Re-launching SAQINA.COM
Monday, February 16, 2009
Indonesia Surga Wirausaha (1) Seri Birokrasi
Birokrasi ala Indonesia = Ribuan Peluang Usaha
Mau tahu buktinya ? cari saja penyedia jasa pengurusan SIM, STNK, Balik Nama Kendaraan, Sertifikat Tanah, IMB, Pajak, Pencairan Jamsostek, Sertifikasi, Akte, Paspor dan seabrek urusan lainnya yang bersentuhan dengan Birokrasi Ala Indonesia, pasti ada CALO-nya. Sang calo pasti menawarkan 2 alternatif, mau jalur cepat atau jalur lambat ? mau jalur selamat atau jalur sengsara ? Jangan tanya, tidak sedikit mereka yang berwirausaha di sektor ini tahan banting! Tidak kenal krisis, dan sudah bertahun-tahun bermain-main disana. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???
Di negara maju, susah mem-bisniskan birokrasi ! Birokrasi negara maju malah yang pro-aktif, meng-edukasi, melayani, dan mendukung ! Birokrasinya simpel, slim, efektif, aturannya jelas, juga tarif dan prosesnya jelas sekali dan tidak ingin ada bisnis disana.
Mau Usaha, Harus Ijin ???
Di Indonesia, kagak perlu ! kita bisa mulai usaha apa aja ngga perlu ijin, apalagi boro-2 bikin SIUP-lah, CV-lah, apalagi PT. Negara ini menyebut mereka-2 para pedagang, penjahit konveksi, sub-kontraktor adalah pekerja sektor informal (walau sebenarnya wirausaha). Tanya aja pedagang di sentra-sentra grosir, apa mereka sebagian besar punya SIUP, CV atau PT ? walaupun kalau anda tahu, omset mereka ratusan juta broo… Kalaupun mereka punya SIUP, itu hanya formalitas buat ngutang ke bank ! jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???
Padahal, kata temen di salah satu negara di Eropa, mau jadi penjahit aja harus punya sertifikat tukang jahit resmi, kalau mau buka usaha jahitan, harus ada ijin formal dlll.
Mau Usaha Harus Bayar Pajak ???
Itu hanya terjadi di negara tertib bro ! saat ini aja, negara baru mengejar-ngejar warganya supaya punya NPWP. Juga diadakan sunset policy, supaya sadar pajak. Banyak pengusaha sektor informal belum tersentuh pajak. Tanya juragan bakso, pengusaha bubur ayam, steak kaki lima, pengusaha server pulsa dll … omsetnya gila tapi bebas pajak … asik khan ? jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???
Bandingkan dengan negara maju, pajak bisa sampai 30%, apalagi buat pekerja formal, pajaknya besar bangeet …
So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!
Ada yang ingin menambahkan ???
salam sukses
rosihan
www.saqina.com
Tuesday, January 20, 2009
"Tidak Ada Krisis", Yang Ada Hanya Perlu Mengubah Sudut Pandang
Apa betul saat ini tidak ada krisis ? jangan ngawur yaa ! ada, jelas didepan mata kita. Semua media memberitakan krisis ini. Ekonomi global sedang redup, mulai banyak PHK, mesin produksi mulai terhenti, ekonomi jelas melambat, konsumsi menurun, daya beli drop banget.Monday, January 5, 2009
Kategori Industri Baru : Industri Sukses, Industri Kaya
Mungkin jika ada yang melakukan penelitian di Google, keyword “rahasia sukses” dan “rahasia kaya”, saya yakin akan terus meningkat 2 kata-kata itu digunakan dalam website, blog, atau jualan internet marketing.
Awalnya saya sering menemukan di website seperti itu dilahirkan oleh murid-murid hasil dari perguruan “internet marketing”. Ribuan website yang sering kali “hanya 1 halaman” panjang scroll ke bawah, dengan gaya bahasa dan provokasi yang nyaris sama, untuk jualan yang berbeda. Ada yang jualan produk, jasa, namun sebagian besar jualan e-book. Ada testimoni, bukti cetak mutasi rekening, ada mobil baru sebagai perwujudan bukti sukses.
Lalu dengan makin meriahnya dunia kewirausahaan, Industri Sukses makin meluas, dengan hadirnya lembaga, perorangan dan komunitas yang masuk ke industri ini, dan tentunya bisa meraup kekayaan, karena memang ada demand yang lagi hot. Bahkan wilayahnya makin melebar tidak hanya untuk urusan cepat kaya, tapi urusan cara cepat lainnya.
Dan hebatnya, SEMUA ITU MASIH RAHASIA …. Jadi Anda harus bayar jika ingin tahu isi rahasia itu.
Mari kita cermati secara iseng saja, Industri Sukses ini sudah merambah ke topik-topik mana saja, cara gampangnya via paman Google.
Topik Internet Marketing, Wah, ini paling banyak. Rahasia sukses melalui internet ini tawarannya sangat menarik, menjanjikan cara cepat dan mudah, bahkan dengan penghasilan dolar… menggiurkan bukan ?
Topik Dunia Bisnis, Ini cukup banyak juga yang menawarkan sukses bisnis dalam sekejap, artinya cukup baca e-book, mungkin Anda bisa sukses. Rahasianya cukup beragam, rahasia sukses bisnis online, rahasia sukses bisnis tanpa modal, rahasia sukses bisnis MLM, dan banyak banget rahasia-rahasia lainnya …
Topik Cara Membangun Kekayaan, ini juga cukup banyak cara dan formula cepat kaya. Yang semuanya mengusung jargon menarik, kalau diringkas kira-kira bunyinya seperti ini ”cara cepat kaya raya dengan mudah dan murah tanpa perlu menunggu tua” … Mau kaya lewat internet, saham, forex, option, property, bisnis, franchise, dan ratusan cara lainnya.
Topik makin melebar ke Rahasia Sukses Rahasia Sukses Karir, Sukses Pendidikan, Sukses Perkawinan, bahkan sampai Rahasia Sukses Urusan Sex.
Tapi siapa bilang sukses hanya urusan dunia, ternyata Industri Sukses juga masuk ke topik-topik akhirat, buktinya ada Rahasia Sukses Masuk Surga, tapi ini bukan e-book, tapi dakwah gratis, soalnya kalau dijual dalam e-book, takut kualat (cilaka duabelas).
Tapi intinya semua sama, ADA UANG, RAHASIA TERBUANG, artinya, jika Anda sudah bayar, sudah tidak lagi rahasia. Anda sudah bisa membacanya, mempraktekannya dan menikmati hasilnya …
Jadi, Anda mau gabung di Industri Sukses/Kaya ini ?
Friday, December 19, 2008
NALO : No Action Learn Only

Saya tertawa membaca judul diatas, yang saya dapatkan dari salah satu komentar di blog saya. Selama ini saya taunya cuman NATO, No Action Talk Only.
Ternyata kalau kita kumpulin semua singkatan lucu yang berawal dari No Action itu banyak sekali.
NANO : No Action Networking Only.
yang penting kenalan banyak broo .. khan silaturrahmi …
NAMO : No Action Milis Only
aku ini udah ikutan milis sejak 2006 loh … sering posting lagi..
NAFO : No Action Facebook Only
lihat nih, temenku banyak khan ? beken-2 dan milyader loh
NAAO : No Action Attend Only
gue sih yang penting setor muka !
NAWO : No Action Watch Only
Asik juga ya lihat temen-2 pada sukses …
NATO : No Action Talk Only
yang penting sih ngobrol .. curhat apa nggosip ??
NALO : No Action Learn Only
yang penting aku udah belajar loh … sampai kapan ???
NASO : No Action Seminars Only
aku sih mau ngumpulin sertifikat dulu …
NAWO : No Action Workshop Only
Aku harus ikut workshop apa lagi yaa???
NADO : No Action Dream Only :
aku udah nulis di 100 Dream book loh
NAIO : No Action Ideas Only
wah, aku udah punya ide besar, orisinil, totally new !
NAPO : No Action Plan Only
Siip …aku udah bikin business plan 30 halaman !
NAEO : No Action Excuse Only
wah, ternyata jadi pengusaha susah !
Ada yang mau menambahkan ???
Tambahan dari Pak Hadi Kuntoro :
NABO : No Action Blog Only
Action-nya entar2an deh..yang penting sudah ada lompatan sangat besar...membuat Blog, ujung2nya bingung mau nulis apa..hehehe.
NABO : No Action Believe Only
NABO : No Action Businessconference Only
NAPO : No Action Pray Only
NAFO : No Action Jum'atforum Only
Tambahan dari Pak Abduh
NAPAS : No Action PAS-pasan Only.
NAKAL : No Action KALah only.
NAMPAR : No Action terlemPAR only.
NANGIS : No Action ya naNGIS beneran.
Tambahan dari ylabdo@yahoo.com
NANA = No Action No Action
Tambahan dari sumarketer@yahoo.com
NANO = No Action Nanya Only
Tambahan dari Pak Satrio
NANA : No Action No Affirmation
Tambahan dari Pak Adzan Wahyu
NALO : No Action LOA Only
Tambahan dari teh Iis (Media Indonesia)
NANO : No Action Nulis Only
Tahun 2008 sudah hampir tutup buku. Saatnya REFLEKSI. Adakah diantara kita yang sudah terlalu sering No Action …. Only ? Apakah akan kita ulang di tahun 2009 mendatang … ayo broo … cuman Action yang bisa membuat kita berubah !
Salam Action
rosihan
Monday, December 15, 2008
Mendulang Rupiah Toko Fesyen Daring
Di-copy dari Koran Media Indonesia
Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB
Toko Online : Belanja lewat internet ternyata memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. (ilustrasi toko online www.saqina.com dan salah satu produk busana).Tapi, bagaimana dengan beli baju di toko maya? Bukankah membeli baju identik dengan kegiatan rekreasi. Sembari jalan-jalan ke mal dan mesti diawali dengan pandangan, sentuhan, dan diakhiri dengan acara mengepas di fitting room, baru kemudian membayarnya di meja kasir?
Tanyakan itu pada Agustav Alvi, pemilik Dromedary Collection ini. Ia mengaku menggunakan toko online-nya sebagai tulang punggung pemasaran pakaian anak muslim yang diproduksinya. Kendati ia juga masih menggunakan sistem keagenan, kontribusi penjualan via toko daringnya tak bisa dipandang sebelah mata.
"Total produksi kita 3.000 pieces setiap bulannya. Kita pakai sistem penjualan keagenan dan online. Jadi, orang tinggal lihat di website, pilih produk, pesan via online, transfer lalu kita kirim barangnya. Mereka bisa belanja sebagai agen atau juga ritel," kata Agustaf yang mengaku berkat toko daringnya ia punya pembeli dari Malaysia hingga Eropa.
Peluang bisnis ini ditangkap oleh sebagian pengusaha yang menurut pakar marketing Hermawan Kertajaya menggunakan gaya new wave marketing, gelombang pemasaran baru di dunia pemasaran yang memasukkan teknologi informasi sebagai tulang punggung penjualan mereka.
Muhammad Rosihan, pemilik Saqina.com yang juga mantan profesional di bidang teknologi informasi, telah membuktikannya. Toko online memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. Hasil survei saat ini, 44% dari 32 juta pengguna internet mengakses internet setiap hari. Sebanyak 70%-nya mengakses rata-rata 2 jam per hari.
"Ini mendekati kebiasaan menonton TV. Sedangkan sisanya mengakses internet dua hingga tiga kali seminggu, selama 1 hingga 2 jam," kata Rosihan meyakinkan.
Artinya ada sekumpulan calon pelanggan potensial di internet yang bisa ditarget. Dan kabar baiknya lagi, pengguna internet ini daya belinya cukup baik. Pola belanja masyarakat sekarang pun sudah berubah. Berbeda dengan cara belanja masyarakat dulu yang belum bisa yakin dengan produk yang dibelinya sebelum ia datang dan melihat barang dengan langsung.
"Alasan mereka, waktu dan praktis. Cukup dengan duduk di depan komputer, bayar dan pesanan mereka pun datang. Kan semua model ada keterangan bahan, ukuran yang detail, warna dan keterangan yang jelas, juga jaminan pengembalian," jelas Rosihan.
Pasar potensial
Jika Agustav memadukan bisnis toko daringnya dengan usaha konveksi dan merek fesyen yang dirintisnya, Rosihan menggabungkan saqina.com dengan toko darat yang didirikannya di beberapa kota.
"Beda dengan toko offline Saqina yang market-nya terbatas, hanya di kabupaten atau kota tertentu, Saqina.com bisa diakses oleh konsumen dari belahan dunia mana pun. Potensi market size-nya adalah 32 juta pengguna internet di Indonesia," kata Rosihan.
Berbisnis online juga efektif buat mereka yang belum mampu atau memang tak berminat mengalokasikan modalnya buat sewa kios yang konon kerap menjerat leher para pedagang. Jadi, kuncinya jeli memilih penyuplai buat toko, carilah pemasok yang memberikan diskon yang memadai buat memutar roda bisnis.
Merek busana muslim Manet yang didirikan Badroni Yuzirman, misalnya, bahkan memberlakukan aturan tukar barang dan uang kembali pada agennya. Kendati kelenturan ini disertai syarat tertentu, ini jelas membuat para agennya lebih nyaman. Ini yang membuat Manet kini punya ratusan agen yang setia.
Pebisnis toko daring, kata Agustaf, mestinya juga tak berhenti dengan hanya memajang barang dagangan di situsnya. Agustaf mengaku ia juga mengoptimalkan internet buat melakukan ekspansi buat bisnis fesyennya sekaligus mendiversifikasi usahanya. Anda tertarik?
Gusvarice/Zat/M-3
salam sukses
rosihan
thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.
Tips : Agar Bisnis Fesyen Daring Laris Manis
Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB
1. Pilih fasilitas toko daring sesuai kemampuan dan kemauan Anda. Bisa gratisan, seperti di blogger.com, multiply.com, atau wordpress.com yang bisa direnovasi jadi toko online. Lebih murah, sederhana, dan cocok untuk pemula. Alternatif lain, fasilitas berbayar dengan modal Rp250 ribu per tahun, Anda sudah punya sebuah toko. Dana itu digunakan untuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun.
2. Tumbuhkan kepercayaan konsumen dengan menunjukkan identitas Anda dengan jelas. Sebaiknya mencantumkan nama, alamat lengkap, bahkan foto Anda.
3. Gaul di internet, aktif dalam mills dan blog sehingga makin dikenal para penggila internet.
4. Coba berikan tips dan trik unik yang berhubungan dengan barang yang Anda tawarkan. Seperti, newsletter yang terkait dengan produk Anda. Jangan hanya mengisi toko dengan pajangan produk.
5. Bergaul akrab dengan Google, sering meng-up date data dalam toko online Anda untuk menaikkan peringkat google Anda.
6. Membangun kredibilitas. Jangan hanya menjadi penjual, Anda harus menjadi ahli dari produk yang Anda tawarkan.
7. Anda bisa menampilkan testimoni dari pembeli, dengan begitu akan memberikan gambaran bahwa banyak yang menyukai toko online Anda.
8. Buatlah pengunjung dan pembeli toko online kita nyaman dengan menyediakan informasi penting yang harus diketahui pengunjung tentang toko dan baju yang Anda jual. Seperti, keterangan detil tentang tiap-tiap produk yang Anda tawarkan, ukuran, bahan, dan warna.
9. Tingkatkan jumlah pengunjung dengan promosi online melalui media-media iklan baris, baik yang gratis maupun berbayar.
10. Manjakan pembeli dengan penawaran-penawaran yang fantastik, seperti potongan harga dan hadiah.
11. Bertukar link banner dengan sesama toko online dan relasi Anda.
12. Promosi offline, memanfaatkan kendaraan Anda atau teman, seragam kerja karyawan, kop surat, amplop, nota, kartu nama, hadiah, atau suvenir dengan memasang nama toko online Anda.
(M-3)
salam sukses
rosihan
thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.
Sunday, November 30, 2008
Maaf, Saya bukan Orang Gajian Lagi
Edisi Cetak : Minggu, 30 November 2008
BERPINDAH status dari orang gajian menjadi pengusaha membutuhkan persiapan mental dan strategi yang matang.Keterbatasan modal bukan halangan.
Posisinya sebagai project manager membuat Mohamad Rosihan, 36, tahu betul jika dengan hanya dua proyek besar, perusahaan tempatnya bekerja bisa menutup biaya operasi selama setahun penuh. Tak puas hanya menikmati cipratan proyek itu saat gajian, Rosihan pun segera memutuskan untuk pindah kuadran. Namun, ia mengaku cukup hati-hati untuk berpindah status, dari seorang pekerja jadi pebisnis.
Alumnus Institut Teknologi Bandung ini terlebih dahulu menguji kemampuannya sebagai seorang self employee pada bisnis konsultan teknologi informasi yang dikelolanya sejak 2002. "Modalnya, sebuah proyek senilai Rp30 juta, saya pikir cara ini bisa membuat saya memperoleh seluruh nilai proyek, tak seperti pekerja yang cuma dapat gaji," kata Rosihan.
Selama setahun ia mencicipi pengalaman repotnya mempekerjakan diri sendiri pada bisnis yang dikelolanya. "Namanya berbisnis di sektor jasa yang knowledge based itu memang akan melelahkan. Semuanya bergantung pada kita, proses pendelegasian berjalan lamban dan sulit," kata Rosihan.
Karena sadar bahwa keleluasaan mengatur waktu dan melakukan inovasi, dua hal yang selama ini diimpikannya saat mulai berbisnis, nyaris mustahil terwujud jika ia tetap bertahan di kuadran self employee. Ia pun segera banting setir. Sejak 2004, ia menggeluti bisnis ritel fesyen muslimah. "Memang harus ada shortcut, untuk beralih dari self employee menjadi seorang business owner. Orang sering heran, kok seorang dengan latar belakang teknologi informasi seperti saya bisa bisnis baju, padahal ini shortcut saya," kata Rosihan.
Bisnis barunya itu ternyata jauh lebih dahsyat daripada perkiraannya. Pendapatan 10 kali lebih besar daripada gaji berhasil dibukukannya hanya dalam waktu enam bulan. Kini di saat sepi, toko-tokonya bisa membukukan omzet Rp30 juta hingga Rp60 juta. Di saat panen Lebaran, bisa mengalirkan perputaran uang hingga Rp150 juta sampai Rp450 juta.
Jalur aman Menjalankan bisnis berbasis self employee, seperti yang dilakukan Rosihan di awal perjalanannya sebagai pengusaha, kata Aidil Akbar, Chairman International Association of Registered Financial Consultant (IRAFC), adalah langkah pindah kuadran yang paling tepat.
"Lakukan dari yang mudah dulu, beli franchise atau jadi self employee bisa jadi pilihan. Begitu pula saat akan berpindah dari tahap pekerja yang juga pebisnis sampai total fokus usaha. Buat yang biasa jadi orang gajian, semuanya harus dipersiapkan secara terencana dan bertahap, baik itu dari segi manajemen maupun keuangan," kata Indonesia Senior Partner Pavilion Wealth Management itu.
Hal senada juga diungkapkan Yanti Isa, 41, pendiri PT Magfood Inovasi Pangan. Ia baru memutuskan untuk total jenderal di bisnis bahan pangan dan makanan cepat saji setelah tujuh tahun menjalankan bisnisnya. "Padahal, setelah dua-tiga tahun, saya sudah balik modal. Karena saya ingin benar-benar menjadi business owner dulu sepenuhnya, baru saya melepas pekerjaan di tahun ketujuh," kata Yanti.
Kini, setelah tujuh tahun berbisnis, Yanti mengaku pendapatannya sebagai pebisnis belum menyamai gaji dan keuntungan yang ia terima sebagai direksi di sebuah pabrikan bahan pangan ternama. "Karena, saya memilih untuk tidak mengambil semua penerimaan dari hasil bisnis. Saya memilih untuk menginvestasikannya kembali, misalnya untuk beli properti," kata Yanti yang mengaku kini mesin bisnisnya bisa membukukan omzet Rp500 juta per bulan.
Jika Yanti menjadikan indikator statusnya sebagai business owner sebagai pertanda kapan ia melepas status pekerjanya, Ryad Kusuma, pebisnis fesyen dan saham, menjadikan ukuran omzet sebagai indikator kapan ia bisa melepas status pekerjanya. Ia memutuskan mengucapkan selamat tinggal pada kantornya setelah toko-tokonya membukukan omzet Rp200 juta per bulan. Ryad yang tergabung dalam komunitas pebisnis Tangan di Atas (TDA) kini resmi menyandang status TDA. Sebelumnya, Ryad masih tergolong amfibi, alias pekerja yang juga pebisnis. Usaha sudah di tangan, tapi kemampuan dan nyali belum mumpuni sehingga belum cukup percaya diri untuk menanggalkan status orang gajian. Sebagian anggota TDA lainnya bahkan masih berstatus 'tangan di bawah' alias (TDB), mengandalkan gaji semata buat penghidupan mereka.
Namun, sebelum mantap membuat surat pengunduran diri, seorang pebisnis pemula minimal mesti memahami dasar manajemen bisnisnya dengan tekanan pada tata kelola pemasaran dan komunikasi bisnis. Ilmu dasar itu wajib dipelajari jika memang ingin usahanya berkembang dan jadi penopang utama kehidupan mereka. Namun, tidak harus punya pengetahuan dulu baru jadi pengusaha karena pelaku usaha biasanya belajar sambil praktik di lapangan.
"Semua harus dipelajari dengan cepat dan mengaplikasikannya dengan cepat pula," kata Rosihan. Singkirkan pula mental blocking, yang menurut Yanti Isa, adalah kendala paling besar, bahkan melampaui keterbatasan modal.
Jadi, kapan Anda kirim surat resign?
(Gusvarice, Zat/M-3)
salam sukses
rosihan



