontang, Padang, Sumsel, Kerinci, dan beberapa kota lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari liputan ini, adalah : "&lt;strong&gt;Ubah&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Webstore Anda Sedemikian Sangat Mudah Dipahami oleh Pelanggan&lt;/strong&gt;". Karena dari beberapa telpon yang masuk, sangat tertarik produk yang dijual, tetapi hanya bisa connect internet tetapi belum familiar dengan Webstore. Webstore kami masih dirasa sulit dipahami. … ini masukan yang sangat penting !. Thanks to our customer. Saya masih harus belajar banyak tentang webstore dan Marketing Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, di &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/01/percayalah-tidak-ada-yang-baru-kalau.html"&gt;Tahun Tikus 2008 yang penuh keberuntungan ini&lt;/a&gt;, SAQINA telah diliput beberapa media. Mulai dari Tabloid Ritel, 6 halaman di Majalah Wirausaha &amp;amp; Keuangan (WK) pada bulan Mei, 2 halaman di Majalah PENGUSAHA dan TPI pada bulan September, dan sekarang AN TV di bulan November. Ini semua adalah berkah dari Silaturrahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Saqina.com kok bisa diliput di 2 TV Nasional ? saya sendiri tidak tahu jawabannya. Karena pihak TV-lah yang pertama menghubungi kami, jadi kami dengan senang hati menyambutnya. Yang pasti ini adalah bentuk nyata sebuah rejeki. Jika dikonversi nilainya (dibandingkan dengan biaya tayangan iklan komersial per menit) mungkin baru terbayang nilainya. Terima kasih sebesar-besarnya untuk AN TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses &lt;/p&gt;&lt;p&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4670065816714117327?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4670065816714117327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4670065816714117327' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4670065816714117327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4670065816714117327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/11/saqinacom-di-topik-siang-tv.html' title='SAQINA.COM di Topik Siang AN TV'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SR_ki4OYfqI/AAAAAAAAAF4/nl42i_skaig/s72-c/saqina_antv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-7691024474532456421</id><published>2008-11-09T21:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T21:34:47.830-08:00</updated><title type='text'>Kunci Sukses Pedagang adalah TTM</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SRfHmvMnqNI/AAAAAAAAAFw/-EF-zKhS6UU/s1600-h/timetomarket.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266897757551438034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SRfHmvMnqNI/AAAAAAAAAFw/-EF-zKhS6UU/s400/timetomarket.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Salah satu kunci sukses berdagang adalah Time to Market (TTM). TTM adalah ilmu manajemen yang sudah jadul, jaman dulu kita kuliah manajemen umum pasti kita pernah mempelajarinya. Walau jadul, TTM tetap sering digunakan sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi TTM menurut wikipedia adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah produk dari mulai dipikirkan hingga siap dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi definisi TTM menurut pedagang adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah produk dari mulai dibeli saat kulakan hingga siap dijual ditoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi secara sederhana, praktis dan aplikatif menurut pedagang (SAQINA), TTM perlu ditambahkan &lt;strong&gt;TTC (Time to Cash)&lt;/strong&gt;, yaitu &lt;strong&gt;seberapa lama produk itu dari mulai dijual di toko sampai menjadi uang !&lt;/strong&gt; Jadi bukan hanya siap dijual, tapi sudah jadi uang cash !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTM dan TTC adalah urat nadi berdagang. Semakin pendek TTM dan TTC, cashflow semakin sehat. TTM dan TTC yang pendek dapat memberikan indikasi-indikasi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;- Dari aspek ragam produk, ini bisa menunjukkan pilihan-pilihan ragam produk kita tepat, bisa diserap pasar lebih cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Dari aspek tren model produk, ini bisa menunjukkan pilihan-pilihan model sesuai tren yang ada di persepsi konsumen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Dari aspek komposisi, ini menunjukkan kemampuan kita dalam ketepatan menentukan seberapa banyak kita kulakan produk sesuai dengan jumlah ragam, model, seri ukuran, dan seri warna produknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Dari aspek alokasi budget, ini menunjukkan keakuratan kita dalam mengelola alokasi modal kulakan secara tepat untuk dibelanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTM dan TTC yang pendek akan berdampak sangat positif seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meningkatkan margin. Pertama karena dalam 1 masa operasional bisa memutar beberapa kali produk dengan TTM dan TTC yang pendek. Kedua, perputaran yang cepat, otomatis memberikan margin yang lebih sering.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Meningkatkan hubungan baik dengan produsen/supplier. Hukum umum dalam berdagang, semakin sering ada beli ke satu produsen/supplier, maka akan mendapatkan beberapa privilage khusus, misal harga pokok barang lebih baik, support produk-produk terbaru, dicantumkan dalam promo mereka, dll.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Meningkatkan citra toko kita dimata konsumen sebagai toko yang model-model produknya selalu terbaru (ikut tren), seri warna dan ukuran terlengkap, dan harga yang terjangkau (lebih murah dari lainnya). Model baru muncul di sinetron tadi malam, lusa produknya sudah ada di toko kita, dan langsung terjual melalui promosi SPG toko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Dan lainnya masih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah TTM dan TTC yang pendek sebuah toko bisa ditiru ??? ini yang tidak mudah. Butuh suatu kompetensi (pengetahuan + skill + pengalaman + ide) berdagang yang perlu jam terbang untuk mewujudkannya. Tapi jangan kuatir, semua bisa dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTM dan TTC akan sangat DAHSYAT bila kita gabungkan dengan CASHFLOW TORNADO. Nantikan tulisan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-7691024474532456421?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/7691024474532456421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=7691024474532456421' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7691024474532456421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7691024474532456421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/11/kunci-sukses-pedagang-adalah-ttm.html' title='Kunci Sukses Pedagang adalah TTM'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SRfHmvMnqNI/AAAAAAAAAFw/-EF-zKhS6UU/s72-c/timetomarket.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4062629916232898233</id><published>2008-10-28T23:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T23:37:47.120-07:00</updated><title type='text'>Terbiasa Hidup Sangsi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQgETBa-8dI/AAAAAAAAAFQ/AJAf4XKAmaM/s1600-h/Kantata-Movie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262460889428062674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQgETBa-8dI/AAAAAAAAAFQ/AJAf4XKAmaM/s400/Kantata-Movie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Film dokumenter Kantata Takwa telah dirilis. Film ini wajib saya simpan DVD-nya. Agar anak-anak saya tahu, sampai hari ini, belum ada mahakarya musik Indonesia se-kualitas Kantata Takwa. Kualitas liriknya telah menyandera jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua syair dalam lagu-lagu mahakarya Kantata Takwa 18 tahun lalu masih menancap tajam hari ini. Semua lagu masih saya dengarkan, dan anak-anak saya wajib mendengarkan juga. Saya bahkan menjadikan lagu “Paman Doblang” menjadi sebuah dongeng, yang saya ceritakan sambil mendengarkan lagunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagu ajaib yang selalu terkenang, lagu Kesaksian dari Kantata Takwa, kalimat-kalimat yang dilahirkan oleh WS Rendra, hadir dalam lirik yang dahsyat. Satu kalimat ajaib yang selalu saya ingat, adalah kalimat “Terbiasa hidup sangsi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. Saya sering kali menggunakannya sebagai “ejekan”. Ya, ejekan atas sikap-sikap penakut, peragu, tidak berani melangkah, tidak berani memilih, tidak berani mengambil keputusan, dan pasti tidak berani mengambil konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. ”. Saya sering kali menggunakannya sebagai kesimpulan sesaat, ketika ingin membangkitkan semangat mereka untuk menjadi pejuang kehidupan. Mereka memang dihinakan (oleh diri mereka sendiri). Mereka Tanpa daya, Ya tanpa daya (tanpa potensi, karena sepanjang waktu mereka mereduksi potensinya sendiri). Ya ..mereka-mereka itulah … yang akhirnya Terbiasa Hidup Sangsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangsi atas rahman Tuhan-nya, Sangsi atas berkah kehidupan-nya, Sangsi atas takdir Tuhan-nya. Sangsi atas bisikan jiwa-nya, Sangsi atas nikmat sehat raga-nya, Sangsi atas kekuatan pikirannya, Sangsi atas segala potensi dirinya, Sangsi atas segala peluang-nya, Sangsi atas langkah-nya, Sangsi atas hak suksesnya, Sangsi atas segala untuk diyakini-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbiasa Hidup Sangsi … semoga tidak menjadi Sangsi Atas Segala Hal di Muka Bumi ….&lt;br /&gt;Merekalah “Orang-orang yang harus dibangunkan …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4062629916232898233?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4062629916232898233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4062629916232898233' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4062629916232898233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4062629916232898233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/10/terbiasa-hidup-sangsi.html' title='Terbiasa Hidup Sangsi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQgETBa-8dI/AAAAAAAAAFQ/AJAf4XKAmaM/s72-c/Kantata-Movie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3490603723594762704</id><published>2008-10-23T19:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T20:03:29.203-07:00</updated><title type='text'>Menutup Toko Yang Pertama Kali</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQE6tZGZL2I/AAAAAAAAAFI/oUHRDwDIuxo/s1600-h/sajidah2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260550391251677026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQE6tZGZL2I/AAAAAAAAAFI/oUHRDwDIuxo/s400/sajidah2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQE6tZGZL2I/AAAAAAAAAFI/oUHRDwDIuxo/s1600-h/sajidah2.jpg"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau Pak Perry Tristianto Raja FO pernah membuka 90-an toko dan menutup puluhan toko, maka bulan Oktober 2008 ini SAQINA Group menutup toko untuk pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini toko kami untuk konter Baju Koko SAJIDAH (&lt;a href="http://www.sajidah.com/"&gt;http://www.sajidah.com/&lt;/a&gt;) yang berada di ITC Cempaka Mas Lt.3 Blok J No.749-752 telah kami tutup. Alasannya sangat jelas, setelah kami buka sejak awal Maret, kondisi penjualan ritel disana sepi, baik pada bulan normal maupun bulan ramai pas Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi penjualan ritel di konter hanya menyumbangkan 3% dari total penjualan SAJIDAH keseluruhan. Namun Alhamdulillah sekali, penjualan online dan keagenan dari kantor pusat kami di Duren Tiga Jaksel malah memberikan kontribusi 97%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil perhitungan pembukaan konter dalam status rugi, sehingga seperti anjuran Pak Perry juga, tidak perlu lama-lama, jika toko/konter ngga bagus, langsung suntik mati saja ..he..he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini penjualan SAJIDAH kami jalankan melalui kantor pusat SAQINA dan webstore &lt;a href="http://www.sajidah.com/"&gt;http://www.sajidah.com/&lt;/a&gt;, dan alhumdillah masih tetap rame karena mau musim haji. Saya sendiri sedang mencari lokasi baru untuk membuka konter SAJIDAH ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup toko pasti ada alasannya, mari kita cari-cari alasannya, soalnya ngga enak kalau “gagal” tidak ada BEJ-nya (Blame, Excuse dan Justify) he..he…he ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blame = Menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;Mungkin toko saya sepi ini karena salah SPG-nya yang kurang aktif dan pelayanan setengah hati. Atau juga salah calon pembelinya. Soalnya Baju Koko kami yang kualitas bagus sering ditawar dengan harga setengahnya (ini khas untuk pembeli di ITC), padahal harga kami harga pas ..he..he..he… Pembeli dengan mudah bisa berpindah toko karena jumlah toko kebanyakan ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Excuse = Alasan&lt;br /&gt;Mungkin produk saya terlalu bagus untuk dijual disana. Masalahnya pesaing-nya sebagian besar baju koko dan mukena made in tasik, yang harganya 1/3 harga produk saya. Jadi ngga mungkin bisa bersaing dengan sekitar. ..he..hee….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justify = Pembenaran&lt;br /&gt;Ya benar ! Mungkin toko saya salah lantai ! soalnya di lantai 3, bagian belakang lagi, jadi sepi. Pengunjung hanya mau jalan-2 di lantai dasar, lantai 1. Kalau ke lantai 3 caapek deehhhh …. Huaa ..ha..ha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Gus Dur, mau nutup toko gitu aja kok repot !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses .. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3490603723594762704?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3490603723594762704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3490603723594762704' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3490603723594762704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3490603723594762704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/10/menutup-toko-yang-pertama-kali.html' title='Menutup Toko Yang Pertama Kali'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQE6tZGZL2I/AAAAAAAAAFI/oUHRDwDIuxo/s72-c/sajidah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1772309332008271699</id><published>2008-10-22T19:55:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:55:27.138-07:00</updated><title type='text'>Pedagang Wajib Bertahan</title><content type='html'>Saya terharu ketika membaca liputan Wapres Yusuf Kalla ketika berbicara di pertemuan Saudagar Minang. Beliau mengajak para saudagar agar tetap bersemangat dan berani berusaha. Beliau juga meminta agar para Saudagar Minang dan Saudagar Nusantara tidak hilang harapan sehingga tidak berbuat apapun menghadapi krisis keuangan global yang melanda saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para saudagar diminta agar berusaha mengatasi dampak krisis tersebut hingga efek terasa seminim mungkin. Para saudagar juga diminta memanfaatkan situasi krisis saat ini dengan melakukan upaya dengan memberdayakan ekonomi dalam negeri sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengatakan, yang harus dijaga adalah kegiatan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Denyut nadi perekonomian di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen (Jakarta), Pasar Turi (Surabaya), Pasar Klewer (Solo) dan sentra-sentra perdagangan regional di seluruh nusantara harus tetap hidup. Selama pasar tradisional masih tetap hidup, dan berjalan normal, tidak akan terlalu besar dampaknya mengganggu perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pedagang kecil yang kelak akan menjadi Saudagar Jawa, saya meng-amini 1000% pernyataan Wapres. Karena Wapres kita ini pengusaha, bukan birokrat, pernyataan-nya selalu praktis dan pragmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pedagang kecil ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, lakukan efisiensi ! pasca lebaran volume jualan pasti menuju keadaan normal. Itu biasa. Tapi yang tidak biasa kali ini adalah kewajiban kita untuk efisiensi di semua pos yang mungkin. Karena diluar sana terdengar suara-suara krisis akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tetaplah sering jalan-jalan ke pusat perkulakan. Buka diskusi dengan supplier anda, produsen, distributor. Saya yakin akan terbuka perbincangan seputar kiat-kiat mereka mensiasati keadaan saat ini. Bagaimana strategi dan produk-produk mereka kedepan. Karena jelas akan mempengaruhi produk yang akan kita jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, buka komunikasi dengan beberapa pelanggan loyal. Diskusikan hal-hal yang memungkinkan kita sebagai pedagang mengetahui tingkat daya beli pelanggan kita saat ini. Saatnya kita lebih berpelukan erat dengan pelanggan loyal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-empat, tetap menjalankan rencana-rencana. Yang ingin ekspansi ya jalan terus. Yang ingin mencoba strategi marketing baru ya silahkan. Tidak perlu ada yang ditunggu. Tidak ada yang tahu 3-6 bulan kedepan akan terjadi krisis atau tidak, kalau krisis juga kapan berakhirnya ngga ada yang tahu juga. Yang penting adalah kehati-hatian dan terus deal dengan situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tetaplah berdagang. Saat ini diperlukan mental Pejuang Pedagang (mengutip H.Alay). Pejuang Pedagang yang selalu Bertawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1772309332008271699?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1772309332008271699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1772309332008271699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1772309332008271699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1772309332008271699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/10/pedagang-wajib-bertahan.html' title='Pedagang Wajib Bertahan'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1360719352365324825</id><published>2008-09-09T21:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T21:23:45.951-07:00</updated><title type='text'>MuslimDistro.com di Liputan TPI</title><content type='html'>Kamis 4 Sept 2008 minggu lalu, kami sejak pagi sekali sibuk menyiapkan display kantor pusat SAQINA untuk menjadi “Distro”. Membuat seperti toko Distro beneran. Karena jam 10 kami akan diliput TPI untuk acara Minggu Pagi jam 06.00 WIB tanggal 7 Sept 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244241612557905266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SMdJ9iDV7XI/AAAAAAAAADc/ScQfTToFCIA/s400/tpi1.jpg" border="0" /&gt; &lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244241961059000210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SMdKR0Uen5I/AAAAAAAAADk/m1fAEl5XJHQ/s400/tpi2.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244243196325983106" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SMdLZuDE84I/AAAAAAAAADs/0xWbBeUeRqA/s400/tpi3.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Liputan TPI cukup detil. Syuting mengambil gambar mulai dari proses disain, produksi, penjualan online sampai webstore. Terima kasih untuk Pak Irwan Rahman (TDA Network) yang bersedia menjadi figuran pemeran Pelanggan Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kami biasa saja menyambut peliputan TPI ini, karena kami miskin pengalaman diliput media TV Nasional. Yang penting kami menyiapkan tampilan toko Distro sebaik mungkin, dan membantu TPI bisa mengambil gambar sesuai kebutuhan dengan kualitas yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, momen liputan TV pertama bagi bisnis SAQINA Group yang kami tunggu-tunggu muncul juga jam 06.15 di acara pagi TPI. Liputan ber-durasi 5 menit ternyata terasa cukup lama disaksikan. Tampilan toko “Muslim Distro” jadi-jadian ternyata tampil cantik di TV. Testimoni pelanggan (Pak Irwan) dan penjelasan Owner MuslimDistro (kali ini Ines yang tampil) menjadikan liputan begitu menarik. Tampilan disain kaos satu per satu dibahas oleh presenter TPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih lucu adalah karyawan kami yang begitu malu tampil di TV, tapi senang karena langsung meng-SMS ortu dan sodara-2 di kampung untuk nonton TPI pagi itu. Meminjam kalimat Tukul, “horee .. anakku masuk tivi …. masuk tivi …masuk tivi …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan TPI ini ok juga, karena Alamat Lengkap, No.Telepon, HP, Contact Person dan alamat WebStore ditampilkan jelas sekali. Ini berkah Ramadhan bagi kaos dakwah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang mengejutkan, lewat 5 menit dari liputan, tiba-tiba banyak SMS dan telepon masuk ke HP kami. Mulai dari Medan, Balikpapan, Pontianak, Biak, Lampung, Semarang dan lain-lain. Hari minggu itu, kami tiba-tiba begitu sibuk melayani order kaos jarak jauh ini. Padahal stok kami sangat tidak siap. Pembelian karena dampak liputan ini lebih sulit, karena pembelian ritel jumlah kecil, tapi pembelinya banyak. Namun juga ada yang pembelian agen. Akhirnya sampai hari ini, masih banyak yang gagal kita penuhi ordernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga pelanggan yang langsung datang ke kantor, dan kecewa, karena tampilan “Distro” jadi-jadian yang dilihat di TV kok ngga ada ? yang ada hanya tumpukan stok. Kami terpaksa harus menjelaskan soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WebStore kami juga kebanjiran kunjungan, kami cek di web statistik kunjungan meningkat 3 kali dari sebelum liputan. Kebanyakan direct access ke alamat webstore. Pemakaian bandwidth naik 6 kali, karena banyak yang mengakses gambar disain kaos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah yang kami dapatkan, ternyata hasil liputan TV Nasional (TPI) ini luar biasa, karena jangkauan yang luas. Kita tidak bisa menduga disaksikan oleh siapa dan dimana. Yang pasti diperlukan kesiapan kita dari aspek barang dan pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1360719352365324825?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1360719352365324825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1360719352365324825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1360719352365324825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1360719352365324825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/09/muslimdistrocom-di-liputan-tpi.html' title='MuslimDistro.com di Liputan TPI'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SMdJ9iDV7XI/AAAAAAAAADc/ScQfTToFCIA/s72-c/tpi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3419216923176872898</id><published>2008-08-18T20:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T20:13:26.127-07:00</updated><title type='text'>Interior dan Ekterior Efektif Saat Lebaran (bag.3)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Interior dan eksterior toko adalah adalah hal utama dalam menciptakan citra toko kita. Namun tujuan utama kita membangun citra toko kita adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o  Membuat pelanggan tertarik untuk masuk ke toko kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o  Membuat pelanggan yang sudah masuk ke toko lalu membeli barang dagangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o  Melakukan 2 hal diatas terus menerus dengan terus memberikan layanan pelanggan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INTERIOR TOKO&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika 3 hal diatas sudah dilakukan, masalah manajemen ruang harus kita perhatikan. Ada 3 tujuan utama dalam manajemen ruang toko sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Alokasi Efisien Ruang Toko&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meng-alokasikan se-efisien mungkin ruang toko untuk masing-masing kategori barang. Berikut contoh efisiensi ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal, toko kita ukuran 3x4 m. Biasanya ada gantungan baju, lemari stok, dan pelayan toko ada dibalik lemari stok. Saat lebaran, ada baiknya singkirkan dulu lemari stok. Ganti semua display barang dengan gantungan baju. Gantungan baju panjang 1 meter, mampu menampung 25 baju. Ruang 3x4 m dapat menampung 9 gantungan baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada stok di display, semua stok di gudang (ruang penyimpanan). Display setiap gantungan dipertahankan terus selalu ada 25 baju. Stok ya yang ada di gantungan. Jadi pelayan nantinya hanya konsentrasi baju yang ada di gantungan, tidak lagi sibuk berdiri – jongkok cari stok di lemari. Pelayan langsung berhadapan dengan pelanggan. Ruangan lebih luas, sirkulasi pelanggan lebih nyaman. Kontrol barang lebih mudah, sebagai pencegahan barang hilang. Jika saat agak sepi, baru menambah stok lagi ke gantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Sirkulasi Nyaman&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membuat sirkulasi arus pelanggan senyaman mungkin adalah penting, untuk memudahkan pelanggan masuk, pilih barang dan transaksi. Sirkulasi kadang terkait dengan penempatan kategori barang. Ada 2 sirkulasi, Sirkulasi Grid (sejajar) dan Sirkulasi Free Flow. Untuk Lebaran, yang paling tepat adalah Sirkulasi Grid. Contoh gampang sirkulasi grid adalah Carrefour, Alfamart, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh penggunaan gantungan baju diatas adalah untuk menciptakan Sirkulasi Grid. Adapun keuntungan sirkulasi grid sbb:&lt;br /&gt;o       Murah&lt;br /&gt;o       Pelanggan terbiasa dengan pola Sirkulasi Grid&lt;br /&gt;o       Barang dagangan mudah terlihat per kategorinya&lt;br /&gt;o       Pembersihan ruangan toko juga mudah&lt;br /&gt;o       Keamanan barang mudah dijaga&lt;br /&gt;o       Memungkinkan pelanggan pilih-pilih barang sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Membuat Pencegahan Kehilangan Barang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi barang hilang saat lebaran cukup tinggi. Dilakukan oleh sindikat yang datang bergantian dalam beberapa kelompok. Toko tiba-tiba kelihatan rame, namun ternyata mereka adalah satu gerombolan sindikat. Pola sindikat yang paling gampang dilihat adalah saling merepotkan pelayan. Mereka mencoba meminta beberapa hal saat bersamaan, pada kategori barang yang berbeda. Melakukan hal-hal yang memalingkan perhatian pelayan, supaya pelayan sibuk, bahkan panik dan akhirnya lengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, penempatan ruang yang efisien, dan sirkulasi yang memudahkan pengawasan, dapat meminimalisir kehilangan barang. Latihlah semua pelayan untuk selalu tenang melayani pelanggan. Walaupun ada pelanggan yang judes, marah-marah, nyuruh-nyuruh. Tetap tenang, perhatian penuh ke barang dan pelanggan namun tetap waspada. Jangan mudah hilang konsentrasi. Posisikan tempat duduk kasir paling tinggi, sehingga dapat meng-kontrol semua area toko. Jika toko ramai, tidak perlu semua pelayan melayani pelanggan, harus tetap ada yang free untuk mengawasi keseluruhan area toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EKSTERIOR TOKO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lebaran, saatnya berbenah eksterior toko. Yang paling utama adalah Nama Toko. Lalu Big Banner yang menjelaskan barang dagangan, diskon, dan hal-hal yang menarik pelanggan. Tidak mahal untuk melakukan ini, cukup dengan Digital Printing 25 ribu/meter, kita bisa membuat Tampilan Depan Toko sangat heboh dan menarik pelanggan masuk toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal paling benting untuk Banner adalah konten (isi). Kita bisa belajar dari Pak Tung, Brad Sugars untuk membuat kata-kata yang menarik, yang bisa dipahami pelanggan dalam 3 detik, dan menarik pelanggan untuk masuk toko kita. Berikan tawaran marketing yang revolusioner, yang membuat pelanggan merasa rugi kalau tidak masuk dan beli di toko kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nantikan bag.4 – penataan ulang barang dagangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pusat belanja busana muslim online … hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3419216923176872898?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3419216923176872898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3419216923176872898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3419216923176872898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3419216923176872898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/08/interior-dan-ekterior-efektif-saat.html' title='Interior dan Ekterior Efektif Saat Lebaran (bag.3)'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3478084740085380112</id><published>2008-08-13T19:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T20:02:42.916-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Stok Lebaran dan Ragam Dagangan Kita (bag.2)</title><content type='html'>Sebelum kita menerapkan strategi baru yang tepat menyambut Lebaran 2008 ini, ada baiknya kita siapkan Internal Toko kita sebaik-baiknya. Apa saja internal kita yang harus disiapkan ?&lt;br /&gt;1.      Kesiapan Stok Barang&lt;br /&gt;2.      Perubahan Interior dan Eksterior&lt;br /&gt;3.      Penataan Ulang Display Barang&lt;br /&gt;4.      Penambahan SDM&lt;br /&gt;5.      Kesiapan Operasional Lebaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KESIAPAN STOK BARANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan stok barang untuk siap menghadapi momen Lebaran untuk setiap toko berbeda, namun intinya Stok Harus Ditingkatkan. Masalah kesiapan stok, ada beberapa yang bisa kita lakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Menambah stok barang yang selama ini terbukti laku terjual, biasanya kita sudah punya beberapa merek idaman yang terbukti laku. Idealnya stok seperti ini ditingkatkan 3-4 kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Menambah produk baru. Produk baru bisa produk branded atau tidak. Untuk produk branded busana muslim, kita bisa melihat dari Majalah UMMI, ALIA atau PARAS. Tabloid Nova atau media lain yang biasanya pas Lebaran selalu menyajikan iklan busana muslim. Puluhan iklan busana muslim branded ada disana, dan semua produsen lagi beriklan. Jika ragu dengan produk baru, kita bisa tanya ke komunitas, siapa yang sudah pernah jual produk-2 tersebut. Tidak perlu ragu bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Saat Lebaran adalah saat jualan busana muslim anak dan perlengkapan muslim (baju koko, mukena, peci/songkok, sarung, sajadah). Pengalaman kami, perlengkapan muslim jika disiapkan serius bisa menyumbangkan omset yang lumayan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Memperlebar rentang harga, artinya kita sebisa mungkin menyediakan produk berharga murah, sedang dan mahal. Pelanggan lebaran itu sangat beragam. Ada yang pelanggan rutin toko, tapi banyak juga pelanggan baru yang hanya belanja saat lebaran saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Melengkapi varian warna dan ukuran. Idealnya stok dilengkapi per-model seri warna seri ukuran. Namun juga bisa dicampur. Perihal warna, saat Lebaran menjadi penting. Sebagai contoh, produk kerudung/jilbab saat lebaran stok kami paling lengkap dalam warna, karena banyak pelanggan beli baju lalu beli kerudung yang warnanya harus senada dengan warna baju. Kadang baju beli ditempat lain, kerudung mencari warna di toko kami. Warna jadi prioritas, model bisa apa saja. Khusus dibusana muslim, produk dengan warna yang harus kita sediakan lengkap adalah Kerudung dan Bawahan (celana/rok), karena ini produk “korban” penyesuaian dari baju/atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Kesiapan Stok = Kesiapan Budget, artinya modal harus juga disiapkan. Seperti biasa, setiap lebaran kami menggalang modal darimana saja. Bisa dari IMF (istri, mertua, family – sanak saudara), konsorsium pemodalan dari relasi, teman dan banyak sumber lain. Bisa juga KTA, kartu kredit bahkan pegadaian. Bisa juga ngutang ke supplier, alias cari barang dengan pembayaran tempo (dibayar setelah lebaran). Pedagang banyak hutang itu biasa, karena kita sudah biasa hidup dari margin hutang-hutang he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Alokasikan budget kulakan sesuai dengan kapasitas display barang ditoko. Display di toko busana muslim biasanya terdiri dari Kerudung/Jilbab, Blus/Atasan, Stelan &amp;amp; Gamis, Bawahan/Rok dan Perlengkapan Muslim (Baju Koko – Mukena – Peci – Sarung - Sajadah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Saat kulakan yang tepat untuk menyiapkan stok adalah bulan ini (Agustus). Stok barang di pasar grosir ataupun stok produk branded sedang full stok pada bulan ini. Lalu stok tambahan akan terus ada sampai pertengahan Ramadhan. Diatas tanggal 15 September, kondisi stok di pasar grosir bisa jadi mulai dijual stok lama. Hati-hati kulakan pada 2 minggu terakhir (15-28 September), barang stok lama akan dicoba dijual kembali oleh pedagang grosir. Produk branded kadang malah stok sudah kacau, kami sudah sering gagal order produk branded pada saat Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan stok adalah hal paling penting dalam maraih omset penjualan Lebaran. Saat ini adalah saat bekerja keras mengumpulan produk dengan model terbaik. Semua produk saat ini sedang mengeluarkan produk andalannya. Jadi saat tepat kita mengumpulan produk-produk terbaik. Selamat kulakan ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika stok sudah siap, bagaimana men-display barang kita dengan efektif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nantikan bag.3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pusat belanja busana muslim online …&lt;br /&gt;hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3478084740085380112?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3478084740085380112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3478084740085380112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3478084740085380112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3478084740085380112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/08/stok-lebaran-dan-ragam-dagangan-kita.html' title='Stok Lebaran dan Ragam Dagangan Kita (bag.2)'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2969064295640068804</id><published>2008-08-13T01:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:57:49.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Strategi Ritel Busana Menyambut Lebaran 2008 (Bag.1)</title><content type='html'>Bagi dunia retail fashion (pedagang busana), bulan Agustus dan September 2008 adalah bulan yang paling ditunggu dalam tahun 2008 ini. Jika kita hitung mundur, Lebaran 2008 tinggal 48 hari lagi, sedangkan Ramadhan tinggal 18 hari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran 2008 versi pemerintah dan Muhammadiyah, akan jatuh pada 1 Oktober 2008, dan Ramadhan 2008 akan dimulai pada 1 September 2008. Semoga tahun ini tidak ada perbedaan 1 Syawal dengan NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pedagang pemula dengan toko kita yang masih kecil dan modal yang pas-pasan ini, kita harus antusias menyambut even ini dan ini saatnya bekerja keras. Namun sebelum kita bahas strategi apa yang paling tepat untuk menyambut Lebaran 2008 ini, mari kita lihat-lihat fenomena saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Dampak Kenaikan Harga BBM. Banyak yang bilang kalau dampak kenaikan BBM baru terasa bulan-bulan ini, karena bulan ini sedang terjadi penyesuaian. Beberapa produsen juga mulai menaikkan harga produk. Kenaikan yang merata hampir disemua kebutuhan pokok ini akan berimbas pada daya beli produk lain. Kemampuan daya beli yang rendah ini berlaku umum untuk semua produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Harga-harga untuk industri garmen saya dengar tidak stabil. Ini terjadi karena kenaikan harga bersamaan dengan permintaan bahan baku industri yang lagi tinggi. Produsen sangat berhati-hati dalam menentukan harga, juga ketika mengeluarkan produk dipasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Juli Adalah Bulan Sekolah, dampaknya secara langsung dari jaman dulu sudah pasti kerasa. Apalagi jaman orde Reformasi ini, biaya sekolah makin mahal. Padahal sekolah itu wajib. Tidak heran jika bulan Juli banyak toko yang omsetnya terkoreksi. Awal Agustus ini belum bisa dianggap periode Lebaran. Periode belanja Lebaran baru dimulai nanti tanggal 25 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Tren Diskon melanda semua peritel, coba buktikan di Ramayana, Matahari, atau di hipermarket Carrefour. Baik produk fashion maupun grocery, melakukan strategi cut pricing untuk menarik pelanggan berbelanja. Bahkan diskon dibuat harian untuk setiap kategori produk. Ini pertanda, bahwa banyak pelanggan yang price sensitive dalam membeli produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Lebaran 2008 saya istilahkan adalah lebaran 2 putaran. Putaran pertama dimulai tanggal 25 Agustus ini, karena ada yang gajian mulai tanggal 25. Banyak pelanggan pada akhir Agustus sampai awal September ini akan belanja persiapan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Putaran kedua nanti mulai tanggal 15 – 30 September, karena THR dan Gaji September biasanya di-rapel (diberikan bersamaan). Puncak penjualan toko diperkirakan pada rentang tanggal tersebut, karena THR dan Gaji telah cair. Ini dampaknya dahsyat bagi semua pedagang, pada H-15 semua toko sudah pasti ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi saat ini, tidak ada yang perlu ditakutkan. Sebagai peritel, kondisi apapun didepan mata harus kita sambut dengan riang gembira, penuh berkah dan yakin omset besar didepan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu strategi apa yang harus kita lakukan untuk toko kecil kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nantikan bag.2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.saqina.com&lt;br /&gt;pusat belanja busana muslim online …&lt;br /&gt;hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2969064295640068804?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2969064295640068804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2969064295640068804' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2969064295640068804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2969064295640068804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/08/strategi-ritel-busana-menyambut-lebaran.html' title='Strategi Ritel Busana Menyambut Lebaran 2008 (Bag.1)'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4895218496990604251</id><published>2008-07-07T23:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:58:14.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SI BEDUL'/><title type='text'>Si Bedul dalam Kubangan Ilusi Pengetahuan</title><content type='html'>Bedul untuk kesekian kalinya pulang begitu bersemangat. Ia baru saja mengikuti forum motivasi. Seperti biasa, dalam 2x24 jam, semua keinginan untuk melakukan banyak hal kedepan begitu menggebu. Pikirannya penuh perencanaan apa yang harus ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “Dul …wajahmu seperti sudah menikmati kesuksesan hakiki. Begitu sumringah… seperti gambaran manusia bebas finansial dalam impianmu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “Iya Gus … saya baru saja ikut forum jumatan Gus, pembicaranya ok banget. Saya juga baru baca buku marketing yang revolusioner …. Minggu ini hebat Gus, otak-ku penuh vitamin baru … saya jadi tambah bersemangat”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : (..terkekeh..kekeh ..sambil memberikan majalah SWA edisi April 2008) “Dul … kamu itu persis apa yang ditulis di artikel majalah ini. Nih baca …baca itu artikel yang judulnya - &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/07/mengapa-banyak-orang-yang-tahu-tapi.html"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; –“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul langsung antusias membaca begitu tahu judulnya. Gus Pur cekikikan sambil ngeloyor pergi mau bikin kopi ritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “Sudah bacanya Dul … itu semua persis kamu khan. Kamu kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kamu sudah membaca banyak buku, mengikuti berbagai forum diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kamu tidak juga berubah. Kamu masih tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali di artikel itu, “Mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali kamu di artikel itu adalah korban “Ilusi Pengetahuan”, juga “Ilusi Perubahan” dan yang paling parah, kamu sudah bertahun-tahun menjadi korban “Zona Nyaman” seperti yang kamu jalani sehari-hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “wah …edan Gus, artikel ini pendek namun langsung mengejek Gus. 1000% mengejekku … aku kok ngga sempat baca yaa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “Iya Dul … kamu terlalu sibuk mengumpulkan buku ! kalau uang-mu leluasa, pasti semua buku Kewirausahaan itu kamu borong, semua seminar kamu ikuti, setiap weekend semua forum kamu hadiri. Rak buku-mu dirumah yang nambah terus itu gambaran Ilusi Pengetahuan-mu. Kamu begitu bersemangat di jumat sore, sabtu dan minggu. Semangatmu hanya bertahan maksimal 3x24 jam. Karena senin kami kembali ke Zona Nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan buku yang baru kamu beli yang katamu Marketing yang Revolusioner itu, saya rasa hanya akan jadi korban koleksimu saja. Sudah jelas judulnya saja ada kata Revolusi … itu artinya supaya kamu melakukan dengan Cepat, Segera, dengan Cara Tidak Lazim dan Meraih Hasilnya dengan Keras. Revolusi itu keras dan penuh pengorbanan Dul. Buku itu, kalau kamu yang baca, cocoknya judulnya diganti Marketing Evolution !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah Dul … bawa majalah itu, baca artikel itu 7 kali. Juga buku Marketing-mu itu, percuma kamu baca sekarang ! Buku itu hanya cocok bagi yang sudah melakukan ! kecuali kamu secara Revolusioner memang mau merubah dirimu dulu saat ini, sekarang juga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul ngeloyor pergi …. dalam hatinya selalu dongkol tapi rindu sama Gus Pur … dalam perjalanan pulang pikirannya ter-ngiang-ngiang kata-kata “Ilusi Pengetahuan” ….”Ilusi Perubahan” …dan “Zona Nyaman” ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;www.saqina.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4895218496990604251?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4895218496990604251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4895218496990604251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4895218496990604251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4895218496990604251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/07/si-bedul-dalam-kubangan-ilusi.html' title='Si Bedul dalam Kubangan Ilusi Pengetahuan'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3309809411969059534</id><published>2008-07-07T22:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:58:14.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SI BEDUL'/><title type='text'>Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?</title><content type='html'>(diambil dari Rubrik Pernik pada majalah SWA No. 08/XXIV.17-29 April 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang bijak datang ke sebuah desa dan menetap di sana untuk memberikan pencerahan. Ketika ia berceramah, orang-orang desa berduyun-duyun datang memenuhi balai desa untuk mendengarkannya. Ceramahnya sangat menarik dan membuat orang-orang tercerahkan. Karena itu, mereka selalu tak sabar menunggu datangnya minggu-minggu berikutnya. Namun, penduduk kemudian menemukan fakta: orang bijak ini ternyata selalu menyampaikan ceramah yang sama. Mereka pun curiga bahwa orang ini sebenarnya seorang penipu yang hanya mengetahui satu ceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat lagi menahan kesabaran, penduduk desa beramai-ramai mendatangi orang bijak ini dan bertanya, “Tak dapatkah Anda menyampaikan ceramah yang lain?” Ditanya demikian, orang bijak hanya tersenyum. “Saya belum melihat Anda melakukan apa yang saya sampaikan dalam ceramah pertama,” katanya. “Jadi, mengapa saya harus membebani Anda dengan hal yang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan orang bijak tersebut sebetulnya sering kita alami. Banyak di antara kita yang kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kita membaca banyak buku, mengikuti berbagai diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kita tidak juga berubah. Kita tidak melakukan apa-apa. Kebiasaan lama yang tidak efektif masih terus kita jalankan. Ini tentu saja sebuah pemborosan biaya yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini sering dilupakan orang : &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Namun mengapa banyak orang yang tahu, tapi tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, karena mengetahui sering memberikan sensasi hebat. Ketika mengetahui sesuatu, Anda merasa berada di atas kebanyakan orang. Mengetahui menimbulkan kebanggaan tersendiri. Inilah yang sering disebut sebagai “Ilusi Pengetahuan”. Ilusi ini berbunyi: kita sudah berubah hanya dengan mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui memang sering memberikan jebakan tersendiri berupa perasaan aman dan nyaman. Dengan mengetahui kita menjadi lebih percaya diri karena merasa siap menghadapi segala masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, sekadar mengumpulkan buku yang tak pernah sempat kita baca mampu memunculkan ilusi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang tidak melakukan apa yang mereka ketahui karena mereka tidak memiliki alasan untuk melakukannya. Bukankah ketika kita sehat kita tidak punya alasan yang kuat untuk berolah raga? Bukankah ketika perusahaan sedang naik daun kita merasa tidak perlu melakukan perubahan? Ini disebut “Ilusi Perubahan” yang mengatakan bahwa satu-satunya alasan yang masuk akal untuk perubahan adalah ketika terjadi krisis. Padahal, perubahan yang terjadi karena krisis pasti terasa menyakitkan, membutuhkan biaya besar, dan sering sudah terlambat. Bukankah alasan terbaik untuk melakukan perubahan adalah buat mempertahankan posisi yang sudah kita nikmati selama ini? Bukankah perubahan mestinya adalah sesuatu yang kita “haruskan” kepada diri kita sendiri, bukannya menunggu hal itu “diharuskan” oleh situasi, keadaan, pelanggan dan pesaing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, orang tidak melakukan apa yang sudah diketahuinya karena tidak mau meninggalkan zona nyamannya. Apa pun yang biasa kita lakukan memang menciptakan gaya gravitasi yang luar biasa. Karena itu, keinginan menerapkan sesuatu yang baru selalu menciptakan medan pertempuran dalam diri kita. Pertempuran ini sering berjalan tidak seimbang karena kebiasaan lama pasti memiliki gaya tarik yang lebih besar. Belum lagi, ada faktor lingkungan yang juga cukup besar pengaruhnya. Maka, tidak aneh bahwa pertarungan ini akan dengan mudah dimenagi kebiasaan-kebiasaan lama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah SWA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3309809411969059534?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3309809411969059534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3309809411969059534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3309809411969059534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3309809411969059534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/07/mengapa-banyak-orang-yang-tahu-tapi.html' title='Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-8321452500379411205</id><published>2008-06-24T23:47:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:57:49.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Franchise, BO dan Faktor Lokasi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saqina minggu lalu mengikuti Pameran Franchise di JCC. Saya berterima kasih kepada Dep. Perdagangan RI, juga kepada Rakyat Indonesia, karena kehadiran Saqina di pameran itu mungkin dibiayai oleh uang rakyat melalui APBN. Thanks berat juga kepada para fasilitator, yaitu Pak Burang IFBM, TDA, dan mbak Yulia Moz5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk pengamat brosur setiap pameran Franchise/BO. Setiap tahun mengumpulkan minim 2 set brosur semua peserta. Saya senang mengamati berbagai hal baru dalam setiap penawaran bisnis franchise/BO. Ada beberapa benang merah dari setiap penawaran bisnis Franchise/BO, yaitu adanya Fee (Franchise Fee, BO Fee), biaya membeli sistem bisnis yang didalamnya tercantum sederet list sistem bisnis, royalti, support dan jangka waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sepertinya semua sepakat, bahwa LOKASI ada diluar sistem bisnis. Karena hampir semua franchisor/BO menegaskan bahwa semua biaya yang tercantum di brosur, itu diluar LOKASI dan juga renovasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sempat hadir dipameran, maka Anda akan menemukan hampir sebagian besar Franchise/BO adalah BISNIS RITEL (makanan, resto, grocery, fashion, dll). Dalam Hukum Manajemen Ritel, sudah sangat jelas ditegaskan, salah tiga dari faktor penentu utama kesuksesan bisnis ritel adalah LOKASI, LOKASI dan LOKASI. Tapi mengapa para Franchisor/BO (termasuk Saqina) tidak memasukkan biaya lokasi ada di brosur mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, karena hukum lokasi itu jelas. Lokasi Strategis = Mahal. Lokasi Tidak Strategis = Gratis. Jika aspek lokasi dimasukkan, tentunya biaya bisnis yang terlihat diawal pasti lebih besar, dan ini tentunya “tidak menjual”. Psikologis pembaca brosur diharapkan melihat bahwa untuk memulai bisnis ini murah, tidak butuh modal besar (yang kadang diterjemahkan “beresiko rendah”). Apalagi di-iming-iming dengan BEP yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, untuk buka toko busana muslim, bisa dengan investasi hanya 100juta. Tapi jika ingin bagus prospeknya, lokasi memang biasanya harus bagus. Lokasi yang bagus, sewanya bisa 40 juta pertahun. Kalau sewa minim 2 tahun, artinya sudah 80 juta hanya untuk lokasi, dan itu harus dibayar dimuka. Saya paling sering terpaksa kompromi untuk masalah lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya lokasi bisa hampir sama, sama atau bahkan lebih besar dari bisnisnya sendiri. Padahal seringkali hitungan brosur dengan BEP-nya tidak mengikutsertakan hitungan biaya lokasi. Hitungan BEP di brosur itu kita juga tidak tahu, kira-kira kok bisa BEP cepat itu dijalankan di lokasi yang seperti apa yaa. Itu yang wajib ditanyakan oleh peminat franchise/BO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bisnis ritel punya “kriteria lokasi strategisnya masing-masing”. Bagi saya, memahami kriteria lokasi strategis, lalu mendapatkan lokasi yang strategis terlebih dahulu, jauh lebih penting. Karena membeli bisnis dari penyedia bisnis (franchisor/BO) itu mudah, sedangkan mendapatkan lokasi strategis itu susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi strategis itu jarang tersedia. Coba temukan lokasi-lokasi yang menurut Anda strategis, pasti sudah ditempati bisnis, dan mereka betah bertahun-tahun disana. Belum tentu jika Anda punya uang bisa dengan mudah mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeli Franchise/BO dari para penyedia yang sudah proven itu mudah dan potensi suksesnya tinggi. Tapi sukses tidaknya salah satunya tergantung pada lokasi dimana Anda menjalankannya. Banyak pengunjung pameran mengaku sudah punya lokasi, tapi masih bingung mau bisnis ritel apa. Saya coba menebak, jangan-jangan lokasinya memang tidak strategis. Kalau strategis, mestinya mau bisnis ritel apa saja bisa dicoba. Atau mungkin mau mencari bisnis yang bisa meningkatkan lokasinya menjadi strategis ? wah, kalau bisa seperti itu, pasti perlu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ngga usah kuatir, rejeki kita yang diturunkan dari jalur bisnis bisa tidak tergantung dari teori yang tertulis diatas. Saya yakin kita punya banyak cara untuk sukses bisnis. Bukankah kita sudah yakin bahwa Reason, Dream, Belief, Strategy, Action dan Kepasrahan kita bisa mengatasi segala tantangan yang muncul ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam sukses&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-8321452500379411205?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/8321452500379411205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=8321452500379411205' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8321452500379411205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8321452500379411205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/06/franchise-bo-dan-faktor-lokasi.html' title='Franchise, BO dan Faktor Lokasi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3334870068544088189</id><published>2008-06-05T20:08:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:58:33.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Menyekolahkan Anak Cara Enterpreneur</title><content type='html'>Bulan ini adalah musim pening kepala para orang tua. Semua karena masalah sekolah anak. Semua masalah sekolah, ujungnya adalah masalah biaya, masalah uang. Mulai dari uang pendaftaran, uang seragam,uang bulanan, uang transport, uang eskul, uang jajan, dan sederet uang pernik-pernik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dihitung dalam 1 tahun biaya operasional sekolah, seringkali kita terkaget-kaget, apalagi jika kita menghitungnya sangat detil, setiap potensi pengeluaran yang terkait dengan sekolah kita coba hitung. So what gitu loh ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar cerita seperti ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ..si Doktor Budi itu anaknya tukang sayur loh, dulu bapaknya kerja sejak dinihari demi menyekolahkan anaknya …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh si Insinyur Tono itu anaknya tukang becak loh, bapaknya mbecak sambil jualan rokok, ibunya tukang cari daun jati yang tiap pagi dijual ke pasar. Anaknya 5 sarjana semua, semua jadi orang sukses …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh si Dokter Andi itu dari kecil sudah yatim. Ayahnya meninggal ketika dia balita. Ibunya yang janda bekerja serabutan, buka warung makan, sampai bisa menyekolahkan 3 anaknya. Dua orang jadi dokter dan seorang nerusin warung makan. Sekarang malah sudah punya restoran….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ..si Agus itu bapaknya bengkel kecil, dulu kecilnya Agus setiap hari bantuin bapaknya. Sekarang di punya pabrik spare part motor … alhamdulillah, bapak-nya mati-matian nyekolahin dia “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga cerita tadi, tidak lain intinya adalah cerita perjuangan. Semua orang tua mereka adalah pejuang-pejuang yang mempunyai cita-cita sederhana, namun jelas. Yaitu ingin menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya, dengan segala daya upaya penuh kepasrahan kepada Sang Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita seperti diatas adalah buah dari enterpreneurship. Sebuah kewirausahaan yang alami, yang ndheso, yang katro’, yang gak banyak omong dan wacana. Sebuah kewirausahaan yang Reason dan Dream-nya diperoleh dari keheningan desa, dan pemahaman atas hakekat kehidupan yang lebih alami. Reason-nya simpel, tapi kuat, fundamental, sehingga Dream-nya MASIF ! bukan pepesan kosong !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku gak kepingin anak-ku mbecak, cukup aku aja sing mbecak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wis, cukup aku saja sing lulusan SD, anak-ku harus sekolah tinggi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ngga perduli rumah gedek, setiap hari ngontel ke pasar, sing penting anak-ku sarjana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“nak, walaupun ibu cuman mantri desa, kamu harus jadi dokter, supaya orang-orang desa ini bisa kita bantu lebih baik …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menemukan Reason &amp;amp; Dream yang Sederhana namun Fundamental, bukan secara instant! Bukan karena Seminar Cepat Kaya, bukan karena buku Jalur Cepat Kaya, tetapi karena berhasil memahami keadaannya saat itu, dan mencoba berpikir sederhana tentang hakekat kehidupannya. Mencoba menuliskan mimpi sederhana tentang anak-anaknya. Namun dahsyat dalam implikasi kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau kita sudah punya tekad menyekolahkan anak-anak kita, setinggi-tingginya, enterpreneurship adalah salah satu jalan yang bisa ditempuh. Hitungan linier atas penghasilan kita perbulan sangat muskil bisa meraih impian itu. Namun enterpreneurship bisa memberikan peluang penghasilan yang eksponensial, walau kadang bisa seperti gelombang amplitudo yang naik turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang masih sulit mencari Reason dan Dream untuk terjun ke dunia Enterpreneur, bangunlah di tengah malam, pandangi anak-anak kita dalam lelap tidurnya, pandangilah wajah-wajah tanpa dosa itu, bermunajatlah kepada Sang Kuasa, temukan hakekat amanah yang sesungguhnya atas kehadiran anak-anak kita, temukan tanggung jawab apa yang diwajibkan ke kita atas anak-anak kita …. Semoga Reason dan Dream itu dihadirkan oleh Sang Kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh Gusti Alloh, sekarang yang penting aku usaha halal apa aja, yang penting anak-anakku bisa sekolah tinggi, jadi manusia yang Kamu kehendaki ……., berkahi semua langkah usahaku ” sang enterpreneur mengakhiri doa dalam sujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[tulisan ini saya persembahkan untuk Ayahku H. Ridwan Bakar, seorang enterpreneur, hanya lulusan Sekolah Rakyat (SR). Mulai berwirausaha sejak umur 10 tahun, menjadi pedagang asongan rokok diperempatan. Menjadi pedagang busana dari mulai lapak sampai toko dipasar tradisional Jombang Jatim sejak tahun 1949-1994. Ya Alloh, ampuni segala dosa Ayahanda, ketika dalam setiap usahanya membesarkan kami. Amin]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3334870068544088189?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3334870068544088189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3334870068544088189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3334870068544088189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3334870068544088189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/06/menyekolahkan-anak-cara-enterpreneur.html' title='Menyekolahkan Anak Cara Enterpreneur'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-6922123216613728737</id><published>2008-06-02T18:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:57:49.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Meningkatkan Top Of Mind Awareness</title><content type='html'>Definisi TOMA search di paman Google :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Top Of Mind Awareness (TOMA) is a way to measure how well brands rank in the minds of consumers.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Top of Mind Awareness has a big correlation with the market share of a product.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat anda dibawah terik matahari, saat rasa haus mulai menyerang, apa yang ada di pikiran Anda saat itu, bisa jadi Anda memikirkan Air Mineral, yang ada dipikiran Anda saat itu Pasti Aqua. Atau saat memikirkan soft drink yang ada di pikiran pasti Coca-cola bukan merk lain. Inilah yang dimaksud dengan TOM. (Top Of Mind)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TOMA dan Toko Kecil Kita&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa kaitannya dengan toko eceran kita yang masih kecil ini ? ya pasti sangat berhubungan dengan cita-cita toko kita mempunyai TOMA yang tinggi dilingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOMA sebenarnya bukan hal baru, sudah sejak jaman dulu, apalagi yang tinggal di kampung, atau di Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ingat waktu kita masih tinggal di Kabupaten/Kota, setiap orang tua kita, tetangga kita, teman kita, mau beli sesuatu, pasti sudah ada “toko rujukan” yang secara konvensi sudah menjadi pengetahuan umum. Contohnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau beli buku … oh ke “Toko Aksara” saja, disana lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau beli sepatu … oh ke “Toko Bata” saja, sepatunya murah dan kuat …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau beli alat elektronik …. oh ke “Toko Sinar Jaya” aja ..disana semua merek ada …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau beli alat rumah tangga … oh ke “Toko Jaya Abadi” ..disana murah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau beli bahan bangunan … oh ke “Toko Bagun Jaya” saja … komplit dan murah, kalau tukang bisa ngutang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau cetak foto …oh ke “Toko Kodak Jaya” aja, hasilnya bagus dan cepat jadinya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau beli kue …oh ke “Toko Lumayan” aja … jajanannya lengkap ..lumayan enak …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau ke salon …oh ke “Salon Cantika” aja, pelayanannya baik sekali …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, di lingkungan kampung, kabupaten/kota, atau kawasan, atau suatu area dalam radius 10-20 km, selalu ada toko rujukan yang memang sudah diketahui oleh masyarakat disitu jika masyarakat ingin beli sesuatu yang agak khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko rujukan biasanya tidak banyak, polanya selalu ada yang toko paling besar dan paling lengkap, toko sedang dan toko kecil. Toko yang paling besar biasanya memang pemain lama di bisnis itu. Toko yang sedang dan toko kecil adalah follower-nya. Tapi kadang yang sedang dan kecil ini mencoba jualan yang agak berbeda dengan yang besar. Tapi yang pasti, mereka bisa bertahan dalam kancah bisnis dikawasan yang tidak terlalu luas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika toko kita sudah memiliki TOMA yang tinggi dilingkungan kita, akan sangat menguntungkan dalam jangka panjang untuk toko kita. Namun, bagaimana caranya toko kecil kita ini bisa mempunyai TOMA yang tinggi dimata pelanggan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Kuno dan Murah Meningkatkan TOMA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pasang Spanduk&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Spanduk masih ok sebagai media peningkatan TOMA. Buktinya ? semua calon Pilkada di daerah memanfaatkan spanduk untuk membangun TOMA Wajah mereka, supaya dikenal rakyat. So, kita bisa buat spanduk di sudut-sudut jalan arah masuk kota, dan arah keluar kota/kawasan. Biasanya spanduk pajaknya tidak mahal. Biaya cetak spanduk pakai digital printing juga hanya 25ribu per meter. Yang paling perlu kita pelajari adalah cara “bikin kata-kata ajaib” yang mampu dipahami dalam 3 detik, dan sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Iklan Radio FM/AM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalau di Jakarta, radio FM adalah Raja. Tapi di daerah, radio AM atau radio Kabupaten/Kota justru jadi raja. Ada juga radio FM yang mulai masuk ke kabupaten. Iklan di radio daerah murah, dalam bentuk paket beberapa kali tayang malah lebih murah. Yang perlu kita pelajari adalah “cara bikin iklan ajaib”. Bisa pakai bahasa daerah, atau bahasa yang paling dimengerti dikawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Iklan di Koran Daerah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berkah otonomi daerah adalah munculnya koran, media iklan dan tabloid daerah. Media dengan oplah dan daya edar terbatas di kawasan/kabupaten ini masif, mampu menjangkau semua kawasan terbatas itu. Ini media iklan yang murah, namun efektif untuk dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebar Brosur ke Target Market&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebar brosur sangat mudah untuk satu kawasan. Kita tinggal mencari titik-titik pelayanan umum dikawasan tersebut. Apa itu ? Bank, Rumah Sakit, Kantor Dinas Daerah, Kantor Polisi, Pasar/Mal, Sekolah TK/Preschool, dan lain-lain cari sendiri yaa …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan aktifitas itu, coba bandingkan Visitor Sebelum dan Sesudah. Lalu juga Transaksi, juga Conversion Rate. Lalu ..ya ..analisis sendiri aja apa yang perlu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEW WEBSTORE : WWW.SAQINA.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-6922123216613728737?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/6922123216613728737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=6922123216613728737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/6922123216613728737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/6922123216613728737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/06/dikenal-orang-top-of-mind-awareness.html' title='Meningkatkan Top Of Mind Awareness'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4841584325003342598</id><published>2008-05-20T20:49:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:57:49.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Dampak Kenaikan Harga BBM ke Toko Ritel</title><content type='html'>Kenaikan harga BBM bukan sesuatu yang baru, dulu-dulu sudah pernah terjadi. Pokoknya setiap ada kenaikan harga komoditas penting, pasti ada dampaknya, khususnya di sektor riil, lebih khusus lagi di sektor ritel, perdagangan grosir dan eceran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jaman Orde Baru ketika harga BBM stabil karena disubsidi, kenaikan gaji PNS saja bisa mengubah harga-harga di sektor ritel. Dulu sebelum kenaikan gaji PNS diumumkan, harga-harga sudah naik. Nah, di jaman orde reformasi, harga-harga lebih kalang kabut, karena salah satu sumber kenaikan harga adalah BBM yang makin hari makin tidak disubsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pedagang kecil, kita tidak punya kuasa yaa. Dilarang protes ! ini ekonomi super makro, urusannya sama spekulan global yang memainkan harga minyak dunia. Jadi kita wajib ngikut saja dan dialektis saja menghadapi apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut pola-pola yang saya coba pahami ketika harga BBM naik, yang dampaknya pasti berimbas ke toko saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sisi Pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya beli pasti turun. Tapi ini sejenak, mungkin cuman 2 bulan. Karena pelanggan Indonesia tidak tahan untuk tidak beli-beli. Yang pasti terjadi pergeseran sementara, mungkin pelanggan kelas menengah mencari produk lebih murah namun kualitas masih bagus, tetapi pelanggan kelas bawah mencari yang paling murah. Pelanggan kelas atas yang ngga terpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan lagi sensitif harga, jadi maunya harga diskon terus. Jangan kaget, sebentar lagi banyak Promo “Harga Diskon”, “Beli 2 Gratis 1”, “Cuci Gudang”, “Harga Tidak Naik”. Psikologisnya selalu ingin mendapatkan harga termurah. Makanya biasanya banyak yang membuang barang lama dengan event diskon. Atau melabel dengan harga baru lalu di-diskon. So, jangan ragu kasih diskon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan tetap maunya barang bagus, disain ok, model terbaru, tetapi harga maunya murah. Nah, produsen biasanya pandai mensiasasti situasi ini. Kita sebagai pedagang eceran, pasti masih punya peluang besar mendapatkan model-model terbaru dengan harga terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada toko yang tidak menaikkan harga, sehingga pelanggan pasti akan mendapatkan harga naik pada semua pedagang eceran. Artinya, potensi pelanggan pindah toko juga kecil. Jadi jangan takut kehilangan pelanggan. So, membuat hati pelanggan lebih nyaman membeli dari kita lebih penting saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya menambah produk yang terjangkau. Ini hanya sebagai pancingan saja, supaya pelanggan merasa dapat membeli produk di toko kita. Padahal setelah melihat produk murah, biasanya tidak puas dengan kualitas produknya,ujung-ujungnya masih pengin beli yang agak mahal tapi bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kasihan adalah pelanggan yang memang benar-benar ngga mampu beli. Namun biasanya masih tetap ada peluang beli dengan terpaksa, yaitu pas lebaran. Untuk itu, wajib kita menyediakan barang-2 lama atau yang tidak laku dengan harga super murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sisi Produsen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi produsen, yang pasti produksi tidak mungkin tutup. Produsen otomatis juga tidak langsung menaikkan harga, apalagi mempunyai stok lama bahan produksi. Produsen juga takut menaikkan harga, takut produksinya tidak terserap pasar. Jadi tidak mungkin semena-mena menaikkan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen pasti makin kreatif, mencoba memberikan nilai tambah produk dari aspek yang tidak menjadikan harga naik, seperti aspek disain, model dan aplikasi yang menarik. Karena mereka tahu, sebisa mungkin masih harus menyajikan produk yang terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen juga hati-hati dalam mengkomunikasikan harga ke pengecer. Produsen juga ingin membangun pengertian bersama, bahwa produsen dan pengecer harus bisa saling memahami dampak kenaikan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga pedagang bahan produksi, selama harga pabrik ngga naik, harga bahan juga cenderung tetap. Kalaupun naik pasti perlahan dan bertahap. Sektor hulu cenderung menaikkan harga bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sisi Makro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak kenaikan harga BBM adalah berantai. Semua kena dampaknya. Kenaikan harga terjadi di semua komoditas. Namun semua juga sedang menuju KESEIMBANGAN BARU. Karena pada dasarkan ekonomi tidak akan berhenti. Inflansi juga pasti terjadi. Semua hanya ganti harga saja, namun ada shock disini, dan butuh waktu untuk pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sedikit penggembira, jika naik bulan Juni, kita bisa agak sedikit tidak perlu khawatir, karena bulan Juli- Desember adalah bulan belanja pemerintah. Artinya, ekonomi sudah pasti berjalan. Ingat, pertumbuhan eknomi kita sangat tergantung dari belanja pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib bertahan sampai event LEBARAN 2008 (bulan Oktober), karena disini tidak ada lagi pengaruh kenaikan harga BBM, semua pasti terlena dengan event belanja lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM bukanlah Lonceng Kematian, HUKUMNYA WAJIB KITA HARUS BERTAHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4841584325003342598?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4841584325003342598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4841584325003342598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4841584325003342598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4841584325003342598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/05/dampak-kenaikan-harga-bbm-ke-toko-ritel.html' title='Dampak Kenaikan Harga BBM ke Toko Ritel'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-7996974456522583144</id><published>2008-04-20T22:52:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:57:49.688-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>SAQINA Tas &amp; Asesoris .. mohon Doa Restu</title><content type='html'>Memulai Lagi Sesuatu dari Nol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Maret ini, saya sedang memulai sesuatu yang sangat baru dari Nol, yaitu membuka toko khusus, SAQINA Tas dan Asesoris (1 foto toko ada di blog saya). Saya bersama istri berjibaku mendapatkan ilmu, pengetahuan dan pengalaman praktis tentang bisnis baru ini. Seperti halnya yang telah saya yakini, LOA selalu bekerja untuk kita, ketika kita secara total memusatkan pikiran pada satu tujuan pencapaian tertentu, secara kontinyu pada rentang waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuka wawasan tentang bisnis baru ini, saya melakukan beberapa langkah umum yang memang seharusnya dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 1 : Cari Wawasan tentang Produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membuka toko, kita wajib tahu komplit segala yang berkaitan dengan produk yang akan kita jual. Cara termudah adalah mengakses media informasi yang tersedia. Untuk memahami produk Tas &amp;amp; Asesoris ini, saya mulai dengan memborong majalah bekas dan baru yang banyak iklannya soal Tas. Kalau produk busana muslim kita bisa belajar dari majalah seperti Ummi, Annida, Alia, Paras, dll, maka untuk Tas saya belajar dari majalah seperti Cosmopolitant, Bazaar, Elle, dll. Suatu yang beda khan ? Dari info produk di majalah ini, saya bisa browsing merek-2 terkenal di internet, baik melalui official website-nya, maupun melalui toko online tas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 2 : Mencari Sumber Produk yang Termurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah langkah yang kadang mudah kadang susah menemukannya. Karena saya adalah pengecer biasa, wajib berusaha sekuat tenaga mendapatkan informasi dimana pusat-pusat perkulakan tas dan asesoris termurah. Disinilah berkah silaturrahmi offline begitu terasa. Banyak Member TDA yang membantu saya mendapatkannya. Bahkan Pak Murti Darmawanto (Anto) (&lt;a href="http://www.bajuanak.net/"&gt;www.bajuanak.net&lt;/a&gt;) tidak disangka pernah bisnis tas juga di tahun 2006. Pak Anto seharian mengantarkan saya langsung ke pusat perkulakan tas di daerah Perniagaan. Special Tanks for Pak Anto. Ini semua adalah berkah silaturrahmi offline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah langsung datang ke pusat-pusat perkulakan yang sempat saya dengar, misal di Mangga Dua, Pasar Senen, Tajur Bogor sampai Tanggulangin Sidoarjo. Disinilah ongkos belajar harus dibayar. Mencari satu toko termurah ada seninya. Tidak mudah langsung dapat, kadang juga dapat yang kemahalan. Jika kita sedang membeli banyak, sempatkan bertanya-tanya tentang siklus barang, model, range harga. Ada baiknya jujur kita sampaikan kalau kita baru belajar buka toko tas. Kalau kita berprasangka baik, ilmu berguna bisa kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari majalah, Internet, blog, sahabat di Komunitas dan juga belajar langsung ke produsen/supplier adalah langkah awal mencari pengetahuan. Setiap bisnis selalu ada pemain lama, dan kita bisa berguru pada pemain lama itu, sekaligus mencoba membeli barang dagangannya. Kadang untuk mendapatkan ilmu ini, saya perlu belanja 3 sampai 10 barang, untuk sekedar mendapatkan harga grosir dan membuka relasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3 : Merencanakan Detil Besaran Kulakan Produk di Awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap membuat toko, saya selalu merencanakan tata letak barang secara detil disetiap area, dalam bentuk kategori, jenis produk dan jumlahnya. Sangat detil, mengapa ? karena disini ada hubungan erat dengan jumlah modal yang dialokasikan untuk pengadaan barang awal. Saya berusaha seoptimal mungkin jika toko baru buka, selalu langsung terpenuhi dengan barang dagangan, walaupun tanpa stok. Untuk itu, jumlah barang disetiap rak sudah dihitung jauh-jauh hari bersamaan dengan disain interior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tanpa stok ? karena kita baru meraba market. Kita belum tahu betul antara kebutuhan dan keinginan pelanggan. Jadinya range produk diawal selalu lebar. Kita jualan tas dari harga 50 ribu sampai 500 ribu, berjenjang. Dari tas lokal sampai impor KW1. Karena toko ini di kabupaten, kita coba penuhi dulu kebutuhan pelanggan yang terjangkau, misal dengan tas lokal yang murah. Tapi jangan lupa juga meng-iming-iming pelanggan dengan produk mahal dan kualitas terbaik. Ini adalah proses menciptakan keinginan pelanggan, menciptakan mimpi-mimpi pembelian. Suatu saat pasti ada pelanggan yang awalnya melihat-lihat saja, belum berani beli, tapi ternyata menyimpan mimpi untuk membeli suatu saat nanti. Lah kalau pelanggan tidak kita ciptakan mimpinya melalui display produk secara nyata, akan susah terjadi penjualan tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 4 : Menata Toko dengan Bersemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal paling saya tunggu adalah menata semua hal ketika toko baru buka, khususnya interior. Mengapa ? karena saya secara hati mencintai bidang disain interior. Hal paling penting adalah memetakan flow, aliran pelanggan masuk, dan mencari titik-titik penting area yang paling menyedot perhatian pelanggan ketika pertama kali masuk. Sebenarnya ini ilmu Visual Merchandising, saya pengin kuliah soal ini tapi mahal. Sehingga ilmunya otodidak dari melihat di mal-mal, dan feeling saja. Biasanya interior masih kita ubah-ubah selama 3 bulan untuk penyesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 5 : Soft launching dengan Promosi Murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soft launching biasanya kita lakukan selama 1 bulan, sekaligus masa penyiapan karyawan, sistem, stok barang dan hal-hal detil lainnya. Supaya segera terjadi penjualan, segera dilakukan promosi murah melalui spanduk, penyebaran brosur, dan SMS Broadcast ke pelanggan busana muslim. Setiap ada pelanggan masuk toko, kita ajak diskusi kira-kira kebutuhan akan model tas terpenuhi apa tidak, apa ada masukan dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa toko langsung laku ? biasanya iya. Tetapi selama 6 bulan kita selalu siapkan dana cadangan untuk operasional toko. Fokus 6 bulan pertama adalah menetapkan segmentasi pelanggan yang akan ditargetkan sebagai tujuan utama. Kadang ini satu hal terbalik, buka toko dulu baru segmentasi, seharusnya menentukan segmentasi dulu baru buka toko. Tapi penerapan ilmu manajemen kadang tidak harus urut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, cerita selanjutnya bersambung. Saya hanya berharap doa restu dari teman-teman semua, semoga toko SAQINA Tas &amp;amp; Asesoris sukses sesuai tujuan, yaitu memberikan berkah bagi sang empunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New WebStore : &lt;a href="http://www.sajidah.com/"&gt;www.sajidah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;http://mohamadrosihan.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.muslimdistro.com/"&gt;www.muslimdistro.com&lt;/a&gt; (Kaos Muslim Kualitas Distro)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sajidah.com/"&gt;www.sajidah.com&lt;/a&gt; (New WebStore - Koko, Mukena &amp;amp; Peci Kualitas Terbaik)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/" target="_blank"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt; (Jaringan Ritel Busana &amp;amp; Perlengkapan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.neslink.com/"&gt;www.neslink.com&lt;/a&gt; (IT Consultant)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-7996974456522583144?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/7996974456522583144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=7996974456522583144' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7996974456522583144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7996974456522583144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/04/saqina-tas-asesoris-mohon-doa-restu.html' title='SAQINA Tas &amp; Asesoris .. mohon Doa Restu'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-5994345908568807871</id><published>2008-03-28T00:09:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:58:49.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT TDA'/><title type='text'>Enaknya Nongkrong di Republik Kuliner</title><content type='html'>Bersama TDA Bandung, Kamis sore 27 Maret saya menikmati enaknya suasana dan makanan di Republik Kuliner, buah karya Kang Agah. Waktu diumumkan di milis beberapa waktu lalu, saya sempat terhenyak membaca lokasinya, di Jl. Merdeka, di komplek Soes Merdeka, wah ..ini khan lokasi premium di Bandung. Ternyata benar. Lokasi Republik Kuliner ada disana. Lokasi yang dari dulu selalu ramai di Bandung, hanya berseberangan dengan BIP, beberapa meter dari KFC, McD dan Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur TDA Bandung sudah punya tempat nongkrong baru, yang cukup luas dengan suasana yang nyaman. Saya yakin bisa dikembangkan banyak acara TDA disana, mulai dari bedah buku, nobar, workshop, main bareng cash flow game misalnya atau hanya sekedar diskusi. Saya dengar tidak lama lagi akan hadir layanan hotspot disana. Saya sempat ngga percaya melihat harga-harga makanan disana, dijamin murah. Sangat pas buat kantong mahasiswa, juga kantong kita-kita. Ada pilihan makanan steak sampai seafood. Sempat diskusi juga, akan tambah rame jika ada pilihan mie dan makanan khas bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Pak Faif, kita yang hadir benar-benar dapet rejeki disore itu. Sudah berkesempatan bertemu dengan temen-2 TDA seperti Pak Fauzi, Teh Leny, Pak Eko, Kang Agah, Mas Agus, Mas Risdy, Ibu Betty, dan beberapa rekan lainnya, kami semua bisa makan enak dan murah disana. Pas mau bubaran, Pak Fauzi Rachmanto dengan halus menolak kami-kami untuk bayar sendiri. Kami semua jadinya di traktir sama Pak Fauzi. Kata Pak Fauzi “soalnya murah banget disini, saya aja yang bayar ..!” He…he…he… jadi jangan takut makan kalau ada acara TDA Bandung di Republik Kuliner, dijamin murah, apalagi kalau ada Pak Fauzi, dijamin gratis euy … he..he..he… (thanks Pak atas traktirannya …)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan . bandung . 270308&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-5994345908568807871?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/5994345908568807871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=5994345908568807871' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5994345908568807871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5994345908568807871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/03/enaknya-nongkrong-di-republik-kuliner.html' title='Enaknya Nongkrong di Republik Kuliner'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1187122358840805112</id><published>2008-03-11T21:56:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T22:08:15.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SI BEDUL'/><title type='text'>Entrepreneur Viagra</title><content type='html'>Lama Si Bedul tidak nampak. Ternyata selama beberapa bulan ini dia loyo banget. Semangatnya sedang ada dijurang kegelapan. Padahal beberapa waktu lalu Si Bedul masih berkobar-kobar dan berkoar-koar soal kewirausahaan. Sampai Gus Pur pun perlu memanggilnya secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “ Dul, kamu ini kemana aja ? ngga ada kabarnya itu sibuk atau tenggelam ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “ Lagi tenggelam Gus, soalnya stamina bertahan njalanin bisnis lagi ngga ok, bisnis saya lagi lagi lesu, soalnya kemarin sudah sampai klimaks-nya “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “Kamu emang bisnis apa sih ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “ Saya lagi bisnis bunga Gus, itu yang sekarang lagi banyak diburu orang, ada anturium dan gelombang cinta. Eh, pas saya sudah borong bibitnya dan coba nggedein itu bunga, pas udah gede dan siap jual, harganya sudah jeblok. Kata orang, trennya udah ganti ke Gelombang Rindu !... wualah, modal saya jadi tertanam di pojok pekarangan rumah saya Gus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="OLE_LINK4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="OLE_LINK3"&gt;Gus Pur : “ha..ha..ha …. &lt;/a&gt;(Gus Pur tertawa terkekeh-kekeh …), Kamu itu lucu Dul, semangat kewirausahaan kamu belum sebanding dengan kejelianmu melihat struktur suatu bisnis. Kamu masih terpukau dengan bisnis-bisnis yang sexy”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “Ya gimana Gus, saya khan ngga mau nanggung resiko gagal, saya penginnya cepat untung, dan ya ngga salah saya masuk ke bisnis yang lagi sexy ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “he..he..hi..hi …. (Gus Pur tertawa terpingkal-pingkal …), Kamu itu memang selalu tidak tahan melihat yang sexy-sexy Dul…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu ini jangan selalu tertarik sama yang sexy. Sexy itu memang indah, menggairahkan. Tapi kadang menipu, sexy-nya itu kadang kemasannya doang. Dalamnya seringkali tidak seperti kemasannya. Sexy itu diciptakan, ada konsepnya, tidak terjadi begitu saja, trennya digulirkan, dicitrakan di media, lalu digunjingkan, dan dipamerkan secara terbuka, untuk selanjutnya supaya tercipta iklim perburuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat selalu ada bisnis-bisnis sexy yang menarik banyak orang. Banyak orang tergila-gila &lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="OLE_LINK1"&gt;anturium, gelombang cinta, ikan lohan&lt;/a&gt;, arwana, lobster, ternak jangkrik, ternak cacing, dan lainnya. Kamu semua itu pernah dengar khan ? semua menjanjikan keuntungan besar dalam sekejap. Sepertinya model bisnisnya gampang, simpel, dan semua orang bisa masuk. Bisnis-nya dikemas sedemikian sexy, bahkan ada kontes dan lomba-lomba segala. Padahal itu hanya untuk meningkatkan value secara bubble (gelembung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bisnis itu salah ? ..oh ngga … yang salah itu kamu Dul, yang ikut-ikutan. Mereka para pebisnis yang membesarkan bisnis anturium, gelombang cinta dan lain-2 itu enterpreneur betulan. Merekalah yang menciptakan value dari tidak terkenal menjadi terkenal dan diburu orang. Hidup matinya mereka dari bisnis itu. Mereka mengambil posisi yang fundamental, root, produsen, pencipta, pembuat value, dan menjual grosirannya. Mereka akan terus menciptakan tren melalui produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah kamu korban dari value, kamu membeli eceran produk yang sudah terkemas oleh value yang berlebihan, dan kamu berharap bisa menjual ke orang lain, dan kamu hanya ingin untung jangka pendek dari selisih harga. Kamu tidak masuk dalam fundamental bisnisnya. Kamu hanya membelai-belai kulitnya. Kamu terkesima dengan sisi luar dari bisnisnya, yang kamu tanpa sadari sudah kamu anggap sebagai bisnis sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau kamu hanya tergila-gila pada bisnis apapun yang lagi sexy, pasti kamu hanya akan terpikat luarnya. Kalaupun kamu bisa menjalani bisnis-bisnis yang sexy itu, kekuatan-mu itu semu. Stamina enterpreneur-mu itu sesaat, kamu tidak lebih hanya sejenis Enterpreneur Viagra. On sebentar, tapi kalau bisnis sexy itu sudah sampai klimaks-nya, ganti tren, kamu pasti loyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stamina entrepreneurship seperti itu tidak natural Dul, semu !. Karena Stamina entrepreneurship itu muncul hanya untuk menjalankan bisnis sexy itu, padahal kamu belum tahu bagian dalamnya dan segala permainannya dalam bisnis itu. Kamu belum pernah bersungguh-sungguh mencari, memilih dan mejalani bisnis yang fundamental, yang tentunya sesuai dengan mimpimu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stamina entrepreneurship yang natural hanya hadir jika pemicunya adalah mimpimu yang sesungguhnya. Lah mimpimu itu apa ? yang kongkrit ! jangan hanya bebas finansial dan passive income aja ! yang penting itu kendaraanmu apa ? Cari bisnis yang fundamental, yang pasti dibutuhkan orang sepanjang jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar kamu Dul, stamina enterpreneur-mu masih seperti naik turunnya syahwat-mu. Kadang on gak karuan, kadang loyo … (Gus Pur masih terkekeh-kekeh …)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “ Lah terus gimana Gus (dalam hati, kurangajar nih si Gus, dipanggil hanya untuk diceramahi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “ha..ha..ha …. Ya sudah, kamu tirakat bisnis aja dulu, baca itu sejarah perusahaan-perusahaan besar yang umurnya sudah diatas 100 tahun ….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1187122358840805112?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1187122358840805112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1187122358840805112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1187122358840805112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1187122358840805112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/03/enterpreneur-viagra.html' title='Entrepreneur Viagra'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4334051383694596385</id><published>2008-03-11T20:19:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T22:25:45.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Cashflow Tornado – Cara Bisnis Kuno Yang Masih Manjur</title><content type='html'>&lt;div&gt;Mungkin anda pernah lihat, si Engkong yang baru buka toko kelontong eceran di deket rumah. Waktu pertama buka langsung rame, kata orang-2 harganya murah. Si Engkoh memang sengaja pasang harga murah dibanding pesaing disekitarnya yang memang sudah lama jualan. Kata pesaingnya .. “Biasalah … toko baru, lagi cari pelanggan, entar juga balik harga normal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Si Engkoh salah ? apa ngga bisa cari nilai tambah ? Waduh … boro-boro nilai tambah. Si Engkoh bisa jualan aja sudah bagus. Sudah modal cekak, ilmu marketing juga ngga jago-2 amat. Apalagi pengalaman punya toko besar, itu baru sebatas mimpi. Tapi apa sih tujuan awal Si Engkoh kok “nilai tambah-nya” main di harga lebih murah ? Apa alasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R9dpOvqSiEI/AAAAAAAAACk/xa1oMbc_PWk/s1600-h/tornado.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176721998718601282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R9dpOvqSiEI/AAAAAAAAACk/xa1oMbc_PWk/s400/tornado.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Si Engkoh memang lagi menerapkan apa yang saya istilahkan sebagai Cashflow Tornado, yaitu cara meningkatkan modal dengan menambahkan modal hasil profit di awal bisnis secara terus menerus sampai batas waktu tertentu. Semakin kecil modal, harus semakin kencang perputaran cashflownya. Jadi modal akan terus bertambah, dan tetap diputar lebih kencang. Ini adalah cara kuno pedagang tradisional pekerja keras dalam memulai bisnis. Layaknya angin tornado, lingkaran bagian bawah lebih kecil, berputar lebih cepat, makin keatas makin besar dan putarannya tidak terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin coba ? coba saja segera. Caranya, cari bisnis yang sudah ada, dan memang jelas-jelas rame yang ada disekitar kita. Misal, konter pulsa, perlengkapan motor, warung khusus rokok, dll. Yang pasti dibutuhkan banyak orang sekitar setiap hari. Misal, kita pilih buka warung khusus rokok, mulai rokok kretek sampai rokok putih, komplit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nilai tambah dari bisnis Warung Rokok ini ? kita cari-cari aja supaya ada. Tapi kita bisa bilang, dibandingkan pesaing sekitar, bahwa nilai tambahnya adalah pelayanan yang prima, tempat nyaman, tampilan etalase rokok yang keren. Dinding warung kita pasang poster iklan rokok dari semua produsen. Kita juga bisa sediakan meja kursi, dan jualan Kopi Gingseng. Pahami kenikmatan para perokok, merokok sambil ngopi enak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tambah yang utama adalah semua jenis rokok ada dan selalu tersedia, bisa dibeli satuan, 1/3 atau 1/2 bungkus. Bahkan bisa campur, atau tersedia paket campur yang isinya bisa Ji Sam Soe + Gudang Garam + Sampoerna Mild + Malboro. Boleh juga khan ? asal ngga campur ganja aja. Bisa juga rokok + serbuk kopi, yaitu rokok yang bagian luarnya diolesin endapan kopi lalu dikeringkan. Dan nilai tambah yang paling utama, HARGA ROKOK PALING MURAH !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi klo harganya paling murah, berarti untung Warung Rokok ini paling kecil dong … Ya pasti, sudah tahu strategi jualan dengan harga paling murah, ya pasti untungnya paling kecil. Lalu apa strategis-nya bisnis kayak gini ? awalnya kita pasti tidak tahu. Kita maunya Warung Rokok kita langsung rame dan cashflow berputar cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata setelah kita buka Warung Rokok, dan karena murah, pasti rame, maka tidak kita sangka-sangka kita akan mendapatkan ilmu seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ilmu 1 : Kita baru tahu kalau profil pelanggan rokok disekitar kita sebagian besar adalah pelanggan papan bawah, artinya beli rokonya eceran, kalau ngga beli satuan, 1/3 atau ½ bungkus. Tapi sehari pasti merokok sekitar 5-12 batang. Dan mereka ini price sensitif. Karena tahu Warung Rokok kita paling murah, dalam waktu 1-2 minggu pelanggan mulai rame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ilmu 2 : Karena kita ramah, kita bisa pelan tapi pasti berhasil mendapatkan gambaran kebutuhan pelanggan atas rokok mereka. Ternyata ada permintaan asesoris sekitar rokok, seperti asbak, korek zippo, dan korek api lainnya. Kita bisa langsung menambahkan item-item yang sebelumnya belum berani kita jual. Ternyata, jualan asesoris perokok ini untungnya bisa 200%. Jadi keuntungan rokok bisa tersubsidi dari jualan asesoris perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ilmu 3 : Karena kita ingin mengkomunikasikan nilai tambah kita, maka setiap pelanggan yang datang kita berikan pelayanan terbaik, artinya, kita telah meng-komunikasikan nilai tambah warung rokok kita kepada orang yang tepat. Jika pelanggan makin banyak, kita tentu makin percaya diri menyampaikan nilai tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena murah dan beberapa nilai tambah, perputaran barang cepat. Cash flow-nya relatif bagus, net profit per bulan selalu ada. Tapi untuk mencapai net profit tersebut, otomatis kita kalang kabut, karena kita harus kulakan rokok ke grosir rokok dan asesoris setiap hari. Kalau tidak kita tidak bisa jualan dengan murah. Tapi demi memutar cash flow, kita harus rela terhanyut dalam Cashflow Tornado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cashflow tornado kadang membuat pebisnis pemula merasa capek, tidak bernilai, tidak nyaman dibanding zona nyaman-nya selama ini. Mencari uang kecil aja kok susah, dan kadang dengan mudah men-justifikasi bahwa ini bisnis yang kurang menghasilkan. Padahal yang terpenting sebenarnya bukan hasil jangka pendek, namun proses pembelajaran mengelola dari modal kecil menjadi besar, dan bagaimana kita bisa belajar mendapatkan pelanggan dan mengenali keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan tepat dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun kemudian Si Engkoh sudah menjadi Raja Grosir Rokok terbesar di kotanya, dan pesaingnya hanya bisa bilang “gila …murah banget emang jualannya” ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :Cashflow Tornado bisa membesarkan modal, sekaligus mengkomunikasikan nilai tambah kepada target yang tepat, dan bisa belajar mendapatkan pelanggan dan mengenali keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan tepat dan cepat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4334051383694596385?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4334051383694596385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4334051383694596385' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4334051383694596385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4334051383694596385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/03/cashflow-tornado-cara-bisnis-kuno-yang.html' title='Cashflow Tornado – Cara Bisnis Kuno Yang Masih Manjur'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R9dpOvqSiEI/AAAAAAAAACk/xa1oMbc_PWk/s72-c/tornado.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1003018746760727090</id><published>2008-02-12T19:34:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T21:56:17.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Bisnis Harus Dipilih sebagai Media Belajar</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Budaya Tionghoa mengajarkan tidak boleh menunggu tahu segalanya untuk membuka bisnis. Orang Tionghoa juga tidak pernah menunggu paham dan tahu semua hal baru ketika memulai berbisnis. Justru bisnis adalah media belajar, dari TIDAK TAHU menjadi TAHU” (Salim Kartono – dari Buku 5 Jurus Sukses Berbisnis Retail)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita sudah terlalu terlena dengan apa yang dinamakan pendidikan formal. Kita seringkali lebih bangga dan lebih rela mengeluarkan ongkos yang sangat mahal untuk membeli pendidikan. Pendidikan formal, kursus, workshop dan lainnya memang bagus, sebagai media pendidikan formal, tetapi bukan media pembelajaran yang riil. Harus ada media pembelajaran lanjutan yang harus dipilih dan dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih Bisnis sebagai Media Belajar, saya yakini juga sebagai suatu hal yang harus dipilih secara sadar dan wajib, bagi siapapun yang ingin menjadi pewirausaha. Jika ini sudah dipilih, berarti segala konsekuensi, termasuk membayar ongkos belajar-nya, alokasi tenaga, pikiran dan waktu, harus dibayarkan tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di pendidikan formal kita berjuang keras harus lulus, berarti untuk sekolah disini pun kita harus lebih berjuang lagi. Kalau ngga naik kelas atau ngga lulus kita malu, sehingga harus belajar keras, sama halnya juga, seharusnya kalau kita berbisnis untuk belajar, wajib naik kelas dan lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bisnis riil, kita akan belajar secara langsung untuk memilih, lalu mengambil keputusan. Awalnya lambat, akhirnya kita bisa cepat dalam memilih dan mengambil keputusan. Sedangkan pengalaman dan kemahiran dalam menjalankan roda bisnis, akan berjalan dengan sendirinya seiring berjalannya roda bisnis setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita masih bingung mau bisnis apa, saya rasa tidak ada salahnya memilih bisnis apa saja, yang penting kita sudah punya “sekolah bisnis yang riil”, dan kita punya tanggung jawab untuk berjuang untuk lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1003018746760727090?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1003018746760727090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1003018746760727090' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1003018746760727090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1003018746760727090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/02/bisnis-harus-dipilih-sebagai-media.html' title='Bisnis Harus Dipilih sebagai Media Belajar'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4771417867253277182</id><published>2008-02-05T04:58:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T21:56:17.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Emotional Bank Account (EBA)</title><content type='html'>Emotional Bank Account (EBA) adalah ilmu lama. Saya sendiri mengetahuinya sejak 1997 ketika belajar Seven Habbits-nya Stephen Covey. EBA adalah salah satu hal penting dalam hubungan antar manusia, apalagi dalam hubungan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai EBA adalah seperti kita mempunyai rekening deposito di Bank A, dan idealnya kita dapat selalu menambah deposito tersebut. EBA adalah Rekening Bank Kepercayaan yang kita tanamkan ke seseorang dalam suatu hubungan. Intinya adalah, seberapa banyak kita menanamkan rasa percaya orang lain kepada kita, dalam banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EBA saya angkat kembali sebagai tulisan disini untuk mengingatkan kita, betapa penting membangun dan menanamkan rasa percaya antar orang per orang dalam suatu komunitas. Kita tidak bisa semena-mena dengan mudah mengatasnamakan komunitas untuk “memaksa” orang lain percaya dengan kita. Apalagi untuk percaya memberikan kemudahan dalam urusan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen Covey mengingatkan hal-hal yang sebenarnya kita sudah tahu, tapi mungkin kita lupa melakukannya. Ada beberapa cara menanamkan kepercayaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenal Individu&lt;br /&gt;Cara kuno mengenal individu adalah silaturrahmi. Silaturahmi yang tampak mata adalah berjabat tangan, membuat janji lebih sering bertemu di waktu luang, dan bisa lebih indah berkunjung kerumah, mengenal secara kekeluargaan. Lupakan cara online disini. Tidak ada emosi yang luar biasa bisa ditanamkan jika kita memulai silaturrahmi dengan cara online. Untuk itu, TDA sangat gencar mengadakan acara offline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menanamkan kesan yang baik&lt;br /&gt;Ini maksudnya bukan akting, tapi betul-betul menanamkan aura selalu positif kepada orang lain. Ini bisa dimunculkan melalui hal-hal kecil, melalui pembicaraan yang ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memenuhi komitmen&lt;br /&gt;Komitmen adalah kata kunci dalam hubungan. Komitmen adalah Janji. Jika kita sudah mengeluarkan komitmen/janji, otomatis orang lain akan mengeluarkan harapan untuk bisa terpenuhi atas janji tersebut. Sekali janji dilanggar, kita telah menarik deposito rasa kepercayaan yang cukup besar. Menilai personal yang selalu mempunyai komitmen tinggi, sangat mudah dilihat dari kegiatan-kegiatan yang non profit. Jika yang non profit aja komitmennya tinggi, biasanya akan lebih komitmennya untuk kegiatan profit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Komunikasi yang terbuka&lt;br /&gt;Selalu mengkomunikasikan segala sesuatu secara terbuka, jujur dan apa adanya. Berbicara secara eksplisit, tanpa pernah ada itikad menyembunyikan sesuatu (implisit), apalagi politiking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memperlihatkan Intergritas Pribadi&lt;br /&gt;Integritas memiliki definisi deskriptif yang luas. Integritas bisa berarti anda sesuai dengan yang anda katakan, bisa juga berarti kejujuran, bisa berarti tidak bermuka dua, memperlakukan orang lain dengan perangkat prinsip yang sama, tidak melanggar sistem nilai yang dia anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Meminta maaf, mengkomunikasikan apa yang terjadi&lt;br /&gt;Jika suatu komitmen tidak terpenuhi, kepercayaan masih bisa dipertahankan jika kita bisa mengkomunikasikan apa yang terjadi dengan baik, tentunya diiringi dengan permintaan maaf dan komitmen lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua diatas sebenarnya sudah kita ketahui, bukan hal baru. Namun kadang kita lupa melakukannya, sehingga banyak buku ditulis ulang untuk sekedar mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;(untuk TDA yang sedang menuju Trusted Society)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4771417867253277182?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4771417867253277182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4771417867253277182' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4771417867253277182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4771417867253277182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/02/emotional-bank-account-eba.html' title='Emotional Bank Account (EBA)'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4452967844792697787</id><published>2008-02-05T02:44:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T21:56:17.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Membebaskan dari Belenggu Sejarah</title><content type='html'>Pertanyaan yang paling sering saya ulang untuk diri saya sendiri adalah “mengapa saya saat ini saya berada disini ???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sering saya ulang ? karena untuk meyakinkan kembali langkah diri, apakah betul sesuai dengan saya impikan ? atau justru saya masih hanyut dalam belenggu kesejarahan hidup ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, kesejarahan hidup kita kadang tanpa sadar telah membelenggu begitu banyak potensi kehidupan kita. Mari kita runut kembali sejarah masa lalu kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang lahir pertengahan tahun 1960-an atau diawal tahun 1970-an, mereka adalah generasi yang dilahirkan dimasa tenang Indonesia dibawah Orde Baru. Kita bersekolah di era kebijakan pendidikan agak “otoriter”, tapi cukup enak, minimal biaya sekolah dulu sangat murah. Kehidupan cukup tenang, subsidi pemerintah berlimpah. Walau demokrasi agak dikekang. Lalu era industri juga lagi berkembang. Lulusan sekolah digiring untuk memenuhi kebutuhan industri. Mencari pekerjaan ditahun 1980-an sampai 1996 sangat “mudah”, karena ekonomi sedang tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tanpa sadar ketika kita kelas 1 SMA, dihadapkan pada pilihan jurusan SOS atau IPA. Saat kelas 3 SMA kita dihadapkan pilihan Jurusan Kuliah. Setelah lulus, saat itu menjadi suatu kebanggan jika kita bekerja diperusahaan dengan latar belakang kuliah kita. Kita seperti mendapat penghargaan untuk bekerja “di bidang-nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat umur 24-an mulai kerja, lalu tanpa terasa terprovokasi untuk mengejar jenjang karir, maka tanpa terasa waktu kerja selama 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, bahkan ada yang 20-an tahun bekerja “di bidang-nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya bagi mereka yang mulai bekerja di Jakarta diawal tahun 1990-an, sudah harus tunduk pada aturan Ibukota. Mereka yang sudah berkeluarga, jika ingin beli rumah dengan posisi gaji saat itu, harus rela membeli rumah di daerah sub-urban seperti Tangerang, Serpong, Depok, Cibubur, dan Bekasi. Mereka sekaligus harus mau menjalani perjalanan pulang pergi kerja sekitar 2-4 jam. Suatu pengorbanan waktu yang tidak sedikit jika mau dihitung selama masa kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop, mungkin itu cukup sebagai ilustrasi kesejarahan hidup kita. Pertanyaanya sekarang ? apakah saya masih terhanyut dalam alur sejarah itu ? apakah pilihan-2 jaman SMA dan kuliah yang dulu kita lakukan harus terus kita jalani ? apakah sebenarnya ini mimpi dari kehidupan kita ? apakah akan kita jalani sampai sisa hidup kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya siapa yang menyuruh kita “bekerja dibidangnya”. Siapa yang menentukan bidang-bidang itu ? Kenapa saya kerja di Jakarta ? kenapa saya tinggal di Cibubur ? Siapa yang menyuruh kita menghabiskan waktu dikemacetan Jakarta ? Apakah saat ini saya sudah bisa punya pilihan baru ? Apakah saya bisa memulai kehidupan baru dengan pilihan yang lebih dewasa ? bukan hasil pilihan jaman SMA dan kuliah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bisa memberikan jawaban-jawaban baru, tentunya akan lebih indah. Karena pilihan-pilihan baru itu hasil dari pilihan yang lebih dewasa, lebih rasional, lebih berwawasan. Tidak ada salahnya pilihan baru merupakan kelanjutan yang lebih advance dari sejarah masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi juga tidak salahnya untuk kesejarahan hidup kita yang tersisa, kita memulai saat ini dengan sesuatu yang benar-benar BARU. Karena hidup akan lebih bermakna jika kita bisa mengoptimalkan semua potensi kehidupan kita yang selama ini terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4452967844792697787?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4452967844792697787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4452967844792697787' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4452967844792697787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4452967844792697787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/02/membebaskan-dari-belenggu-sejarah.html' title='Membebaskan dari Belenggu Sejarah'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4432944682070752444</id><published>2008-01-15T19:32:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T21:56:33.220-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT TDA'/><title type='text'>Survey Awal Serang &amp; Cilegon, Thanks to Pak Arbi</title><content type='html'>Hari selasa kemarin, saya mulai menjalankan rencana survey ke kota-kota strategis. Bersama Pak Try Atmojo (&lt;a href="http://tryatmojo.blogspot.com/"&gt;http://tryatmojo.blogspot.com&lt;/a&gt;) saya meluncur ke kota Serang dan Cilegon, mencoba mencari informasi awal perihal peluang bisnis UKM disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua sangat berterima kasih kepada Pak Adli Arbi Nasution, calon Juragan Sepeda dari bisnis besar Agung Jaya (ritel dan grosir sepeda di Serang), yang meluangkan waktunya untuk mengantarkan kami jalan-jalan keliling Serang dan Cilegon. Walau sebenarnya kenyataannya kita yang “menculik” Pak Arbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan kami mencoba mencari toko-toko Distro yang ternyata sudah berkembang pesat di Serang, juga di Cilegon. Kalau saya sendiri mencoba melihat peta pasar busana muslim yang tentunya pasti sudah banyak pemain disana. Ini adalah survey awal. Kami lebih banyak menikmati geliat bisnis UKM yang begitu tersebar, khususnya di Serang. Sambil terus berusaha menemukan lokasi-lokasi impian kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit kejutan, di Mal Serang kami menemukan kios busana muslim yang menjual produk branded, ternyata produk Manet (&lt;a href="http://www.manetvision.com/"&gt;www.manetvision.com&lt;/a&gt;) punya Pak Roni ada disana. Juga di Mal Ramayana Cilegon, ada kios khusus menjual produk kerudung Rabbani, tapi juga sepertinya menjual Selimut Jepang Pak Hadi, saya tahu karena saya pernah jual produk selimut jepang Pak Hadi. Kami bertiga langsung menebak, jangan-2 ini kios temen TDA. Wah ..ternyata produk temen-2 TDA kami jumpai disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pak Arbi, di Cilegon yang banyak Member TDA, mungkin survey lanjutan nanti kami bisa mencari masukan dari Member TDA Cilegon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang siang sampai sore, kami banyak mendapat informasi penting, dan sangat lokal sekali dari Pak Arbi perihal kota Serang. Dan tidak lupa “mengompori” Pak Arbi untuk mulai mencoba membangun jaringan toko sepeda modern sebagai pengembangan strategic dari Agung Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busana Muslim, Clothing Distro dan Sepeda, itu semua adalah domain yang berbeda. Tetapi kami bertiga bisa mendiskusikan dengan bahasa bisnis yang sama, dengan bahasa dagang yang sama. Kami bertiga saling belajar, dengan satu jembatan penting, yaitu ANALOGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4432944682070752444?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4432944682070752444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4432944682070752444' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4432944682070752444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4432944682070752444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/01/survey-awal-serang-cilegon-thanks-to.html' title='Survey Awal Serang &amp; Cilegon, Thanks to Pak Arbi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-7260206248389402435</id><published>2008-01-01T19:29:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T21:56:17.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Negara dengan Hari Libur Terbanyak, 127 hari setahun !!!</title><content type='html'>Setiap awal tahun, salah satu kerjaan saya adalah mencermati tanggal demi tanggal di kalender, khusus untuk MENGHITUNG HARI LIBUR !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaga, tahun 2008 nanti kita akan libur 127 hari dari 365 hari setahun ini, alias sepertiga lebih dari rentang 1 tahun kita LIBUR !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Hari Libur =&gt; hari besar nasional, keagamaan, cuti bersama yang ditetapkan pemerintah (harpitnas), hari sabtu, dan hari minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari         = 11 hari libur&lt;br /&gt;Pebruari       = 10 hari libur&lt;br /&gt;Maret            = 13 hari libur&lt;br /&gt;April              = 8 hari libur&lt;br /&gt;Mei                = 13 hari libur&lt;br /&gt;Juni                = 9 hari libur&lt;br /&gt;Juli                 = 9 hari libur&lt;br /&gt;Agustus         = 11 hari libur&lt;br /&gt;September    = 10 hari libur&lt;br /&gt;Oktober         = 11 hari libur&lt;br /&gt;November     = 10 hari libur&lt;br /&gt;Desember      = 12 hari libur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kabar baik bagi para TDB, yang senang libur. Atau juga kabar baik bagi para TDB, karena bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis sampingannya. Tapi mungkin kabar kurang enak bagi para pebisnis yang punya bisnis sektor formal. Atau justru kabar baik bagi para pebisnis yang punya bisnis yang rame pada saat libur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itulah Indonesia, hari libur yang begitu banyak adalah cermin produktifitas. Jika yang libur banyak nganggur, maka rendahlah produktivitas. Jika yang libur banyak berbuat sesuatu yang meningkatkan nilai tambah, maka tinggilah produktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi TDA, semoga kita tidak ikut-ikutan libur kepanjangan, karena ancaman terbesar menjadi TDA adalah LIBUR SETIAP HARI alias MENGGANGGUR ! he..he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam libur&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-7260206248389402435?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/7260206248389402435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=7260206248389402435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7260206248389402435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7260206248389402435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/01/negara-dengan-hari-libur-terbanyak-127.html' title='Negara dengan Hari Libur Terbanyak, 127 hari setahun !!!'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2104475581213574821</id><published>2008-01-01T18:50:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T21:56:17.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Percayalah, Tidak Ada Yang Baru Kalau Kita DIAM</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R3r9sMCetuI/AAAAAAAAAB8/palV5rSytKc/s1600-h/tikus9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150708059439281890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R3r9sMCetuI/AAAAAAAAAB8/palV5rSytKc/s400/tikus9.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun Tikus 2008 Tahun Keberuntungan Saya&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ingat setiap tahun baru yang lalu-lalu, mau tahun baru 2008, 2007, 2006, 2005 ..dst. Adakah rentang waktu itu betul-betul mempengaruhi hidup kehidupan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang tahun 2007 kita dibuai oleh rendahnya bunga kredit, booming property. Kondisi ekonomi yang relatif stabil. Walau bencana alam dan masalah politik sudah pasti lalu lalang di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ingat di awal tahun 2006, ketika semua sektor mencoba mencari keseimbangan baru akibat kenaikan harga BBM yang 2005 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika kita ingat lagi sedetil-detilnya ..ternyata semua berlalu begitu saja. Namun ada yang tidak berlalu begitu saja, namun justru memberikan makna-makna kehidupan yang nyata. Itu bagi mereka yang tidak diam, mereka yang terus bergerak mencapai target dan impian mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya sendiri sangat mempercayai, mau tahun baru Masehi, Hijriah atau Imlek, tidak akan berarti apa-apa jika kita dalam rentang kedepan kita hanya DIAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka BERGERAKLAH, kita mulai dari menuliskan MIMPI, men-detilkan dalam bentuk TARGET, merencanakan dalam bentuk RENCANA BISNIS sederhana. Bayangkan disetiap bulannya apa-apa yang harus kita lakukan dan kita capai. Saya yakin keberuntungan akan selalu berpihak pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata koran, kabar baik di tahun 2008, adalah tren kredit dengan bunga rendah masih berlanjut. Sektor keuangan juga akan terus naik, sektor riil pun meningkat. Kabar soal kenaikan premium yang batal juga bisa meningkatkan optimisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang penting sebenarnya, kita tidak perlu terpengaruh semua itu, itu hanya wacana. Kalau ingin memulai bisnis, mulailah sekarang. Sekarang juga. Tidak perlu menunggu kabar baik ekonomi, apalagi politik negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pebisnis, setiap tahun itu selalu ada peristiwa, dan setiap peristiwa mau tidak mau, suka tidak suka harus selalu disikapi dengan mental bertahan dan terus berkembang. Tidak diam dan loyo. Apalagi lari dari masalah. Terus bergerak secara dialektis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tahun 2008 TETAP MENJADI TAHUN KEBERUNTUNGAN KITA SEMUA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;(shio tikus) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2104475581213574821?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2104475581213574821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2104475581213574821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2104475581213574821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2104475581213574821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/01/percayalah-tidak-ada-yang-baru-kalau.html' title='Percayalah, Tidak Ada Yang Baru Kalau Kita DIAM'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R3r9sMCetuI/AAAAAAAAAB8/palV5rSytKc/s72-c/tikus9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-7545545672375357226</id><published>2007-12-17T19:37:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T18:20:28.314-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>The Mission Statement</title><content type='html'>Judul itu seperti film, itu anggapan saya dulu. Terlalu mengada-ada. Masak mau hidup aja harus perlu Mission Statement segala. Terlalu teknis, kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah pada bulan April 1997 pada sesi training di Astra, ketika pertama kali saya dikenalkan tentang apa itu Mission Statement. Kami diajak nonton bareng film Jerry Maguire, film baru tahun 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan inti dari film itu adalah ketika Tom Cruise pada saat-saat yang kritis mulai menuliskan Mission Statement-nya pada malam hari. Didepan laptopnya dia menuliskan dengan mengebu, berkeringat dan bersemangat. Pikirannya melayang pada banyak hal impian langkah kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari nobar film Jerry Maguire, kami para peserta training diminta menuliskan dengan tangan apa yang menjadi Mission Statement masing-masing untuk 5 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak bingung mau menuliskan apa. Pikiran saya tidak terbiasa dengan impian-impian. Saya sangat sulit menuliskannya. Akhirnya saya ambil gampangnya. Pada tahun 1997 itu saya mulai mempunyai tanggungan meng-kuliahkan S1 kedua adik saya, yang saat itu baru mulai kuliah dan yang bungsu masih kelas 3 SMA. Karena Ayahanda kami telah meninggal di tahun 1994. Padahal saya baru mulai kerja 3 bulan di Astra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mission Statement saya sederhana : “ Saya harus meng-kuliahkan 2 adik saya sampai menjadi sarjana S1 sama seperti saya”. Itu saja. Dan tulisan tangan itu dimasukkan di amplop putih, dan diberikan ke Instruktur Training. Setelah itu, sesi training selesai, dan saya tidak tahu untuk apa tulisan dan amplop itu, katanya akan disimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 tahun kemudian, pada April 2003, saya menerima kiriman surat, berisi Amplop putih. Saya tidak tahu dari siapa. Ketika saya buka, saya sangat kaget membaca tulisan tangan saya 5 tahun lalu, yang isinya “ Saya harus meng-kuliahkan 2 adik saya sampai menjadi sarjana S1 sama seperti saya”. Astra telah mengirimkan kembali surat Mission Statemen saya 5 tahun yang lalu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menangis ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menangis sambil membaca berulang-ulang tulisan tangan saya itu. Saya tidak menyangka Astra mengirimkan kembali kepada saya, dikala tanpa sadar apa yang saya tulis di Mission Statement itu semua telah saya tunaikan !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada April 2003 saat itu, kedua adik saya telah menjadi Sarjana S1, bahkan sudah bekerja semua. Saya langsung sujud syukur atas semua pemberian Alloh ini. Dan saya berterima kasih kepada Astra yang mengajari dan mengingatkan saya, arti penting sebuah Mission Statement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, disetiap bulan Desember, adalah periode dimana saya bergulat dengan buku, diskusi dan pemikiran-2. Berusaha mereview tahun berjalan dengan mencermati acara Kaleidoskop TV dan artikel koran. Dan terus mencari Insight-2 baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengisi Malam Tahun Baru dalam dunia yang hening, untuk menyempurnakan dokumen penting dalam hidup saya, The Mission Statement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada Astra Management Development Institute (AMDI) – Salam buat semua temen-2 ABTP 76&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-7545545672375357226?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/7545545672375357226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=7545545672375357226' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7545545672375357226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7545545672375357226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/12/mission-statement.html' title='The Mission Statement'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-7764730207178407115</id><published>2007-12-16T17:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T18:20:28.315-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Raja FO Telah Mengubah Visualisasi Impian Saya</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R2XN0cCettI/AAAAAAAAAB0/faAwNgUZFhc/s1600-h/foto+bersama+pak+Perry.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144744450104145618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R2XN0cCettI/AAAAAAAAAB0/faAwNgUZFhc/s400/foto+bersama+pak+Perry.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R2XMhsCetsI/AAAAAAAAABs/4w9x2H2wuLM/s1600-h/foto+bersama+pak+Perry.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu hal yang penting saya alami lagi di TDA. Melalui posting Pak Roni soal IYE! Gathering, saya menemukan pembicara yang sangat menarik. Ini harus saya kejar, kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Desember 2007 saya ikut IYE! Gathering, dan 14 Desember 2007, saya bersama &lt;a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/index.html"&gt;Pak Roni &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://tryatmojo.blogspot.com/"&gt;Pak Tri Atmojo&lt;/a&gt;, tidak menyangka bisa berbincang-bincang dengan asiknya, dirumah super mewah, di kediaman Raja FO dari Bandung, Perry Tristianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah LOA yang baru terjadi setelah saya pikirkan 3 tahun lalu, saat saya berkungjung FO China Emporium dan FO yang lain di jalan Riau Bandung. Waktu itu saya bertanya, siapa yang punya FO ini ? gimana caranya dia bisa bikin konsep seperti ini ? dan jumat malam itulah kami menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda belum tahu pak Perry Tristianto, ketik saja nama ini di Google, akan muncul puluhan berita diberbagai surat kabar yang mengutip tokoh FO ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang kita dapatkan dalam perjalanan 2 hari di Bandung. Mulai dari konsep dan ide-ide orisinal, rencana-2 bisnis dari diskusi kami bertiga, dan yang paling penting, banyak hal baru yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini membuat saya harus me-revisi satu dokumen penting yang mencatat target-target pencapaian saya. Dan Visualisasi Impian Saya Pun Berubah !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Klik disini tulisan &lt;a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/2007/12/berguru-kepada-raja-factory-outlet.html"&gt;Pak Roni &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://tryatmojo.blogspot.com/2007/12/berguru-pada-ahlinya.html"&gt;Pak Try&lt;/a&gt;. Foto by Pak Roni &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-7764730207178407115?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/7764730207178407115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=7764730207178407115' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7764730207178407115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7764730207178407115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/12/raja-fo-telah-mengubah-visualisasi.html' title='Raja FO Telah Mengubah Visualisasi Impian Saya'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_9dbp_qkGA-8/R2XN0cCettI/AAAAAAAAAB0/faAwNgUZFhc/s72-c/foto+bersama+pak+Perry.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3024468597974194016</id><published>2007-11-22T02:37:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T02:54:56.125-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Prospek Besar Garmen di Tahun 2008 ?</title><content type='html'>Industri garmen, bicara konstelasi dari hulu ke hilir, adalah membicarakan apa yang dipakai untuk tampil dari 200-an juta rakyat Indonesia, dari bayi sampai kakek nenek. Mata rantai industri garmen sudah tersebar sampai ke desa-desa. Industri ini memang sedang menurun, yang sebabnya sangat kompleks dan khas Indonesia sekali. Sebagai peritel kecil, saya mencoba menggambarkan situasi pemahaman bisnis atas ritel garmen dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pragmatisme Pelaku Pasar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kalangan peritel bawah cenderung pragmatis dalam menyikapi perkembangan industri garmen. Peritel bawah tidak sampai memikirkan berbagai kendala dalam industri garmen. Peritel bawah hanya tahu dan butuh, bahwa barang yang ada dipasar itu apa, seberapa bisa dijual, apa yang sedang tren saat ini, dan rentang harganya berapa, dan yang paling penting, kami bisa jual berapa. It’s so simple. Kita ketahui bersama bahwa peritel hidup dari perputaran barang dan selisih harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian ? karena peritel memang sudah tidak berkepentingan secara langsung terhadap industri garmen dihulu. Peritel juga sudah tidak mungkin diharapkan mempunyai keberpihakan ke industri garmen nasional. Ini adalah pola hubungan industri garmen hulu dan hilir yang memang sudah berubah sejak pasca krisis moneter 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca krisis moneter, peritel bawah sudah diharuskan mengikuti aturan baru mata rantai perdagangan. Dulu dari pabrik benang, pabrik kain, produsen, pemain grosir dan pengecer, mempunyai hubungan mata rantai yang erat dalam industri garmen. Terutama aspek hutang dagang dalam perdagangan. Dulu masih ada istilah hutang dagang yang mempunyai tempo yang saling menguntungkan. Saat ini sudah tidak berlaku lagi. Semua transaksi perdagangan cenderung cash keras, kalaupun masih ada hutang dagang, sifatnya tidak terlalu leluasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posisi ini, peritel cenderung tidak lagi mempunyai komitmen dagang yang berantai. Peritel makin pragmatis dalam memilih produsen/supplier. Peritel hanya masih berpihak ke pelanggan. Mana yang kira-kira pelanggan cari dan butuhkan, itulah yang dicari peritel, dan peritel bebas akan mencari produk dimana. Sudah tidak peduli lagi itu produk lokal atau impor, legal atau illegal, yang penting akan laku dipasaran. Kalau pelanggan tahu suatu produk dari media (misal TV), maka tidak heran peritel pun berburu produk-produk tersebut. Ini menjadikan produsen pun harus mulai akrab dengan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Produk Impor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk impor, kalau tidak mau dikatakan sebagai produk Cina, mungkin sudah 5 tahun terakhir menekan industri garmen dalam negeri. Varian produk garmen yang dimasuki cukup luas, mulai dari busana umum, bahkan busana khusus seperti busana muslim. Juga tas, sepatu, sandal, ikat pinggang dan sejenisnya. Juga perlengkapan seperti kaos kaki dan pakaian dalam, bahkan ini mendekati 90% barang impor. Kualitas produk impor juga memadai, ada harga ada rupa. Namun kuantitas cenderung terbatas, namun ini malah menjadi peluang dari aspek marketing bahwa pelanggan bisa tampil beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita survey dipasar tradisional di kabupaten/kota, terlihat sekali produk impor itu dijual oleh sebagian besar peritel eceran. Itu mengindikasikan bahwa pasar sudah menyerap produk impor, alias bahwa produk impor itu laku. Mengapa pasar menyerap dengan mudah ? karena ada hubungannya dengan daya beli. Lepas dari dugaan produk impor itu masuk secara legal atau tidak, kenyataan dipasaran produk impor dapat memberikan harga lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdagang produk impor, sudah kita ketahui bersama, tidak ada istilah hutang, semua harus cash. Kombinasi antara transaksi cash keras digabung dengan daya beli yang rendah, produk kualitas memadai, kuantitas terbatas dengan mode yang berganti-ganti mengikuti tren global (alias menjiplak), dan harga terjangkau, adalah keunggulan riil saat ini dari produk impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kendala kerentanan produk impor ada pada biaya transportasi, dan bea masuk. Dikala harga minyak dunia makin tinggi, jelas sekali komponen biaya pengiriman produk akan naik. Jika kita menengok ke China, krisis BBM di China bisa meledak sewaktu-waktu, ini menjadikan kelangsungan produk China juga dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebagai peritel, produk impor saat ini masih menjadi komoditas yang menarik, entah sampai kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemodalan, Persaingan dan Keunikan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Era transaksi perdagangan cash keras menjadikan peritel garmen adalah bisnis padat modal. Modal harus kuat untuk mengikuti dinamika naik turunnya pasar, juga penyediaan barang dagangan yang konsisten dan memadai. Modal menjadi hal paling utama, tidak lagi relasi perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin menciutnya jumlah produsen, dan membanjirnya produk impor yang itu-itu saja, telah menjadikan homogenitas jenis barang makin seragam. Ini semakin hari semakin memicu persaingan yang makin kurang sehat. Persaingan makin dikendalikan oleh persaingan harga, bukan lagi keunikan produk. Bahkan untuk produk &lt;em&gt;branded&lt;/em&gt; yang didistribusikan langsung, sudah tidak ada lagi istilah persaingan antar peritel. Peritel yang sukses menjual produk branded dengan harga bandrol adalah peritel yang mampu menyediakan stok yang memadai, dan ini kaitannya dengan kekuatan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan pelaku Distro dengan keunikan produk yang “menyimpang” dari produk pasaran sebenarnya hanya untuk mensiasati persaingan. Mereka memperpendek mata rantai industri, menjadi produsen sekaligus pengecer. Jika ada pengecer yang ingin ikut manisnya kue Distro, mereka harus kuat di pemodalan. Namun ini bukan solusi bagi industri garmen, konsep “menyimpang” masih diserap oleh konsumen yang terbatas, bukan rakyat kebanyakan. Rakyat kebanyakan masih mau bergaya dengan mencontoh artis-artis idola mereka dengan baju pasaran. Ini “blue ocean”, tapi masih sebatas “berenang di danau biru”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prediksi 2008&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, prediksi industri garmen tahun 2008 akan membaik. Namun bukan karena industri garmen yang membaik, tetapi karena uang beredar di sektor riil sedang membesar. Ini terkait dengan hajatan penggalangan konstituen menuju Pemilu 2009 yang berbiaya ratusan triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tidak ada korelasinya secara langsung terhadap produk apa saja yang paling laku, karena kita tidak bisa melihat hanya dari masalah kaos yang sering dipakai konstituen. Bagi saya, cenderung mensyukuri banyaknya uang yang beredar, yang akan meningkatkan daya beli masyarakat atas produk garmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3024468597974194016?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3024468597974194016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3024468597974194016' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3024468597974194016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3024468597974194016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/11/prospek-besar-garmen-di-tahun-2008.html' title='Prospek Besar Garmen di Tahun 2008 ?'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-6796216939819545932</id><published>2007-11-14T18:27:00.001-08:00</published><updated>2007-11-14T18:56:47.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>2% Yang Menghidupi dan 98% Yang Ilusi</title><content type='html'>Sekilassaya pernah mendengarkan talkshow di Smart FM, dengan pembicara Zaim Saidi Direktur PIRAC (Public Interest Riset and Advocacy Center), yang mengatakan, bahwa transaksi sektor riil didunia ini hanya 2%, dibandingkan sektor keuangan yang 98%. Padahal sektor riil yang 2% itulah yang menghidupi sesungguhnya kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu browsing di internet, dan menemukan banyak tulisan Zaim Saidi, saya cuplik sebagian disini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di pasar uang dunia kini transaksi Dolar telah mencapai angka 800 trilyun Dolar AS per tahun. Sementara nilai perdagangan dunia yang merupakan sektor nil ‘hanya’ 4 trilyun Dolar AS per tahun. Artinya, transaksi di pasar uang itu besarnya 20 kali lipat nilai transaksi perdagangan sektor riil. Kondisi demikian jelas mencemaskan, karena transaksi di pasar uang sesungguhnya bersifat maya, karena tidak ada barang yang diperdagangkan, kecuali uang itu sendiri. Fenomena itu kerap disebut ekonomi gelembung (bubble economy), karena nilainya yang begitu besar, tapi pada hakekatnya tidak ada barang riil yang diperdagangkan. Karena itu kita tinggal menantikan saatnya gelembung uang itu meledak, lalu meruntuhkan ekonomi global.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=19&amp;amp;Itemid=1"&gt;http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=19&amp;amp;Itemid=1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merenung dan teringat dengan obrolan dengan temen saya yang konsultan keuangan, ketika kami mendiskusikan perdagangan saham dan sektor keuangan. Satu kata yang paling saya ingat, bahwa perdagangan saham adalah ZERO GAME. Apa itu zero game ? Yaitu suatu perdagangan dimana suatu keuntungan bisa terjadi karena adanya kebuntungan dari yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen saya bilang, kalau pingin kaya dengan cepat, ya main saham, itu sudah banyak bukti. Saat ini malahan banyak seminar yang menawarkan dengan pembuktian realtime, bahwa hanya dalam beberapa menit bisa dapat ribuan dolar. Mengapa itu bisa terjadi ? padahal itukan Zero Game ? kalau ada yang untung, berarti ada yang buntung dong .. oh itu pasti, karena :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Banyak pemain saham pemula, yang mungkin sebagian besar loss, dan ngga mau main saham lagi, ini sumber keuntungan juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Banyak pemain saham menengah dan berpengalaman, yang memainkan uang investor, kadang untung kadang buntung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Banyak pemain saham kakap, yang mampu menggoreng saham, bahkan menciptakan konflik didunia, baik secara politik maupun ekonomi, kadang meraup untung besar, tapi kadang buntung besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kamu mau kaya disektor RIIL atau TAK RIIL ? wah, saya kebingungan. Kalau menuruti nafsu, maunya kaya cepat dan mudah, dan hasilnya kuayaaa banget. Tapi apa itu yang saya cari ? (kata saya dalam hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran saya melayang di Januari 1997, ketika saya masuk ASTRA. Saya teringat falsafah Astra, “Sejahtera Bersama Bangsa”. Saya teringat Hymne Astra, yang isinya begitu mengena. Om William pasti menginginkan kaya bersama karyawannya, masyarakatnya, negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So .. jika anda ingin kaya bersama bangsa, ya mainkan peranan kehidupan anda di sektor RIIL. Karena setiap usaha anda, meneteskan rupiah demi rupiah ke kantong karyawan anda, lalu mengalir ke keluarganya, lalu terbelikan di warung-warung tetangganya, lalu menghidupkan ekonomi desanya, kotanya dan negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika anda pengin kaya cepat, mainkan peranan kecerdasan anda, di sektor TAK RIIL, yang memang menjanjikan keuntungan raksasa. Anda bisa kaya sendiri tanpa punya karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itulah ekonomi dunia saat ini, hanya 2% yang menghidupi, namun ada 98% yang menjadi ilusi kekayaan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;rosihan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-6796216939819545932?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/6796216939819545932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=6796216939819545932' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/6796216939819545932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/6796216939819545932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/11/2-yang-menghidupi-dan-98-yang-ilusi.html' title='2% Yang Menghidupi dan 98% Yang Ilusi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2293463944860870805</id><published>2007-11-14T17:35:00.000-08:00</published><updated>2007-11-14T18:55:50.881-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Teruslah Bergerak, Jangan Pernah Kehilangan Fokus</title><content type='html'>“Kesalahan terbesar saya adalah kehilangan fokus” .. itu kata Donald Trump di CBNC Asia beberapa malam lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat tercenung  diacara itu beberapa lama. Karena Trump begitu coboy dalam cara membicarakan segala sesuatu tentang bisnis. Beberapa point yang dapat saya ingat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Jangan kehilangan fokus … intinya fokus pada bisnis yang menuju impian anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Setiap hari saya bekerja dan berwisata sekaligus .. yaa karena Trump punya real estate di beberapa kawasan wisata dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Bisnisku Ya Hidupku .. tidak bisa dipisahkan, karena setiap apa yang di-impikan, pikirkan, ucapkan dan jalankan menjadi bisnis Trump.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Saat ini adalah The Great Time for Properti Investment di Amrik sono, karena harga properti lagi jatuh. Diperkirakan 6 bulan kedepan harga properti menuju bottom line, setelah itu recovery lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Banyak orang terlalu cepat menyerah dalam menghadapi tantangan bisnis, pesan Trump : “Jangan Pernah Menyerah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Dan lain-lain …banyak …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya ingat justru kata-kata Jangan Kehilangan Fokus. Mungkin kalau Trump kehilangan fokusnya adalah melirik peluang-peluang yang begitu banyak didepan mata, yang mampu dia mainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau saya, kehilangan fokus kadang hanya sebagai jalan pelarian karena males menghadapi masa-masa berat disiklus bisnis. Padahal ini haram hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Fokus 1:&lt;br /&gt;Untuk tetap fokus, saya mengisi hari dengan urusan-urusan teknis pengembangan bisnis, seperti borong buku di Gramedia, ada 21 buku Manajemen Ritel, Hantaran dan urusan kerudung dan buku-buku pendukung bisnis saya borong sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri Manajemen Ritel :&lt;br /&gt;Sukses Berbisnis Ritel&lt;br /&gt;Paradigma Baru Dalam Manajemen Ritel&lt;br /&gt;Manajemen Ritel&lt;br /&gt;5 Jurus Sukses Berbisnis Ritel&lt;br /&gt;Pemasaran Ritel&lt;br /&gt;How to Operate Your Store Effectively &amp;amp; Efficiently&lt;br /&gt;Sukses Mengelola Bisnis Minimarket&lt;br /&gt;Top Brand Anak &amp;amp; Remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri Hantaran Pengantin :&lt;br /&gt;Membuat Kreasi Hantaran Pengantin&lt;br /&gt;Aneka Hantaran Pengantin&lt;br /&gt;Lipat Kain Sederhana&lt;br /&gt;Lipat Cantik untuk Hantaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri Kerudung Masa Kini :&lt;br /&gt;Scraf : Akses Cantik Busana Muslim&lt;br /&gt;Kerudung Praktis Ratih Sang : Seri 1 dan 2&lt;br /&gt;The Power of Mix &amp;amp; Match&lt;br /&gt;Chic &amp;amp; Cantik Bandana Kerudung Anda&lt;br /&gt;Kreasi Dua Kerudung&lt;br /&gt;Modis &amp;amp; Praktis Kerudung Instan&lt;br /&gt;Kerudung Gaul Ramaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis beli, ya dibaca, dan beberapa segera dipraktekkan di toko. Jika Anda semua punya toko busana muslim, saya rasa Anda wajib punya buku-2 diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Fokus 2 :&lt;br /&gt;Saya lagi demen jalan-jalan, terutama ke Distro-2 anak muda, ini gara-gara cerita bisnis Pak Try Atmojo yang sangat kurang ajar …karena begitu basah dan menggiurkan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga lagi demen jalan-2 ke sentra-2 tas, sepatu dan sandal. Survey disain toko-2 tas dan sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distro Anak Muda dan Distro Tas &amp;amp; Sepatu … ah … LOA ..LOA ..LOA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Fokus 3 :&lt;br /&gt;Membereskan Aplikasi E-Commerce SAQINA.COM … sebentar lagi akan segera menyaingi blog commerce temen-2 …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Fokus terakhir :&lt;br /&gt;CARI UTANG …. CARI MODAL ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan fokus-fokus yang saya tulis diatas, anda juga masih bisa fokus di bisnis Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2293463944860870805?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2293463944860870805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2293463944860870805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2293463944860870805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2293463944860870805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/11/teruslah-bergerak-jangan-pernah.html' title='Teruslah Bergerak, Jangan Pernah Kehilangan Fokus'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-779381384405191382</id><published>2007-11-14T03:31:00.000-08:00</published><updated>2007-11-14T18:56:58.033-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Ngga Mungkin Bisnis Anda Bisa Jadi Konglomerat</title><content type='html'>Anda panas baca judul diatas ? … ya jangan dong … masak gara-gara judul aja kok panas hati ..he..he..he…  Tapi yang dijudul itu bisa ada benarnya. Itu kalau kita memang mau betul mencari kebenarannya. Saya sendiri sedang merangkak mencari kebenaran judul itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih konglomerat ? tanpa perlu baca buku, saya mendefiniskan sendiri, bahwa bisnis konglomerasi itu adalah bisnis yang menguasai mata rantai bisnisnya-nya, dari hulu ke hilir, bisa vertikal atau horisontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang yang dari hulu kehilir vertikal sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awalnya cuman punya toko elektronik, lalu bergerak ke arah hulu dengan membuka bisnis grosir barang elektronik, lalu buka produksi elektronik, lalu buka pabrik besar elektronik macem-macem, lalu buka pabrik khusus komponen elektronik, lalu pabrik bahan dasar komponen, lalu sampai buka bisnis pertambangan bahan inti sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ke hilir dari toko elektronik cuman satu, bikin banyak toko elektronik seantero negeri, bikin super store elektronik, bikin hiper store yang jual bermacem-macem elektronik dari semua produsen, sampai ekspor produk elektronik dan jadi importir dan distributor tunggal berbagai produk elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang yang dari hulu kehilir horisontal sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awalnya cuman punya toko elektronik, lalu bergerak ke arah horisontal dengan invest properti untuk buka toko, buka super store, buka hiperstore. Buka bisnis pergudangan, sampai distribusi. Buka bisnis ekspedisi, lengkap dengan armada sendiri, armada perkapalan laut dan udara. Lalu buka bisnis pinjaman (financing), khususnya untuk financing produk elektronik, lama-lama produk apa aja. Bisnis financing besar, lalu bikin Bank, lalu bikin bisnis Asuransi. Buka sekolah elektronik. Buka lembaga riset elektronika dunia. Buka bisnis periklanan, buka bisnis media, radio, televisi, koran, dll …. dan seterusnya ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu apa kuncinya bisnisnya bisa menjadi konglomerasi ? jawabannya cuman satu : PEMBATAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ..PEMBATAS adalah satu hal sangat penting dalam bisnis. Anda bisa menganalogikannya dengan beli tanah atau rumah diperumahan di kota sama di desa. Kalau kita beli rumah diperumahan, pembatas kanan kiri depan belakang sulit kita lampaui atau kita beli atau kita jebol. Kita terpaksa tidak bisa melebarkan rumah kita, walau kita mampu. Jika didesa, pembatas itu relatif mampu kita beli, sehingga kita bisa melebarkan rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ..di bisnis pun seperti itu. Bisnis bisa menjadi konglomerasi sangat tergantung dari Pembatas bisnis itu. Jelas sekali setiap jenis bisnis punya nature-nya sendiri. Contoh diatas sangat jelas sekali, bahwa secara vertikal, ketika bisnis awal membesar, maka pembatas ke arah hulu bisa dipecahkan, sehingga bisa bergerak ke arah hulu, sampai ke sumbernya. Juga kearah hilir, jelas bisa dilakukan. Jika berhasil melebarkan bisnis secara vertikal, melebarkan secara horisontal jauh lebih mudah, karena pola bisnis horisontalnya biasanya adalah bisnis yang men-support bisnis utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah bisnis saya saat ini bisa menjadi konglomerasi ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Kasus :&lt;br /&gt;Teman saya buka bisnis training SDM untuk running sistem berbasis SAP ituloh sistem ERP yang banyak dipakai di perusahaan. Apakah bisnis training ini besar BESAR ??? pasti BISA. Jelas, market size-nya adalah semua SDM pengguna SAP di Indonesia. Jika bisnis dia sukses bisa memonopili semua acara training pengguna SAP se-Indonesia, pasti bisa BESAR. Tapi sebarapa besar market size-nya ? Tanya SAP aja, anda pasti tahu jawabannya, yaitu sebanyak sistem SAP yang masih hidup yang di-implementasikan di Indonesia, dikalikan faktor n pengguna disetiap perusahaan. Bagaimana memperbesar market size-nya? wah, kalau ini susah jawabnya, karena market size-nya sangat tergantung dari pertumbuhan pemakai SAP di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisnis tarining ini bisa dijadikan konglomerasi ? wah … ya dari bisnis Training SAP, anda harus buka bisnis Jualan SAP, supaya market size-nya ikut melebar. Jika sukses Jualan SAP, gimana lagi ? ya anda haru beli itu perusahaan SAP !!! Anda mampu beli SAP yang di jerman itu ??? Atau ada yang bisa menjabarkan jalan baru untuk jadi konglomerat ? (ayo dong … panas….panas….panas…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar, bisnis yang bersifat Supportive Business memiliki pembatas hulu yang besar, yang kadang secara jelas menentukan market size bisnis kita. Jadi, sebelum anda fokus memilih bisnis anda, saya sarankan baca banyak-banyak kasus bisnis di dunia. Ini adalah satu contoh kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya harus pilih bisnis yang seperti apa ? Jawaban saya :&lt;br /&gt;BELAJARLAH SAMA JEPANG – TAIWAN – KOREA &amp;amp; CHINA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ?&lt;br /&gt;-         Bisnis INTI mereka adalah PRODUKSI &amp;amp; PERNIAGAAN&lt;br /&gt;-         Bisnis sekunder mereka adalah Semua Bisnis yang Mendukung Produksi &amp;amp; Perniagaan&lt;br /&gt;-         Bisnis lainnya adalah bisnis yang Mereka Tidak Mampu Mengadakannya Secara Pasti Karena Sudah Ditakdirkan (seperti sumberdaya alam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa bisnis saya bisa BESAR ? oh pasti bisa BESAR …. TAPI TIDAK BISA MENJADI KONGLOMERAT ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haa….haaa…haaa ….. jangan serius-serius amat … entar capek deh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tulisan diatas tidak ditujukan untuk menggurui Anda, mencemooh, mengejek, menolok-olok, menunjukkan jalan salah bisnis Anda. Tidak ditujukan kepada satu/dua, atau segerombolan orang. Tetapi ya seperti itu tulisan ngawur saya …. salam dari yang masih belajar, jadi wajar kalau masih belum benar semua)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-779381384405191382?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/779381384405191382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=779381384405191382' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/779381384405191382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/779381384405191382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/11/ngga-mungkin-bisnis-anda-bisa-jadi.html' title='Ngga Mungkin Bisnis Anda Bisa Jadi Konglomerat'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2050867810860894934</id><published>2007-10-25T01:20:00.000-07:00</published><updated>2007-11-14T18:58:10.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Masalah SDM di Sektor Formal dan Informal</title><content type='html'>Lebaran telah usai. Mungkin dari kita sudah bersilaturrahmi ke sanak saudara, ke paman, bibi, eyang, sepupu dan banyak saudara lainnya. Salah satu pertanyaan yang sering kita jumpai adalah “ Sekarang kerja dimana ? “. Kalau yang karyawan tentunya mudah menjawabnya. Mungkin dengan bangga kita sendiri menjawab, atau saudara, atau bapak/ibu kita pun ikut bangga menjawabnya ..” oh kerja di Astra ..” atau “oh kerja di Ramayana .. “ atau “oh kerja di Telkomsel, ituloh operator HP Simpati ….” Atau “di Matahari, sekarang sudah Manajer loh ..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara yang kerja di sektor informal …. Mungkin dengan malu-malu ..”Saya usaha dagang baju Pak …” atau “ saya lagi buka usaha ternak ayam “ .. atau .. “ saya lagi nyoba mulai usaha kecil-kecilan, buka toko sepatu di pasar “ … Sambil terima respon yang kadang menjadi guyonan …”wah ..sudah jadi Sodagar yaa” ..atau “ wah, juragan ayam yaa” atau ..”wah ..lagi banyak duit yaa, habis panen sih ..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itulah realitas. Mejalani hidup disektor formal kadang mendapatkan penghargaan yang lebih. Kadang lebih dipandang lebih intelek, bermartabat, keren, dan tentunya kaya karena bergaji jutaan. Yang kerja di sektor ritel pun demikian, banyak anak muda (remaja) yang lebih bangga jika bekerja di ritel modern seperti Carrefour, Matahari, Ramayana dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengusaha di sektor informal, khususnya ritel busana, saya pribadi menyatakan bahwa masalah SDM adalah masalah nomor satu yang harus diperhatikan. Apalagi saya membangun jaringan toko ritel, yang notabene nantinya dikelola mandiri oleh SDM toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian Martels &amp;amp; Pannels, dalam bukunya The Teenage Worker, Retention and Motivation yang terbit pada tahun 2000, menyebutkan 10 Faktor Pendorong Motivasi pekerja remaja di industri ritel adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki kebanggaan pada pekerjaan dan tempat kerjanya&lt;br /&gt;2. Sering mendapatkan perhatian rekan dan atasan&lt;br /&gt;3. Atasan mendengarkan apa yang mereka katakan&lt;br /&gt;4. Memperlakukan mereka dengan hormat&lt;br /&gt;5. Manager/Supervisor mereka memperhatikan sebagai seorang individu&lt;br /&gt;6. Mendapatkan arahan dan tuntutan pekerjaan yang jelas (ada SOP)&lt;br /&gt;7. Mendapatkan umpan balik yang cukup atas pekerjaan&lt;br /&gt;8. Hasil pekerjaannya bisa terlihat jelas&lt;br /&gt;9. Pekerjaannya tidak mebosankan&lt;br /&gt;10. Atasan tidak ada like and dis-like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ke 10 point diatas kita percaya, yang tentunya kita sebagai peritel kecil ini sungguh merana dipandang oleh karyawan-karyawan kita. Mengapa, jawabannya jelas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bisnis kita masih kecil, toko kita kecil, so ..apa yang bisa dibanggakan oleh karyawan kita ?&lt;br /&gt;2. Karyawan kita ngga banyak, so …  mungkin sering kali karyawan kita kurang kawan, dan pekerjaan bisa jadi membosankan&lt;br /&gt;3. Kadang kita lupa menuliskan SOP, standar kerja, yang kadang menjadikan seberapapun kerja keras karyawan kita menjadi tidak terlihat&lt;br /&gt;4. Tidak adanya jenjang karir, dan juga atasan yang kadang pemilik langsung juga kurang perhatian, kurang komunikasi ..&lt;br /&gt;5. Kadang jadwal kerja yang terlalu lama, karena pemilik ingin menekan overhead operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu semua, saya yang sekarang terus mengembangkan jaringan SAQINA tidak pernah berhenti memecahkan masalah SDM. Di Wilayah timur, Jumat dan Sabtu pasca lebaran lalu, saya mengadakan training untuk sosialisasi SOP baru, sekaligus wisata. Semua karyawan antusias atas penerapan sistem manajemen baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di Wilayah barat, pasca lebaran, saya kehilangan 3 orang karyawan yang notabene sudah mengusai produk. Satu ilmu lagi, aalah satu tantangan membuat toko di wilayah industri adalah, lulusan SMP dan SMA sekarang lebih suka kerja di pabrik dari pada di toko. Dan gaji selalu dibandingkan dengan UMR. Ini memaksa saya mencari data UMR se-Indonesia, dan alhamdulillah dapat, dan tentunya mau menghitung ulang sistem penggajian karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua masalah adalah tantangan, dan jika terpecahkan, akan menjadi batu pijakan untuk terus maju kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2050867810860894934?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2050867810860894934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2050867810860894934' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2050867810860894934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2050867810860894934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/10/masalah-sdm-di-sektor-formal-dan.html' title='Masalah SDM di Sektor Formal dan Informal'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-7339833631553576085</id><published>2007-10-23T03:36:00.000-07:00</published><updated>2007-11-14T18:58:22.793-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Mentalitas Yang Terbebani Identitas</title><content type='html'>Ramadhan 1994, saya ikut pesantren kilat jaman mahasiswa. Salah satu topik yang begitu melekat sampai hari ini, adalah paparan tentang “The Real I” yang dibawakan oleh Budi Munawar Rachman (intelektual, bidang filsafat kalau tidak salah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Real I (identitas yang sesungguhnya) digambarkan dalam sebuah lingkaran, yang didalamnya ada huruf RI (identitas riil) dan dikelilingi banyak lingkaran diluarnya yang membentuk suatu orbit, dimana setiap orbit terdapat banyak I (identitas tambahan) yang lain. Intinya adalah, bahwa identitas kita yang sesungguhnya, seringkali dikelilingi, bahkan tertutupi oleh identitas-identitas tambahan lainnya yang melingkupi pada saat itu. Poin-poit itulah yang saya pahami sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba sekarang kita menanyakan kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;Hey… kamu itu siapa sih sesungguhnya ? Kalau saya ditanya seperti itu, saya pasti akan terjebak menjawab sbb:&lt;br /&gt;Oh, “saya Rosihan, saya orang Jawa, saya alumni ITB, saya Konsultan IT, saya bekas Karyawan Astra, saya, saya …, saya …. “ dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua jawaban itu adalah identitas seorang Rosihan sesungguhnya ? saya merasakannya tidak. Jika orang tua saya menamakan Agus juga bisa, jika saya besar di Jawa Barat saya akan jadi orang Sunda, jika saya kuliah di UI maka saya Alumni UI, jika saya ngga kerja di Astra ngga mungkin jadi Karyawan Astra, dan seterusnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua identitas itu adalah identitas tambahan yang melekat pada diri saya, yang terjadi karena suatu kondisi dan pilihan-pilihan. Bukan Identitas yang sesungguhnya (Real I).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas Yang Membebani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, semua identitas tambahan yang pernah melekat, atau saat ini melekat pada kita, seringkali mempengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Kadang mengambil keputusan untuk “Menjadi Seseorang Yang Baru” atau menambah identitas tambahan yang baru, kita menjadi sulit. Kita kadang menjadi terbebani oleh identitas lainnya yang telah melekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang Manager” kadang merasa RISIH untuk memulai menjadi “Seorang Pedagang”. “Seorang Penulis” merasa RISIH menjadi “Seorang Pengusaha”, atau&lt;br /&gt;“Seorang Pengusaha” merasa RISIH menjadi “Seorang Politisi”, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bedah kata “RISIH”, sebenarnya terdiri dari sekumpulan asumsi-asumsi dan pemikiran negatif. Perasaan risih ini terjadi, karena mental kita sudah terbebani oleh identitas yang melekat itu. Kita sedang sibuk membanding-bandingkan antar Identitas. Ini suatu hal yang sangat tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita terus berjuang untuk mengenal siapa diri kita sesungguhnya (Real I), sebenarnya kita tidak perlu merasa terbebani, apalagi terkungkung oleh identitas yang melekat itu. Kita bisa sesuka hati menjadikan kita sebagai: “saya Pengusaha, saya Penulis, saya Pedagang, saya Konsultan” ..dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan salah satu modal mental untuk “Menjadi Apa Aja”, dengan lebih jelas, yakin dan rileks. Kita tidak perlu takut “menjadi yang baru”, dan ini adalah modal dasar kita untuk bergerak terus maju menjadi yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang “Programmer” tidak perlu merasa risih menjadi “Pedagang”. Yang “Pedagang” tidak perlu merasa minder menjadi “Konsultan”. Yang “Konsultan” tidak perlu merasa rugi jadi “Penulis”. Yang “Penulis” tidak perlu merasa takut menjadi “Pengusaha”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah pilihan-pilihan, dan “Menjadi Itu “ adalah tidak kekal. Itu bisa berubah. Itu bisa ada masanya. Yang kekal adalah menjadi saya yang sesungguhnya (Real I).&lt;br /&gt;Adalah picik kalau sebagian besar hidup kita hanya dilekatkan pada Satu Identitas. Adalah picik kalau seorang Rosihan hanya ingin menjadi “Konsultan IT”, karena seorang Rosihan selalu bermimpi akan bebas menjadi apa aja, bisa menjadi “Pedagang, Perancang Mode, Pengusaha, Penulis, Pembicara, Politisi, Pejabat, Konglomerat, Pendakwah, Kyai, atau bahkan Guru Bangsa…..”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-7339833631553576085?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/7339833631553576085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=7339833631553576085' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7339833631553576085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7339833631553576085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/10/mentalitas-yang-terbebani-identitas.html' title='Mentalitas Yang Terbebani Identitas'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3964136757044017653</id><published>2007-08-05T14:12:00.000-07:00</published><updated>2007-09-19T07:09:10.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Menjadi Pengusaha dengan Proses Dialektika Tanpa Henti</title><content type='html'>Salah satu hal yang paling menyebalkan pengusaha, adalah ketika ditanya pertanyaan-pertanyaan semacam ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Bagaimana Anda dulu memulai menjadi pengusaha ?&lt;br /&gt;-         Bagaimana ceritanya usaha Anda bisa menjadi besar seperti ini ?&lt;br /&gt;-         Berapa dan darimana modal awalnya ?&lt;br /&gt;-         Apa cita-cita Anda sesungguhnya ? Apakah sesuai dengan visi dan misi Anda ?&lt;br /&gt;-         Apakah keunggulan Anda ?&lt;br /&gt;-         Apa saja tips-tips sukses Anda untuk bisa menjadi besar seperti saat ini ?&lt;br /&gt;-         Dan seterusnya berderet-2 pertanyaan dengan awalan bagaimana, apakah, berapa, siapa …dst ..dst..dst …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pertanyaan diatas bukannya tidak boleh, boleh-boleh saja. Asal yang menanyakan adalah wartawan, entah itu wartawan majalah bisnis atau kewirausahaan. Karena tujuannya untuk menuliskan sebuah proses, sebuah perjalanan, untuk mudah dibaca secara runtut dan dipahami pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika pertanyaan-pertanyaan itu ditanyakan oleh anak muda yang mau menjadi pengusaha, itu semua adalah pertanyaan yang menyebalkan. Kenapa, karena pengusaha itu tidak mungkin mampu mengingat setiap detil perjalanannya yang penuh dengan proses dialektika tanpa henti. Itu saja !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Jalan Yang Memang Berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, 2 anak muda diberikan tugas untuk menuju ke suatu kota X yang terpencil dan belum banyak data yang bisa menjelaskan keberadaannya. Tapi kota itu bisa dicapai pulang pergi hanya dalam waktu 10 hari. Apa yang berbeda yang dilakukan oleh 2 anak muda itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pintar :&lt;br /&gt;Karena pintar, sibuk mendapatkan data dulu, dimana kota X berada. Seberapa jauh, alat transportasinya apa, berapa biayanya, bagaimana dukungan akomodasi, dll. Intinya, persiapan yang matang untuk sebuah keniscayaan yang belum jelas adanya. Hasilnya apa ? semua data-data tetap ia dapatkan, walau bukan data yang akurat. Dari data itu, dia juga sudah menetapkan asumsi-asumsi, perencanaan plan A, B, dan C. Akhir kata, Si Pintar berangkat dengan keyakinan, bahwa dia berani karena merasa persiapannya matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bonek :&lt;br /&gt;Tidak ada yang dilakukan secara berlebihan, dia melakukan perencanaan sewajarnya. Mengapa ? karena dia yakin atas penjelasan awal, bahwa kota X yang terpencil itu memang belum banyak yang tahu disini. Jadi percuma kalau dia tanya sana-sini ketika belum berangkat. Dia hanya menyiapkan bekal untuk cukup berangkat dan pulang. Akhir kata, Si Bonek berangkat dengan keyakinan, bahwa dia berani karena dia siap menghadapi apapun yang terjadi. Dia siap bertanya sepanjang perjalanan. Dia yakin, semakin dekat dengan kota itu, semakin banyak orang yang akan memberitahu tentang kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi selama perjalanan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pintar :&lt;br /&gt;Dia mulai berangkat, dengan plan A. Ketika pertama kali dia menemukan kondisi yang berbeda dengan rencana dia temukan dijalan, dia sudah gelisah dan kesal, kok tidak sesuai rencana. Mulailah dia masuk ke plan B. Agak tenang meneruskan perjalanan. Tapi kondisi baru yang berbeda terus ditemukan. Semua plan A, B dan C sudah tidak memadai. Dia mulai putus asa. Dia merasa salah persiapan, kurang data, data tidak akurat. Dia semakin yakin, bahwa akan banyak dijumpai kondisi-2 diluar rencana yang harus dia hadapi. Lebih baik pulang balik mempersiapkan lebih baik, daripada meneruskan dengan bekal yang makin menipis. Akhir kata, dia menetapkan untuk pulang balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bonek :&lt;br /&gt;Disetiap penggal perjalanan, Si Bonek selalu bertanya, mulai mengumpulkan data. Baginya, setiap kondisi baru yang ditemukan, adalah bahan pertanyaan. Setiap kondisi baru akan memberikan jawaban. Semakin ketemu banyak kondisi, dia semakin bisa menyimpulkan keberadaan kota yang dicari. Semakin banyak pula petunjuk-petunjuk. Bahkan ketemu dengan orang-2 yang sudi membantunya. Dia semakin yakin, kota yang dicarinya semakin dekat. Akhir kata, dia menemukan kota itu, dimana dia disambut bagaikan keluarga oleh warga kota setempat. Dia mencoba mengingat, semua yang terjadi di perjalanan, sama sekali tidak pernah terlintas dibenaknya. Yang ada dibenaknya hanya dimana dan bagaimana kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bonek dan Kecerdasan Dialektis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses dialektika adalah sebuah permainan antara cita-cita dan rencana versus realitas yang ada didepan mata, saat ini. Setiap kita, yang berpengetahuan, selalu terkena kutukan rencana. Setiap kita yang terus melangkah, selalu berhadapan dengan realitas yang nyata. Apakah rencana dan realitas selalu sejalan ? maunya kita iya, realitasnya tidak. Realitas ternyata mempunyai jalannya sendiri. Realitas kadang tidak mau mengerti atas rencana-rencana kita. Lalu, bagaimana jika rencana vs realitas tak sejalan seperti yang kita harapkan ? disitulah akan selalu hadir pilihan-pilihan. Dan disinilah kegagalan untuk memilih bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Si Bonek, adalah gambaran sebuah ikhtiar tanpa henti. Modal ikhtiar Si Bonek begitu meluap. Begitu siap menghadapi realitas didepannya. Antara tujuan dan rencana perjalanan, versus realitas yang ada didepan mata, dicoba untuk selalu dicarikan jalan keluar. Proses dialektika terus dilakukan untuk selalu mencari jalan keluar, disini kata kebuntuan haram hukumnya digunakan. Bagi Si Bonek, proses dialektis adalah jalan keluar untuk setiap permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bonek adalah gambaran sebuah Kecerdasan Dialektis,  sebuah kecerdasan terintegrasi dalam mensiasati kehidupan. Kecerdasan ini bisa hadir jika kita terus mengasah intelektual kita, emosi jiwa kita dan spiritualitas kita. Mengapa ? karena Proses Dialektika membutuhkan pengetahuan dan pembelajaran atas hal baru tanpa henti, sekaligus secara emosi menerima setiap realitas yang tak sejalan dengan jiwa besar, dan memasrahkan hasilnya kepada Sandaran Spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, keseluruhan hidup yang saya alami saat ini tidak pernah terlepas dari proses dialektis. Saya selalu mengingatkan diri untuk selalu dan terus …&lt;br /&gt;- menjadi manusia pembelajar, tanpa henti&lt;br /&gt;- menjadi manusia ikhlash, menghadapi apapun realitas yang ada&lt;br /&gt;- menjadi manusia penuh ikhtiar, belajar bermain dengan pilihan-pilihan&lt;br /&gt;- menjadi manusia yang pasrah atas hasil yang ditetapkanNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3964136757044017653?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3964136757044017653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3964136757044017653' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3964136757044017653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3964136757044017653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/08/menjadi-pengusaha-dengan-proses.html' title='Menjadi Pengusaha dengan Proses Dialektika Tanpa Henti'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2723764214264594840</id><published>2007-08-05T13:01:00.000-07:00</published><updated>2007-09-19T07:07:19.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SI BEDUL'/><title type='text'>Si Bedul dan Janda Kembang</title><content type='html'>Janda Kembang (JK) itu untuk kesekian kalinya membuat sang pemuda patah hati. “Kurang apa aku ini, ganteng, keren, kerja di perusahaan besar, jabatan ok, gaji pun ok, lah kok ujung-ujungnya masih ditolak sama dia “ guman sang pemuda tampan yang sedang terluka hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana menjadi lara, tapi si Janda Kembang tetaplah kembang, yang terus mencari pasangan hati, pautan jiwa, dan sandaran hidup masa depan anak semata wayangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul yang tetangga, makin terheran-heran. Minggu pagi yang indah dia coba lampiaskan rasa penasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “Mbak, kenapa sih ngga ketemu-ketemu jodoh lagi ? Temen deket yang kemarin itu kurang apa ? masak masih ngga cocok juga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si JK: “ Ngga ada yang kurang Dul, cuman ada yang ngga sinkron aja Dul …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul: “ Loh ..ngga sinkron dimananya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si JK: “ Gini Dul, waktu aku tanya dia, dia itu kenapa sih kok suka, bahkan bilang cinta sama saya. Dia jawab aku itu sempurna, aku cantik, aku bugar dan tampak segar, aku pandai merawat raga, aku smart, diajak ngomong apa aja nyambung, penampilanku selalu indah dipandang, dan aku punya cita-2 yang tinggi untuk anakku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul: “Lah khan memang mbak seperti itu, trus dimananya yang ngga sinkron?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si JK: “Aku tanya ke dia, apa calon istri idamanmu harus seperti aku ? Dia jawab 1000% iya … harus seperti itu, sebagai suami sejati, dia mendambakan istri yang sempurna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si JK (sambil senyum terpendam) “ Gini Dul, aku sudah coba jalan sama Dia, coba mengerti siapa Dia. Ya …juga coba agak matre si Dul, berhitung-hitung dikit. Ternyata Dia itu pemuda dengan harapan selangit. Dia pengin punya istri yang komplit luar dalam. Banyak soal yang ada padaku ini dibahas Dul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal otak-ku ini, dia pengin istrinya ber-otak Smart, bisa ngimbangin semua yang diomongin .. mulai dari urusan kerjaan, training, seminar, buku, film, koran, majalah, politik …, belum lagi soal anak, pola pendidikan dan urusan sekolah. Lah ini khan bikin aku jadi harus juga baca, nonton, dengerin berita dan radio, ngerti soal pekerjaannya, dan paham betul soal pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus soal raga ini Dul, dia pengin istrinya selalu tampak bugar, segar dan sehat. Maunya setiap hari seperti itu. Klo gitu, ya aku perlu fitness 2x seminggu, nyalon dan spa 2x sebulan, dan perawatan kulit sekali sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus soal penampilan, dia maunya istrinya ngga bikin malu soal penampilan. Lah ini kan bikin aku harus punya salon dan butik langganan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi soal anak Dul .. , walaupun dia kuliah cuman S1, dia itu punya cita-cita anaknya Doktor, dan go global. Klo gitu, ya sejak awal harus kusiapkan untuk tujuan itu. Anaknya ya harus sekolah internasional, biar dari kecil bahasa inggris-nya cas cis cus, bacaannya ngga perlu lagi buku terjemahaan, TV-nya ya Discovery Channel, National Geographic, bukan TV lokal yang sinetron melulu..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus soal rumah, Dia maunya tinggal di apartemen, dipusat kota. Supaya Dia bisa ngurusin kerjaanya dengan lancar, produktivitasnya tinggi … ngga capek-2 dijalan. Gampang ketemu temen dan pelanggan. Klo capek tinggal cari cafe, atau pijat refleksi. Bisa fitness 2x seminggu, bisa renang sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si JK (terdiam sejenak, menghela nafas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya Dul, semua yang Dia inginkan itu  1000% ngga sinkron dengan statusnya saat ini. Dia itu karyawan, yang gajinya saat ini baru 7 digit, walau katanya 5-10 atau bahkan 20 tahun lagi baru mencapai 8 digit. Lah ini khan masih jauh dari gaya hidup impian Dia, yang sejatinya juga gaya hidup impianku. Belum kepotong inflansi 10% pertahun, juga gejolak harga minyak dunia dan gonjang ganjing rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari gini Dul, penghasilan 7 digit hanya cukup nyaman buat nyicil rumah, mobil dan belanja harian, itu pun yang pas-pasan. Jadi ngga mungkin cukup buat impian yang selangit gitu. Klo aku dibilang cewek matre ya ngga papa Dul, wong memang itu kenyataan diluar sana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul: (yang karyawan) “Busyeeeetttt, itu khan gue bangeeettt !!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si JK : “ Udah ah Dul, jangan tersinggung. Aku tungguin kamu aja deh, tapi klo udah jadi pengusaha kaya yaa” (sambil mesam-mesem dan pergi melambai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul: “Aduuuuuuuhhhhh, kenapa siihh aku ngga berani jadi pengusaha ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2723764214264594840?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2723764214264594840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2723764214264594840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2723764214264594840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2723764214264594840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/08/si-bedul-dan-janda-kembang.html' title='Si Bedul dan Janda Kembang'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1600681538732473273</id><published>2007-07-12T08:12:00.000-07:00</published><updated>2007-09-19T07:07:19.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SI BEDUL'/><title type='text'>Si Bedul Kena Kutukan Pengetahuan</title><content type='html'>Si Bedul untuk kesekian kalinya sowan ke Gus Pur. Kali ini agak larut malam, maklum, Si Bedul masih orang kantoran, hanya punya waktu dikala matahari sudah terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “ assalamu’alaikum Gus, malam gini ngopinya enak sekali Gus “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur: “ Iyo, enak tenan. Tapi yang bikin enak bukan kopi-nya Dul, tapi hidupku ini yang enak. Jadi kyai, tinggal duduk, makan dan setiap hari ngobrol sama orang-2 yang sowan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul: “Kok banyak orang sowan ke kyai ya Gus ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “ Lha iya …wong mereka itu orang-2 yang kena kutukan kayak sampeyan ini “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : (geregetan) “ Kena kutukan gimana Gus, saya kalau kesini khan selalu tanya urusan rencana bisnis yang mau saya bikin ini Gus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “Lha iya, itu kena kutukan namanya. Kamu khan orang cerdas, titelmu sudah kepanjangan, kerjamu sudah tahunan, kurang opo kamu ? kamu sendiri yang bilang, kalau mau bikin usaha, kamu mulainya dengan bikin perencanaan yang top, ada Plan A sampek Z. Pokoknya detil. Tidak ada yang terlewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : (terkekeh-kekeh …) dan karena kepintaranmu itulah yang membuat kamu 100% kena Kutukan Pengetahuan. Kamu itu dikutuk sama hasil akal-mu sendiri, padahal kamu sudah sangat siap dengan segudang rencana. Ternyata kamu makin banyak rencana, kamu merasa makin cemas. Karena dengan akalmu itu, kamu merasa makin tahu masa depanmu. Padahal akal-mu melihat masalah keberhasilan dan kegagalan itu tidak ada bedanya. Kamu sendiri malah menyiapkan Skenario Berhasil dan Skenario Gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tau Dul, setiap hari aku ini terima tamu yang sowan, ada banyak tamu yang kena Kutukan kayak kamu ini. Mereka itu masih ngga yakin sama bisnis yang mau dibikinnya itu. Mereka masih pengin dengar wejangan-ku, nasihatku, “penerawangan”-ku, kira-2 kedepannya bisnisnya itu gimana .. Apa ngga edan, wong saya bukan orang bisnis kok ditanya masa depan bisnis. Mereka itu makin banyak rencana, makin banyak tahu, ternyata makin kena Kutukan Pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kamu sowan ke kyai mana saja. Kalo kamu minta wejangan karena mau bisnis, pasti jawabannya sama. Kalo mau bisnis, kamu harus ingat, bahwa rejeki itu sudah dijatah sama Gusti Alloh. Bisnismu mau sukses besar atau ngga, itu sudah kehendakNya Gusti Alloh. Kalau Gusti Alloh berkehendak sukses, itu berarti kamu diberi banyak titipan sama Gusti Alloh. Titipan zakat, titipan menyantuni anak yatim dan orang miskin, dan banyak titipan rahmatanlilalamin lainnya. Untuk semua titipan itu, kamu harus ikhlas untuk selalu berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasimu jangan uang dan kekayaan, tetapi untuk keberkahan hidupmu, keluargamu dan masyarakatmu. Jangan lupa sujud syukur setiap hari, dan terus ber-ikhtiar sekuat tenaga dan pikiranmu untuk membesarkan bisnismu setiap hari. Banyak-banyak silaturrahmi, jalani bisnismu sebagai ibadahmu. Kalau itu semua kamu lakukan, masa depan bisnismu pasti sukses, Gusti Alloh selalu memberikan keberuntungan kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha anehnya Dul, setelah aku kasih wejangan seperti itu, dan amalan untuk berdoa dan bersyukur, mereka merasa bebas dari keraguan, ketakutan. Mereka lebih bersemangat menjalani rencana bisnisnya, ikhlash menjalani prosesnya dan mem-pasrah-kan hasilnya 100% kepada Yang Maha Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, mereka sudah bebas dari Kutukan Pengetahuan. Mereka sudah tidak mengandalkan 100% pada akal-nya yang terbatas itu, tetapi 100% kepada Yang Menciptakan Akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul: “Wah, harus seperti itu ya Gus ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “ Iya Dul, jangan kebanyakan rencana-rencana lagi, tinggal jalan aja kok repot!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1600681538732473273?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1600681538732473273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1600681538732473273' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1600681538732473273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1600681538732473273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/07/si-bedul-kena-kutukan-pengetahuan.html' title='Si Bedul Kena Kutukan Pengetahuan'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2489566587904914162</id><published>2007-05-24T04:29:00.000-07:00</published><updated>2007-09-19T07:09:10.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI PENGUSAHA'/><title type='text'>Gaya Hidup UMR</title><content type='html'>Menjadi TDA, buka usaha sendiri, lalu alhamdulillah dikasih sukses, seringkali menuai anggapan orang bahwa sang pengusaha itu otomatis banyak uang. Memang betul banyak uang. Pengusaha itu sudah terbiasa dengan uang yang lalu lalang. Masuk bagaikan airbah, keluar bagaikan dam jebol. Banyak uang masuk dan sekaligus banyak uang keluar. Lah lalu dimana nikmatnya ? Bebas finansialnya dimana ? kaya-nya disebelah mana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pekerja yang bergaji “pas-pasan”, lalu buka usaha sendiri, sukses, dapet uang beberapa kali lipat dari gajinya, banyak yang merasakan sebagai bebas finansial. Ya betul 100%, sang pengusaha akan bebas mau beli apa aja, mulai dari baju, makan, mobil, rumah, dll. Ada yang salah ? oh tidak, lah wong itu duit-2nya sendiri. Sah-sah saja. Selama hasil usahanya bisa mencukupi semua pengeluarannya. Nah inilah nikmatnya jadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah kok bisa dibilang kaya ? Emang orang kaya harus punya banyak uang ? Tidak mutlak seperti itu. Coba tanya tetangga, orang kaya itu jawabnya pasti yang rumahnya bagus, mobil mentereng, baju keren, dan hobi mejeng di kafe beken. Definisi kaya itu bagi banyak orang adalah yang tampak dimiliki, bukan yang disimpan. Apalagi dalam bentuk investasi yang berbuah passive income.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kalau pengin jadi TDA, dan buka usaha sendiri dengan cita-2 kaya seperti itu, boleh-boleh saja. Itukan uang anda sendiri, dan saya yakin mencapainya juga ngga mudah. Tapi kalau Anda seperti itu, saya mengatakannya “Anda Berbisnis untuk Membiayai Gaya Hidup Anda !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-2nya adalah gaya hidup. Gaya hidup sering tumbuh seiring keberhasilan anda. Jaman bergaji 1 juta, anda bisa bergaya hidup 1 juta. Setelah jadi TDA, usaha sendiri, dengan hasil usaha 20 juta, ternyata gaya hidup anda tidak terasa menjadi 20 juta juga. Sampai kadang-2 bingung, kok bisa ya ada orang bisa hidup dengan 1 juta sebulan. Padahal itu sudah pernah anda lewati. Saya mengatakannya Anda tetap orang sukses, ya, sukses untuk bisa membiayai gaya hidup anda sebanyak uang yang anda punya. Dan anda sedang membangun tangga, yang jika suatu saat tangga itu patah, anda akan jatuh dengan lebih menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang paling banyak saya dengar, baik karyawan atau pengusaha, baik yang pegang uang sebulan 1 juta, 5 juta, 20 juta, atau 50 juta, keluhannya sama. Uang yang mereka pegang masih kurang .. kurang dan kurang … Lah gimana mengatasinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubah mindset anda, tetapkan Plafon Gaya Hidup Anda, sekarang juga. Plafon adalah batas atas, dan gaya hidup memang harus dibatasi. Seberapapun anda pegang banyak uang, tetap anda harus tetapkan plafon itu. Kalau bisa, tetapkan plafon gaya hidup anda, senilai UMR dikota anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMR dihitung oleh para ahli, dan mereka yakin orang dengan gaji UMR pasti masih dapat hidup, untuk semua jenis pengeluarannya. So, kita pasti juga bisa dong hidup dengan pengeluaran sejumlah UMR setiap bulannya ? khan orang lain bisa …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda semua pasti ngamuk … ngawur aja kamu, pulsa HP-ku saja senilai UMR ! belum bajuku, makan, nonton, beli buku, ngafe, dll. Yang nempel dibadanku setiap hari saja sudah senilai 3xUMR, belum makan, ketemu temen-2 dll, itu sudah 1 UMR. Belum lagi pengeluaran keluarga, anak-2. Ya ngga mungkinlah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itulah jawaban kenapa menjadi TDA, usaha sendiri, memang ngga betul-2 menjamin anda punya banyak uang. Tapi hanya menjamin meningkatnya Gaya Hidup Anda …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya mimpi itu, tapi susah sekali meraihnya, sepertinya mustahil. Karena ini adalah bentuk pencapaian yang terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, Gaya Hidup UMR adalah cermin kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2489566587904914162?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2489566587904914162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2489566587904914162' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2489566587904914162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2489566587904914162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/05/gaya-hidup-umr.html' title='Gaya Hidup UMR'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-351001278545240367</id><published>2007-05-05T03:44:00.000-07:00</published><updated>2007-09-19T07:11:56.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;TARGET UTANG 1 MILIAR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda akan bilang ini target edan, masak target kok utang. Tapi saya orang yang menyesal mengapa baru berani utang sekarang-2 ini. Utang bukanlah sesuatu yang mudah didapatkan, baik dari teman apalagi utang formal dari Bank. Kalau utang ke teman, kita harus bisa dipercaya 1000%, dan kalau ke Bank, kita harus punya usaha yang terkelola dan tumbuh dengan baik. Tapi hindari gadai dan renternir yaa, apalagi ngemplang!. Juga hindari utang konsumtif, seperti beli rumah untuk ditempati atau beli mobil untuk bergaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita masih karyawan, kita paling bisa mendapatkan utang dari Bank dengan cicilan maksimal 1/3 dari gaji. Misal dengan mendapatkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang lebih mudah didapatkan oleh karyawan daripada pengusaha. Kecuali perusahaan kita baik, mau ngutangin, walau dengan berbagai macam ikatan. Cara termudah bisa dari Kartu Kredit, tapi ini uang mahal. Cara yang lebih bisa diharapkan adalah pinjaman formal melalui Bank, yang kemudian kita kelola untuk terus bisa meningkat pinjamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bisa dipercaya Bank diberi utang untuk usaha sebesar 1 M, itu berarti dari kacamata Bank, agunan dan jaminan usaha kita juga dipercaya mampu membayar cicilan, ini berarti bisnis kita cashflow-nya baik dan tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya buku saku “Cara Jitu Mendapatkan Kredit Bank – Panduan untuk UKM” karangan Agoeng Widyatmoko terbitan Media Kita 2005. Saya belajar teorinya dari situ, walau secara praktek harus kita modifikasi. Mungkin Anda bisa baca buku ini untuk mendapatkan pengetahuan awal tentang kredit Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip awal berhutang ke bank, kita harus punya Agunan dan Jaminan Usaha. Agunan biasanya rumah/toko. Jaminan Usaha adalah bisnis kita, bisa produksi, toko grosir atau toko eceran. Agunan kadang hanya menjadi syarat formal saja, tetapi Jaminan Usaha yang menggambarkan Cash Flow bisnis kita itulah yang utama. Bank akan lebih melihat Jaminan Usaha, disamping Agunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya kurang kompeten untuk menjelaskan soal utang-mengutang ini. Saya mengundang Pak Yoyok (adik Pak Hadi) yang mantan Banker untuk bisa menjelaskan trik-trik mendapatkan kepercayaan Bank, dari kacamata orang Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin sharing target saya menuju utang 1 M di akhir tahun 2007, melalui bisnis ritel sejak 2004. Ini sharing loh yaa, bukan nyombong, bangga atau ingin dibilang hebat. Karena saya ingin teman2 punya keberanian yang sama nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya punya pengalaman praktisnya saja, dan ini salah satu Winning saya. Singkatnya sbb:&lt;br /&gt;- Maret 2002 : pertama kali menjadi TDA, tidak punya utang Bank, modal usaha dari gaji terkahir + tunjangan uang obat 1 tahun. Asik khan, Anda pasti punya yang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Januari 2004 : masih tidak punya utang Bank, tetapi sudah punya mimpi.&lt;br /&gt;- Juli 2004 : utang Bank 120 juta (pertama kali)&lt;br /&gt;- Juli 2006 : total utang Bank 300 juta&lt;br /&gt;- Januari 2007 : total utang Bank 400 juta&lt;br /&gt;- Mei 2007 nanti : total utang Bank 750 juta (lagi proses)&lt;br /&gt;- Des 2007 (target) : total utang Bank 1 M (kalau bisa sebelum lebaran 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah kok bisa ? agunan dan jaminan usahanya apa ? prosesnya gimana ? nanti bayar cicilannya pakai apa ? Nah itulah rahasia dan kehendak-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang agak “menyebalkan” adalah adanya BI Checking, dimana data kita sebagai peminjam sudah masuk ke Bank Indonesia (BI). Katanya semua data utang perorangan dari bank manapun sudah masuk ke BI. Jadi kredibilitas kita juga bisa diketahui oleh bank sebelum kita mendapatkan pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan sharing caranya dulu. Kali ini hanya ingin menanyakan kepada Anda semua ? Anda sudah punya target utang ? berapa ? tahun berapa dicapai ?&lt;br /&gt;Kalau Anda tidak punya target utang …jangan pernah mengeluh soal modal pengembangan usaha loh …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang bener BUKA USAHA DULU atau UTANG DULU sih ? he..he..he … saya sendiri juga agak takut kasih tahu Anda semua. Saya rasa Anda yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;www.neslink.com/ritel&lt;br /&gt;Ridla Jaya &amp;amp; Saqina Distro Muslim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-351001278545240367?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/351001278545240367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=351001278545240367' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/351001278545240367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/351001278545240367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/05/target-utang-usaha-1-miliar-mungkin.html' title=''/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2031775597761861831</id><published>2007-05-05T03:42:00.001-07:00</published><updated>2007-09-19T07:12:34.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALL ABOUT TDA'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;Founder TDA Yang Terhormat,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih juga membaca email Bapak soal Member TDA yang Sedang Prihatin. Tapi itulah kenyataan menjadi TDA, kadang bisa diatas dan dibawah, roda berputar. Itu sebuah fenomena yang diluar kontrol kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin saat ini Founder telah “MELEDAK” (alias kuwalahan) karena sebagian besar Member TDA akan sering bertanya, konsultasi, berbagi info sukses, tapi juga keluhan “kegagalan”. Mungkin Pak Roni suatu saat akan bosan dan capek melayani hal itu. Tapi itu sebuah konsekuensi menjadi Lokomotif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 900 member, 5%-nya adalah 45 member yang sedang mengalami “kegagalan” menjadi TDA yang berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi TDA yang sesungguhnya memang tidak bisa serta merta lahir dari “provokasi” milis dan blog. Menjadi TDA perlu proses pembelajaran yang riil, sekolah, konsultasi, coaching intensif, kursus, interaksi, silaturahmi komunitas, pembinaan, menjadi binaan dan adanya Jaring Pengaman Sosial TDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut usul saya : Saatnya membangun TDA RESOURCE CENTER (TDA RC), yang terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TDA Institute : mohon bisa didirikan untuk memberi bekal pengetahuan formal Business in General (manajemen, marketing, keuangan, bank, pajak, dll). Ini harus dalam bentuk Short Course terstruktur, dalam kelas, dengan dosen tamu yang kompeten. Siapa tahu "kegagalan" temen-2 karena melupakan hal ini. Tapi jangan seperti EU-nya Purdi Chandra, yang isinya hanya “provokasi” saja untuk keluar dari perusahaan, tapi tidak ada proses lanjutannya dalam bentuk komunitas yang “guyub”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TDA Business Consulting &amp; Coaching : sebagai sandaran konsultasi, media pembinaan bagi para TDA yang memulai bisnis, pasca lulus dari TDA Institute. Pembinaannya bisa one to one, one to many, tandem, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TDA Financing : sebagai alternatif pendanaan dari komunitas, dimana sumber pendanaan bisa dari pihak ketiga. Ini yang agak susah. Sumber dana bisa dari Pengelolaan Zakat Produktif. Sumber dana bisa dari ZAKAT 20% Gross Profit anjuran Pak Faiz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPS TDA : ini bisa jadi penyangga sosial bagi “kegagalan” member TDA memulai usaha. Sumber dana bisa dari ZAKAT 20% Gross Profit anjuran Pak Faiz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dll, mohon teman-2 bisa menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Member, saya salut kepada para Founder TDA, Bapak/Ibu semua begitu mulia menjadi Lokomotif TDA. Tapi jika TDA semakin besar, saatnya membangun Sistem TDA, agar tidak lagi tergantung pada person-2 founder TDA, tapi kepada sistem. Tapi jika sudah menjadi sistem, semoga tidak mem-birokrat, tetap fleksibel, open.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya belanja selimut ke rumah Pak Hadi, saya sempat menunggu 15 menit Pak Hadi terima telepon temen TDA untuk konsultasi. Pak Hadi juga cerita, temen-2 TDA sering konsultasi banyak hal tentang bisnis. Saya membayangkan Pak Hadi akan kedatangan 1000 tamu sebulan setiap malam. Maka "meledaklah" Pak Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He…he…he..serius amat yaa …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;www.neslink.com/ritel&lt;br /&gt;Ridla Jaya &amp;amp; Saqina Distro Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2031775597761861831?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2031775597761861831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2031775597761861831' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2031775597761861831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2031775597761861831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/05/founder-tda-yang-terhormat-sedih-juga.html' title=''/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-313199381783480322</id><published>2007-05-05T03:36:00.000-07:00</published><updated>2007-09-19T07:07:19.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SI BEDUL'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;Kamu Tidak Akan Pernah menjadi TDA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu si Bedul makin gelisah, bombardir email dimilis TDA dan blog-blog-nya member TDA makin membuat dia bingung. “aku mau TDB terus atau pindah TDA yaa ??”. Dia bingung mau nanya kemana … klo nanya ke TDA, jawabnya pasti provokasi terus. “Lah tanya siapa yaa ?? oh iya, aku tanya Gus Pur aja, aku pengin nasihat yang lebih arif ”. Gus Pur adalah kyai edan yang dikenal baik sama si Bedul pas iseng ikut pengajian tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : assalamua’alaikum Gus … &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : salam, ada apa Dul, pagi-2 kok modar amat muka-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : gini Gus.. saya ini lagi bingung beneran, pengin keluar kerja dari perusahaan, pengin jadi pengusaha, tapi masih takut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : kamu itu memang edan, nyepelekan Gusti Alloh. Kamu pikir kalau kamu keluar kerja, Gusti Alloh ngga ngurusin kamu apa ?? Ini pertanyaanmu yang ke-7 kali Dul … aku sebenarnya sudah bosen kamu tanya ini terus ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gus Pur langsung nyerocos sambil muncrat-muncrat ludahnya. Si Bedul ngga nyangka langsung di semprot)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : coba kamu pikirkan ke-7 kali Dul !. Kamu sekarang ini kerja ikut perusahaan. Kamu digaji pas-pasan tiap akhir bulan. Kamu dikasih tunjangan ini itu. Itu supaya kamu bisa melakukan semua kewajiban yang diwajibkan ke kamu sebagai karyawan oleh perusahaan. Kamu biar konsentrasi ngurusi kerjaanmu, dan ngga pernah ngurusin gajimu. Soalnya kamu sudah tenang, sudah yakin, kalau perusahaanmu pasti mengurusimu ! menggajimu ! ngasih makan kamu ! njamin biaya kesehatanmu! Ngreditin mobilmu ! ngasih pinjaman uang muka rumahmu ! kurang apa lagi ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : iya ..iya Gus, saya memang menikmati itu … (sambil nunduk malu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gus Pur nyerocos terus) “Jadi, sebenarnya apa bedanya dengan jadi karyawannya Gusti Alloh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : loh maksudnya Gus ? karyawannya Gusti Alloh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : lah iya, Gusti Alloh itu yang punya PT Mestakung ! Siapa bosnya ? ya Gusti Alloh langsung ! Kalau kamu jadi karyawannya Gusti Alloh, GAJI kamu UNLIMITED ! TAK TERBATAS! suka-suka Gusti Alloh. Kamu akan dikasih tunjangan rejeki ini itu, dan kamu laksanakan aja semua kewajiban yang diwajibkan oleh Gusti Alloh ke kamu. Kamu konsentrasi saja ngurusi kerjaanmu, dan ngga usah ngurusin rejekimu. Soalnya kamu sudah tenang, sudah yakin, kalau Gusti Alloh pasti mengurusimu ! menggajimu ! ngasih makan kamu ! njamin kesehatanmu! njamin mobilmu ! njamin rumahmu !. Dan semua pemberian itu UNLIMITED ! TAK TERBATAS ! ngga kayak kamu sekarang ini, perusahaanmu itu serba Limited, serba Terbatas. Jadi kamu sendiri toh yang membatasi semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : lah pekerjaan utamaku apa Gus ? (si Bedul nyela)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : Cuman kewajiban pekerjaan utamamu beda, yaitu menyebarkan rahmatanlilamin ! Jadi khalifatulloh dimuka bumi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gus Pur nyeruput kopinya sebentar .., diam sejenak. Si Bedul agak tenang sedikit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : iya.. iya Gus ..sekarang saya harus ngapain Gus ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : lha sekarang kamu mau buka usaha apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : buka toko busana muslim Gus …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : tujuanmu apa buka toko itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : (sambil sok yakin) ya untuk usaha Gus, cari uang. Saya khan penginnya jadi pengusaha yang bebas finansial Gus. Klo saya punya toko, khan nantinya dapat untung. Yang kerja juga karyawan saya Gus, jadi saya akan terima Passive Income Gus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : bebas finansial gundulmu, passive income mbahmu !!! (sambil ludahnya muncrat ke mukaku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : kamu kok masih bego amat seh ! bebas finansial itu urusan Gusti Alloh ! bukan urusanmu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : lah terus tujuannya apa Gus !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : klo kamu buka toko busana muslim, tujuanmu ya pelayanan umat ! ngasih umat barang bagus dan murah ! mbuka lapangan kerja!. Jadi karyawannya Gusti Alloh untuk urusan pelayanan umat, mbuka lapangan kerja dan mbagi rejeki ke supliermu dan karyawanmu ! sedangkan hasilmu, rejeki atau gajimu itu urusan Gusti Alloh ! Bukan urusanmu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : lah buat apa dong Gus aku belajar ke Brad Sugars, Kottler dll lain-2 itu kalo tujuannya bukan bebas finansial ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : loh, kok ngambeg. Emang si Brad sama Kottler itu bisa njamin kamu 100% bebas finansial ? yang bisa njamin cuman Gusti Alloh Dul. Kamu belajar ilmu mereka itu hanya untuk modal ikhtiar ! supaya manajemen tokomu lancar. Kalau kamu makin pinter ngelola toko, tokomu bisa makin besar dan banyak! kamu bisa melayani umat lebih banyak, karyawanmu banyak. Kamu pintar mengelola bisnis itu harus, itu kewajiban. Itu modal professionalmu supaya kamu tidak dipecat dari status karyawannya Gusti Alloh. Lah kalau kamu goblok, ngelola bisnis saja nggak becus, mana bisa kamu melaksanakan tugas utamamu, menyebarkan rahmatanlilalamin … ?? Tapi ingat, segala kesuksesan bisnismu itu bukan karena kepintaranmu atau karena si Brad &amp;amp; Kottler itu ! tapi itu semua kehendaknya Gusti Alloh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : wis … sekarang kamu berkarir aja di PT Mestakung, jadilah karyawannya Gusti Alloh sebaik-baiknya. Lakukan semua perintah dan larangan bosmu itu ! Jadilah karyawan pilihan Gusti Alloh. Kalau kamu pusing, tanya Gusti Alloh langsung. Kalau kamu bahagia, terima kasihlah ke Gusti Alloh langsung ! Sudah, dari tadi mikir gitu aja kok repot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : wah … edan bener Gus ..assalamu’alaikum Gus …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Si Bedul makin tenang dan yakin, bahwa dia tidak akan benar-2 keluar dari perusahaan, tapi cuman pindah kerja aja! Busyet ..gampang bener ….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;Disarikan dari pemahaman atas pengajian kitab tasawuf klasik Al Hikam karya Ibn Ataillah as-Sakandari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-313199381783480322?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/313199381783480322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=313199381783480322' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/313199381783480322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/313199381783480322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/05/kamu-tidak-akan-pernah-menjadi-tda-pagi.html' title=''/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3352571776288816876</id><published>2007-05-05T03:29:00.000-07:00</published><updated>2007-09-19T07:11:56.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;Buku Brad Sugars dan Manajemen Ritel&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu lalu membeli buku "Jalur Cepat Menuju Kaya" karya Brad Sugars di Gramedia, saya terus berusaha mendapatkan poin2 pentingnya, khususnya pada bab yang membahas 5 Tingkatan Wirausahawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membaca berulang-ulang bagian Tingkat 1 - Pekerja Mandiri dan Tingkat 2 - Manajer. Sepenuhnya saya menyadari, menjadi TDA sejak 2002 di bisnis Teknologi Informasi, ternyata hanya menempatkan saya berputar-putar pada Tingkatan 1 dan 2 saja. Saya telah bekerja keras dan tidak maju-maju. Thanks for Brad Sugars, saya mendapatkan pencerahan sekali dengan buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari Tingkat 1 adalah periode penting untuk memulai, bekerja keras, dan belajar banyak hal. Intinya adalah pendidikan bisnis, sekaligus menikmati kelebihan sedikit finansial dari masa menjadi Karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari Tingkatan 2 adalah membangun fondasi bagi bisnis untuk dapat tumbuh terus dimasa depan. Harus mulai belajar sistem, bagaimana mengembangkannya, menangani pertumbuhan, mendelegasikan pekerjaan, dan mengembangkan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bisnis IT saya, saya telah bekerja keras dan tidak maju-maju. Saya tidak mempelajari apa yang seharusnya saya pelajari di Tingkat 1 dan Tingkat 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Member TDA yang baru memulai usaha, Anda wajib baca buku ini, supaya Anda tahu betul tahapan yang akan Anda lalui, dari mulai karyawan hingga Wirausahawan. Dan Anda bisa tentukan kapan Anda berpindah dari tingkat ke tingkat, tanpa perlu terjebak seperti saya, 5 tahun hanya berkutat di Tingkat 1 dan Tingkat 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau terjebak seperti itu lagi di bisnis Ritel yang sedang saya besarkan sekarang. Saya harus mengembangkan bisnis ritel saya dengan baik dan benar. Saya harus belajar, kalo perlu kuliah bisnis ritel. Sebenarnya ada Hari Darmawan Business Ritail Institute, tapi setelah saya kontak tidak mendapatkan respon yang pasti. Sempat bingung juga …dimana yaa sekolah yang serius untuk bisa berdagang dengan cara modern ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tuntas baca buku Bard Sugars, saya segera balik ke Gramedia, yang saya cari, buku soal mengelola toko/bisnis ritel dan juga membangun sistem. Alhamdulillah, saya menemukan buku text book kuliah “Manajemen Ritel – Strategi dan Implementasi Ritel Modern”, catakan 2006 karangan Christina Whidya Utami, doktor dan dosen kuliah Manajemen Ritel. Luar biasa, buku ini dilahirkan dari kolaborasi peneliti, praktisi dari Matahari dan Makro. Tapi jangan dibayangkan ini buku saku, ini buku kuliahan, padat sekali, sebanyak 300 halaman dengan harga Rp.59.900. Jadi siap-2lah menjadi pelajar/mahasiswa lagi. Saya tidak tahu, apakah mahasiswa yang kuliah Manajemen juga mendapatkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas daftar isi buku :&lt;br /&gt;Bab 1 : Ruang Lingkup Bisnis Ritel&lt;br /&gt;Bab 2 : Perilaku Belanja Pelanggan dalam Bisnis Ritel&lt;br /&gt;Bab 3 : Strategi Pemasaran Ritel&lt;br /&gt;Bab 4 : SDM dalam Ritel&lt;br /&gt;Bab 5 : Aspek Keuangan Ritel&lt;br /&gt;Bab 6 : Pemilihan Lokasi Ritel dalam Area Perdagangan&lt;br /&gt;Bab 7 : Sistem Informasi Manajemen Rantai Pasokan&lt;br /&gt;Bab 8 : Manajemen Hubungan Pelanggan dalam Ritel&lt;br /&gt;Bab 9 : Perencanaan dan Pengelolaan Keanekaragaman Barang&lt;br /&gt;Bab 10 : Sistem pembelian Barang Dagangan&lt;br /&gt;Bab 11 : Strategi Penetapan Harga&lt;br /&gt;Bab 12 : Bauran Komunikasi Ritel&lt;br /&gt;Bab 13 : Desain Tata Ruang Toko dan Visualisasi Barang Dagangan&lt;br /&gt;Bab 14 : Kualitas Layanan dalam Bisnis Ritel&lt;br /&gt;Bab 15 : Sistem Antrean dan Penanganan Keluhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk semua member TDA yang ingin/sudah masuk ke bisnis ritel, saya rekomendasikan membeli dan membaca buku ini. Jika anda punya kios, toko, distro, yang menjual eceran, anda akan mendapatkan banyak pengetahuan teknis disini. Karena kita akan belajar cara pengelolaan Ritel Modern (seperti Matahari, Ramayana, Makro, Alfa, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon doa restu atas dibukanya distro kami, SAQINA Distro Muslim di Mojokerto – Jatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3352571776288816876?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3352571776288816876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3352571776288816876' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3352571776288816876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3352571776288816876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2007/05/buku-brad-sugars-dan-manajemen-ritel.html' title=''/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
