Re-launching SAQINA.COM

Re-launching SAQINA.COM
Bisnis online sering dibayangkan mudah. Namun kami ingin mengelolanya sebaik toko-toko offline kami.

Friday, December 19, 2008

NALO : No Action Learn Only


Saya tertawa membaca judul diatas, yang saya dapatkan dari salah satu komentar di blog saya. Selama ini saya taunya cuman NATO, No Action Talk Only.

Ternyata kalau kita kumpulin semua singkatan lucu yang berawal dari No Action itu banyak sekali.

NANO : No Action Networking Only.
yang penting kenalan banyak broo .. khan silaturrahmi …

NAMO : No Action Milis Only
aku ini udah ikutan milis sejak 2006 loh … sering posting lagi..

NAFO : No Action Facebook Only
lihat nih, temenku banyak khan ? beken-2 dan milyader loh

NAAO : No Action Attend Only
gue sih yang penting setor muka !

NAWO : No Action Watch Only
Asik juga ya lihat temen-2 pada sukses …

NATO : No Action Talk Only
yang penting sih ngobrol .. curhat apa nggosip ??

NALO : No Action Learn Only
yang penting aku udah belajar loh … sampai kapan ???

NASO : No Action Seminars Only
aku sih mau ngumpulin sertifikat dulu …

NAWO : No Action Workshop Only
Aku harus ikut workshop apa lagi yaa???

NADO : No Action Dream Only :
aku udah nulis di 100 Dream book loh

NAIO : No Action Ideas Only
wah, aku udah punya ide besar, orisinil, totally new !

NAPO : No Action Plan Only
Siip …aku udah bikin business plan 30 halaman !

NAEO : No Action Excuse Only
wah, ternyata jadi pengusaha susah !

Ada yang mau menambahkan ???

Tambahan dari Pak Hadi Kuntoro :
NABO : No Action Blog Only
Action-nya entar2an deh..yang penting sudah ada lompatan sangat besar...membuat Blog, ujung2nya bingung mau nulis apa..hehehe.

NABO : No Action Believe Only
NABO : No Action Businessconference Only
NAPO : No Action Pray Only
NAFO : No Action Jum'atforum Only

Tambahan dari Pak Abduh
NAPAS : No Action PAS-pasan Only.
NAKAL : No Action KALah only.
NAMPAR : No Action terlemPAR only.
NANGIS : No Action ya naNGIS beneran.

Tambahan dari ylabdo@yahoo.com
NANA = No Action No Action

Tambahan dari sumarketer@yahoo.com
NANO = No Action Nanya Only

Tambahan dari Pak Satrio
NANA : No Action No Affirmation

Tambahan dari Pak Adzan Wahyu
NALO : No Action LOA Only

Tambahan dari teh Iis (Media Indonesia)
NANO : No Action Nulis Only

Tahun 2008 sudah hampir tutup buku. Saatnya REFLEKSI. Adakah diantara kita yang sudah terlalu sering No Action …. Only ? Apakah akan kita ulang di tahun 2009 mendatang … ayo broo … cuman Action yang bisa membuat kita berubah !

Salam Action
rosihan

Monday, December 15, 2008

Mendulang Rupiah Toko Fesyen Daring

*Daring = Online
Di-copy dari Koran Media Indonesia
Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB

Toko Online : Belanja lewat internet ternyata memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. (ilustrasi toko online www.saqina.com dan salah satu produk busana).

Internet kini menjadi tulang punggung pemasaran produk, tidak terkecuali untuk bisnis fesyen. Peluang bisnis ini ditangkap para pengusaha fesyen. MEMBACA berita di media dotcom, itu sih sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Membeli buku lewat toko daring, itu juga jamak. Sesudah pilih judul dan cocokkan harga, bisa langsung transfer uang dan menunggu buku pesanan dikirim.

Tapi, bagaimana dengan beli baju di toko maya? Bukankah membeli baju identik dengan kegiatan rekreasi. Sembari jalan-jalan ke mal dan mesti diawali dengan pandangan, sentuhan, dan diakhiri dengan acara mengepas di fitting room, baru kemudian membayarnya di meja kasir?

Tanyakan itu pada Agustav Alvi, pemilik Dromedary Collection ini. Ia mengaku menggunakan toko online-nya sebagai tulang punggung pemasaran pakaian anak muslim yang diproduksinya. Kendati ia juga masih menggunakan sistem keagenan, kontribusi penjualan via toko daringnya tak bisa dipandang sebelah mata.

"Total produksi kita 3.000 pieces setiap bulannya. Kita pakai sistem penjualan keagenan dan online. Jadi, orang tinggal lihat di website, pilih produk, pesan via online, transfer lalu kita kirim barangnya. Mereka bisa belanja sebagai agen atau juga ritel," kata Agustaf yang mengaku berkat toko daringnya ia punya pembeli dari Malaysia hingga Eropa.

Peluang bisnis ini ditangkap oleh sebagian pengusaha yang menurut pakar marketing Hermawan Kertajaya menggunakan gaya new wave marketing, gelombang pemasaran baru di dunia pemasaran yang memasukkan teknologi informasi sebagai tulang punggung penjualan mereka.

Muhammad Rosihan, pemilik Saqina.com yang juga mantan profesional di bidang teknologi informasi, telah membuktikannya. Toko online memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. Hasil survei saat ini, 44% dari 32 juta pengguna internet mengakses internet setiap hari. Sebanyak 70%-nya mengakses rata-rata 2 jam per hari.

"Ini mendekati kebiasaan menonton TV. Sedangkan sisanya mengakses internet dua hingga tiga kali seminggu, selama 1 hingga 2 jam," kata Rosihan meyakinkan.

Artinya ada sekumpulan calon pelanggan potensial di internet yang bisa ditarget. Dan kabar baiknya lagi, pengguna internet ini daya belinya cukup baik. Pola belanja masyarakat sekarang pun sudah berubah. Berbeda dengan cara belanja masyarakat dulu yang belum bisa yakin dengan produk yang dibelinya sebelum ia datang dan melihat barang dengan langsung.

"Alasan mereka, waktu dan praktis. Cukup dengan duduk di depan komputer, bayar dan pesanan mereka pun datang. Kan semua model ada keterangan bahan, ukuran yang detail, warna dan keterangan yang jelas, juga jaminan pengembalian," jelas Rosihan.


Pasar potensial


Jika Agustav memadukan bisnis toko daringnya dengan usaha konveksi dan merek fesyen yang dirintisnya, Rosihan menggabungkan saqina.com dengan toko darat yang didirikannya di beberapa kota.

"Beda dengan toko offline Saqina yang market-nya terbatas, hanya di kabupaten atau kota tertentu, Saqina.com bisa diakses oleh konsumen dari belahan dunia mana pun. Potensi market size-nya adalah 32 juta pengguna internet di Indonesia," kata Rosihan.

Berbisnis online juga efektif buat mereka yang belum mampu atau memang tak berminat mengalokasikan modalnya buat sewa kios yang konon kerap menjerat leher para pedagang. Jadi, kuncinya jeli memilih penyuplai buat toko, carilah pemasok yang memberikan diskon yang memadai buat memutar roda bisnis.

Merek busana muslim Manet yang didirikan Badroni Yuzirman, misalnya, bahkan memberlakukan aturan tukar barang dan uang kembali pada agennya. Kendati kelenturan ini disertai syarat tertentu, ini jelas membuat para agennya lebih nyaman. Ini yang membuat Manet kini punya ratusan agen yang setia.

Pebisnis toko daring, kata Agustaf, mestinya juga tak berhenti dengan hanya memajang barang dagangan di situsnya. Agustaf mengaku ia juga mengoptimalkan internet buat melakukan ekspansi buat bisnis fesyennya sekaligus mendiversifikasi usahanya. Anda tertarik?

Gusvarice/Zat/M-3

salam sukses
rosihan

thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.

Tips : Agar Bisnis Fesyen Daring Laris Manis

Di-copy dari Media Indonesia.
Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB

1. Pilih fasilitas toko daring sesuai kemampuan dan kemauan Anda. Bisa gratisan, seperti di blogger.com, multiply.com, atau wordpress.com yang bisa direnovasi jadi toko online. Lebih murah, sederhana, dan cocok untuk pemula. Alternatif lain, fasilitas berbayar dengan modal Rp250 ribu per tahun, Anda sudah punya sebuah toko. Dana itu digunakan untuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun.

2. Tumbuhkan kepercayaan konsumen dengan menunjukkan identitas Anda dengan jelas. Sebaiknya mencantumkan nama, alamat lengkap, bahkan foto Anda.

3. Gaul di internet, aktif dalam mills dan blog sehingga makin dikenal para penggila internet.

4. Coba berikan tips dan trik unik yang berhubungan dengan barang yang Anda tawarkan. Seperti, newsletter yang terkait dengan produk Anda. Jangan hanya mengisi toko dengan pajangan produk.

5. Bergaul akrab dengan Google, sering meng-up date data dalam toko online Anda untuk menaikkan peringkat google Anda.

6. Membangun kredibilitas. Jangan hanya menjadi penjual, Anda harus menjadi ahli dari produk yang Anda tawarkan.

7. Anda bisa menampilkan testimoni dari pembeli, dengan begitu akan memberikan gambaran bahwa banyak yang menyukai toko online Anda.

8. Buatlah pengunjung dan pembeli toko online kita nyaman dengan menyediakan informasi penting yang harus diketahui pengunjung tentang toko dan baju yang Anda jual. Seperti, keterangan detil tentang tiap-tiap produk yang Anda tawarkan, ukuran, bahan, dan warna.

9. Tingkatkan jumlah pengunjung dengan promosi online melalui media-media iklan baris, baik yang gratis maupun berbayar.

10. Manjakan pembeli dengan penawaran-penawaran yang fantastik, seperti potongan harga dan hadiah.

11. Bertukar link banner dengan sesama toko online dan relasi Anda.

12. Promosi offline, memanfaatkan kendaraan Anda atau teman, seragam kerja karyawan, kop surat, amplop, nota, kartu nama, hadiah, atau suvenir dengan memasang nama toko online Anda.

(M-3)

salam sukses
rosihan

thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.

Sunday, November 30, 2008

Maaf, Saya bukan Orang Gajian Lagi

Di-copy dari Koran Media Indonesia
Edisi Cetak : Minggu, 30 November 2008

BERPINDAH status dari orang gajian menjadi pengusaha membutuhkan persiapan mental dan strategi yang matang.
Keterbatasan modal bukan halangan.

Posisinya sebagai project manager membuat Mohamad Rosihan, 36, tahu betul jika dengan hanya dua proyek besar, perusahaan tempatnya bekerja bisa menutup biaya operasi selama setahun penuh. Tak puas hanya menikmati cipratan proyek itu saat gajian, Rosihan pun segera memutuskan untuk pindah kuadran. Namun, ia mengaku cukup hati-hati untuk berpindah status, dari seorang pekerja jadi pebisnis.

Alumnus Institut Teknologi Bandung ini terlebih dahulu menguji kemampuannya sebagai seorang self employee pada bisnis konsultan teknologi informasi yang dikelolanya sejak 2002. "Modalnya, sebuah proyek senilai Rp30 juta, saya pikir cara ini bisa membuat saya memperoleh seluruh nilai proyek, tak seperti pekerja yang cuma dapat gaji," kata Rosihan.

Selama setahun ia mencicipi pengalaman repotnya mempekerjakan diri sendiri pada bisnis yang dikelolanya. "Namanya berbisnis di sektor jasa yang knowledge based itu memang akan melelahkan. Semuanya bergantung pada kita, proses pendelegasian berjalan lamban dan sulit," kata Rosihan.

Karena sadar bahwa keleluasaan mengatur waktu dan melakukan inovasi, dua hal yang selama ini diimpikannya saat mulai berbisnis, nyaris mustahil terwujud jika ia tetap bertahan di kuadran self employee. Ia pun segera banting setir. Sejak 2004, ia menggeluti bisnis ritel fesyen muslimah. "Memang harus ada shortcut, untuk beralih dari self employee menjadi seorang business owner. Orang sering heran, kok seorang dengan latar belakang teknologi informasi seperti saya bisa bisnis baju, padahal ini shortcut saya," kata Rosihan.

Bisnis barunya itu ternyata jauh lebih dahsyat daripada perkiraannya. Pendapatan 10 kali lebih besar daripada gaji berhasil dibukukannya hanya dalam waktu enam bulan. Kini di saat sepi, toko-tokonya bisa membukukan omzet Rp30 juta hingga Rp60 juta. Di saat panen Lebaran, bisa mengalirkan perputaran uang hingga Rp150 juta sampai Rp450 juta.

Jalur aman Menjalankan bisnis berbasis self employee, seperti yang dilakukan Rosihan di awal perjalanannya sebagai pengusaha, kata Aidil Akbar, Chairman International Association of Registered Financial Consultant (IRAFC), adalah langkah pindah kuadran yang paling tepat.

"Lakukan dari yang mudah dulu, beli franchise atau jadi self employee bisa jadi pilihan. Begitu pula saat akan berpindah dari tahap pekerja yang juga pebisnis sampai total fokus usaha. Buat yang biasa jadi orang gajian, semuanya harus dipersiapkan secara terencana dan bertahap, baik itu dari segi manajemen maupun keuangan," kata Indonesia Senior Partner Pavilion Wealth Management itu.

Hal senada juga diungkapkan Yanti Isa, 41, pendiri PT Magfood Inovasi Pangan. Ia baru memutuskan untuk total jenderal di bisnis bahan pangan dan makanan cepat saji setelah tujuh tahun menjalankan bisnisnya. "Padahal, setelah dua-tiga tahun, saya sudah balik modal. Karena saya ingin benar-benar menjadi business owner dulu sepenuhnya, baru saya melepas pekerjaan di tahun ketujuh," kata Yanti.

Kini, setelah tujuh tahun berbisnis, Yanti mengaku pendapatannya sebagai pebisnis belum menyamai gaji dan keuntungan yang ia terima sebagai direksi di sebuah pabrikan bahan pangan ternama. "Karena, saya memilih untuk tidak mengambil semua penerimaan dari hasil bisnis. Saya memilih untuk menginvestasikannya kembali, misalnya untuk beli properti," kata Yanti yang mengaku kini mesin bisnisnya bisa membukukan omzet Rp500 juta per bulan.

Jika Yanti menjadikan indikator statusnya sebagai business owner sebagai pertanda kapan ia melepas status pekerjanya, Ryad Kusuma, pebisnis fesyen dan saham, menjadikan ukuran omzet sebagai indikator kapan ia bisa melepas status pekerjanya. Ia memutuskan mengucapkan selamat tinggal pada kantornya setelah toko-tokonya membukukan omzet Rp200 juta per bulan. Ryad yang tergabung dalam komunitas pebisnis Tangan di Atas (TDA) kini resmi menyandang status TDA. Sebelumnya, Ryad masih tergolong amfibi, alias pekerja yang juga pebisnis. Usaha sudah di tangan, tapi kemampuan dan nyali belum mumpuni sehingga belum cukup percaya diri untuk menanggalkan status orang gajian. Sebagian anggota TDA lainnya bahkan masih berstatus 'tangan di bawah' alias (TDB), mengandalkan gaji semata buat penghidupan mereka.

Namun, sebelum mantap membuat surat pengunduran diri, seorang pebisnis pemula minimal mesti memahami dasar manajemen bisnisnya dengan tekanan pada tata kelola pemasaran dan komunikasi bisnis. Ilmu dasar itu wajib dipelajari jika memang ingin usahanya berkembang dan jadi penopang utama kehidupan mereka. Namun, tidak harus punya pengetahuan dulu baru jadi pengusaha karena pelaku usaha biasanya belajar sambil praktik di lapangan.

"Semua harus dipelajari dengan cepat dan mengaplikasikannya dengan cepat pula," kata Rosihan. Singkirkan pula mental blocking, yang menurut Yanti Isa, adalah kendala paling besar, bahkan melampaui keterbatasan modal.

Jadi, kapan Anda kirim surat resign?

(Gusvarice, Zat/M-3)

salam sukses
rosihan

Sunday, November 16, 2008

SAQINA.COM di Topik Siang AN TV

Setelah pengambilan gambar pada tanggal 8 November 2008, akhirnya http://www.saqina.com/ jadi ditayangkan pada Minggu 16 November 2008 jam di liputan Topik Siang di AN TV 11.30.

Liputan dalam segmen Yang Muda Yang Punya Usaha ini, http://www.saqina.com/ diliput dalam konteks bisnis online. Liputan yang cukup lengkap, fokus pada proses bisnis online, mulai dari pengadaan barang, pemotretan, dan tampil di webstore.


Dari sisi pelanggan, ditampilkan mulai dari belanja, pilih barang di webstore, sampai barang di-packing dan dikirim via jasa pengiriman.

Tayangan sekitar 5 menit ini terasa cukup panjang. Tampilan gambar toko online diekspos sedemikian baiknya. Juga wawancara dengan Ines ditampilkan dengan lengkap.

Berkah dari liputan ini, sama seperti Liputan TPI pada http://www.muslimdistro.com/ , adalah order yang cukup banyak. Hanya 15 menit setelah tayang. Tapi karena di AN TV tidak menayangkan No.Telepon dan HP, maka kebanyakan order via Shopping Cart. Namun beberapa yang mengetahui data contact di webstore, beberapa Call dan SMS.

Salah satu order yang cukup surprise adalah dari Brunei Darussalam. AN TV ternyata sampai Brunei. Ordernya juga langsung grosir kodian. Order ritel terbanyak dari Makassar, Medan, Bontang, Padang, Sumsel, Kerinci, dan beberapa kota lainnya.

Hikmah dari liputan ini, adalah : "Ubah Webstore Anda Sedemikian Sangat Mudah Dipahami oleh Pelanggan". Karena dari beberapa telpon yang masuk, sangat tertarik produk yang dijual, tetapi hanya bisa connect internet tetapi belum familiar dengan Webstore. Webstore kami masih dirasa sulit dipahami. … ini masukan yang sangat penting !. Thanks to our customer. Saya masih harus belajar banyak tentang webstore dan Marketing Online.

Alhamdulillah, di Tahun Tikus 2008 yang penuh keberuntungan ini, SAQINA telah diliput beberapa media. Mulai dari Tabloid Ritel, 6 halaman di Majalah Wirausaha & Keuangan (WK) pada bulan Mei, 2 halaman di Majalah PENGUSAHA dan TPI pada bulan September, dan sekarang AN TV di bulan November. Ini semua adalah berkah dari Silaturrahmi.

Bagaimana Saqina.com kok bisa diliput di 2 TV Nasional ? saya sendiri tidak tahu jawabannya. Karena pihak TV-lah yang pertama menghubungi kami, jadi kami dengan senang hati menyambutnya. Yang pasti ini adalah bentuk nyata sebuah rejeki. Jika dikonversi nilainya (dibandingkan dengan biaya tayangan iklan komersial per menit) mungkin baru terbayang nilainya. Terima kasih sebesar-besarnya untuk AN TV.

Salam sukses

rosihan

Sunday, November 9, 2008

Kunci Sukses Pedagang adalah TTM

Salah satu kunci sukses berdagang adalah Time to Market (TTM). TTM adalah ilmu manajemen yang sudah jadul, jaman dulu kita kuliah manajemen umum pasti kita pernah mempelajarinya. Walau jadul, TTM tetap sering digunakan sampai hari ini.

Definisi TTM menurut wikipedia adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah produk dari mulai dipikirkan hingga siap dijual.

Tapi definisi TTM menurut pedagang adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah produk dari mulai dibeli saat kulakan hingga siap dijual ditoko.

Tapi secara sederhana, praktis dan aplikatif menurut pedagang (SAQINA), TTM perlu ditambahkan TTC (Time to Cash), yaitu seberapa lama produk itu dari mulai dijual di toko sampai menjadi uang ! Jadi bukan hanya siap dijual, tapi sudah jadi uang cash !

TTM dan TTC adalah urat nadi berdagang. Semakin pendek TTM dan TTC, cashflow semakin sehat. TTM dan TTC yang pendek dapat memberikan indikasi-indikasi berikut :

- Dari aspek ragam produk, ini bisa menunjukkan pilihan-pilihan ragam produk kita tepat, bisa diserap pasar lebih cepat.

- Dari aspek tren model produk, ini bisa menunjukkan pilihan-pilihan model sesuai tren yang ada di persepsi konsumen.

- Dari aspek komposisi, ini menunjukkan kemampuan kita dalam ketepatan menentukan seberapa banyak kita kulakan produk sesuai dengan jumlah ragam, model, seri ukuran, dan seri warna produknya.

- Dari aspek alokasi budget, ini menunjukkan keakuratan kita dalam mengelola alokasi modal kulakan secara tepat untuk dibelanjakan.

TTM dan TTC yang pendek akan berdampak sangat positif seperti :

- Meningkatkan margin. Pertama karena dalam 1 masa operasional bisa memutar beberapa kali produk dengan TTM dan TTC yang pendek. Kedua, perputaran yang cepat, otomatis memberikan margin yang lebih sering.

- Meningkatkan hubungan baik dengan produsen/supplier. Hukum umum dalam berdagang, semakin sering ada beli ke satu produsen/supplier, maka akan mendapatkan beberapa privilage khusus, misal harga pokok barang lebih baik, support produk-produk terbaru, dicantumkan dalam promo mereka, dll.

- Meningkatkan citra toko kita dimata konsumen sebagai toko yang model-model produknya selalu terbaru (ikut tren), seri warna dan ukuran terlengkap, dan harga yang terjangkau (lebih murah dari lainnya). Model baru muncul di sinetron tadi malam, lusa produknya sudah ada di toko kita, dan langsung terjual melalui promosi SPG toko.

- Dan lainnya masih banyak.

Nah, apakah TTM dan TTC yang pendek sebuah toko bisa ditiru ??? ini yang tidak mudah. Butuh suatu kompetensi (pengetahuan + skill + pengalaman + ide) berdagang yang perlu jam terbang untuk mewujudkannya. Tapi jangan kuatir, semua bisa dipelajari.

TTM dan TTC akan sangat DAHSYAT bila kita gabungkan dengan CASHFLOW TORNADO. Nantikan tulisan berikutnya.

Salam sukses
Rosihan
http://www.saqina.com/


Tuesday, October 28, 2008

Terbiasa Hidup Sangsi

Film dokumenter Kantata Takwa telah dirilis. Film ini wajib saya simpan DVD-nya. Agar anak-anak saya tahu, sampai hari ini, belum ada mahakarya musik Indonesia se-kualitas Kantata Takwa. Kualitas liriknya telah menyandera jiwa.

Semua syair dalam lagu-lagu mahakarya Kantata Takwa 18 tahun lalu masih menancap tajam hari ini. Semua lagu masih saya dengarkan, dan anak-anak saya wajib mendengarkan juga. Saya bahkan menjadikan lagu “Paman Doblang” menjadi sebuah dongeng, yang saya ceritakan sambil mendengarkan lagunya.

Satu lagu ajaib yang selalu terkenang, lagu Kesaksian dari Kantata Takwa, kalimat-kalimat yang dilahirkan oleh WS Rendra, hadir dalam lirik yang dahsyat. Satu kalimat ajaib yang selalu saya ingat, adalah kalimat “Terbiasa hidup sangsi”

Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. Saya sering kali menggunakannya sebagai “ejekan”. Ya, ejekan atas sikap-sikap penakut, peragu, tidak berani melangkah, tidak berani memilih, tidak berani mengambil keputusan, dan pasti tidak berani mengambil konsekuensinya.

Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. ”. Saya sering kali menggunakannya sebagai kesimpulan sesaat, ketika ingin membangkitkan semangat mereka untuk menjadi pejuang kehidupan. Mereka memang dihinakan (oleh diri mereka sendiri). Mereka Tanpa daya, Ya tanpa daya (tanpa potensi, karena sepanjang waktu mereka mereduksi potensinya sendiri). Ya ..mereka-mereka itulah … yang akhirnya Terbiasa Hidup Sangsi.

Sangsi atas rahman Tuhan-nya, Sangsi atas berkah kehidupan-nya, Sangsi atas takdir Tuhan-nya. Sangsi atas bisikan jiwa-nya, Sangsi atas nikmat sehat raga-nya, Sangsi atas kekuatan pikirannya, Sangsi atas segala potensi dirinya, Sangsi atas segala peluang-nya, Sangsi atas langkah-nya, Sangsi atas hak suksesnya, Sangsi atas segala untuk diyakini-nya.

Terbiasa Hidup Sangsi … semoga tidak menjadi Sangsi Atas Segala Hal di Muka Bumi ….
Merekalah “Orang-orang yang harus dibangunkan …”

salam
rosihan