Re-launching SAQINA.COM

Re-launching SAQINA.COM
Bisnis online sering dibayangkan mudah. Namun kami ingin mengelolanya sebaik toko-toko offline kami.

Tuesday, October 28, 2008

Terbiasa Hidup Sangsi

Film dokumenter Kantata Takwa telah dirilis. Film ini wajib saya simpan DVD-nya. Agar anak-anak saya tahu, sampai hari ini, belum ada mahakarya musik Indonesia se-kualitas Kantata Takwa. Kualitas liriknya telah menyandera jiwa.

Semua syair dalam lagu-lagu mahakarya Kantata Takwa 18 tahun lalu masih menancap tajam hari ini. Semua lagu masih saya dengarkan, dan anak-anak saya wajib mendengarkan juga. Saya bahkan menjadikan lagu “Paman Doblang” menjadi sebuah dongeng, yang saya ceritakan sambil mendengarkan lagunya.

Satu lagu ajaib yang selalu terkenang, lagu Kesaksian dari Kantata Takwa, kalimat-kalimat yang dilahirkan oleh WS Rendra, hadir dalam lirik yang dahsyat. Satu kalimat ajaib yang selalu saya ingat, adalah kalimat “Terbiasa hidup sangsi”

Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. Saya sering kali menggunakannya sebagai “ejekan”. Ya, ejekan atas sikap-sikap penakut, peragu, tidak berani melangkah, tidak berani memilih, tidak berani mengambil keputusan, dan pasti tidak berani mengambil konsekuensinya.

Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. ”. Saya sering kali menggunakannya sebagai kesimpulan sesaat, ketika ingin membangkitkan semangat mereka untuk menjadi pejuang kehidupan. Mereka memang dihinakan (oleh diri mereka sendiri). Mereka Tanpa daya, Ya tanpa daya (tanpa potensi, karena sepanjang waktu mereka mereduksi potensinya sendiri). Ya ..mereka-mereka itulah … yang akhirnya Terbiasa Hidup Sangsi.

Sangsi atas rahman Tuhan-nya, Sangsi atas berkah kehidupan-nya, Sangsi atas takdir Tuhan-nya. Sangsi atas bisikan jiwa-nya, Sangsi atas nikmat sehat raga-nya, Sangsi atas kekuatan pikirannya, Sangsi atas segala potensi dirinya, Sangsi atas segala peluang-nya, Sangsi atas langkah-nya, Sangsi atas hak suksesnya, Sangsi atas segala untuk diyakini-nya.

Terbiasa Hidup Sangsi … semoga tidak menjadi Sangsi Atas Segala Hal di Muka Bumi ….
Merekalah “Orang-orang yang harus dibangunkan …”

salam
rosihan

Thursday, October 23, 2008

Menutup Toko Yang Pertama Kali


Kalau Pak Perry Tristianto Raja FO pernah membuka 90-an toko dan menutup puluhan toko, maka bulan Oktober 2008 ini SAQINA Group menutup toko untuk pertama kali.

Saat ini toko kami untuk konter Baju Koko SAJIDAH (http://www.sajidah.com/) yang berada di ITC Cempaka Mas Lt.3 Blok J No.749-752 telah kami tutup. Alasannya sangat jelas, setelah kami buka sejak awal Maret, kondisi penjualan ritel disana sepi, baik pada bulan normal maupun bulan ramai pas Ramadhan.

Kontribusi penjualan ritel di konter hanya menyumbangkan 3% dari total penjualan SAJIDAH keseluruhan. Namun Alhamdulillah sekali, penjualan online dan keagenan dari kantor pusat kami di Duren Tiga Jaksel malah memberikan kontribusi 97%.

Hasil perhitungan pembukaan konter dalam status rugi, sehingga seperti anjuran Pak Perry juga, tidak perlu lama-lama, jika toko/konter ngga bagus, langsung suntik mati saja ..he..he…

Saat ini penjualan SAJIDAH kami jalankan melalui kantor pusat SAQINA dan webstore http://www.sajidah.com/, dan alhumdillah masih tetap rame karena mau musim haji. Saya sendiri sedang mencari lokasi baru untuk membuka konter SAJIDAH ini.

Menutup toko pasti ada alasannya, mari kita cari-cari alasannya, soalnya ngga enak kalau “gagal” tidak ada BEJ-nya (Blame, Excuse dan Justify) he..he…he ….

Blame = Menyalahkan orang lain.
Mungkin toko saya sepi ini karena salah SPG-nya yang kurang aktif dan pelayanan setengah hati. Atau juga salah calon pembelinya. Soalnya Baju Koko kami yang kualitas bagus sering ditawar dengan harga setengahnya (ini khas untuk pembeli di ITC), padahal harga kami harga pas ..he..he..he… Pembeli dengan mudah bisa berpindah toko karena jumlah toko kebanyakan ..

Excuse = Alasan
Mungkin produk saya terlalu bagus untuk dijual disana. Masalahnya pesaing-nya sebagian besar baju koko dan mukena made in tasik, yang harganya 1/3 harga produk saya. Jadi ngga mungkin bisa bersaing dengan sekitar. ..he..hee….

Justify = Pembenaran
Ya benar ! Mungkin toko saya salah lantai ! soalnya di lantai 3, bagian belakang lagi, jadi sepi. Pengunjung hanya mau jalan-2 di lantai dasar, lantai 1. Kalau ke lantai 3 caapek deehhhh …. Huaa ..ha..ha…

Kata Gus Dur, mau nutup toko gitu aja kok repot !

Salam sukses ..

Wednesday, October 22, 2008

Pedagang Wajib Bertahan

Saya terharu ketika membaca liputan Wapres Yusuf Kalla ketika berbicara di pertemuan Saudagar Minang. Beliau mengajak para saudagar agar tetap bersemangat dan berani berusaha. Beliau juga meminta agar para Saudagar Minang dan Saudagar Nusantara tidak hilang harapan sehingga tidak berbuat apapun menghadapi krisis keuangan global yang melanda saat ini.

Para saudagar diminta agar berusaha mengatasi dampak krisis tersebut hingga efek terasa seminim mungkin. Para saudagar juga diminta memanfaatkan situasi krisis saat ini dengan melakukan upaya dengan memberdayakan ekonomi dalam negeri sekuat tenaga.

Beliau juga mengatakan, yang harus dijaga adalah kegiatan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Denyut nadi perekonomian di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen (Jakarta), Pasar Turi (Surabaya), Pasar Klewer (Solo) dan sentra-sentra perdagangan regional di seluruh nusantara harus tetap hidup. Selama pasar tradisional masih tetap hidup, dan berjalan normal, tidak akan terlalu besar dampaknya mengganggu perekonomian nasional.

Sebagai pedagang kecil yang kelak akan menjadi Saudagar Jawa, saya meng-amini 1000% pernyataan Wapres. Karena Wapres kita ini pengusaha, bukan birokrat, pernyataan-nya selalu praktis dan pragmatis.

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pedagang kecil ?

Pertama, lakukan efisiensi ! pasca lebaran volume jualan pasti menuju keadaan normal. Itu biasa. Tapi yang tidak biasa kali ini adalah kewajiban kita untuk efisiensi di semua pos yang mungkin. Karena diluar sana terdengar suara-suara krisis akan datang.

Kedua, tetaplah sering jalan-jalan ke pusat perkulakan. Buka diskusi dengan supplier anda, produsen, distributor. Saya yakin akan terbuka perbincangan seputar kiat-kiat mereka mensiasati keadaan saat ini. Bagaimana strategi dan produk-produk mereka kedepan. Karena jelas akan mempengaruhi produk yang akan kita jual.

Ketiga, buka komunikasi dengan beberapa pelanggan loyal. Diskusikan hal-hal yang memungkinkan kita sebagai pedagang mengetahui tingkat daya beli pelanggan kita saat ini. Saatnya kita lebih berpelukan erat dengan pelanggan loyal kita.

Ke-empat, tetap menjalankan rencana-rencana. Yang ingin ekspansi ya jalan terus. Yang ingin mencoba strategi marketing baru ya silahkan. Tidak perlu ada yang ditunggu. Tidak ada yang tahu 3-6 bulan kedepan akan terjadi krisis atau tidak, kalau krisis juga kapan berakhirnya ngga ada yang tahu juga. Yang penting adalah kehati-hatian dan terus deal dengan situasi.

Kelima, tetaplah berdagang. Saat ini diperlukan mental Pejuang Pedagang (mengutip H.Alay). Pejuang Pedagang yang selalu Bertawakal.

Salam sukses

Tuesday, September 9, 2008

MuslimDistro.com di Liputan TPI

Kamis 4 Sept 2008 minggu lalu, kami sejak pagi sekali sibuk menyiapkan display kantor pusat SAQINA untuk menjadi “Distro”. Membuat seperti toko Distro beneran. Karena jam 10 kami akan diliput TPI untuk acara Minggu Pagi jam 06.00 WIB tanggal 7 Sept 2008.


Liputan TPI cukup detil. Syuting mengambil gambar mulai dari proses disain, produksi, penjualan online sampai webstore. Terima kasih untuk Pak Irwan Rahman (TDA Network) yang bersedia menjadi figuran pemeran Pelanggan Online.

Awalnya kami biasa saja menyambut peliputan TPI ini, karena kami miskin pengalaman diliput media TV Nasional. Yang penting kami menyiapkan tampilan toko Distro sebaik mungkin, dan membantu TPI bisa mengambil gambar sesuai kebutuhan dengan kualitas yang baik.

Alhamdulillah, momen liputan TV pertama bagi bisnis SAQINA Group yang kami tunggu-tunggu muncul juga jam 06.15 di acara pagi TPI. Liputan ber-durasi 5 menit ternyata terasa cukup lama disaksikan. Tampilan toko “Muslim Distro” jadi-jadian ternyata tampil cantik di TV. Testimoni pelanggan (Pak Irwan) dan penjelasan Owner MuslimDistro (kali ini Ines yang tampil) menjadikan liputan begitu menarik. Tampilan disain kaos satu per satu dibahas oleh presenter TPI.

Yang lebih lucu adalah karyawan kami yang begitu malu tampil di TV, tapi senang karena langsung meng-SMS ortu dan sodara-2 di kampung untuk nonton TPI pagi itu. Meminjam kalimat Tukul, “horee .. anakku masuk tivi …. masuk tivi …masuk tivi …”

Liputan TPI ini ok juga, karena Alamat Lengkap, No.Telepon, HP, Contact Person dan alamat WebStore ditampilkan jelas sekali. Ini berkah Ramadhan bagi kaos dakwah kami.

Tapi yang mengejutkan, lewat 5 menit dari liputan, tiba-tiba banyak SMS dan telepon masuk ke HP kami. Mulai dari Medan, Balikpapan, Pontianak, Biak, Lampung, Semarang dan lain-lain. Hari minggu itu, kami tiba-tiba begitu sibuk melayani order kaos jarak jauh ini. Padahal stok kami sangat tidak siap. Pembelian karena dampak liputan ini lebih sulit, karena pembelian ritel jumlah kecil, tapi pembelinya banyak. Namun juga ada yang pembelian agen. Akhirnya sampai hari ini, masih banyak yang gagal kita penuhi ordernya.

Ada juga pelanggan yang langsung datang ke kantor, dan kecewa, karena tampilan “Distro” jadi-jadian yang dilihat di TV kok ngga ada ? yang ada hanya tumpukan stok. Kami terpaksa harus menjelaskan soal ini.

WebStore kami juga kebanjiran kunjungan, kami cek di web statistik kunjungan meningkat 3 kali dari sebelum liputan. Kebanyakan direct access ke alamat webstore. Pemakaian bandwidth naik 6 kali, karena banyak yang mengakses gambar disain kaos.

Hikmah yang kami dapatkan, ternyata hasil liputan TV Nasional (TPI) ini luar biasa, karena jangkauan yang luas. Kita tidak bisa menduga disaksikan oleh siapa dan dimana. Yang pasti diperlukan kesiapan kita dari aspek barang dan pelayanan.

Salam
Rosihan

Monday, August 18, 2008

Interior dan Ekterior Efektif Saat Lebaran (bag.3)

Interior dan eksterior toko adalah adalah hal utama dalam menciptakan citra toko kita. Namun tujuan utama kita membangun citra toko kita adalah :

o Membuat pelanggan tertarik untuk masuk ke toko kita.

o Membuat pelanggan yang sudah masuk ke toko lalu membeli barang dagangan kita.

o Melakukan 2 hal diatas terus menerus dengan terus memberikan layanan pelanggan yang baik.


INTERIOR TOKO

Jika 3 hal diatas sudah dilakukan, masalah manajemen ruang harus kita perhatikan. Ada 3 tujuan utama dalam manajemen ruang toko sbb:

1. Alokasi Efisien Ruang Toko

Meng-alokasikan se-efisien mungkin ruang toko untuk masing-masing kategori barang. Berikut contoh efisiensi ruang.

Misal, toko kita ukuran 3x4 m. Biasanya ada gantungan baju, lemari stok, dan pelayan toko ada dibalik lemari stok. Saat lebaran, ada baiknya singkirkan dulu lemari stok. Ganti semua display barang dengan gantungan baju. Gantungan baju panjang 1 meter, mampu menampung 25 baju. Ruang 3x4 m dapat menampung 9 gantungan baju.

Tidak ada stok di display, semua stok di gudang (ruang penyimpanan). Display setiap gantungan dipertahankan terus selalu ada 25 baju. Stok ya yang ada di gantungan. Jadi pelayan nantinya hanya konsentrasi baju yang ada di gantungan, tidak lagi sibuk berdiri – jongkok cari stok di lemari. Pelayan langsung berhadapan dengan pelanggan. Ruangan lebih luas, sirkulasi pelanggan lebih nyaman. Kontrol barang lebih mudah, sebagai pencegahan barang hilang. Jika saat agak sepi, baru menambah stok lagi ke gantungan.


2. Sirkulasi Nyaman

Membuat sirkulasi arus pelanggan senyaman mungkin adalah penting, untuk memudahkan pelanggan masuk, pilih barang dan transaksi. Sirkulasi kadang terkait dengan penempatan kategori barang. Ada 2 sirkulasi, Sirkulasi Grid (sejajar) dan Sirkulasi Free Flow. Untuk Lebaran, yang paling tepat adalah Sirkulasi Grid. Contoh gampang sirkulasi grid adalah Carrefour, Alfamart, dll.

Contoh penggunaan gantungan baju diatas adalah untuk menciptakan Sirkulasi Grid. Adapun keuntungan sirkulasi grid sbb:
o Murah
o Pelanggan terbiasa dengan pola Sirkulasi Grid
o Barang dagangan mudah terlihat per kategorinya
o Pembersihan ruangan toko juga mudah
o Keamanan barang mudah dijaga
o Memungkinkan pelanggan pilih-pilih barang sendiri


3. Membuat Pencegahan Kehilangan Barang

Potensi barang hilang saat lebaran cukup tinggi. Dilakukan oleh sindikat yang datang bergantian dalam beberapa kelompok. Toko tiba-tiba kelihatan rame, namun ternyata mereka adalah satu gerombolan sindikat. Pola sindikat yang paling gampang dilihat adalah saling merepotkan pelayan. Mereka mencoba meminta beberapa hal saat bersamaan, pada kategori barang yang berbeda. Melakukan hal-hal yang memalingkan perhatian pelayan, supaya pelayan sibuk, bahkan panik dan akhirnya lengah.

Namun, penempatan ruang yang efisien, dan sirkulasi yang memudahkan pengawasan, dapat meminimalisir kehilangan barang. Latihlah semua pelayan untuk selalu tenang melayani pelanggan. Walaupun ada pelanggan yang judes, marah-marah, nyuruh-nyuruh. Tetap tenang, perhatian penuh ke barang dan pelanggan namun tetap waspada. Jangan mudah hilang konsentrasi. Posisikan tempat duduk kasir paling tinggi, sehingga dapat meng-kontrol semua area toko. Jika toko ramai, tidak perlu semua pelayan melayani pelanggan, harus tetap ada yang free untuk mengawasi keseluruhan area toko.


EKSTERIOR TOKO

Saat lebaran, saatnya berbenah eksterior toko. Yang paling utama adalah Nama Toko. Lalu Big Banner yang menjelaskan barang dagangan, diskon, dan hal-hal yang menarik pelanggan. Tidak mahal untuk melakukan ini, cukup dengan Digital Printing 25 ribu/meter, kita bisa membuat Tampilan Depan Toko sangat heboh dan menarik pelanggan masuk toko.

Hal paling benting untuk Banner adalah konten (isi). Kita bisa belajar dari Pak Tung, Brad Sugars untuk membuat kata-kata yang menarik, yang bisa dipahami pelanggan dalam 3 detik, dan menarik pelanggan untuk masuk toko kita. Berikan tawaran marketing yang revolusioner, yang membuat pelanggan merasa rugi kalau tidak masuk dan beli di toko kita.

(nantikan bag.4 – penataan ulang barang dagangan)

Salam
Rosihan

www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online … hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !

Wednesday, August 13, 2008

Stok Lebaran dan Ragam Dagangan Kita (bag.2)

Sebelum kita menerapkan strategi baru yang tepat menyambut Lebaran 2008 ini, ada baiknya kita siapkan Internal Toko kita sebaik-baiknya. Apa saja internal kita yang harus disiapkan ?
1. Kesiapan Stok Barang
2. Perubahan Interior dan Eksterior
3. Penataan Ulang Display Barang
4. Penambahan SDM
5. Kesiapan Operasional Lebaran


1. KESIAPAN STOK BARANG

Kesiapan stok barang untuk siap menghadapi momen Lebaran untuk setiap toko berbeda, namun intinya Stok Harus Ditingkatkan. Masalah kesiapan stok, ada beberapa yang bisa kita lakukan :

o Menambah stok barang yang selama ini terbukti laku terjual, biasanya kita sudah punya beberapa merek idaman yang terbukti laku. Idealnya stok seperti ini ditingkatkan 3-4 kalinya.

o Menambah produk baru. Produk baru bisa produk branded atau tidak. Untuk produk branded busana muslim, kita bisa melihat dari Majalah UMMI, ALIA atau PARAS. Tabloid Nova atau media lain yang biasanya pas Lebaran selalu menyajikan iklan busana muslim. Puluhan iklan busana muslim branded ada disana, dan semua produsen lagi beriklan. Jika ragu dengan produk baru, kita bisa tanya ke komunitas, siapa yang sudah pernah jual produk-2 tersebut. Tidak perlu ragu bertanya.

o Saat Lebaran adalah saat jualan busana muslim anak dan perlengkapan muslim (baju koko, mukena, peci/songkok, sarung, sajadah). Pengalaman kami, perlengkapan muslim jika disiapkan serius bisa menyumbangkan omset yang lumayan besar.

o Memperlebar rentang harga, artinya kita sebisa mungkin menyediakan produk berharga murah, sedang dan mahal. Pelanggan lebaran itu sangat beragam. Ada yang pelanggan rutin toko, tapi banyak juga pelanggan baru yang hanya belanja saat lebaran saja.

o Melengkapi varian warna dan ukuran. Idealnya stok dilengkapi per-model seri warna seri ukuran. Namun juga bisa dicampur. Perihal warna, saat Lebaran menjadi penting. Sebagai contoh, produk kerudung/jilbab saat lebaran stok kami paling lengkap dalam warna, karena banyak pelanggan beli baju lalu beli kerudung yang warnanya harus senada dengan warna baju. Kadang baju beli ditempat lain, kerudung mencari warna di toko kami. Warna jadi prioritas, model bisa apa saja. Khusus dibusana muslim, produk dengan warna yang harus kita sediakan lengkap adalah Kerudung dan Bawahan (celana/rok), karena ini produk “korban” penyesuaian dari baju/atasan.

o Kesiapan Stok = Kesiapan Budget, artinya modal harus juga disiapkan. Seperti biasa, setiap lebaran kami menggalang modal darimana saja. Bisa dari IMF (istri, mertua, family – sanak saudara), konsorsium pemodalan dari relasi, teman dan banyak sumber lain. Bisa juga KTA, kartu kredit bahkan pegadaian. Bisa juga ngutang ke supplier, alias cari barang dengan pembayaran tempo (dibayar setelah lebaran). Pedagang banyak hutang itu biasa, karena kita sudah biasa hidup dari margin hutang-hutang he..he..he..

o Alokasikan budget kulakan sesuai dengan kapasitas display barang ditoko. Display di toko busana muslim biasanya terdiri dari Kerudung/Jilbab, Blus/Atasan, Stelan & Gamis, Bawahan/Rok dan Perlengkapan Muslim (Baju Koko – Mukena – Peci – Sarung - Sajadah).

o Saat kulakan yang tepat untuk menyiapkan stok adalah bulan ini (Agustus). Stok barang di pasar grosir ataupun stok produk branded sedang full stok pada bulan ini. Lalu stok tambahan akan terus ada sampai pertengahan Ramadhan. Diatas tanggal 15 September, kondisi stok di pasar grosir bisa jadi mulai dijual stok lama. Hati-hati kulakan pada 2 minggu terakhir (15-28 September), barang stok lama akan dicoba dijual kembali oleh pedagang grosir. Produk branded kadang malah stok sudah kacau, kami sudah sering gagal order produk branded pada saat Ramadhan.


Kesiapan stok adalah hal paling penting dalam maraih omset penjualan Lebaran. Saat ini adalah saat bekerja keras mengumpulan produk dengan model terbaik. Semua produk saat ini sedang mengeluarkan produk andalannya. Jadi saat tepat kita mengumpulan produk-produk terbaik. Selamat kulakan ….

Jika stok sudah siap, bagaimana men-display barang kita dengan efektif ?

(nantikan bag.3)

Salam
Rosihan

www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online …
hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !

Strategi Ritel Busana Menyambut Lebaran 2008 (Bag.1)

Bagi dunia retail fashion (pedagang busana), bulan Agustus dan September 2008 adalah bulan yang paling ditunggu dalam tahun 2008 ini. Jika kita hitung mundur, Lebaran 2008 tinggal 48 hari lagi, sedangkan Ramadhan tinggal 18 hari lagi.

Lebaran 2008 versi pemerintah dan Muhammadiyah, akan jatuh pada 1 Oktober 2008, dan Ramadhan 2008 akan dimulai pada 1 September 2008. Semoga tahun ini tidak ada perbedaan 1 Syawal dengan NU.

Sebagai pedagang pemula dengan toko kita yang masih kecil dan modal yang pas-pasan ini, kita harus antusias menyambut even ini dan ini saatnya bekerja keras. Namun sebelum kita bahas strategi apa yang paling tepat untuk menyambut Lebaran 2008 ini, mari kita lihat-lihat fenomena saat ini.

=> Dampak Kenaikan Harga BBM. Banyak yang bilang kalau dampak kenaikan BBM baru terasa bulan-bulan ini, karena bulan ini sedang terjadi penyesuaian. Beberapa produsen juga mulai menaikkan harga produk. Kenaikan yang merata hampir disemua kebutuhan pokok ini akan berimbas pada daya beli produk lain. Kemampuan daya beli yang rendah ini berlaku umum untuk semua produk.

=> Harga-harga untuk industri garmen saya dengar tidak stabil. Ini terjadi karena kenaikan harga bersamaan dengan permintaan bahan baku industri yang lagi tinggi. Produsen sangat berhati-hati dalam menentukan harga, juga ketika mengeluarkan produk dipasaran.

=> Juli Adalah Bulan Sekolah, dampaknya secara langsung dari jaman dulu sudah pasti kerasa. Apalagi jaman orde Reformasi ini, biaya sekolah makin mahal. Padahal sekolah itu wajib. Tidak heran jika bulan Juli banyak toko yang omsetnya terkoreksi. Awal Agustus ini belum bisa dianggap periode Lebaran. Periode belanja Lebaran baru dimulai nanti tanggal 25 Agustus.

=> Tren Diskon melanda semua peritel, coba buktikan di Ramayana, Matahari, atau di hipermarket Carrefour. Baik produk fashion maupun grocery, melakukan strategi cut pricing untuk menarik pelanggan berbelanja. Bahkan diskon dibuat harian untuk setiap kategori produk. Ini pertanda, bahwa banyak pelanggan yang price sensitive dalam membeli produk.

=> Lebaran 2008 saya istilahkan adalah lebaran 2 putaran. Putaran pertama dimulai tanggal 25 Agustus ini, karena ada yang gajian mulai tanggal 25. Banyak pelanggan pada akhir Agustus sampai awal September ini akan belanja persiapan Ramadhan.

=> Putaran kedua nanti mulai tanggal 15 – 30 September, karena THR dan Gaji September biasanya di-rapel (diberikan bersamaan). Puncak penjualan toko diperkirakan pada rentang tanggal tersebut, karena THR dan Gaji telah cair. Ini dampaknya dahsyat bagi semua pedagang, pada H-15 semua toko sudah pasti ramai.

Melihat kondisi saat ini, tidak ada yang perlu ditakutkan. Sebagai peritel, kondisi apapun didepan mata harus kita sambut dengan riang gembira, penuh berkah dan yakin omset besar didepan mata.

Lalu strategi apa yang harus kita lakukan untuk toko kecil kita ?

(nantikan bag.2)

Salam
Rosihan

www.saqina.com
pusat belanja busana muslim online …
hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !