Re-launching SAQINA.COM
Thursday, January 7, 2016
Alhamdulillah Sambut 2016 dengan Bismillah
Sabut 2016 dengan Bismillahirrohmanirrohim ....
Yang semua kita impikan, insyaAlloh akan diberikan ...
Sunday, July 26, 2009
Entrepeneurship itu JADUL !
Semasa menjadi karyawan, kawan kita ini ternyata kompetensinya luar biasa. Pengalaman kerja 6 tahun di industri consumer goods, karir dimulai dari bawah, merangkak sampai level management. Ia paham produksi, manajerial juga marketing. Ia pernah punya tanggung jawab membangun outlet-outlet ritel perusahaan. Ia sudah terbiasa dengan semua model perencanaan, kalkulasi bisnis, setting target, strategi pelaksanaan, pembangunan outlet, penyiapan karyawan, membuat dan men-training SOP, promosi bahkan sampai monitoring oulet sampai running well dan juga pelaporan. Suatu pengalaman kerja yang terintegrasi yang tidak semua bekas karyawan pernah mengalaminya.
Lalu, kita mulai membicarakan rencana wirausaha yang akan dijalaninya. Saya terkaget-kaget. Dia seperti mau berjalan tanpa pengetahuan. Ingin mencoba dulu beberapa bentuk usaha. Katanya takut gagal diawal. Tanpa business plan, tanpa berani menentukan target awal. Padahal dia tahu betul, untuk masuk dengan produk baru, harus riset market, harus menentukan STP (Segmentasi, Targeting & Positioning) dulu. Untuk memulai langkah, dia harus menentukan semua target cost-nya, juga berapa target laba-nya. Setiap langkah operasional harus ada target-nya. Setiap target yang harus dicapai, harus disiapkan semua perangkat pendukungnya, infrastruktur bisnisnya, SDM-nya, strateginya, dll-nya.
Lha kenapa jadi entrepreneur malah jadi berpikir terbalik ? kenapa jadi gagap business plan ? kenapa jadi takut menentukan target ? kenapa jadi bingung ketika harus mem-break-down infrastruktur bisnis apa saja yang harus disiapkan ? kenapa tidak berani menentukan target laba ? kenapa jadi gagap strategi pemasaran ? Kenapa kalau ditanya soal hasil jawabnya selalu “ya kita lihat saja nanti, namanya baru mulai, baru mencoba” ? Kenapa jadi takut bergerak bebas terencana dan terstruktur ketika Anda bisnis menggunakan Uang Anda Sendiri ??? Hayooo ….
Terus segala pengetahuanmu selama jadi karyawan kamu kemanain ??? kamu jangan tiba-tiba merasa memasuki dunia baru. Menjadi entrepeneur itu baru bagimu, tapi soal ilmu, Entreprenership itu Jadul !!! ilmu itu sudah ada sejak dulu. Bukan lahir kemarin sore. Semua ilmu yang kamu pahami di bekas perusahaan-mu itu sudah hampir 90% ilmu entrepreneurship untuk membesarkan bisnis perusahaan. Harusnya kamu bisa menentukan target dulu, baru secara mundur kamu mengisi semua hal infrastruktur yang diperlukan dalam mencapai target itu.
Selama ini memang ilmu entrepreneurship terkurung di perusahaan-2, terperangkap di sekolah-2 manajemen. Jadi ketika euforia entrepeneurship lagi hot, seakan-akan buku-buku2 entrepreneurship yang ada sekarang ini mengusung ilmu baru. Padahal muara menjadi entrepreneur itu ya punya perusahaan, menjadi konglomerat, lalu cukup menjadi Investor. Bicara evolusi bisnis, dari bisnis mikro dimulai menjadi bisnis kecil, menengah lalu besar menjadi Korporasi ! Setelah menjadi korporasi, ya berkutat di masalah-2 korporasi. Dan itu semua sudah puluhan tahun lalu ada.
Pendiri dan Pemilik bekas perusahaan-mu bekerja, itu sudah hampir menyelesaikan semua perjalanan menjadi entrepreneur ! namun tetap ingin terus tumbuh ! karena tidak ingin perusahaannya mati. Makanya mereka semua ingin karyawan level manajemen mempunyai jiwa INTRA-preneurship ! supaya perusahaan terus tumbuh.
Tahun ke-1 s.d ke-3 mungkin kamu coba-coba usaha. Tahun ke-3 kamu sudah yakin ada salah satu bisnismu yang yakin bisa kamu besarkan. Tahun ke-4 dan 5 bisnis-mu berkembang. Tahun ke-6 s.d 8 kamu sibuk menata manajemen, mulai merekrut karyawan-2 kunci, tanpa sadar bisnismu menjelma menjadi korporasi. Tahun ke-9 dan 10 kamu sudah sibuk mengembangkan kompetensi Manajemen Perusahaan-mu untuk terus berkembang. Makin banyak karyawan yang kamu rekrut dan kamu kirim ke Lembaga Training Manajemen. Dan seterusnya. Semua itu siklus itu sudah dilakukan oleh semua pendiri, pemilik dan diteruskan oleh karyawan manajemen-nya.
Hayo … jadi entrepreneur jangan pura-2 goblok. Entrepreurship itu sudah terstruktur ilmunya. Kamu sudah tahu semua, dan sudah terlalu pintar untuk menjadi entrepreneur …….
Salam
Rosihan
www.saqina.com
Friday, July 24, 2009
2009 Tahun yang Dag Dig Dug
Apakabar bisnis ? apakabar dunia entrepeneurship? 2009 tinggal tersisa separohnya. Saatnya bekerja lebih pasti walau masih dalam ketidakpastian. Ketika euforia politik usai, Juli dikagetkan oleh 2 bom teroris yang menyerang simbol Amerika. Semoga ini bisa segera kita lupakan dampaknya.
Mencatat perkembangan diakhir Juli, dolar sempat melunak menuju dibawah 10ribu. IHSG terus meroket jika dibanding 6 bulan lalu. Kabarnya, ekonomi global sudah menuju jalan pemulihan. Tapi bagi Indonesia, bulan Agustus s.d Desember adalah bulan yang ditunggu. Karena hanya cukup dalam 6 bulan ini, Indonesia akan mencairkan kurang lebih s.d 70% anggaran APBN-nya. Jadi, 6 bulan kedepan saya sangat optimis. Akan banyak uang beredar yang akan menggerakkan sektor riil.
Apakabar lebaran 2009 ? momen yang sangat saya tunggu, tinggal 2 bulan lagi. Seharusnya bulan-bulan ini perdagangan terkain produk-2 lebaran sudah ramai. Tapi ternyata masih adem ayem. Ini pertanda keramaian akan menumpuk di 1 bulan terakhir, tepatnya akhir Agustus s.d pertengan September. Jadi, strategi apa yang tepat ?
salam
rosihan
www.saqina.com
Monday, April 6, 2009
Entrepreneur Tanpa Pengetahuan Bisnis
Dalam satu perbincangan dengan member senior TDA, saya diingatkan kembali tentang betapa euforia kewirausahaan saat ini adalah kopong (fundamentalnya tidak ada). Saya terkejut, apa itu Pak ? ya, karena sebagian besar baru level motivasi, baru ribut-ribut diurusan pindah kuadran. Ada kesenjangan yang luar biasa antara mereka yang baru memulai dengan yang sudah dicitrakan sukses bisnisnya.Yang baru memulai, terlalu banyak kekenyangan jargon-jargon motivasi, terlalu sering ikut acara fantastis penuh cerita sukses, gairah kewirausahaannya meluap-luap saat hadir diacara. Tetapi kebingungan ketika sampai dirumah. Sementara yang sudah sukses sibuk menebar pesona cerita sukses, tanpa disadari sebenarnya mereka sangat jarang menceritakan apa kunci sukses mereka. Semua yang tampak adalah kulit luar yang indah saja.
Saya makin bertanya, jadi fundamentalnya sebenarnya apa Pak ? fundamentalnya adalah pengetahuan teknis soal bisnis, secara lebih khusus soal manajemen. Saya ditanya coba terangkan secara berurutan, bagaimana caranya meluncurkan produk baru, dari A sampai Z ! Saya jelas kelagapan, karena saya memang tidak tahu teknis ilmu bisnisnya.
Saya ditegur, harusnya Anda lebih dalam mempelajari teknis bisnis, karena setelah sukses memulai, Anda harus sukses mengelola dan membesarkan. Lalu sukses konglomerasi ! Waks ?? Saya diingatkan kembali untuk kembalilah menjadi mahasiswa jurusan bisnis.
Betul, saya rasa bagi yang ingin memulai, coba berhentilah ber-motivasi ria … saatnya belajar dari buku yang basic, yang mendasar. Jangan melulu membaca buku “Cara Edan Jadi Pengusaha” atau “Cara Cepat Kaya Raya” atau “Sukses Bisnis Modal Lutut” … itu semua adalah bunga-bunga euforia kewirausahaan.
Pengetahuan teknis bisnis sangat mudah didapat. Bagi yang pernah kuliah di fakultas ekonomi, buku terjemahan “Pengantar Bisnis (Introduction to Business) – buku 1 & 2” pasti pernah dibahas. Juga buku “Kewirausahaan – buku 1 & 2”, pasti juga pernah dibahas. Semua buku-buku ini membahas secara detil aspek-aspek bisnis. Banyak sekali pertanyaan para pemula bisnis yang sudah ada jawabannya di buku ini. Banyak yang bilang, buku-buku seperti ini sangat tidak menraik, karena tidak INSTANT !
Saya bertanya, tapi Pak, itu khan buku mahasiswa ? teoritis, bertele-tele ? jawabannya jelas tidak. Saya ditanya, kamu khan kuliah teknik, pernah bekerja di perusahaan, punya wawasan kerja dan sedikit manajemen. Kamu pasti berbeda dengan mahasiswa. Mahasiswa baca buku untuk lulus ujian, jelas berbeda kalau kita yang baca. Kita baca buku teori itu dengan pisau pemikiran yang lebih tajam, karena kita sudah menjadi pelaku bisnis, bukan mahasiswa bisnis. Sangat berbeda perspektifnya. Saya dianjurkan terus membaca buku-2 manajemen dan marketing.
Satu pertanyaan lagi, tapi Pak apa betul kalau jadi pengusaha harus tahu detil soal bisnis ? apakah nantinya malah kita “in business (didalam bisnis)” ??? saya khan cita-cita punya bisnis tanpa kehadiran kita ??? …
Gundulmu !!! kamu itu keblinger sama definisi Brad Sugars ! yang kamu masukkan dalam pikiranmu cuman “ongkang-ongkang setelah bisnis jalan sendiri tanpa kehadiran kita” cuman itu khan ? jelas sekali kamu ngga memasukkan dalam pikiran-mu, bahwa syarat utama kamu bisa “meninggalkan bisnis”, adalah bisnismu harus sudah bisa berjalan sendiri dan sudah menghasilkan keuntungan !!! lha kamu ? mempelajari dan bikin sistem-nya aja belum, untung layak aja belum, sudah mikir ongkang-ongkang-nya duluan ….
Salam
rosihan
Thursday, March 5, 2009
Dapur Lansia
Dapur Lansia, kegiatan yang kami gagas sejak kenaikan harga BBM yang terus melambung. Sebagian rakyat didesa-desa tertinggal (IDT) secara langsung merasakan tertatih-tatih dalam mengikuti kenaikan harga-harga bahan pokok. Mereka sudah angkat tangan, yang penting bisa makan seadanya, sekedar untuk melanjutkan sisa hidup.Jika Anda pernah “wisata” ke desa-desa miskin, problem-problem kemiskinan sepertinya abadi untuk tidak mendapat penyelesaian. Dapur Lansia kami dirikan karena kondisi lansia-lansia di desa yang tidak jauh dari tempat kelahiran kami, sudah sangat menderita. Struktur keluarga, kondisi sosial masyarakat, lokasi geografis, kondisi alam, semuanya seakan kompak mendukung kemiskinan.
Lansia (khususnya perempuan) adalah korban yang kami temukan sangat berat kondisinya. Mereka sebagian besar “janda” yang ditinggal pergi atau meninggal oleh suaminya. Mereka yang juga ditinggal oleh anak-anaknya yang telah merantau entah dimana dan bagaimana kondisinya. Mereka yang sudah terlupakan oleh saudara-saudara kandungnya, karena sama-sama miskin. Kemiskinan melahirkan kemiskinan. Kebodohan melahirkan kebodohan.
Alhamdulillah, Gusti Alloh masih menitipkan rejeki 20 Lansia kepada kami, untuk kami salurkan dalam bentuk Dapur Lansia, yang memberikan ransum 2 kali makan setiap hari kepada mereka secara gratis, insyaAlloh sampai mereka meninggal dunia. Hanya ini yang bisa kami lakukan, memberikan makanan ala kadarnya sebagai penyambung hidup. Kami belum bisa memperhatikan kesehatan mereka, apalagi kesejahteraan mereka. Terima kasih untuk Saudara, Teman, yang telah menitipkan dana-dana untuk bersama membantu mereka. Amal Anda pasti dicatat-NYA.Dihadapan para Lansia, diantara rumah gubug reot, diantara ember bak mandi mereka yang kotor, saya membisikkan dengan keras ke anak pertama saya. “Lihatlah didepan matamu Nak, ini wujud nyata kemiskinan Indonesia. Kamu harus sekolah setinggi-tinggi-nya, kamu harus sukses, kamu harus kaya. Ada 5 hal nyata yang harus kamu bangun kelak, (1) Sekolah untuk Orang Miskin, (2) Pusat Perdagangan & Pabrik (untuk membuka lapangan kerja), (3) Rumah Sakit untuk Orang Miskin, (4) Panti Asuhan (5) Panti Jompo.” Salam sukses Nak !
rosihan
http://www.saqina.com/
Monday, February 16, 2009
Indonesia Surga Wirausaha (3) Seri Market Tak Terbatas
Ngga percaya kalo’ Indonesia itu surga wirausaha ? … dijamin nyesel seumur hidup. Saya coba tunjukkan ya lewat cerita-cerita kecil, kalau di Indonesia itu, potensi market tak terbatas, segmen-nya luas, dan mudah cari pelanggan ! ngga percaya ???
Mau bisnis apa aja, SELALU ADA SEGMEN-NYA !!!
Ngga percaya ?? seorang disainer bikin baju, cuman 1, eksklusif, harganya 10 juta. Laku, yang beli istri pejabat. Kenapa laku, soalnya dibuat cuman 1. Kalau beli yang kodian, istri pejabat ini takut disamain sama istri-istri anak buah suaminya yang pejabat itu. Banyak juga yang suka beli barang impor, hanya karena mahal, tidak ada saingan ! Sampai-sampai minggu lalu, para pejabat mem-promosikan sepatu buatan dalam negeri !!
Lalu, coba bikin baju harga 5000, pasti laku. Yang beli rakyat jelata dipinggir jalan pasar becek. Puluhan karung (celana dalam bekas – impor) saja laku dijual 2000-an per pcs. Ngga percaya ? coba lihat di pasar Senen Jakarta !
Mau jualan apa aja di Indonesia ini selalu ada Segmennya ? kenapa, karena setiap sudut kota menyimpan KESENJANGAN YANG LUAR BIASA !!! Dibelakang rumah mewah, terselip gang sempit dengan rumah puluhan rumah petak. Mau jualan jajanan sehat dan tidak sehat pun ada market-nya. Bahkan jualan bangkai ayam saja ada market-nya ! Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???
Di negara maju, tata ruang sudah rapi. Orang kaya kumpul sama orang kaya, yang miskin kumpul di flat miskin. Mau jualan di daerah tertentu, segmennya sudah jelas.
Ragam Budaya – Lahirkan Multipel Market
Ragam budaya nusantara, adat istiadat, ragam pakaian, selera warna, ragam jenis makanan, ragam bahasa, budaya komunal, bangga atas suku-nya, secara tidak langsung melahirkan peluang usaha dengan peluang market yang tersebar. Temen saya yang Jawa Asli buka restoran padang, resto makanan manado dan resto sop konro. Kokinya tidak harus orang Padang, Manado dan Makassar. Semua bisa dibisniskan ! Mau jual songket Bukitinggi tidak harus orang Padang, mau jualan patung Asmat, tidak harus orang Asmat. ! Di Jakarta, Warung Nasi Soto & Rawon marketnya orang Jawa Timur. Saung Sunda, market-nya orang Sunda. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???
Di negara maju, ragam budaya tidak sekaya Indonesia. Kebanyakan budaya kontemporer, budaya yang diciptakan dan digerakkan oleh industri. Jadi pebisnis budaya, kebanyakan korporasi …
Status Sosial & Gengsi – Market Menggiurkan !
Orang Indonesia tidak sedikit yang gila Status Sosial, lengkap dengan Jaga Gengsi-nya ! Ini adalah potensi market yang menggiurkan ! Baru kerja formal setahun, pengin punya mobil, so kredit solusinya. Gaya tongkrongannya sudah cafĂ© terus, gadget-nya selalu seri terbaru. Telinga dengerin iPod, tanggannya ngetik Blackberry, nge-browse-nya FB, kalo’ ngga nge-FB terus, NGGA GAUL !!! Ngga peduli beli yang asli atau black market, yang penting Gaya !! Kartu Kreditnya berjajar di dompet, kalo’ pas buka dompet, bangga klo kartu kreditnya berjejer warna-warni … Kata guru saya, banyak orang Indonesia yang “mencuri simbol kesuksesan”, mereka sudah merasa pantas menikmati simbol itu. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???
Kalau Ada Tren, Mudah Cari Korban Mode !!!
Mau tahu salah satu yang lagi tren saat ini ? Kewirausahaan, Industri Kaya, Industri Sukses. Seminar pengin cepat kaya, alamaaakk..pesertanya membludak !!! Yang lebih gila lagi, puluhan Ebook Cara Kaya Semalam, dijual laris manis !!! Lebih super gila lagi, Arisan Berantai banyak peminatnya !! So ? sangat mudah jadi kaya mendadak di Indonesia !!! Mau jualan produk ? promo aja di Sinetron. Banyak pelanggan yang model pakaiannya, produk yang dipakainya, berkaca dari Sinetron dan Iklan. Kalau si Bintang Sinetron di-dandanin pakaian merek R, makan pakaian model R langsung meledak, laris manisss. Maka ratusan produsen pun membajak produk R, tiru persis, dijual murah, dan ternyata laris masi walau aspal. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???
So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!
Ada yang ingin menambahkan ???
salam sukses
rosihan
www.saqina.com
Indonesia Surga Wirausaha (2) Seri SDM
Banyak Pengangguran, SDM Berlimpah Ruah …
Coba iseng bikin iklan di koran, cari saja Tenaga Sales/Marketing (minim D3), dijamin anda akan mendapatkan tiga karung surat lamaran. Ngga tanggung-tanggung, yang ngelamar pasti mulai dari D3 sampai S2. Biasanya yang ngelamar dari semua jurusan. Anda tinggal pilih yang paling ok. Bisa langsung wawancara, masa percobaan 3 bulan, dan kerja kontrak setahun. Kalau ngga ok, bisa dipecat, karena yang antri banyak. Mau karyawannya kontrak semua juga bisa, outsourcing juga bisa. Banyak karyawan yang siap mau bekerja apa aja ! Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???
Coba bandingkan dinegara maju, cari karyawan rumit, kalau ngga ada benefit yang ok dari perusahaan, jarang yang mau jadi karyawan. Belum lagi soal perjanjian kerja, jaminan tenaga kerja, dll, seabrek urusannya !!!
Kerja Sistem Kontrak Atau Outsourcing ? Sama “Enaknya”
Tetangga saya jadi Satpam. Masa kontrak kerjanya sudah diperpanjang 2 kali. Akhirnya menganggur. Kenapa ? perusahaan sudah tidak mau mempekerjakan lagi, karena harus mengangkat jadi karyawan tetap. Mendingan cari satpam baru, dan seterusnya. Ribuan lulusan SMU kerja kontrak. Banyak perusahaan outsourcing tenaga kerjanya ke “Yayasan Antah Berantah”. Bekerja tidak sesuai kontrak ? Pecat. Tidak ada masa depan. Jaman krisis, mereka adalah korban PHK pertama, dan jelas ngga ada pesangon. Banyak “pengusaha nakal” menikmatinya. Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???
Dinegara maju ? aturan pekerja jelas dan kuat. Apalagi kalau pemerintahnya dipegang Partai Buruh, wah, posisi buruh tidak main-2 …
Pekerja Sektor Informal – Nrimo Apa Adanya.
Saya sangat terkejut ketika tau gaji penjaga toko itu 400 ribu sebulan, dengan sedikit komisi penjualan. Artinya 13-an ribu perhari, sudah termasuk transport PP, makan dan kontrak rumah petak rame-2 ! Tidak ada yang bisa menabung setiap bulannya. Jadi, sekedar untuk menyambung hidup, tidak merepotkan orang tua lagi. Kenapa mau jadi penjaga toko dengan gaji segitu ? klo ngga mau, YANG LAIN BANYAK YANG MAU !!! ngantri lagi !!! Banyak “pengusaha raja tega” menikmati kondisi ini. Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???
Di negara maju, kalau mau nyari tenaga kerja murah, harus cari “imigran gelap”, atau mahasiswa yang mau kerja jam-jam-an. Dan ini harus kucing-kucingan sama aparat dan hukum.
Berlomba-lomba Sekolah ! Supaya Dapat Pekerjaan Keren
Mau dapat pekerjaan keren mentereng ? mau naik jabatan eselon III ? Anda harus MM, MBA ! makanya gampang banget dulu bikin lembaga pencetak MBA gadungan ! Peminatnya banyak ! ngga peduli isi pendidikannya. Tahun 90-an, Sarjana S1 cari kerja bersaing dengan S1, sekarang S2, MM, MBA membludak sama-sama cari kerja. Sudah S1, S2, masih saja cari kursus profesi, kursus bahasa, wualah … lomba sekolah melulu ! Makanya bikin bisnis sekolah, kursus ngga ada habisnya …. Enak-khan ? Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???
Dinegara maju, banyak pekerjaan di-isi oleh SDM yang memang background pendidikannya terkait, punya kompetensi (knowledge, experiences, idea & skill), dan aturan HRD-nya memang gitu ….
Mau Jadi Pakar ? alamak ..Mudah !!!
Anda mau jadi pakar di Indoensia ? tidak perlu jadi Doktor ! apalagi Professor ! di Indonesia paling gampang jadi pakar ! mau jadi pakar parenting/edukasi anak, ngga perlu nunggu jadi lulusan psikologi, pedagogi, atau ahli pendidikan. Kalau anda bisa ngomong soal parenting, personal branding ok, apalagi jadi narasumber radio, pasti langsung dianggap pakar. Orang Indonesia itu paling tidak kritis terhadap kompetensi “pakar”, jarang sekali merunut background pendidikan formalnya apa ? apa setiap yang di-omongkan ada dasar pengetahuan formalnya ? tidak perlu. Mau jadi pakar marketing, branding, internet, property, saham, forex, perencanaan keuangan, dll … gampang di Indonesia..!!! Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???
Di negara maju, kalau mau jadi pakar, harus ada riwayat pendidikan formal yang terkait, punya kompetensi yang masif, itu baru di-dengar. Kalau pakar gadungan, ngga bakalan laku !!!
So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!
Ada yang ingin menambahkan ???
salam sukses
rosihan
www.saqina.com
Indonesia Surga Wirausaha (1) Seri Birokrasi
Birokrasi ala Indonesia = Ribuan Peluang Usaha
Mau tahu buktinya ? cari saja penyedia jasa pengurusan SIM, STNK, Balik Nama Kendaraan, Sertifikat Tanah, IMB, Pajak, Pencairan Jamsostek, Sertifikasi, Akte, Paspor dan seabrek urusan lainnya yang bersentuhan dengan Birokrasi Ala Indonesia, pasti ada CALO-nya. Sang calo pasti menawarkan 2 alternatif, mau jalur cepat atau jalur lambat ? mau jalur selamat atau jalur sengsara ? Jangan tanya, tidak sedikit mereka yang berwirausaha di sektor ini tahan banting! Tidak kenal krisis, dan sudah bertahun-tahun bermain-main disana. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???
Di negara maju, susah mem-bisniskan birokrasi ! Birokrasi negara maju malah yang pro-aktif, meng-edukasi, melayani, dan mendukung ! Birokrasinya simpel, slim, efektif, aturannya jelas, juga tarif dan prosesnya jelas sekali dan tidak ingin ada bisnis disana.
Mau Usaha, Harus Ijin ???
Di Indonesia, kagak perlu ! kita bisa mulai usaha apa aja ngga perlu ijin, apalagi boro-2 bikin SIUP-lah, CV-lah, apalagi PT. Negara ini menyebut mereka-2 para pedagang, penjahit konveksi, sub-kontraktor adalah pekerja sektor informal (walau sebenarnya wirausaha). Tanya aja pedagang di sentra-sentra grosir, apa mereka sebagian besar punya SIUP, CV atau PT ? walaupun kalau anda tahu, omset mereka ratusan juta broo… Kalaupun mereka punya SIUP, itu hanya formalitas buat ngutang ke bank ! jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???
Padahal, kata temen di salah satu negara di Eropa, mau jadi penjahit aja harus punya sertifikat tukang jahit resmi, kalau mau buka usaha jahitan, harus ada ijin formal dlll.
Mau Usaha Harus Bayar Pajak ???
Itu hanya terjadi di negara tertib bro ! saat ini aja, negara baru mengejar-ngejar warganya supaya punya NPWP. Juga diadakan sunset policy, supaya sadar pajak. Banyak pengusaha sektor informal belum tersentuh pajak. Tanya juragan bakso, pengusaha bubur ayam, steak kaki lima, pengusaha server pulsa dll … omsetnya gila tapi bebas pajak … asik khan ? jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???
Bandingkan dengan negara maju, pajak bisa sampai 30%, apalagi buat pekerja formal, pajaknya besar bangeet …
So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!
Ada yang ingin menambahkan ???
salam sukses
rosihan
www.saqina.com
Tuesday, January 20, 2009
"Tidak Ada Krisis", Yang Ada Hanya Perlu Mengubah Sudut Pandang
Apa betul saat ini tidak ada krisis ? jangan ngawur yaa ! ada, jelas didepan mata kita. Semua media memberitakan krisis ini. Ekonomi global sedang redup, mulai banyak PHK, mesin produksi mulai terhenti, ekonomi jelas melambat, konsumsi menurun, daya beli drop banget.Monday, January 5, 2009
Kategori Industri Baru : Industri Sukses, Industri Kaya
Mungkin jika ada yang melakukan penelitian di Google, keyword “rahasia sukses” dan “rahasia kaya”, saya yakin akan terus meningkat 2 kata-kata itu digunakan dalam website, blog, atau jualan internet marketing.
Awalnya saya sering menemukan di website seperti itu dilahirkan oleh murid-murid hasil dari perguruan “internet marketing”. Ribuan website yang sering kali “hanya 1 halaman” panjang scroll ke bawah, dengan gaya bahasa dan provokasi yang nyaris sama, untuk jualan yang berbeda. Ada yang jualan produk, jasa, namun sebagian besar jualan e-book. Ada testimoni, bukti cetak mutasi rekening, ada mobil baru sebagai perwujudan bukti sukses.
Lalu dengan makin meriahnya dunia kewirausahaan, Industri Sukses makin meluas, dengan hadirnya lembaga, perorangan dan komunitas yang masuk ke industri ini, dan tentunya bisa meraup kekayaan, karena memang ada demand yang lagi hot. Bahkan wilayahnya makin melebar tidak hanya untuk urusan cepat kaya, tapi urusan cara cepat lainnya.
Dan hebatnya, SEMUA ITU MASIH RAHASIA …. Jadi Anda harus bayar jika ingin tahu isi rahasia itu.
Mari kita cermati secara iseng saja, Industri Sukses ini sudah merambah ke topik-topik mana saja, cara gampangnya via paman Google.
Topik Internet Marketing, Wah, ini paling banyak. Rahasia sukses melalui internet ini tawarannya sangat menarik, menjanjikan cara cepat dan mudah, bahkan dengan penghasilan dolar… menggiurkan bukan ?
Topik Dunia Bisnis, Ini cukup banyak juga yang menawarkan sukses bisnis dalam sekejap, artinya cukup baca e-book, mungkin Anda bisa sukses. Rahasianya cukup beragam, rahasia sukses bisnis online, rahasia sukses bisnis tanpa modal, rahasia sukses bisnis MLM, dan banyak banget rahasia-rahasia lainnya …
Topik Cara Membangun Kekayaan, ini juga cukup banyak cara dan formula cepat kaya. Yang semuanya mengusung jargon menarik, kalau diringkas kira-kira bunyinya seperti ini ”cara cepat kaya raya dengan mudah dan murah tanpa perlu menunggu tua” … Mau kaya lewat internet, saham, forex, option, property, bisnis, franchise, dan ratusan cara lainnya.
Topik makin melebar ke Rahasia Sukses Rahasia Sukses Karir, Sukses Pendidikan, Sukses Perkawinan, bahkan sampai Rahasia Sukses Urusan Sex.
Tapi siapa bilang sukses hanya urusan dunia, ternyata Industri Sukses juga masuk ke topik-topik akhirat, buktinya ada Rahasia Sukses Masuk Surga, tapi ini bukan e-book, tapi dakwah gratis, soalnya kalau dijual dalam e-book, takut kualat (cilaka duabelas).
Tapi intinya semua sama, ADA UANG, RAHASIA TERBUANG, artinya, jika Anda sudah bayar, sudah tidak lagi rahasia. Anda sudah bisa membacanya, mempraktekannya dan menikmati hasilnya …
Jadi, Anda mau gabung di Industri Sukses/Kaya ini ?
Friday, December 19, 2008
NALO : No Action Learn Only

Saya tertawa membaca judul diatas, yang saya dapatkan dari salah satu komentar di blog saya. Selama ini saya taunya cuman NATO, No Action Talk Only.
Ternyata kalau kita kumpulin semua singkatan lucu yang berawal dari No Action itu banyak sekali.
NANO : No Action Networking Only.
yang penting kenalan banyak broo .. khan silaturrahmi …
NAMO : No Action Milis Only
aku ini udah ikutan milis sejak 2006 loh … sering posting lagi..
NAFO : No Action Facebook Only
lihat nih, temenku banyak khan ? beken-2 dan milyader loh
NAAO : No Action Attend Only
gue sih yang penting setor muka !
NAWO : No Action Watch Only
Asik juga ya lihat temen-2 pada sukses …
NATO : No Action Talk Only
yang penting sih ngobrol .. curhat apa nggosip ??
NALO : No Action Learn Only
yang penting aku udah belajar loh … sampai kapan ???
NASO : No Action Seminars Only
aku sih mau ngumpulin sertifikat dulu …
NAWO : No Action Workshop Only
Aku harus ikut workshop apa lagi yaa???
NADO : No Action Dream Only :
aku udah nulis di 100 Dream book loh
NAIO : No Action Ideas Only
wah, aku udah punya ide besar, orisinil, totally new !
NAPO : No Action Plan Only
Siip …aku udah bikin business plan 30 halaman !
NAEO : No Action Excuse Only
wah, ternyata jadi pengusaha susah !
Ada yang mau menambahkan ???
Tambahan dari Pak Hadi Kuntoro :
NABO : No Action Blog Only
Action-nya entar2an deh..yang penting sudah ada lompatan sangat besar...membuat Blog, ujung2nya bingung mau nulis apa..hehehe.
NABO : No Action Believe Only
NABO : No Action Businessconference Only
NAPO : No Action Pray Only
NAFO : No Action Jum'atforum Only
Tambahan dari Pak Abduh
NAPAS : No Action PAS-pasan Only.
NAKAL : No Action KALah only.
NAMPAR : No Action terlemPAR only.
NANGIS : No Action ya naNGIS beneran.
Tambahan dari ylabdo@yahoo.com
NANA = No Action No Action
Tambahan dari sumarketer@yahoo.com
NANO = No Action Nanya Only
Tambahan dari Pak Satrio
NANA : No Action No Affirmation
Tambahan dari Pak Adzan Wahyu
NALO : No Action LOA Only
Tambahan dari teh Iis (Media Indonesia)
NANO : No Action Nulis Only
Tahun 2008 sudah hampir tutup buku. Saatnya REFLEKSI. Adakah diantara kita yang sudah terlalu sering No Action …. Only ? Apakah akan kita ulang di tahun 2009 mendatang … ayo broo … cuman Action yang bisa membuat kita berubah !
Salam Action
rosihan
Monday, December 15, 2008
Mendulang Rupiah Toko Fesyen Daring
Di-copy dari Koran Media Indonesia
Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB
Toko Online : Belanja lewat internet ternyata memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. (ilustrasi toko online www.saqina.com dan salah satu produk busana).Tapi, bagaimana dengan beli baju di toko maya? Bukankah membeli baju identik dengan kegiatan rekreasi. Sembari jalan-jalan ke mal dan mesti diawali dengan pandangan, sentuhan, dan diakhiri dengan acara mengepas di fitting room, baru kemudian membayarnya di meja kasir?
Tanyakan itu pada Agustav Alvi, pemilik Dromedary Collection ini. Ia mengaku menggunakan toko online-nya sebagai tulang punggung pemasaran pakaian anak muslim yang diproduksinya. Kendati ia juga masih menggunakan sistem keagenan, kontribusi penjualan via toko daringnya tak bisa dipandang sebelah mata.
"Total produksi kita 3.000 pieces setiap bulannya. Kita pakai sistem penjualan keagenan dan online. Jadi, orang tinggal lihat di website, pilih produk, pesan via online, transfer lalu kita kirim barangnya. Mereka bisa belanja sebagai agen atau juga ritel," kata Agustaf yang mengaku berkat toko daringnya ia punya pembeli dari Malaysia hingga Eropa.
Peluang bisnis ini ditangkap oleh sebagian pengusaha yang menurut pakar marketing Hermawan Kertajaya menggunakan gaya new wave marketing, gelombang pemasaran baru di dunia pemasaran yang memasukkan teknologi informasi sebagai tulang punggung penjualan mereka.
Muhammad Rosihan, pemilik Saqina.com yang juga mantan profesional di bidang teknologi informasi, telah membuktikannya. Toko online memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. Hasil survei saat ini, 44% dari 32 juta pengguna internet mengakses internet setiap hari. Sebanyak 70%-nya mengakses rata-rata 2 jam per hari.
"Ini mendekati kebiasaan menonton TV. Sedangkan sisanya mengakses internet dua hingga tiga kali seminggu, selama 1 hingga 2 jam," kata Rosihan meyakinkan.
Artinya ada sekumpulan calon pelanggan potensial di internet yang bisa ditarget. Dan kabar baiknya lagi, pengguna internet ini daya belinya cukup baik. Pola belanja masyarakat sekarang pun sudah berubah. Berbeda dengan cara belanja masyarakat dulu yang belum bisa yakin dengan produk yang dibelinya sebelum ia datang dan melihat barang dengan langsung.
"Alasan mereka, waktu dan praktis. Cukup dengan duduk di depan komputer, bayar dan pesanan mereka pun datang. Kan semua model ada keterangan bahan, ukuran yang detail, warna dan keterangan yang jelas, juga jaminan pengembalian," jelas Rosihan.
Pasar potensial
Jika Agustav memadukan bisnis toko daringnya dengan usaha konveksi dan merek fesyen yang dirintisnya, Rosihan menggabungkan saqina.com dengan toko darat yang didirikannya di beberapa kota.
"Beda dengan toko offline Saqina yang market-nya terbatas, hanya di kabupaten atau kota tertentu, Saqina.com bisa diakses oleh konsumen dari belahan dunia mana pun. Potensi market size-nya adalah 32 juta pengguna internet di Indonesia," kata Rosihan.
Berbisnis online juga efektif buat mereka yang belum mampu atau memang tak berminat mengalokasikan modalnya buat sewa kios yang konon kerap menjerat leher para pedagang. Jadi, kuncinya jeli memilih penyuplai buat toko, carilah pemasok yang memberikan diskon yang memadai buat memutar roda bisnis.
Merek busana muslim Manet yang didirikan Badroni Yuzirman, misalnya, bahkan memberlakukan aturan tukar barang dan uang kembali pada agennya. Kendati kelenturan ini disertai syarat tertentu, ini jelas membuat para agennya lebih nyaman. Ini yang membuat Manet kini punya ratusan agen yang setia.
Pebisnis toko daring, kata Agustaf, mestinya juga tak berhenti dengan hanya memajang barang dagangan di situsnya. Agustaf mengaku ia juga mengoptimalkan internet buat melakukan ekspansi buat bisnis fesyennya sekaligus mendiversifikasi usahanya. Anda tertarik?
Gusvarice/Zat/M-3
salam sukses
rosihan
thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.
Tips : Agar Bisnis Fesyen Daring Laris Manis
Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB
1. Pilih fasilitas toko daring sesuai kemampuan dan kemauan Anda. Bisa gratisan, seperti di blogger.com, multiply.com, atau wordpress.com yang bisa direnovasi jadi toko online. Lebih murah, sederhana, dan cocok untuk pemula. Alternatif lain, fasilitas berbayar dengan modal Rp250 ribu per tahun, Anda sudah punya sebuah toko. Dana itu digunakan untuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun.
2. Tumbuhkan kepercayaan konsumen dengan menunjukkan identitas Anda dengan jelas. Sebaiknya mencantumkan nama, alamat lengkap, bahkan foto Anda.
3. Gaul di internet, aktif dalam mills dan blog sehingga makin dikenal para penggila internet.
4. Coba berikan tips dan trik unik yang berhubungan dengan barang yang Anda tawarkan. Seperti, newsletter yang terkait dengan produk Anda. Jangan hanya mengisi toko dengan pajangan produk.
5. Bergaul akrab dengan Google, sering meng-up date data dalam toko online Anda untuk menaikkan peringkat google Anda.
6. Membangun kredibilitas. Jangan hanya menjadi penjual, Anda harus menjadi ahli dari produk yang Anda tawarkan.
7. Anda bisa menampilkan testimoni dari pembeli, dengan begitu akan memberikan gambaran bahwa banyak yang menyukai toko online Anda.
8. Buatlah pengunjung dan pembeli toko online kita nyaman dengan menyediakan informasi penting yang harus diketahui pengunjung tentang toko dan baju yang Anda jual. Seperti, keterangan detil tentang tiap-tiap produk yang Anda tawarkan, ukuran, bahan, dan warna.
9. Tingkatkan jumlah pengunjung dengan promosi online melalui media-media iklan baris, baik yang gratis maupun berbayar.
10. Manjakan pembeli dengan penawaran-penawaran yang fantastik, seperti potongan harga dan hadiah.
11. Bertukar link banner dengan sesama toko online dan relasi Anda.
12. Promosi offline, memanfaatkan kendaraan Anda atau teman, seragam kerja karyawan, kop surat, amplop, nota, kartu nama, hadiah, atau suvenir dengan memasang nama toko online Anda.
(M-3)
salam sukses
rosihan
thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.
Sunday, November 30, 2008
Maaf, Saya bukan Orang Gajian Lagi
Edisi Cetak : Minggu, 30 November 2008
BERPINDAH status dari orang gajian menjadi pengusaha membutuhkan persiapan mental dan strategi yang matang.Keterbatasan modal bukan halangan.
Posisinya sebagai project manager membuat Mohamad Rosihan, 36, tahu betul jika dengan hanya dua proyek besar, perusahaan tempatnya bekerja bisa menutup biaya operasi selama setahun penuh. Tak puas hanya menikmati cipratan proyek itu saat gajian, Rosihan pun segera memutuskan untuk pindah kuadran. Namun, ia mengaku cukup hati-hati untuk berpindah status, dari seorang pekerja jadi pebisnis.
Alumnus Institut Teknologi Bandung ini terlebih dahulu menguji kemampuannya sebagai seorang self employee pada bisnis konsultan teknologi informasi yang dikelolanya sejak 2002. "Modalnya, sebuah proyek senilai Rp30 juta, saya pikir cara ini bisa membuat saya memperoleh seluruh nilai proyek, tak seperti pekerja yang cuma dapat gaji," kata Rosihan.
Selama setahun ia mencicipi pengalaman repotnya mempekerjakan diri sendiri pada bisnis yang dikelolanya. "Namanya berbisnis di sektor jasa yang knowledge based itu memang akan melelahkan. Semuanya bergantung pada kita, proses pendelegasian berjalan lamban dan sulit," kata Rosihan.
Karena sadar bahwa keleluasaan mengatur waktu dan melakukan inovasi, dua hal yang selama ini diimpikannya saat mulai berbisnis, nyaris mustahil terwujud jika ia tetap bertahan di kuadran self employee. Ia pun segera banting setir. Sejak 2004, ia menggeluti bisnis ritel fesyen muslimah. "Memang harus ada shortcut, untuk beralih dari self employee menjadi seorang business owner. Orang sering heran, kok seorang dengan latar belakang teknologi informasi seperti saya bisa bisnis baju, padahal ini shortcut saya," kata Rosihan.
Bisnis barunya itu ternyata jauh lebih dahsyat daripada perkiraannya. Pendapatan 10 kali lebih besar daripada gaji berhasil dibukukannya hanya dalam waktu enam bulan. Kini di saat sepi, toko-tokonya bisa membukukan omzet Rp30 juta hingga Rp60 juta. Di saat panen Lebaran, bisa mengalirkan perputaran uang hingga Rp150 juta sampai Rp450 juta.
Jalur aman Menjalankan bisnis berbasis self employee, seperti yang dilakukan Rosihan di awal perjalanannya sebagai pengusaha, kata Aidil Akbar, Chairman International Association of Registered Financial Consultant (IRAFC), adalah langkah pindah kuadran yang paling tepat.
"Lakukan dari yang mudah dulu, beli franchise atau jadi self employee bisa jadi pilihan. Begitu pula saat akan berpindah dari tahap pekerja yang juga pebisnis sampai total fokus usaha. Buat yang biasa jadi orang gajian, semuanya harus dipersiapkan secara terencana dan bertahap, baik itu dari segi manajemen maupun keuangan," kata Indonesia Senior Partner Pavilion Wealth Management itu.
Hal senada juga diungkapkan Yanti Isa, 41, pendiri PT Magfood Inovasi Pangan. Ia baru memutuskan untuk total jenderal di bisnis bahan pangan dan makanan cepat saji setelah tujuh tahun menjalankan bisnisnya. "Padahal, setelah dua-tiga tahun, saya sudah balik modal. Karena saya ingin benar-benar menjadi business owner dulu sepenuhnya, baru saya melepas pekerjaan di tahun ketujuh," kata Yanti.
Kini, setelah tujuh tahun berbisnis, Yanti mengaku pendapatannya sebagai pebisnis belum menyamai gaji dan keuntungan yang ia terima sebagai direksi di sebuah pabrikan bahan pangan ternama. "Karena, saya memilih untuk tidak mengambil semua penerimaan dari hasil bisnis. Saya memilih untuk menginvestasikannya kembali, misalnya untuk beli properti," kata Yanti yang mengaku kini mesin bisnisnya bisa membukukan omzet Rp500 juta per bulan.
Jika Yanti menjadikan indikator statusnya sebagai business owner sebagai pertanda kapan ia melepas status pekerjanya, Ryad Kusuma, pebisnis fesyen dan saham, menjadikan ukuran omzet sebagai indikator kapan ia bisa melepas status pekerjanya. Ia memutuskan mengucapkan selamat tinggal pada kantornya setelah toko-tokonya membukukan omzet Rp200 juta per bulan. Ryad yang tergabung dalam komunitas pebisnis Tangan di Atas (TDA) kini resmi menyandang status TDA. Sebelumnya, Ryad masih tergolong amfibi, alias pekerja yang juga pebisnis. Usaha sudah di tangan, tapi kemampuan dan nyali belum mumpuni sehingga belum cukup percaya diri untuk menanggalkan status orang gajian. Sebagian anggota TDA lainnya bahkan masih berstatus 'tangan di bawah' alias (TDB), mengandalkan gaji semata buat penghidupan mereka.
Namun, sebelum mantap membuat surat pengunduran diri, seorang pebisnis pemula minimal mesti memahami dasar manajemen bisnisnya dengan tekanan pada tata kelola pemasaran dan komunikasi bisnis. Ilmu dasar itu wajib dipelajari jika memang ingin usahanya berkembang dan jadi penopang utama kehidupan mereka. Namun, tidak harus punya pengetahuan dulu baru jadi pengusaha karena pelaku usaha biasanya belajar sambil praktik di lapangan.
"Semua harus dipelajari dengan cepat dan mengaplikasikannya dengan cepat pula," kata Rosihan. Singkirkan pula mental blocking, yang menurut Yanti Isa, adalah kendala paling besar, bahkan melampaui keterbatasan modal.
Jadi, kapan Anda kirim surat resign?
(Gusvarice, Zat/M-3)
salam sukses
rosihan
Sunday, November 16, 2008
SAQINA.COM di Topik Siang AN TV
Liputan dalam segmen Yang Muda Yang Punya Usaha ini, http://www.saqina.com/ diliput dalam konteks bisnis online. Liputan yang cukup lengkap, fokus pada proses bisnis online, mulai dari pengadaan barang, pemotretan, dan tampil di webstore.

Dari sisi pelanggan, ditampilkan mulai dari belanja, pilih barang di webstore, sampai barang di-packing dan dikirim via jasa pengiriman.
Tayangan sekitar 5 menit ini terasa cukup panjang. Tampilan gambar toko online diekspos sedemikian baiknya. Juga wawancara dengan Ines ditampilkan dengan lengkap.
Berkah dari liputan ini, sama seperti Liputan TPI pada http://www.muslimdistro.com/ , adalah order yang cukup banyak. Hanya 15 menit setelah tayang. Tapi karena di AN TV tidak menayangkan No.Telepon dan HP, maka kebanyakan order via Shopping Cart. Namun beberapa yang mengetahui data contact di webstore, beberapa Call dan SMS.
Salah satu order yang cukup surprise adalah dari Brunei Darussalam. AN TV ternyata sampai Brunei. Ordernya juga langsung grosir kodian. Order ritel terbanyak dari Makassar, Medan, Bontang, Padang, Sumsel, Kerinci, dan beberapa kota lainnya.
Hikmah dari liputan ini, adalah : "Ubah Webstore Anda Sedemikian Sangat Mudah Dipahami oleh Pelanggan". Karena dari beberapa telpon yang masuk, sangat tertarik produk yang dijual, tetapi hanya bisa connect internet tetapi belum familiar dengan Webstore. Webstore kami masih dirasa sulit dipahami. … ini masukan yang sangat penting !. Thanks to our customer. Saya masih harus belajar banyak tentang webstore dan Marketing Online.
Alhamdulillah, di Tahun Tikus 2008 yang penuh keberuntungan ini, SAQINA telah diliput beberapa media. Mulai dari Tabloid Ritel, 6 halaman di Majalah Wirausaha & Keuangan (WK) pada bulan Mei, 2 halaman di Majalah PENGUSAHA dan TPI pada bulan September, dan sekarang AN TV di bulan November. Ini semua adalah berkah dari Silaturrahmi.
Bagaimana Saqina.com kok bisa diliput di 2 TV Nasional ? saya sendiri tidak tahu jawabannya. Karena pihak TV-lah yang pertama menghubungi kami, jadi kami dengan senang hati menyambutnya. Yang pasti ini adalah bentuk nyata sebuah rejeki. Jika dikonversi nilainya (dibandingkan dengan biaya tayangan iklan komersial per menit) mungkin baru terbayang nilainya. Terima kasih sebesar-besarnya untuk AN TV.
Salam sukses
rosihan
Sunday, November 9, 2008
Kunci Sukses Pedagang adalah TTM
Salah satu kunci sukses berdagang adalah Time to Market (TTM). TTM adalah ilmu manajemen yang sudah jadul, jaman dulu kita kuliah manajemen umum pasti kita pernah mempelajarinya. Walau jadul, TTM tetap sering digunakan sampai hari ini.Definisi TTM menurut wikipedia adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah produk dari mulai dipikirkan hingga siap dijual.
Tapi definisi TTM menurut pedagang adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah produk dari mulai dibeli saat kulakan hingga siap dijual ditoko.
Tapi secara sederhana, praktis dan aplikatif menurut pedagang (SAQINA), TTM perlu ditambahkan TTC (Time to Cash), yaitu seberapa lama produk itu dari mulai dijual di toko sampai menjadi uang ! Jadi bukan hanya siap dijual, tapi sudah jadi uang cash !
TTM dan TTC adalah urat nadi berdagang. Semakin pendek TTM dan TTC, cashflow semakin sehat. TTM dan TTC yang pendek dapat memberikan indikasi-indikasi berikut :
- Dari aspek ragam produk, ini bisa menunjukkan pilihan-pilihan ragam produk kita tepat, bisa diserap pasar lebih cepat.
- Dari aspek tren model produk, ini bisa menunjukkan pilihan-pilihan model sesuai tren yang ada di persepsi konsumen.
- Dari aspek komposisi, ini menunjukkan kemampuan kita dalam ketepatan menentukan seberapa banyak kita kulakan produk sesuai dengan jumlah ragam, model, seri ukuran, dan seri warna produknya.
- Dari aspek alokasi budget, ini menunjukkan keakuratan kita dalam mengelola alokasi modal kulakan secara tepat untuk dibelanjakan.
TTM dan TTC yang pendek akan berdampak sangat positif seperti :
- Meningkatkan margin. Pertama karena dalam 1 masa operasional bisa memutar beberapa kali produk dengan TTM dan TTC yang pendek. Kedua, perputaran yang cepat, otomatis memberikan margin yang lebih sering.
- Meningkatkan hubungan baik dengan produsen/supplier. Hukum umum dalam berdagang, semakin sering ada beli ke satu produsen/supplier, maka akan mendapatkan beberapa privilage khusus, misal harga pokok barang lebih baik, support produk-produk terbaru, dicantumkan dalam promo mereka, dll.
- Meningkatkan citra toko kita dimata konsumen sebagai toko yang model-model produknya selalu terbaru (ikut tren), seri warna dan ukuran terlengkap, dan harga yang terjangkau (lebih murah dari lainnya). Model baru muncul di sinetron tadi malam, lusa produknya sudah ada di toko kita, dan langsung terjual melalui promosi SPG toko.
- Dan lainnya masih banyak.
Nah, apakah TTM dan TTC yang pendek sebuah toko bisa ditiru ??? ini yang tidak mudah. Butuh suatu kompetensi (pengetahuan + skill + pengalaman + ide) berdagang yang perlu jam terbang untuk mewujudkannya. Tapi jangan kuatir, semua bisa dipelajari.
TTM dan TTC akan sangat DAHSYAT bila kita gabungkan dengan CASHFLOW TORNADO. Nantikan tulisan berikutnya.
Salam sukses
Rosihan
http://www.saqina.com/
Tuesday, October 28, 2008
Terbiasa Hidup Sangsi
Film dokumenter Kantata Takwa telah dirilis. Film ini wajib saya simpan DVD-nya. Agar anak-anak saya tahu, sampai hari ini, belum ada mahakarya musik Indonesia se-kualitas Kantata Takwa. Kualitas liriknya telah menyandera jiwa.Semua syair dalam lagu-lagu mahakarya Kantata Takwa 18 tahun lalu masih menancap tajam hari ini. Semua lagu masih saya dengarkan, dan anak-anak saya wajib mendengarkan juga. Saya bahkan menjadikan lagu “Paman Doblang” menjadi sebuah dongeng, yang saya ceritakan sambil mendengarkan lagunya.
Satu lagu ajaib yang selalu terkenang, lagu Kesaksian dari Kantata Takwa, kalimat-kalimat yang dilahirkan oleh WS Rendra, hadir dalam lirik yang dahsyat. Satu kalimat ajaib yang selalu saya ingat, adalah kalimat “Terbiasa hidup sangsi”
Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. Saya sering kali menggunakannya sebagai “ejekan”. Ya, ejekan atas sikap-sikap penakut, peragu, tidak berani melangkah, tidak berani memilih, tidak berani mengambil keputusan, dan pasti tidak berani mengambil konsekuensinya.
Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. ”. Saya sering kali menggunakannya sebagai kesimpulan sesaat, ketika ingin membangkitkan semangat mereka untuk menjadi pejuang kehidupan. Mereka memang dihinakan (oleh diri mereka sendiri). Mereka Tanpa daya, Ya tanpa daya (tanpa potensi, karena sepanjang waktu mereka mereduksi potensinya sendiri). Ya ..mereka-mereka itulah … yang akhirnya Terbiasa Hidup Sangsi.
Sangsi atas rahman Tuhan-nya, Sangsi atas berkah kehidupan-nya, Sangsi atas takdir Tuhan-nya. Sangsi atas bisikan jiwa-nya, Sangsi atas nikmat sehat raga-nya, Sangsi atas kekuatan pikirannya, Sangsi atas segala potensi dirinya, Sangsi atas segala peluang-nya, Sangsi atas langkah-nya, Sangsi atas hak suksesnya, Sangsi atas segala untuk diyakini-nya.
Terbiasa Hidup Sangsi … semoga tidak menjadi Sangsi Atas Segala Hal di Muka Bumi ….
Merekalah “Orang-orang yang harus dibangunkan …”
salam
rosihan
Thursday, October 23, 2008
Menutup Toko Yang Pertama Kali

Saat ini toko kami untuk konter Baju Koko SAJIDAH (http://www.sajidah.com/) yang berada di ITC Cempaka Mas Lt.3 Blok J No.749-752 telah kami tutup. Alasannya sangat jelas, setelah kami buka sejak awal Maret, kondisi penjualan ritel disana sepi, baik pada bulan normal maupun bulan ramai pas Ramadhan.
Kontribusi penjualan ritel di konter hanya menyumbangkan 3% dari total penjualan SAJIDAH keseluruhan. Namun Alhamdulillah sekali, penjualan online dan keagenan dari kantor pusat kami di Duren Tiga Jaksel malah memberikan kontribusi 97%.
Hasil perhitungan pembukaan konter dalam status rugi, sehingga seperti anjuran Pak Perry juga, tidak perlu lama-lama, jika toko/konter ngga bagus, langsung suntik mati saja ..he..he…
Saat ini penjualan SAJIDAH kami jalankan melalui kantor pusat SAQINA dan webstore http://www.sajidah.com/, dan alhumdillah masih tetap rame karena mau musim haji. Saya sendiri sedang mencari lokasi baru untuk membuka konter SAJIDAH ini.
Menutup toko pasti ada alasannya, mari kita cari-cari alasannya, soalnya ngga enak kalau “gagal” tidak ada BEJ-nya (Blame, Excuse dan Justify) he..he…he ….
Blame = Menyalahkan orang lain.
Mungkin toko saya sepi ini karena salah SPG-nya yang kurang aktif dan pelayanan setengah hati. Atau juga salah calon pembelinya. Soalnya Baju Koko kami yang kualitas bagus sering ditawar dengan harga setengahnya (ini khas untuk pembeli di ITC), padahal harga kami harga pas ..he..he..he… Pembeli dengan mudah bisa berpindah toko karena jumlah toko kebanyakan ..
Excuse = Alasan
Mungkin produk saya terlalu bagus untuk dijual disana. Masalahnya pesaing-nya sebagian besar baju koko dan mukena made in tasik, yang harganya 1/3 harga produk saya. Jadi ngga mungkin bisa bersaing dengan sekitar. ..he..hee….
Justify = Pembenaran
Ya benar ! Mungkin toko saya salah lantai ! soalnya di lantai 3, bagian belakang lagi, jadi sepi. Pengunjung hanya mau jalan-2 di lantai dasar, lantai 1. Kalau ke lantai 3 caapek deehhhh …. Huaa ..ha..ha…
Kata Gus Dur, mau nutup toko gitu aja kok repot !
Salam sukses ..
Wednesday, October 22, 2008
Pedagang Wajib Bertahan
Para saudagar diminta agar berusaha mengatasi dampak krisis tersebut hingga efek terasa seminim mungkin. Para saudagar juga diminta memanfaatkan situasi krisis saat ini dengan melakukan upaya dengan memberdayakan ekonomi dalam negeri sekuat tenaga.
Beliau juga mengatakan, yang harus dijaga adalah kegiatan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Denyut nadi perekonomian di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen (Jakarta), Pasar Turi (Surabaya), Pasar Klewer (Solo) dan sentra-sentra perdagangan regional di seluruh nusantara harus tetap hidup. Selama pasar tradisional masih tetap hidup, dan berjalan normal, tidak akan terlalu besar dampaknya mengganggu perekonomian nasional.
Sebagai pedagang kecil yang kelak akan menjadi Saudagar Jawa, saya meng-amini 1000% pernyataan Wapres. Karena Wapres kita ini pengusaha, bukan birokrat, pernyataan-nya selalu praktis dan pragmatis.
Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pedagang kecil ?
Pertama, lakukan efisiensi ! pasca lebaran volume jualan pasti menuju keadaan normal. Itu biasa. Tapi yang tidak biasa kali ini adalah kewajiban kita untuk efisiensi di semua pos yang mungkin. Karena diluar sana terdengar suara-suara krisis akan datang.
Kedua, tetaplah sering jalan-jalan ke pusat perkulakan. Buka diskusi dengan supplier anda, produsen, distributor. Saya yakin akan terbuka perbincangan seputar kiat-kiat mereka mensiasati keadaan saat ini. Bagaimana strategi dan produk-produk mereka kedepan. Karena jelas akan mempengaruhi produk yang akan kita jual.
Ketiga, buka komunikasi dengan beberapa pelanggan loyal. Diskusikan hal-hal yang memungkinkan kita sebagai pedagang mengetahui tingkat daya beli pelanggan kita saat ini. Saatnya kita lebih berpelukan erat dengan pelanggan loyal kita.
Ke-empat, tetap menjalankan rencana-rencana. Yang ingin ekspansi ya jalan terus. Yang ingin mencoba strategi marketing baru ya silahkan. Tidak perlu ada yang ditunggu. Tidak ada yang tahu 3-6 bulan kedepan akan terjadi krisis atau tidak, kalau krisis juga kapan berakhirnya ngga ada yang tahu juga. Yang penting adalah kehati-hatian dan terus deal dengan situasi.
Kelima, tetaplah berdagang. Saat ini diperlukan mental Pejuang Pedagang (mengutip H.Alay). Pejuang Pedagang yang selalu Bertawakal.
Salam sukses
Tuesday, September 9, 2008
MuslimDistro.com di Liputan TPI

Liputan TPI cukup detil. Syuting mengambil gambar mulai dari proses disain, produksi, penjualan online sampai webstore. Terima kasih untuk Pak Irwan Rahman (TDA Network) yang bersedia menjadi figuran pemeran Pelanggan Online.
Awalnya kami biasa saja menyambut peliputan TPI ini, karena kami miskin pengalaman diliput media TV Nasional. Yang penting kami menyiapkan tampilan toko Distro sebaik mungkin, dan membantu TPI bisa mengambil gambar sesuai kebutuhan dengan kualitas yang baik.
Alhamdulillah, momen liputan TV pertama bagi bisnis SAQINA Group yang kami tunggu-tunggu muncul juga jam 06.15 di acara pagi TPI. Liputan ber-durasi 5 menit ternyata terasa cukup lama disaksikan. Tampilan toko “Muslim Distro” jadi-jadian ternyata tampil cantik di TV. Testimoni pelanggan (Pak Irwan) dan penjelasan Owner MuslimDistro (kali ini Ines yang tampil) menjadikan liputan begitu menarik. Tampilan disain kaos satu per satu dibahas oleh presenter TPI.
Yang lebih lucu adalah karyawan kami yang begitu malu tampil di TV, tapi senang karena langsung meng-SMS ortu dan sodara-2 di kampung untuk nonton TPI pagi itu. Meminjam kalimat Tukul, “horee .. anakku masuk tivi …. masuk tivi …masuk tivi …”
Liputan TPI ini ok juga, karena Alamat Lengkap, No.Telepon, HP, Contact Person dan alamat WebStore ditampilkan jelas sekali. Ini berkah Ramadhan bagi kaos dakwah kami.
Tapi yang mengejutkan, lewat 5 menit dari liputan, tiba-tiba banyak SMS dan telepon masuk ke HP kami. Mulai dari Medan, Balikpapan, Pontianak, Biak, Lampung, Semarang dan lain-lain. Hari minggu itu, kami tiba-tiba begitu sibuk melayani order kaos jarak jauh ini. Padahal stok kami sangat tidak siap. Pembelian karena dampak liputan ini lebih sulit, karena pembelian ritel jumlah kecil, tapi pembelinya banyak. Namun juga ada yang pembelian agen. Akhirnya sampai hari ini, masih banyak yang gagal kita penuhi ordernya.
Ada juga pelanggan yang langsung datang ke kantor, dan kecewa, karena tampilan “Distro” jadi-jadian yang dilihat di TV kok ngga ada ? yang ada hanya tumpukan stok. Kami terpaksa harus menjelaskan soal ini.
WebStore kami juga kebanjiran kunjungan, kami cek di web statistik kunjungan meningkat 3 kali dari sebelum liputan. Kebanyakan direct access ke alamat webstore. Pemakaian bandwidth naik 6 kali, karena banyak yang mengakses gambar disain kaos.
Hikmah yang kami dapatkan, ternyata hasil liputan TV Nasional (TPI) ini luar biasa, karena jangkauan yang luas. Kita tidak bisa menduga disaksikan oleh siapa dan dimana. Yang pasti diperlukan kesiapan kita dari aspek barang dan pelayanan.
Salam
Rosihan



