Interior dan eksterior toko adalah adalah hal utama dalam menciptakan citra toko kita. Namun tujuan utama kita membangun citra toko kita adalah :
o Membuat pelanggan tertarik untuk masuk ke toko kita.
o Membuat pelanggan yang sudah masuk ke toko lalu membeli barang dagangan kita.
o Melakukan 2 hal diatas terus menerus dengan terus memberikan layanan pelanggan yang baik.
INTERIOR TOKO
Jika 3 hal diatas sudah dilakukan, masalah manajemen ruang harus kita perhatikan. Ada 3 tujuan utama dalam manajemen ruang toko sbb:
1. Alokasi Efisien Ruang Toko
Meng-alokasikan se-efisien mungkin ruang toko untuk masing-masing kategori barang. Berikut contoh efisiensi ruang.
Misal, toko kita ukuran 3x4 m. Biasanya ada gantungan baju, lemari stok, dan pelayan toko ada dibalik lemari stok. Saat lebaran, ada baiknya singkirkan dulu lemari stok. Ganti semua display barang dengan gantungan baju. Gantungan baju panjang 1 meter, mampu menampung 25 baju. Ruang 3x4 m dapat menampung 9 gantungan baju.
Tidak ada stok di display, semua stok di gudang (ruang penyimpanan). Display setiap gantungan dipertahankan terus selalu ada 25 baju. Stok ya yang ada di gantungan. Jadi pelayan nantinya hanya konsentrasi baju yang ada di gantungan, tidak lagi sibuk berdiri – jongkok cari stok di lemari. Pelayan langsung berhadapan dengan pelanggan. Ruangan lebih luas, sirkulasi pelanggan lebih nyaman. Kontrol barang lebih mudah, sebagai pencegahan barang hilang. Jika saat agak sepi, baru menambah stok lagi ke gantungan.
2. Sirkulasi Nyaman
Membuat sirkulasi arus pelanggan senyaman mungkin adalah penting, untuk memudahkan pelanggan masuk, pilih barang dan transaksi. Sirkulasi kadang terkait dengan penempatan kategori barang. Ada 2 sirkulasi, Sirkulasi Grid (sejajar) dan Sirkulasi Free Flow. Untuk Lebaran, yang paling tepat adalah Sirkulasi Grid. Contoh gampang sirkulasi grid adalah Carrefour, Alfamart, dll.
Contoh penggunaan gantungan baju diatas adalah untuk menciptakan Sirkulasi Grid. Adapun keuntungan sirkulasi grid sbb:
o Murah
o Pelanggan terbiasa dengan pola Sirkulasi Grid
o Barang dagangan mudah terlihat per kategorinya
o Pembersihan ruangan toko juga mudah
o Keamanan barang mudah dijaga
o Memungkinkan pelanggan pilih-pilih barang sendiri
3. Membuat Pencegahan Kehilangan Barang
Potensi barang hilang saat lebaran cukup tinggi. Dilakukan oleh sindikat yang datang bergantian dalam beberapa kelompok. Toko tiba-tiba kelihatan rame, namun ternyata mereka adalah satu gerombolan sindikat. Pola sindikat yang paling gampang dilihat adalah saling merepotkan pelayan. Mereka mencoba meminta beberapa hal saat bersamaan, pada kategori barang yang berbeda. Melakukan hal-hal yang memalingkan perhatian pelayan, supaya pelayan sibuk, bahkan panik dan akhirnya lengah.
Namun, penempatan ruang yang efisien, dan sirkulasi yang memudahkan pengawasan, dapat meminimalisir kehilangan barang. Latihlah semua pelayan untuk selalu tenang melayani pelanggan. Walaupun ada pelanggan yang judes, marah-marah, nyuruh-nyuruh. Tetap tenang, perhatian penuh ke barang dan pelanggan namun tetap waspada. Jangan mudah hilang konsentrasi. Posisikan tempat duduk kasir paling tinggi, sehingga dapat meng-kontrol semua area toko. Jika toko ramai, tidak perlu semua pelayan melayani pelanggan, harus tetap ada yang free untuk mengawasi keseluruhan area toko.
EKSTERIOR TOKO
Saat lebaran, saatnya berbenah eksterior toko. Yang paling utama adalah Nama Toko. Lalu Big Banner yang menjelaskan barang dagangan, diskon, dan hal-hal yang menarik pelanggan. Tidak mahal untuk melakukan ini, cukup dengan Digital Printing 25 ribu/meter, kita bisa membuat Tampilan Depan Toko sangat heboh dan menarik pelanggan masuk toko.
Hal paling benting untuk Banner adalah konten (isi). Kita bisa belajar dari Pak Tung, Brad Sugars untuk membuat kata-kata yang menarik, yang bisa dipahami pelanggan dalam 3 detik, dan menarik pelanggan untuk masuk toko kita. Berikan tawaran marketing yang revolusioner, yang membuat pelanggan merasa rugi kalau tidak masuk dan beli di toko kita.
(nantikan bag.4 – penataan ulang barang dagangan)
Salam
Rosihan
www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online … hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !
Re-launching SAQINA.COM
Monday, August 18, 2008
Interior dan Ekterior Efektif Saat Lebaran (bag.3)
Wednesday, August 13, 2008
Stok Lebaran dan Ragam Dagangan Kita (bag.2)
1. Kesiapan Stok Barang
2. Perubahan Interior dan Eksterior
3. Penataan Ulang Display Barang
4. Penambahan SDM
5. Kesiapan Operasional Lebaran
1. KESIAPAN STOK BARANG
Kesiapan stok barang untuk siap menghadapi momen Lebaran untuk setiap toko berbeda, namun intinya Stok Harus Ditingkatkan. Masalah kesiapan stok, ada beberapa yang bisa kita lakukan :
o Menambah stok barang yang selama ini terbukti laku terjual, biasanya kita sudah punya beberapa merek idaman yang terbukti laku. Idealnya stok seperti ini ditingkatkan 3-4 kalinya.
o Menambah produk baru. Produk baru bisa produk branded atau tidak. Untuk produk branded busana muslim, kita bisa melihat dari Majalah UMMI, ALIA atau PARAS. Tabloid Nova atau media lain yang biasanya pas Lebaran selalu menyajikan iklan busana muslim. Puluhan iklan busana muslim branded ada disana, dan semua produsen lagi beriklan. Jika ragu dengan produk baru, kita bisa tanya ke komunitas, siapa yang sudah pernah jual produk-2 tersebut. Tidak perlu ragu bertanya.
o Saat Lebaran adalah saat jualan busana muslim anak dan perlengkapan muslim (baju koko, mukena, peci/songkok, sarung, sajadah). Pengalaman kami, perlengkapan muslim jika disiapkan serius bisa menyumbangkan omset yang lumayan besar.
o Memperlebar rentang harga, artinya kita sebisa mungkin menyediakan produk berharga murah, sedang dan mahal. Pelanggan lebaran itu sangat beragam. Ada yang pelanggan rutin toko, tapi banyak juga pelanggan baru yang hanya belanja saat lebaran saja.
o Melengkapi varian warna dan ukuran. Idealnya stok dilengkapi per-model seri warna seri ukuran. Namun juga bisa dicampur. Perihal warna, saat Lebaran menjadi penting. Sebagai contoh, produk kerudung/jilbab saat lebaran stok kami paling lengkap dalam warna, karena banyak pelanggan beli baju lalu beli kerudung yang warnanya harus senada dengan warna baju. Kadang baju beli ditempat lain, kerudung mencari warna di toko kami. Warna jadi prioritas, model bisa apa saja. Khusus dibusana muslim, produk dengan warna yang harus kita sediakan lengkap adalah Kerudung dan Bawahan (celana/rok), karena ini produk “korban” penyesuaian dari baju/atasan.
o Kesiapan Stok = Kesiapan Budget, artinya modal harus juga disiapkan. Seperti biasa, setiap lebaran kami menggalang modal darimana saja. Bisa dari IMF (istri, mertua, family – sanak saudara), konsorsium pemodalan dari relasi, teman dan banyak sumber lain. Bisa juga KTA, kartu kredit bahkan pegadaian. Bisa juga ngutang ke supplier, alias cari barang dengan pembayaran tempo (dibayar setelah lebaran). Pedagang banyak hutang itu biasa, karena kita sudah biasa hidup dari margin hutang-hutang he..he..he..
o Alokasikan budget kulakan sesuai dengan kapasitas display barang ditoko. Display di toko busana muslim biasanya terdiri dari Kerudung/Jilbab, Blus/Atasan, Stelan & Gamis, Bawahan/Rok dan Perlengkapan Muslim (Baju Koko – Mukena – Peci – Sarung - Sajadah).
o Saat kulakan yang tepat untuk menyiapkan stok adalah bulan ini (Agustus). Stok barang di pasar grosir ataupun stok produk branded sedang full stok pada bulan ini. Lalu stok tambahan akan terus ada sampai pertengahan Ramadhan. Diatas tanggal 15 September, kondisi stok di pasar grosir bisa jadi mulai dijual stok lama. Hati-hati kulakan pada 2 minggu terakhir (15-28 September), barang stok lama akan dicoba dijual kembali oleh pedagang grosir. Produk branded kadang malah stok sudah kacau, kami sudah sering gagal order produk branded pada saat Ramadhan.
Kesiapan stok adalah hal paling penting dalam maraih omset penjualan Lebaran. Saat ini adalah saat bekerja keras mengumpulan produk dengan model terbaik. Semua produk saat ini sedang mengeluarkan produk andalannya. Jadi saat tepat kita mengumpulan produk-produk terbaik. Selamat kulakan ….
Jika stok sudah siap, bagaimana men-display barang kita dengan efektif ?
(nantikan bag.3)
Salam
Rosihan
www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online …
hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !
Strategi Ritel Busana Menyambut Lebaran 2008 (Bag.1)
Lebaran 2008 versi pemerintah dan Muhammadiyah, akan jatuh pada 1 Oktober 2008, dan Ramadhan 2008 akan dimulai pada 1 September 2008. Semoga tahun ini tidak ada perbedaan 1 Syawal dengan NU.
Sebagai pedagang pemula dengan toko kita yang masih kecil dan modal yang pas-pasan ini, kita harus antusias menyambut even ini dan ini saatnya bekerja keras. Namun sebelum kita bahas strategi apa yang paling tepat untuk menyambut Lebaran 2008 ini, mari kita lihat-lihat fenomena saat ini.
=> Dampak Kenaikan Harga BBM. Banyak yang bilang kalau dampak kenaikan BBM baru terasa bulan-bulan ini, karena bulan ini sedang terjadi penyesuaian. Beberapa produsen juga mulai menaikkan harga produk. Kenaikan yang merata hampir disemua kebutuhan pokok ini akan berimbas pada daya beli produk lain. Kemampuan daya beli yang rendah ini berlaku umum untuk semua produk.
=> Harga-harga untuk industri garmen saya dengar tidak stabil. Ini terjadi karena kenaikan harga bersamaan dengan permintaan bahan baku industri yang lagi tinggi. Produsen sangat berhati-hati dalam menentukan harga, juga ketika mengeluarkan produk dipasaran.
=> Juli Adalah Bulan Sekolah, dampaknya secara langsung dari jaman dulu sudah pasti kerasa. Apalagi jaman orde Reformasi ini, biaya sekolah makin mahal. Padahal sekolah itu wajib. Tidak heran jika bulan Juli banyak toko yang omsetnya terkoreksi. Awal Agustus ini belum bisa dianggap periode Lebaran. Periode belanja Lebaran baru dimulai nanti tanggal 25 Agustus.
=> Tren Diskon melanda semua peritel, coba buktikan di Ramayana, Matahari, atau di hipermarket Carrefour. Baik produk fashion maupun grocery, melakukan strategi cut pricing untuk menarik pelanggan berbelanja. Bahkan diskon dibuat harian untuk setiap kategori produk. Ini pertanda, bahwa banyak pelanggan yang price sensitive dalam membeli produk.
=> Lebaran 2008 saya istilahkan adalah lebaran 2 putaran. Putaran pertama dimulai tanggal 25 Agustus ini, karena ada yang gajian mulai tanggal 25. Banyak pelanggan pada akhir Agustus sampai awal September ini akan belanja persiapan Ramadhan.
=> Putaran kedua nanti mulai tanggal 15 – 30 September, karena THR dan Gaji September biasanya di-rapel (diberikan bersamaan). Puncak penjualan toko diperkirakan pada rentang tanggal tersebut, karena THR dan Gaji telah cair. Ini dampaknya dahsyat bagi semua pedagang, pada H-15 semua toko sudah pasti ramai.
Melihat kondisi saat ini, tidak ada yang perlu ditakutkan. Sebagai peritel, kondisi apapun didepan mata harus kita sambut dengan riang gembira, penuh berkah dan yakin omset besar didepan mata.
Lalu strategi apa yang harus kita lakukan untuk toko kecil kita ?
(nantikan bag.2)
Salam
Rosihan
www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online …
hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !
Monday, July 7, 2008
Si Bedul dalam Kubangan Ilusi Pengetahuan
Gus Pur : “Dul …wajahmu seperti sudah menikmati kesuksesan hakiki. Begitu sumringah… seperti gambaran manusia bebas finansial dalam impianmu...”
Si Bedul : “Iya Gus … saya baru saja ikut forum jumatan Gus, pembicaranya ok banget. Saya juga baru baca buku marketing yang revolusioner …. Minggu ini hebat Gus, otak-ku penuh vitamin baru … saya jadi tambah bersemangat”…
Gus Pur : (..terkekeh..kekeh ..sambil memberikan majalah SWA edisi April 2008) “Dul … kamu itu persis apa yang ditulis di artikel majalah ini. Nih baca …baca itu artikel yang judulnya - Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan? –“.
Si Bedul langsung antusias membaca begitu tahu judulnya. Gus Pur cekikikan sambil ngeloyor pergi mau bikin kopi ritualnya.
Gus Pur : “Sudah bacanya Dul … itu semua persis kamu khan. Kamu kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kamu sudah membaca banyak buku, mengikuti berbagai forum diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kamu tidak juga berubah. Kamu masih tidak melakukan apa-apa.
Jelas sekali di artikel itu, “Mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan!”
Jelas sekali kamu di artikel itu adalah korban “Ilusi Pengetahuan”, juga “Ilusi Perubahan” dan yang paling parah, kamu sudah bertahun-tahun menjadi korban “Zona Nyaman” seperti yang kamu jalani sehari-hari ini.
Si Bedul : “wah …edan Gus, artikel ini pendek namun langsung mengejek Gus. 1000% mengejekku … aku kok ngga sempat baca yaa”
Gus Pur : “Iya Dul … kamu terlalu sibuk mengumpulkan buku ! kalau uang-mu leluasa, pasti semua buku Kewirausahaan itu kamu borong, semua seminar kamu ikuti, setiap weekend semua forum kamu hadiri. Rak buku-mu dirumah yang nambah terus itu gambaran Ilusi Pengetahuan-mu. Kamu begitu bersemangat di jumat sore, sabtu dan minggu. Semangatmu hanya bertahan maksimal 3x24 jam. Karena senin kami kembali ke Zona Nyaman.
Bahkan buku yang baru kamu beli yang katamu Marketing yang Revolusioner itu, saya rasa hanya akan jadi korban koleksimu saja. Sudah jelas judulnya saja ada kata Revolusi … itu artinya supaya kamu melakukan dengan Cepat, Segera, dengan Cara Tidak Lazim dan Meraih Hasilnya dengan Keras. Revolusi itu keras dan penuh pengorbanan Dul. Buku itu, kalau kamu yang baca, cocoknya judulnya diganti Marketing Evolution !!!
Sudahlah Dul … bawa majalah itu, baca artikel itu 7 kali. Juga buku Marketing-mu itu, percuma kamu baca sekarang ! Buku itu hanya cocok bagi yang sudah melakukan ! kecuali kamu secara Revolusioner memang mau merubah dirimu dulu saat ini, sekarang juga !
Si Bedul ngeloyor pergi …. dalam hatinya selalu dongkol tapi rindu sama Gus Pur … dalam perjalanan pulang pikirannya ter-ngiang-ngiang kata-kata “Ilusi Pengetahuan” ….”Ilusi Perubahan” …dan “Zona Nyaman” ….
salam sukses
rosihan
www.saqina.com
Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?
Seseorang yang bijak datang ke sebuah desa dan menetap di sana untuk memberikan pencerahan. Ketika ia berceramah, orang-orang desa berduyun-duyun datang memenuhi balai desa untuk mendengarkannya. Ceramahnya sangat menarik dan membuat orang-orang tercerahkan. Karena itu, mereka selalu tak sabar menunggu datangnya minggu-minggu berikutnya. Namun, penduduk kemudian menemukan fakta: orang bijak ini ternyata selalu menyampaikan ceramah yang sama. Mereka pun curiga bahwa orang ini sebenarnya seorang penipu yang hanya mengetahui satu ceramah.
Tak dapat lagi menahan kesabaran, penduduk desa beramai-ramai mendatangi orang bijak ini dan bertanya, “Tak dapatkah Anda menyampaikan ceramah yang lain?” Ditanya demikian, orang bijak hanya tersenyum. “Saya belum melihat Anda melakukan apa yang saya sampaikan dalam ceramah pertama,” katanya. “Jadi, mengapa saya harus membebani Anda dengan hal yang lain?”
Apa yang dikatakan orang bijak tersebut sebetulnya sering kita alami. Banyak di antara kita yang kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kita membaca banyak buku, mengikuti berbagai diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kita tidak juga berubah. Kita tidak melakukan apa-apa. Kebiasaan lama yang tidak efektif masih terus kita jalankan. Ini tentu saja sebuah pemborosan biaya yang tidak sedikit.
Fakta ini sering dilupakan orang : mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan! Namun mengapa banyak orang yang tahu, tapi tidak melakukan apa-apa?
Ada tiga hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, karena mengetahui sering memberikan sensasi hebat. Ketika mengetahui sesuatu, Anda merasa berada di atas kebanyakan orang. Mengetahui menimbulkan kebanggaan tersendiri. Inilah yang sering disebut sebagai “Ilusi Pengetahuan”. Ilusi ini berbunyi: kita sudah berubah hanya dengan mengetahui.
Mengetahui memang sering memberikan jebakan tersendiri berupa perasaan aman dan nyaman. Dengan mengetahui kita menjadi lebih percaya diri karena merasa siap menghadapi segala masalah.
Bahkan, sekadar mengumpulkan buku yang tak pernah sempat kita baca mampu memunculkan ilusi ini.
Kedua, orang tidak melakukan apa yang mereka ketahui karena mereka tidak memiliki alasan untuk melakukannya. Bukankah ketika kita sehat kita tidak punya alasan yang kuat untuk berolah raga? Bukankah ketika perusahaan sedang naik daun kita merasa tidak perlu melakukan perubahan? Ini disebut “Ilusi Perubahan” yang mengatakan bahwa satu-satunya alasan yang masuk akal untuk perubahan adalah ketika terjadi krisis. Padahal, perubahan yang terjadi karena krisis pasti terasa menyakitkan, membutuhkan biaya besar, dan sering sudah terlambat. Bukankah alasan terbaik untuk melakukan perubahan adalah buat mempertahankan posisi yang sudah kita nikmati selama ini? Bukankah perubahan mestinya adalah sesuatu yang kita “haruskan” kepada diri kita sendiri, bukannya menunggu hal itu “diharuskan” oleh situasi, keadaan, pelanggan dan pesaing?
Ketiga, orang tidak melakukan apa yang sudah diketahuinya karena tidak mau meninggalkan zona nyamannya. Apa pun yang biasa kita lakukan memang menciptakan gaya gravitasi yang luar biasa. Karena itu, keinginan menerapkan sesuatu yang baru selalu menciptakan medan pertempuran dalam diri kita. Pertempuran ini sering berjalan tidak seimbang karena kebiasaan lama pasti memiliki gaya tarik yang lebih besar. Belum lagi, ada faktor lingkungan yang juga cukup besar pengaruhnya. Maka, tidak aneh bahwa pertarungan ini akan dengan mudah dimenagi kebiasaan-kebiasaan lama kita.
Majalah SWA
Tuesday, June 24, 2008
Franchise, BO dan Faktor Lokasi
Saqina minggu lalu mengikuti Pameran Franchise di JCC. Saya berterima kasih kepada Dep. Perdagangan RI, juga kepada Rakyat Indonesia, karena kehadiran Saqina di pameran itu mungkin dibiayai oleh uang rakyat melalui APBN. Thanks berat juga kepada para fasilitator, yaitu Pak Burang IFBM, TDA, dan mbak Yulia Moz5.
Saya termasuk pengamat brosur setiap pameran Franchise/BO. Setiap tahun mengumpulkan minim 2 set brosur semua peserta. Saya senang mengamati berbagai hal baru dalam setiap penawaran bisnis franchise/BO. Ada beberapa benang merah dari setiap penawaran bisnis Franchise/BO, yaitu adanya Fee (Franchise Fee, BO Fee), biaya membeli sistem bisnis yang didalamnya tercantum sederet list sistem bisnis, royalti, support dan jangka waktu.
Namun sepertinya semua sepakat, bahwa LOKASI ada diluar sistem bisnis. Karena hampir semua franchisor/BO menegaskan bahwa semua biaya yang tercantum di brosur, itu diluar LOKASI dan juga renovasinya.
Jika Anda sempat hadir dipameran, maka Anda akan menemukan hampir sebagian besar Franchise/BO adalah BISNIS RITEL (makanan, resto, grocery, fashion, dll). Dalam Hukum Manajemen Ritel, sudah sangat jelas ditegaskan, salah tiga dari faktor penentu utama kesuksesan bisnis ritel adalah LOKASI, LOKASI dan LOKASI. Tapi mengapa para Franchisor/BO (termasuk Saqina) tidak memasukkan biaya lokasi ada di brosur mereka ?
Ya, karena hukum lokasi itu jelas. Lokasi Strategis = Mahal. Lokasi Tidak Strategis = Gratis. Jika aspek lokasi dimasukkan, tentunya biaya bisnis yang terlihat diawal pasti lebih besar, dan ini tentunya “tidak menjual”. Psikologis pembaca brosur diharapkan melihat bahwa untuk memulai bisnis ini murah, tidak butuh modal besar (yang kadang diterjemahkan “beresiko rendah”). Apalagi di-iming-iming dengan BEP yang cepat.
Sebagai contoh, untuk buka toko busana muslim, bisa dengan investasi hanya 100juta. Tapi jika ingin bagus prospeknya, lokasi memang biasanya harus bagus. Lokasi yang bagus, sewanya bisa 40 juta pertahun. Kalau sewa minim 2 tahun, artinya sudah 80 juta hanya untuk lokasi, dan itu harus dibayar dimuka. Saya paling sering terpaksa kompromi untuk masalah lokasi.
Biaya lokasi bisa hampir sama, sama atau bahkan lebih besar dari bisnisnya sendiri. Padahal seringkali hitungan brosur dengan BEP-nya tidak mengikutsertakan hitungan biaya lokasi. Hitungan BEP di brosur itu kita juga tidak tahu, kira-kira kok bisa BEP cepat itu dijalankan di lokasi yang seperti apa yaa. Itu yang wajib ditanyakan oleh peminat franchise/BO.
Setiap bisnis ritel punya “kriteria lokasi strategisnya masing-masing”. Bagi saya, memahami kriteria lokasi strategis, lalu mendapatkan lokasi yang strategis terlebih dahulu, jauh lebih penting. Karena membeli bisnis dari penyedia bisnis (franchisor/BO) itu mudah, sedangkan mendapatkan lokasi strategis itu susah.
Lokasi strategis itu jarang tersedia. Coba temukan lokasi-lokasi yang menurut Anda strategis, pasti sudah ditempati bisnis, dan mereka betah bertahun-tahun disana. Belum tentu jika Anda punya uang bisa dengan mudah mendapatkannya.
Membeli Franchise/BO dari para penyedia yang sudah proven itu mudah dan potensi suksesnya tinggi. Tapi sukses tidaknya salah satunya tergantung pada lokasi dimana Anda menjalankannya. Banyak pengunjung pameran mengaku sudah punya lokasi, tapi masih bingung mau bisnis ritel apa. Saya coba menebak, jangan-jangan lokasinya memang tidak strategis. Kalau strategis, mestinya mau bisnis ritel apa saja bisa dicoba. Atau mungkin mau mencari bisnis yang bisa meningkatkan lokasinya menjadi strategis ? wah, kalau bisa seperti itu, pasti perlu waktu.
Tapi ngga usah kuatir, rejeki kita yang diturunkan dari jalur bisnis bisa tidak tergantung dari teori yang tertulis diatas. Saya yakin kita punya banyak cara untuk sukses bisnis. Bukankah kita sudah yakin bahwa Reason, Dream, Belief, Strategy, Action dan Kepasrahan kita bisa mengatasi segala tantangan yang muncul ?
Salam sukses
Thursday, June 5, 2008
Menyekolahkan Anak Cara Enterpreneur
Jika dihitung dalam 1 tahun biaya operasional sekolah, seringkali kita terkaget-kaget, apalagi jika kita menghitungnya sangat detil, setiap potensi pengeluaran yang terkait dengan sekolah kita coba hitung. So what gitu loh ….
Pernah dengar cerita seperti ini ?
“Oh ..si Doktor Budi itu anaknya tukang sayur loh, dulu bapaknya kerja sejak dinihari demi menyekolahkan anaknya …”
“Oh si Insinyur Tono itu anaknya tukang becak loh, bapaknya mbecak sambil jualan rokok, ibunya tukang cari daun jati yang tiap pagi dijual ke pasar. Anaknya 5 sarjana semua, semua jadi orang sukses …”
“Oh si Dokter Andi itu dari kecil sudah yatim. Ayahnya meninggal ketika dia balita. Ibunya yang janda bekerja serabutan, buka warung makan, sampai bisa menyekolahkan 3 anaknya. Dua orang jadi dokter dan seorang nerusin warung makan. Sekarang malah sudah punya restoran….”
“Oh ..si Agus itu bapaknya bengkel kecil, dulu kecilnya Agus setiap hari bantuin bapaknya. Sekarang di punya pabrik spare part motor … alhamdulillah, bapak-nya mati-matian nyekolahin dia “
Ketiga cerita tadi, tidak lain intinya adalah cerita perjuangan. Semua orang tua mereka adalah pejuang-pejuang yang mempunyai cita-cita sederhana, namun jelas. Yaitu ingin menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya, dengan segala daya upaya penuh kepasrahan kepada Sang Kuasa.
Cerita seperti diatas adalah buah dari enterpreneurship. Sebuah kewirausahaan yang alami, yang ndheso, yang katro’, yang gak banyak omong dan wacana. Sebuah kewirausahaan yang Reason dan Dream-nya diperoleh dari keheningan desa, dan pemahaman atas hakekat kehidupan yang lebih alami. Reason-nya simpel, tapi kuat, fundamental, sehingga Dream-nya MASIF ! bukan pepesan kosong !
“aku gak kepingin anak-ku mbecak, cukup aku aja sing mbecak”
“wis, cukup aku saja sing lulusan SD, anak-ku harus sekolah tinggi”
“ngga perduli rumah gedek, setiap hari ngontel ke pasar, sing penting anak-ku sarjana!”
“nak, walaupun ibu cuman mantri desa, kamu harus jadi dokter, supaya orang-orang desa ini bisa kita bantu lebih baik …”
Mereka menemukan Reason & Dream yang Sederhana namun Fundamental, bukan secara instant! Bukan karena Seminar Cepat Kaya, bukan karena buku Jalur Cepat Kaya, tetapi karena berhasil memahami keadaannya saat itu, dan mencoba berpikir sederhana tentang hakekat kehidupannya. Mencoba menuliskan mimpi sederhana tentang anak-anaknya. Namun dahsyat dalam implikasi kehidupannya.
Jadi, kalau kita sudah punya tekad menyekolahkan anak-anak kita, setinggi-tingginya, enterpreneurship adalah salah satu jalan yang bisa ditempuh. Hitungan linier atas penghasilan kita perbulan sangat muskil bisa meraih impian itu. Namun enterpreneurship bisa memberikan peluang penghasilan yang eksponensial, walau kadang bisa seperti gelombang amplitudo yang naik turun.
Bagi yang masih sulit mencari Reason dan Dream untuk terjun ke dunia Enterpreneur, bangunlah di tengah malam, pandangi anak-anak kita dalam lelap tidurnya, pandangilah wajah-wajah tanpa dosa itu, bermunajatlah kepada Sang Kuasa, temukan hakekat amanah yang sesungguhnya atas kehadiran anak-anak kita, temukan tanggung jawab apa yang diwajibkan ke kita atas anak-anak kita …. Semoga Reason dan Dream itu dihadirkan oleh Sang Kuasa
“Duh Gusti Alloh, sekarang yang penting aku usaha halal apa aja, yang penting anak-anakku bisa sekolah tinggi, jadi manusia yang Kamu kehendaki ……., berkahi semua langkah usahaku ” sang enterpreneur mengakhiri doa dalam sujudnya.
[tulisan ini saya persembahkan untuk Ayahku H. Ridwan Bakar, seorang enterpreneur, hanya lulusan Sekolah Rakyat (SR). Mulai berwirausaha sejak umur 10 tahun, menjadi pedagang asongan rokok diperempatan. Menjadi pedagang busana dari mulai lapak sampai toko dipasar tradisional Jombang Jatim sejak tahun 1949-1994. Ya Alloh, ampuni segala dosa Ayahanda, ketika dalam setiap usahanya membesarkan kami. Amin]
Salam
Rosihan



