Re-launching SAQINA.COM

Re-launching SAQINA.COM
Bisnis online sering dibayangkan mudah. Namun kami ingin mengelolanya sebaik toko-toko offline kami.

Wednesday, October 22, 2008

Pedagang Wajib Bertahan

Saya terharu ketika membaca liputan Wapres Yusuf Kalla ketika berbicara di pertemuan Saudagar Minang. Beliau mengajak para saudagar agar tetap bersemangat dan berani berusaha. Beliau juga meminta agar para Saudagar Minang dan Saudagar Nusantara tidak hilang harapan sehingga tidak berbuat apapun menghadapi krisis keuangan global yang melanda saat ini.

Para saudagar diminta agar berusaha mengatasi dampak krisis tersebut hingga efek terasa seminim mungkin. Para saudagar juga diminta memanfaatkan situasi krisis saat ini dengan melakukan upaya dengan memberdayakan ekonomi dalam negeri sekuat tenaga.

Beliau juga mengatakan, yang harus dijaga adalah kegiatan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Denyut nadi perekonomian di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen (Jakarta), Pasar Turi (Surabaya), Pasar Klewer (Solo) dan sentra-sentra perdagangan regional di seluruh nusantara harus tetap hidup. Selama pasar tradisional masih tetap hidup, dan berjalan normal, tidak akan terlalu besar dampaknya mengganggu perekonomian nasional.

Sebagai pedagang kecil yang kelak akan menjadi Saudagar Jawa, saya meng-amini 1000% pernyataan Wapres. Karena Wapres kita ini pengusaha, bukan birokrat, pernyataan-nya selalu praktis dan pragmatis.

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pedagang kecil ?

Pertama, lakukan efisiensi ! pasca lebaran volume jualan pasti menuju keadaan normal. Itu biasa. Tapi yang tidak biasa kali ini adalah kewajiban kita untuk efisiensi di semua pos yang mungkin. Karena diluar sana terdengar suara-suara krisis akan datang.

Kedua, tetaplah sering jalan-jalan ke pusat perkulakan. Buka diskusi dengan supplier anda, produsen, distributor. Saya yakin akan terbuka perbincangan seputar kiat-kiat mereka mensiasati keadaan saat ini. Bagaimana strategi dan produk-produk mereka kedepan. Karena jelas akan mempengaruhi produk yang akan kita jual.

Ketiga, buka komunikasi dengan beberapa pelanggan loyal. Diskusikan hal-hal yang memungkinkan kita sebagai pedagang mengetahui tingkat daya beli pelanggan kita saat ini. Saatnya kita lebih berpelukan erat dengan pelanggan loyal kita.

Ke-empat, tetap menjalankan rencana-rencana. Yang ingin ekspansi ya jalan terus. Yang ingin mencoba strategi marketing baru ya silahkan. Tidak perlu ada yang ditunggu. Tidak ada yang tahu 3-6 bulan kedepan akan terjadi krisis atau tidak, kalau krisis juga kapan berakhirnya ngga ada yang tahu juga. Yang penting adalah kehati-hatian dan terus deal dengan situasi.

Kelima, tetaplah berdagang. Saat ini diperlukan mental Pejuang Pedagang (mengutip H.Alay). Pejuang Pedagang yang selalu Bertawakal.

Salam sukses

Tuesday, September 9, 2008

MuslimDistro.com di Liputan TPI

Kamis 4 Sept 2008 minggu lalu, kami sejak pagi sekali sibuk menyiapkan display kantor pusat SAQINA untuk menjadi “Distro”. Membuat seperti toko Distro beneran. Karena jam 10 kami akan diliput TPI untuk acara Minggu Pagi jam 06.00 WIB tanggal 7 Sept 2008.


Liputan TPI cukup detil. Syuting mengambil gambar mulai dari proses disain, produksi, penjualan online sampai webstore. Terima kasih untuk Pak Irwan Rahman (TDA Network) yang bersedia menjadi figuran pemeran Pelanggan Online.

Awalnya kami biasa saja menyambut peliputan TPI ini, karena kami miskin pengalaman diliput media TV Nasional. Yang penting kami menyiapkan tampilan toko Distro sebaik mungkin, dan membantu TPI bisa mengambil gambar sesuai kebutuhan dengan kualitas yang baik.

Alhamdulillah, momen liputan TV pertama bagi bisnis SAQINA Group yang kami tunggu-tunggu muncul juga jam 06.15 di acara pagi TPI. Liputan ber-durasi 5 menit ternyata terasa cukup lama disaksikan. Tampilan toko “Muslim Distro” jadi-jadian ternyata tampil cantik di TV. Testimoni pelanggan (Pak Irwan) dan penjelasan Owner MuslimDistro (kali ini Ines yang tampil) menjadikan liputan begitu menarik. Tampilan disain kaos satu per satu dibahas oleh presenter TPI.

Yang lebih lucu adalah karyawan kami yang begitu malu tampil di TV, tapi senang karena langsung meng-SMS ortu dan sodara-2 di kampung untuk nonton TPI pagi itu. Meminjam kalimat Tukul, “horee .. anakku masuk tivi …. masuk tivi …masuk tivi …”

Liputan TPI ini ok juga, karena Alamat Lengkap, No.Telepon, HP, Contact Person dan alamat WebStore ditampilkan jelas sekali. Ini berkah Ramadhan bagi kaos dakwah kami.

Tapi yang mengejutkan, lewat 5 menit dari liputan, tiba-tiba banyak SMS dan telepon masuk ke HP kami. Mulai dari Medan, Balikpapan, Pontianak, Biak, Lampung, Semarang dan lain-lain. Hari minggu itu, kami tiba-tiba begitu sibuk melayani order kaos jarak jauh ini. Padahal stok kami sangat tidak siap. Pembelian karena dampak liputan ini lebih sulit, karena pembelian ritel jumlah kecil, tapi pembelinya banyak. Namun juga ada yang pembelian agen. Akhirnya sampai hari ini, masih banyak yang gagal kita penuhi ordernya.

Ada juga pelanggan yang langsung datang ke kantor, dan kecewa, karena tampilan “Distro” jadi-jadian yang dilihat di TV kok ngga ada ? yang ada hanya tumpukan stok. Kami terpaksa harus menjelaskan soal ini.

WebStore kami juga kebanjiran kunjungan, kami cek di web statistik kunjungan meningkat 3 kali dari sebelum liputan. Kebanyakan direct access ke alamat webstore. Pemakaian bandwidth naik 6 kali, karena banyak yang mengakses gambar disain kaos.

Hikmah yang kami dapatkan, ternyata hasil liputan TV Nasional (TPI) ini luar biasa, karena jangkauan yang luas. Kita tidak bisa menduga disaksikan oleh siapa dan dimana. Yang pasti diperlukan kesiapan kita dari aspek barang dan pelayanan.

Salam
Rosihan

Monday, August 18, 2008

Interior dan Ekterior Efektif Saat Lebaran (bag.3)

Interior dan eksterior toko adalah adalah hal utama dalam menciptakan citra toko kita. Namun tujuan utama kita membangun citra toko kita adalah :

o Membuat pelanggan tertarik untuk masuk ke toko kita.

o Membuat pelanggan yang sudah masuk ke toko lalu membeli barang dagangan kita.

o Melakukan 2 hal diatas terus menerus dengan terus memberikan layanan pelanggan yang baik.


INTERIOR TOKO

Jika 3 hal diatas sudah dilakukan, masalah manajemen ruang harus kita perhatikan. Ada 3 tujuan utama dalam manajemen ruang toko sbb:

1. Alokasi Efisien Ruang Toko

Meng-alokasikan se-efisien mungkin ruang toko untuk masing-masing kategori barang. Berikut contoh efisiensi ruang.

Misal, toko kita ukuran 3x4 m. Biasanya ada gantungan baju, lemari stok, dan pelayan toko ada dibalik lemari stok. Saat lebaran, ada baiknya singkirkan dulu lemari stok. Ganti semua display barang dengan gantungan baju. Gantungan baju panjang 1 meter, mampu menampung 25 baju. Ruang 3x4 m dapat menampung 9 gantungan baju.

Tidak ada stok di display, semua stok di gudang (ruang penyimpanan). Display setiap gantungan dipertahankan terus selalu ada 25 baju. Stok ya yang ada di gantungan. Jadi pelayan nantinya hanya konsentrasi baju yang ada di gantungan, tidak lagi sibuk berdiri – jongkok cari stok di lemari. Pelayan langsung berhadapan dengan pelanggan. Ruangan lebih luas, sirkulasi pelanggan lebih nyaman. Kontrol barang lebih mudah, sebagai pencegahan barang hilang. Jika saat agak sepi, baru menambah stok lagi ke gantungan.


2. Sirkulasi Nyaman

Membuat sirkulasi arus pelanggan senyaman mungkin adalah penting, untuk memudahkan pelanggan masuk, pilih barang dan transaksi. Sirkulasi kadang terkait dengan penempatan kategori barang. Ada 2 sirkulasi, Sirkulasi Grid (sejajar) dan Sirkulasi Free Flow. Untuk Lebaran, yang paling tepat adalah Sirkulasi Grid. Contoh gampang sirkulasi grid adalah Carrefour, Alfamart, dll.

Contoh penggunaan gantungan baju diatas adalah untuk menciptakan Sirkulasi Grid. Adapun keuntungan sirkulasi grid sbb:
o Murah
o Pelanggan terbiasa dengan pola Sirkulasi Grid
o Barang dagangan mudah terlihat per kategorinya
o Pembersihan ruangan toko juga mudah
o Keamanan barang mudah dijaga
o Memungkinkan pelanggan pilih-pilih barang sendiri


3. Membuat Pencegahan Kehilangan Barang

Potensi barang hilang saat lebaran cukup tinggi. Dilakukan oleh sindikat yang datang bergantian dalam beberapa kelompok. Toko tiba-tiba kelihatan rame, namun ternyata mereka adalah satu gerombolan sindikat. Pola sindikat yang paling gampang dilihat adalah saling merepotkan pelayan. Mereka mencoba meminta beberapa hal saat bersamaan, pada kategori barang yang berbeda. Melakukan hal-hal yang memalingkan perhatian pelayan, supaya pelayan sibuk, bahkan panik dan akhirnya lengah.

Namun, penempatan ruang yang efisien, dan sirkulasi yang memudahkan pengawasan, dapat meminimalisir kehilangan barang. Latihlah semua pelayan untuk selalu tenang melayani pelanggan. Walaupun ada pelanggan yang judes, marah-marah, nyuruh-nyuruh. Tetap tenang, perhatian penuh ke barang dan pelanggan namun tetap waspada. Jangan mudah hilang konsentrasi. Posisikan tempat duduk kasir paling tinggi, sehingga dapat meng-kontrol semua area toko. Jika toko ramai, tidak perlu semua pelayan melayani pelanggan, harus tetap ada yang free untuk mengawasi keseluruhan area toko.


EKSTERIOR TOKO

Saat lebaran, saatnya berbenah eksterior toko. Yang paling utama adalah Nama Toko. Lalu Big Banner yang menjelaskan barang dagangan, diskon, dan hal-hal yang menarik pelanggan. Tidak mahal untuk melakukan ini, cukup dengan Digital Printing 25 ribu/meter, kita bisa membuat Tampilan Depan Toko sangat heboh dan menarik pelanggan masuk toko.

Hal paling benting untuk Banner adalah konten (isi). Kita bisa belajar dari Pak Tung, Brad Sugars untuk membuat kata-kata yang menarik, yang bisa dipahami pelanggan dalam 3 detik, dan menarik pelanggan untuk masuk toko kita. Berikan tawaran marketing yang revolusioner, yang membuat pelanggan merasa rugi kalau tidak masuk dan beli di toko kita.

(nantikan bag.4 – penataan ulang barang dagangan)

Salam
Rosihan

www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online … hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !

Wednesday, August 13, 2008

Stok Lebaran dan Ragam Dagangan Kita (bag.2)

Sebelum kita menerapkan strategi baru yang tepat menyambut Lebaran 2008 ini, ada baiknya kita siapkan Internal Toko kita sebaik-baiknya. Apa saja internal kita yang harus disiapkan ?
1. Kesiapan Stok Barang
2. Perubahan Interior dan Eksterior
3. Penataan Ulang Display Barang
4. Penambahan SDM
5. Kesiapan Operasional Lebaran


1. KESIAPAN STOK BARANG

Kesiapan stok barang untuk siap menghadapi momen Lebaran untuk setiap toko berbeda, namun intinya Stok Harus Ditingkatkan. Masalah kesiapan stok, ada beberapa yang bisa kita lakukan :

o Menambah stok barang yang selama ini terbukti laku terjual, biasanya kita sudah punya beberapa merek idaman yang terbukti laku. Idealnya stok seperti ini ditingkatkan 3-4 kalinya.

o Menambah produk baru. Produk baru bisa produk branded atau tidak. Untuk produk branded busana muslim, kita bisa melihat dari Majalah UMMI, ALIA atau PARAS. Tabloid Nova atau media lain yang biasanya pas Lebaran selalu menyajikan iklan busana muslim. Puluhan iklan busana muslim branded ada disana, dan semua produsen lagi beriklan. Jika ragu dengan produk baru, kita bisa tanya ke komunitas, siapa yang sudah pernah jual produk-2 tersebut. Tidak perlu ragu bertanya.

o Saat Lebaran adalah saat jualan busana muslim anak dan perlengkapan muslim (baju koko, mukena, peci/songkok, sarung, sajadah). Pengalaman kami, perlengkapan muslim jika disiapkan serius bisa menyumbangkan omset yang lumayan besar.

o Memperlebar rentang harga, artinya kita sebisa mungkin menyediakan produk berharga murah, sedang dan mahal. Pelanggan lebaran itu sangat beragam. Ada yang pelanggan rutin toko, tapi banyak juga pelanggan baru yang hanya belanja saat lebaran saja.

o Melengkapi varian warna dan ukuran. Idealnya stok dilengkapi per-model seri warna seri ukuran. Namun juga bisa dicampur. Perihal warna, saat Lebaran menjadi penting. Sebagai contoh, produk kerudung/jilbab saat lebaran stok kami paling lengkap dalam warna, karena banyak pelanggan beli baju lalu beli kerudung yang warnanya harus senada dengan warna baju. Kadang baju beli ditempat lain, kerudung mencari warna di toko kami. Warna jadi prioritas, model bisa apa saja. Khusus dibusana muslim, produk dengan warna yang harus kita sediakan lengkap adalah Kerudung dan Bawahan (celana/rok), karena ini produk “korban” penyesuaian dari baju/atasan.

o Kesiapan Stok = Kesiapan Budget, artinya modal harus juga disiapkan. Seperti biasa, setiap lebaran kami menggalang modal darimana saja. Bisa dari IMF (istri, mertua, family – sanak saudara), konsorsium pemodalan dari relasi, teman dan banyak sumber lain. Bisa juga KTA, kartu kredit bahkan pegadaian. Bisa juga ngutang ke supplier, alias cari barang dengan pembayaran tempo (dibayar setelah lebaran). Pedagang banyak hutang itu biasa, karena kita sudah biasa hidup dari margin hutang-hutang he..he..he..

o Alokasikan budget kulakan sesuai dengan kapasitas display barang ditoko. Display di toko busana muslim biasanya terdiri dari Kerudung/Jilbab, Blus/Atasan, Stelan & Gamis, Bawahan/Rok dan Perlengkapan Muslim (Baju Koko – Mukena – Peci – Sarung - Sajadah).

o Saat kulakan yang tepat untuk menyiapkan stok adalah bulan ini (Agustus). Stok barang di pasar grosir ataupun stok produk branded sedang full stok pada bulan ini. Lalu stok tambahan akan terus ada sampai pertengahan Ramadhan. Diatas tanggal 15 September, kondisi stok di pasar grosir bisa jadi mulai dijual stok lama. Hati-hati kulakan pada 2 minggu terakhir (15-28 September), barang stok lama akan dicoba dijual kembali oleh pedagang grosir. Produk branded kadang malah stok sudah kacau, kami sudah sering gagal order produk branded pada saat Ramadhan.


Kesiapan stok adalah hal paling penting dalam maraih omset penjualan Lebaran. Saat ini adalah saat bekerja keras mengumpulan produk dengan model terbaik. Semua produk saat ini sedang mengeluarkan produk andalannya. Jadi saat tepat kita mengumpulan produk-produk terbaik. Selamat kulakan ….

Jika stok sudah siap, bagaimana men-display barang kita dengan efektif ?

(nantikan bag.3)

Salam
Rosihan

www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online …
hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !

Strategi Ritel Busana Menyambut Lebaran 2008 (Bag.1)

Bagi dunia retail fashion (pedagang busana), bulan Agustus dan September 2008 adalah bulan yang paling ditunggu dalam tahun 2008 ini. Jika kita hitung mundur, Lebaran 2008 tinggal 48 hari lagi, sedangkan Ramadhan tinggal 18 hari lagi.

Lebaran 2008 versi pemerintah dan Muhammadiyah, akan jatuh pada 1 Oktober 2008, dan Ramadhan 2008 akan dimulai pada 1 September 2008. Semoga tahun ini tidak ada perbedaan 1 Syawal dengan NU.

Sebagai pedagang pemula dengan toko kita yang masih kecil dan modal yang pas-pasan ini, kita harus antusias menyambut even ini dan ini saatnya bekerja keras. Namun sebelum kita bahas strategi apa yang paling tepat untuk menyambut Lebaran 2008 ini, mari kita lihat-lihat fenomena saat ini.

=> Dampak Kenaikan Harga BBM. Banyak yang bilang kalau dampak kenaikan BBM baru terasa bulan-bulan ini, karena bulan ini sedang terjadi penyesuaian. Beberapa produsen juga mulai menaikkan harga produk. Kenaikan yang merata hampir disemua kebutuhan pokok ini akan berimbas pada daya beli produk lain. Kemampuan daya beli yang rendah ini berlaku umum untuk semua produk.

=> Harga-harga untuk industri garmen saya dengar tidak stabil. Ini terjadi karena kenaikan harga bersamaan dengan permintaan bahan baku industri yang lagi tinggi. Produsen sangat berhati-hati dalam menentukan harga, juga ketika mengeluarkan produk dipasaran.

=> Juli Adalah Bulan Sekolah, dampaknya secara langsung dari jaman dulu sudah pasti kerasa. Apalagi jaman orde Reformasi ini, biaya sekolah makin mahal. Padahal sekolah itu wajib. Tidak heran jika bulan Juli banyak toko yang omsetnya terkoreksi. Awal Agustus ini belum bisa dianggap periode Lebaran. Periode belanja Lebaran baru dimulai nanti tanggal 25 Agustus.

=> Tren Diskon melanda semua peritel, coba buktikan di Ramayana, Matahari, atau di hipermarket Carrefour. Baik produk fashion maupun grocery, melakukan strategi cut pricing untuk menarik pelanggan berbelanja. Bahkan diskon dibuat harian untuk setiap kategori produk. Ini pertanda, bahwa banyak pelanggan yang price sensitive dalam membeli produk.

=> Lebaran 2008 saya istilahkan adalah lebaran 2 putaran. Putaran pertama dimulai tanggal 25 Agustus ini, karena ada yang gajian mulai tanggal 25. Banyak pelanggan pada akhir Agustus sampai awal September ini akan belanja persiapan Ramadhan.

=> Putaran kedua nanti mulai tanggal 15 – 30 September, karena THR dan Gaji September biasanya di-rapel (diberikan bersamaan). Puncak penjualan toko diperkirakan pada rentang tanggal tersebut, karena THR dan Gaji telah cair. Ini dampaknya dahsyat bagi semua pedagang, pada H-15 semua toko sudah pasti ramai.

Melihat kondisi saat ini, tidak ada yang perlu ditakutkan. Sebagai peritel, kondisi apapun didepan mata harus kita sambut dengan riang gembira, penuh berkah dan yakin omset besar didepan mata.

Lalu strategi apa yang harus kita lakukan untuk toko kecil kita ?

(nantikan bag.2)

Salam
Rosihan

www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online …
hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !

Monday, July 7, 2008

Si Bedul dalam Kubangan Ilusi Pengetahuan

Bedul untuk kesekian kalinya pulang begitu bersemangat. Ia baru saja mengikuti forum motivasi. Seperti biasa, dalam 2x24 jam, semua keinginan untuk melakukan banyak hal kedepan begitu menggebu. Pikirannya penuh perencanaan apa yang harus ia lakukan.

Gus Pur : “Dul …wajahmu seperti sudah menikmati kesuksesan hakiki. Begitu sumringah… seperti gambaran manusia bebas finansial dalam impianmu...”

Si Bedul : “Iya Gus … saya baru saja ikut forum jumatan Gus, pembicaranya ok banget. Saya juga baru baca buku marketing yang revolusioner …. Minggu ini hebat Gus, otak-ku penuh vitamin baru … saya jadi tambah bersemangat”…

Gus Pur : (..terkekeh..kekeh ..sambil memberikan majalah SWA edisi April 2008) “Dul … kamu itu persis apa yang ditulis di artikel majalah ini. Nih baca …baca itu artikel yang judulnya - Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan? –“.

Si Bedul langsung antusias membaca begitu tahu judulnya. Gus Pur cekikikan sambil ngeloyor pergi mau bikin kopi ritualnya.

Gus Pur : “Sudah bacanya Dul … itu semua persis kamu khan. Kamu kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kamu sudah membaca banyak buku, mengikuti berbagai forum diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kamu tidak juga berubah. Kamu masih tidak melakukan apa-apa.

Jelas sekali di artikel itu, “Mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan!”

Jelas sekali kamu di artikel itu adalah korban “Ilusi Pengetahuan”, juga “Ilusi Perubahan” dan yang paling parah, kamu sudah bertahun-tahun menjadi korban “Zona Nyaman” seperti yang kamu jalani sehari-hari ini.

Si Bedul : “wah …edan Gus, artikel ini pendek namun langsung mengejek Gus. 1000% mengejekku … aku kok ngga sempat baca yaa”

Gus Pur : “Iya Dul … kamu terlalu sibuk mengumpulkan buku ! kalau uang-mu leluasa, pasti semua buku Kewirausahaan itu kamu borong, semua seminar kamu ikuti, setiap weekend semua forum kamu hadiri. Rak buku-mu dirumah yang nambah terus itu gambaran Ilusi Pengetahuan-mu. Kamu begitu bersemangat di jumat sore, sabtu dan minggu. Semangatmu hanya bertahan maksimal 3x24 jam. Karena senin kami kembali ke Zona Nyaman.

Bahkan buku yang baru kamu beli yang katamu Marketing yang Revolusioner itu, saya rasa hanya akan jadi korban koleksimu saja. Sudah jelas judulnya saja ada kata Revolusi … itu artinya supaya kamu melakukan dengan Cepat, Segera, dengan Cara Tidak Lazim dan Meraih Hasilnya dengan Keras. Revolusi itu keras dan penuh pengorbanan Dul. Buku itu, kalau kamu yang baca, cocoknya judulnya diganti Marketing Evolution !!!

Sudahlah Dul … bawa majalah itu, baca artikel itu 7 kali. Juga buku Marketing-mu itu, percuma kamu baca sekarang ! Buku itu hanya cocok bagi yang sudah melakukan ! kecuali kamu secara Revolusioner memang mau merubah dirimu dulu saat ini, sekarang juga !

Si Bedul ngeloyor pergi …. dalam hatinya selalu dongkol tapi rindu sama Gus Pur … dalam perjalanan pulang pikirannya ter-ngiang-ngiang kata-kata “Ilusi Pengetahuan” ….”Ilusi Perubahan” …dan “Zona Nyaman” ….

salam sukses

rosihan
www.saqina.com

Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?

(diambil dari Rubrik Pernik pada majalah SWA No. 08/XXIV.17-29 April 2008)

Seseorang yang bijak datang ke sebuah desa dan menetap di sana untuk memberikan pencerahan. Ketika ia berceramah, orang-orang desa berduyun-duyun datang memenuhi balai desa untuk mendengarkannya. Ceramahnya sangat menarik dan membuat orang-orang tercerahkan. Karena itu, mereka selalu tak sabar menunggu datangnya minggu-minggu berikutnya. Namun, penduduk kemudian menemukan fakta: orang bijak ini ternyata selalu menyampaikan ceramah yang sama. Mereka pun curiga bahwa orang ini sebenarnya seorang penipu yang hanya mengetahui satu ceramah.

Tak dapat lagi menahan kesabaran, penduduk desa beramai-ramai mendatangi orang bijak ini dan bertanya, “Tak dapatkah Anda menyampaikan ceramah yang lain?” Ditanya demikian, orang bijak hanya tersenyum. “Saya belum melihat Anda melakukan apa yang saya sampaikan dalam ceramah pertama,” katanya. “Jadi, mengapa saya harus membebani Anda dengan hal yang lain?”

Apa yang dikatakan orang bijak tersebut sebetulnya sering kita alami. Banyak di antara kita yang kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kita membaca banyak buku, mengikuti berbagai diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kita tidak juga berubah. Kita tidak melakukan apa-apa. Kebiasaan lama yang tidak efektif masih terus kita jalankan. Ini tentu saja sebuah pemborosan biaya yang tidak sedikit.

Fakta ini sering dilupakan orang : mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan! Namun mengapa banyak orang yang tahu, tapi tidak melakukan apa-apa?
Ada tiga hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, karena mengetahui sering memberikan sensasi hebat. Ketika mengetahui sesuatu, Anda merasa berada di atas kebanyakan orang. Mengetahui menimbulkan kebanggaan tersendiri. Inilah yang sering disebut sebagai “Ilusi Pengetahuan”. Ilusi ini berbunyi: kita sudah berubah hanya dengan mengetahui.

Mengetahui memang sering memberikan jebakan tersendiri berupa perasaan aman dan nyaman. Dengan mengetahui kita menjadi lebih percaya diri karena merasa siap menghadapi segala masalah.

Bahkan, sekadar mengumpulkan buku yang tak pernah sempat kita baca mampu memunculkan ilusi ini.

Kedua, orang tidak melakukan apa yang mereka ketahui karena mereka tidak memiliki alasan untuk melakukannya. Bukankah ketika kita sehat kita tidak punya alasan yang kuat untuk berolah raga? Bukankah ketika perusahaan sedang naik daun kita merasa tidak perlu melakukan perubahan? Ini disebut “Ilusi Perubahan” yang mengatakan bahwa satu-satunya alasan yang masuk akal untuk perubahan adalah ketika terjadi krisis. Padahal, perubahan yang terjadi karena krisis pasti terasa menyakitkan, membutuhkan biaya besar, dan sering sudah terlambat. Bukankah alasan terbaik untuk melakukan perubahan adalah buat mempertahankan posisi yang sudah kita nikmati selama ini? Bukankah perubahan mestinya adalah sesuatu yang kita “haruskan” kepada diri kita sendiri, bukannya menunggu hal itu “diharuskan” oleh situasi, keadaan, pelanggan dan pesaing?

Ketiga, orang tidak melakukan apa yang sudah diketahuinya karena tidak mau meninggalkan zona nyamannya. Apa pun yang biasa kita lakukan memang menciptakan gaya gravitasi yang luar biasa. Karena itu, keinginan menerapkan sesuatu yang baru selalu menciptakan medan pertempuran dalam diri kita. Pertempuran ini sering berjalan tidak seimbang karena kebiasaan lama pasti memiliki gaya tarik yang lebih besar. Belum lagi, ada faktor lingkungan yang juga cukup besar pengaruhnya. Maka, tidak aneh bahwa pertarungan ini akan dengan mudah dimenagi kebiasaan-kebiasaan lama kita.

Majalah SWA